
"Jika aku masuk ke dalam dapur dan aku melihat," Martin mengarahkan pandangannya ke arah pintu dapur tersebut seolah pria itu takut jika ada orang yang masuk ke dalam dapur. "aku akan potong gaji kalian."
Semua pelayan hanya bisa diam dengan hati pasrah menerima hukuman yang sultan berikan karena tetap kembali ke pasal pertama jika sultan mah bebas.
"Cepat buat makanan yang sangat banyak. karena Jeni dan juga Dikra sedang ada di sini." Setelah bicara Martin langsung pergi meninggalkan rumah tersebut dengan wajah tanpa rasa bersalah sedikitpun.
. Semua pelayan yang sedang kelihatan tegang langsung bernafas dengan lega saat ini karena ancaman terbesar di hadapan mereka kini sudah pergi.
Martin berjalan menuju ruang tamu rumahnya, dan Miranda yang tadi sedang mendudukkan tubuhnya di sofa samping Keyla.
"Om Martin aku sangat merindukanmu." Anak kecil itu lari berhamburan lari ke dalam pelukan Martin.
.
"Aku juga sangat merindukanmu," sahut Martin dengan membalas pelukan gadis kecil yang selama ini sangat dia rindukan canda tawanya.
"Pa, Ma dan Tante," ucap Miranda dengan menatap ke arah semua nama yang dia sebutkan tadi. "aku mau jalan ke mall bersama Michael dan juga Om Martin untuk membeli baju karena aku tidak membawa baju ganti."
"Sayang kau kan baru sampai, dan baju mu yang lama masih tertata rapi di lemari kenapa mau beli baju baru," Jeni mencoba menghentikan anaknya karena dia baru sampai di kota itu.
Namun Martin meyakinkan Jeni dan juga Dikra jika dirinya tidak keberatan untuk menuruti keinginan keponakannya itu. Dan Keyla juga menyetujui pendapat suaminya.
Martin dan juga Miranda sudah siap untuk pergi jalan-jalan ke mall Michael juga sudah kelihatan tampan dengan memakai baju santai berwarna hitam warna baju yang sama seperti Martin pakai.
"Ma, pa, Tante Keyla kamu berangkat dulu," Miranda pamit ke pada nama yang dia sebut tadi dan mengecup pipi mereka satu persatu.
"Sayang apa kamu tidak ikut?" tanya Martin pada Keyla yang sekarang sedang berjalan di sampingnya.
"Tidak Pa, aku bersama Kak Jeni dan juga Kak Dikra saja di sini," sahut Keyla tanpa menoleh.
__ADS_1
"Kamu tidak takut jika nantik ada wanita yang mencoba mencuri perhatianku."
"Jika itu sampai terjadi maka aku akan mencari pria lain untuk mengisi hatiku yang telah kau lukai," balas Keyla tidak mau kalah.
*Sial aku selalu saja terjebak dengan ucapan yang aku mulai sendiri*.
"Berani bicara sekali lagi maka akan aku habisi pria itu!" ancam Martin dengan kelihatan serius.
Sebenarnya Martin begitu malas jika harus pergi ke mall tanpa istrinya walaupun sudah ada Miranda dan juga Michael di sana namun Martin masih saja mengajak istrinya tercinta. Jeni mendengar perbincangan mereka berdua dan segera meyakini Keyla untuk ikut bersama mereka, Keyla segera berganti baju dan ikut berangkat bersama mereka semua hari ini Martin mengemudikan mobil sendiri karena asisten Hen sedang libur pada hari itu.
Mereka sudah sampai di mall terbesar di kota itu dan pemiliknya adalah Martin Kwang sendiri.
Dari dulu sampai sekarang Keyla tidak suka terlihat mencolok dengan kekayaan yang di miliki oleh suaminya, wanita itu masih tetap rendah hati dan juga tidak suka menyombongkan kekayaan suaminya itu juga yang membuat Martin tidak bisa berpaling darinya walaupun banyak wanita yang jauh lebih cantik dan juga seksi di luar sana yang siap setiap saat memberikan kepuasan dalam bentuk apapun itu padanya.
"Tuan muda, apakah kami harus mengosongkan tempat ini agar anda dan juga Nona muda bisa berbelanja dengan tenang?" tanya salah satu pria yang memakai baju serba hitam.
Pria itu adalah orang yang di tugaskan untuk mengawasi mall tersebut jika ada kerusuhan dan hal yang tidak di inginkan pria itu yang akan menyelesaikannya sekaligus bertanggung jawab atas apa yang terjadi bisa di bilang wewenang pria paruh baya itu sama dengan asisten Hen hanya saja dia ada di bawah Asisten Hen.
"Aku tidak ingin istriku terganggu dan sampai terjatuh karena begitu banyak orang di dalam Mall ini," ucap Martin dengan mulai khawatir melihat perut istrinya yang terlihat besar. "cepat kosongkan sekarang!"
"Baik Tuan muda."
__ADS_1
"Jangan lakukan!" ucap Keyla saat pengawal yang tadi sempat berbicara dengan Martin hendak berbalik arah untuk menjalankan titah sultan.
"Apa maksud dari ucapan anda Nona muda?" tanya pengawal itu dengan menundukkan kepalanya.
Pengawal itu sebenarnya mengetahui apa maksud Nona mudanya namun dia takut jika Martin malah jadi pengawal tersebut lebih memilih diam.
Martin menoleh pada Keyla, "Sayang biarkan dia menjalankan perintahku,"
Martin mencoba membujuk istrinya dengan nada suara terdengar berhati\-hati karena dia takut jika sang istri merajuk lagi sedangkan Miranda dan juga Michael sudah memanyunkan bibirnya karena mereka harus sabar untuk bisa masuk ke dalam mall tersebut.
"Kenapa harus mengusir semua orang yang sedang berbelanja, kau bisa menjagaku kan dan aku juga tidak mau jika para pengawal ikut dengan kita," renggek keyla dengan menunjukkan wajah memelas yang selama ini bisa membuat Martin kalang kabut.
*Dia selalu saja meluluhkan aku dengan sikap seperti ini, dan dengan bodoh aku akan menuruti semua yang dia ucapkan tanpa bisa berpikir untuk menolaknya*.
"Pengawal kalian tidak dengar apa yang istriku ucapkan tadi!" Martin memeluk keyla dengan erat.
*Ternyata memang benar apa yang di ucapkan oleh banyak pengawal lainya jika hanya nona muda saja yang bisa meluluhkan hati dan juga arogan yang CEO Martin miliki. Jika aku tidak melihatnya sendiri saat ini maka aku aku tidak akan pernah percaya*. Gumam pengawal itu dalam hati.
"Baik Tuan muda kami akan menjaga dari jarak yang cukup jauh," ucap pengawal tersebut dengan menundukkan kepalanya.
Martin mengiyakan hal tersebut dan Keyla juga tidak merasa keberatan karenanya.
Martin masuk ke dalam Mall dengan hati was\-was karena di dalam mall tersebut begitu ramai banyak anak kecil yang berlarian ke sembarang arah dan ada juga anak muda yang sedang berpacaran dan mereka tidak memperhatikan jalanan malah saling menatap satu sama lain Martin sangat terganggu melihat semua itu dia segera menghampiri orang yang sedang berpacaran itu dengan Alis hampir menyatuh.
__ADS_1
Michael dan juga Miranda menepuk jidat mereka secara bersamaan seperti kedua anak itu sudah mengetahui apa yang akan di lakukan oleh sang pemilik mall tersebut.