Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Apakah Wajahku Menyeramkan.


__ADS_3

        Semua pelayan rumah itu sedang menlihat Key yang sedang memangang daging sapi pilihan di atas pemangang, bahkan wanita itu tidak takut dengan asap yang di timbulkan dari kompor. Sudah bisa di tebak kan, jika Keyla mau memasak Steak daging di pagi hari itu. Key juga menyiapkan wartel dan juga kentang sebagai pelengkapnya. Key juga


menyiapkan saus untuk pendamping steak tersebut.


      Keyla tidak pernah takut jika tanganya akan berubah menjadi kasar setelah memasak Steak tersebut karena dirinya sudah terbiasa memasak sendirian lebih lagi Key sangat paham jika perubahan sikap suaminya yang sangat aneh jika mencicipi makanan buatan orang lain akan membuat koki rumah itu di pecat tanpa melakukan


kesalahan. Seperti halnya di restoran kemarin jika saja Key tidak datang maka


semua pelayan di sana akan di pecat, padahal pemilik restoran itu tau dengan


begitu jelas jika pegawainya memang tidak bersalah namun apalah daya karena


sultan sudah bicara maka tidak akan ada satu orangpun yang berani melawan titahnya itu.


      “Nona muda, anda sedang hamil jagang terlalu capek,” ucap pelayan yang bernama Elen yang memakai seragam hitam dan lengkap dengan apron yang selalu menempel di badanya.  Sedangkan semua pelayan sedang mengigit bibir bawahnya dan pelayan yang lain selalu saja menatap ke arah tangga


rumah itu.


      Seolah mereka sedang bedoa semoga saja CEO Martin tidak menuruni tangga itu sebelum semuanya selesai karena bisa gawat masalahnya jika itu akan terjadi. Bisa ngamuk CEO.Martin jika sampai melihat istrinya yang sedang hamil muda melakukan perkerjaan dapur labih lagi marahnya akan terlihat begitu alai hingga membuat pusing orang di sekitarnya.


     Ruang kerja CEO Martin.


         CEO Martin sedang duduk di kursi kerjanya yang ada di dalam runagan itu sedangkan seperti


biasa Asisiten Hen sedang berdiri di hadapanya dengan menundukkan pandanganhya dengan hormat. Mungkin asisiten Hen takut dengan hukuman yang Martin berikan karena sudah menyela ucapanya saat di dalam kamar tadi.


      “Bicaralah,” ucap Martin dengan wajah datar.


      “Maafkan saya Tuan,”


         “Bodoh! Bukan yang itu tapi yang mengenai masalah serangan di restoran kemarin,” Martin tidak tertarik dengan permintaan maaf Asisten Hen dia lebih tertarik mengetahui siapa dalang di balik penyerangan dalam Restoran kemarin.


         “Seperti yang kita ketahui selama ini jika hanya Henden Long saja yang berani mencari masalah dengan kita.”


    Henden Long adalah pemimpin dari kelompon Lowang yang selama ini sangat membenci Martin. Bisa di bilang gangster Lowang juga sangat di takuti di kota itu namun bedanya Henden tak memiliki bisnis besar seperti CEO Martin. Dulunya Henden ialah teman baik Martin namun semenjak menikah dengan Keyla Martin tidak mau lagi berurusan dengan dunia Mafia sehingga asisten Hen lah yang harus mengantikan tugasnya untuk memimpin semua anak buahnya yang tersebar di setiap pelosok kota itu. Henden sangat marah karena Martin lebih memilih seorang wanita dari pada harus


melajutkan bisnis jual beli pistol ilegal dengannya.

__ADS_1


         Sejak saat itu Henden dan juga Martin mulai bersihteru dan Henden membawa banyak anak buah Martin dari dunia mafia untuk ikut dengannya namun masih banyak anak buah yang selalu setia untuk mengikuti Martin. Bahkan semua anak buah Martin akan


merelakan nyawanya dengan suka rela untuk melindugi CEO mereka. Martin memang


sangat kejam bahkan dirinya bisa membunuh orang dengan satu jentikan jarinya


namun di sisi lain Martin juga sangat baik hati karena dia selalu saja mencukupi kebutuhan anak buahnya maupun dari kalangan staff perusahaan maupun


dari kalanagn mafia. Martin menyerahkan semua urusan Mafia pada asisiten Hen


bukan tanpa alasan karna dirinya ingin lebih fokus dengan dunia Bisnis dan


juga keluarga kecilnya.


         “Ternyata Henden Long yang melakukannya, bahkan dia masih belum menyerah juga saat mengetahui jika pembunuh bayaran yang di suruh membunuhku mati dengan sia-sia di


dalam kantorku!” sahut Martin dengan menarik salah satu senyumanya.


        “Henden sangat membenci anda Tuan muda, saya takut jika dirinya akan melukai Nona Muda,” imbuh asisiten Hen dengan wajah kelihatan khawatir.


       “Kau tidak usah khawatir aku akan menempatkan banyak pengawal untuk menjaga rumah ini. Tak akan aku biarkan siapapun bisa menyentuh anak dan juga istriku walaupun aku harus


ada di dalam genggamannya itu. Kaleng yang masih belum di buka penutupnya itu,


mengeluarkan air dengan paksa dari dalam kaleng tersebut saat Martin mulai


meremassnya kaleng dengan begitu kuat.


              Asisiten Hen melihat sorot mata membunuh mulai terpancar dari wajah majikanya itu, “Saya akan menjaga Nona muda dengan nyawa saja Tuan, anda tidak perlu merasa khawatir,” sambung Asisiten Hen dengan membungkukkan badanya penuh hormat.


      Rumah Aisisten Hen.


      Rumah itu biasanya terlihat tenang dan juga nyaman namun saat ini sangat berbeda dengan bisanya, karena banyak pengawal yang berjaga di depanjang halaman rumah itu


bahkan beberapa pengawal juga berjaga di depan setiap pintu yang ada di rumah


tersebut bahkan sampai Jendela rumah itu juga di jaga oleh beberapa pengawal. Zenap

__ADS_1


mengetahui jika keadaan rumah itu begitu menakutkan karena suaminya menyuruh


banyak pria memakai baju serba hitam dengan wajah datar, mereka sungguh membuat para tentangga yang melintas di sekitar rumah itu menatap heran. Namun para


tentangga di kota itu tak pernah perduli dengan apa yang di lakukan oleh


penghuni di lingkungan mereka asalkan tidak membuat keributan.


       Rumah CEO Martin.


           Michael sedang membersihkan dirinya di dalam kamar mandi rumah itu karena dirinya membolos sekolah pagi hari ini, itu bukan tanpa alasan dirinya merasa lelah


sehingga ingin menemani Keyla saja di rumah. Sebenarnya itu tidak baik namun


baru kali pertama ini Michael membolos.


     Selesai bicara Martin dan Asisiten Hen keluar dari ruang kerja dan berjalan menuju dapur, Semua pelayan langsung melotot saat melihat Martin dan asisiten Hen menuruni


anak tangga rumah itu. Semua pelayan langsung menundukkan pandangannya karena rasa takut dan juga keringat dingin mulai menyelimuti tubuh mereka saat melihat


melihat CEO Martin mengerutkan keningnya menatap ke arah mereka.


        Apa yang mereka lakukan di sini, kenapa mereka ketakutan saat melihatku apakah wajahku ini begitu menyeramkan bagi mereka! Bahkan semua wanita tergila-gila padaku. Kira-kira seperti itu arti dari tatapan CEO Martin pada pelayan rumahnya,


bahkan pria itu tak menyadari jika dirinya memang begitu tampan namun sorot


matanya itu terliat begitu mengerikan hanya Keyla saja yang bisa bicara dengan


begitu santai pada dirinya di tambah lagi tatapan Michael yang turun dari anak


tangga rumah.


     Michael juga menatap ke arah para pelayan itu dengan tatapan yang sama, pasti anak itu merasa heran karena bisanya di jam begini pelayan itu akan sibuk bersih-bersih


rumah dan memasak di dapur namun sangat berbeda dengan hari ini pelayan rumah


itu berdiri seperti patung dengan tak melakukan tugas mereka.

__ADS_1


        “Kenapa menatapku seperti itu? Apakah aku membayar gaji kalian dengan sangat mahal hanyalah untuk berdiri di sini saja!” Pria itu marah dengan berhenti tepat di hadapan para pelayan rumahnya. Asisten Hen masih saja menjadi bayang-bayang CEO Martin dengan setia berada di belakangnya.


      “Kalian berani sekali menyuruh Mom berkerja di dapur!” imbuh Michael saat dia melihat ke arah dapur rumah itu.


__ADS_2