
Ini adalah hari minggu penghuni rumah itu sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing karna hari telah siang. Sedangkan Miranda dan juga Michael sedang bermain di halaman rumah. Rumah itu terlihat tenang dan juga hangat karna penghuni rumah itu sedang merasa bahagia. Tapi ketenangan itu tak berlangsung lama karna terdengar isak tangis sinta memenuhi kamarnya. Keyla yang sedang lewat di depan kamar Jordan segera membuka kasar pintu kamar tersebut setelah melihat jeritan Mamanya terdengar dengan sangat jelas dari luar.
Key melihat Jordan sudah terbujur kaku di atas ranjang. Key menjerit sejadi jadinya. Dan Martin, Jeni serta Dikra segera berlarian masuk ke dalam kamar Sinta. Belum selesai dengan kesedihan itu Sinta yang memiliki penyakit sesak nafas tiba-tiba kesulitan bernafas seolah-olah ada yang sedang menganjal di paru-parunya. Mungkin wanita itu shock dengan kepergian suaminya yang tiba-tiba. Martin dan Dikra segera membaringkan Sinta di samping Jordan. Dikra mengecek nadi Jordan, sedangkan Martin juga ikut mengecek nadi Sinta. Kedua pria itu saling bertatapan satu sama lain dan mereka mengelengkan kepalanya pelan menandakan jika kedua orang itu sudah tiada lagi.
Namun mereka tidak memberitahukan kenyataan pahit tersebut pada istri mereka yang kini saling menangis sesengukan. Martin segera menghubungi dokter dan tak butuh waktu lama dokter segera menuju rumah mereka. Dokter itu juga memastikan jika Sinta dan juga Jordan telah tiada. Terdengar isak tangi di rumah itu. Bahkan MIchael dan juga Miranda tak hentinya memeluk nenek dan kakek mereka yang pergi meninggalkan mereka semua, Michael tidak menitihkan air matanya namun kesedihan sangat terlihat jelas dari mata anak kecil itu. Bukan berarti Michael tidak menyayangi nenek mereka namun karna Martin menggajarkan anak itu agar tidak sampai meneteskan air mata walaupun sedang merasa bersedih itu karna Michael adalah seorang pria dan kelak dia harus menjaga Miranda sebagai saudara wnaitanya.
Beberapa hari yang lalu Joran dan juga Sinta seakan sudah merasakan jika mereka akan pergi jauh dari anak cucunya. Sinta dan Jordan bahkan berpesan agar Jeni dan Keyla terus tinggal bersama di rumah itu namun kakak beradik itu tidak memiliki firasat jika kedua orang tua mereka akan meninggal dengan cara seperti ini.
Pemakaman selesai di lakukan banyak perkarangan bunga dan juga suasana berduka sangat jelas terlihat di rumah itu.Jeni dan Keyla kini sudah tidak bisa menangis lagi karna air mata mereka berdua seakan kering. Michael sedang memeluk Miranda anak kecil itu saling berpelukan di ruang tamu. Michael memang memiliki sikap yang bisa di bilang lebih dewasa dari umur mereka hingga dia kini mencoba menenagkan Miranda. Miranda hanya diam dia mendengarkan setiap ucapan Michael yang sedang duduk di sampingnya. Kedua anak yang biasanya sering bertengkar itu kini kelihatan sangat akur.
Satu minggu kemudian.
''Kak, Jeni cepat bangunkan MIchael dan Miranda mereka bisa telat ke sekolah jika tidak bangun juga.'' Ujar Key dari dalam dapur dengan sibuk menyiapkan sarapan pagi.
''Baiklah, kau selesaikan di sini.'' Jawab Jeni dengan melangkah menuju kamar Michael dan juga Miranda yang ada di lantai bawah.
Dikra sedang membaca koran di ruang tamu sembari menikmati kopi panas di atas meja. Sedangkan pagi itu Martin masih tidur karna dia bergadang semalaman menyelesaikan tugas kantornya.
Semua orang sudah siap di meja makan hanya Martin saja yang belum juga menunjukkan batang hidungnya. Keyla segera menuju kamarnya dan memanggil suaminya karna wanita itu tau jika tanpa Martin tidak akan ada yang makan. Hahaha Martin masih sama menakutkannya seperti dulu.
Kamar Keyla.
__ADS_1
''Pa, kau belum bangun juga! Semua orang sedang menunggu mu di bawah dan kau masih tidur!'' Gerutu Keyla saat melihat Martin masih tidur pulas di bawah selimutnya. ''HUwaaaaaaaa!''
Keyla berteriak karna kaget saat tangan Martin mulai melingkar di pinggangnya. Ya Martin sudah bangun sejak tadi pria itu hanya pura-pura tidur kembali maklumlah sudah satu minggu dia tidak di manja oleh Keyla jadi sikap usilnya kambuh lagi. Keyla sedang berbaring di ranjang dengan bibir mengerucut karna sikap suaminya yang belum juga berubah padahal mereka sudah memiliki seorang anak.
''Ma, diamlah sebentar saja.'' Pinta Martin ketika hendak memasukkan tangannya ke dalam baju keyla.
''Jangan bercanda, Semua orang sedang menunggumu di bawah!'' Teriak Keyla karna merasa kesal dengan sikap suaminya di pagi hari.
''Baiklah. Nanti malam saja kalau gitu,'' goda Martin dengan mengerdipkan satu matanya dan melihat hal tersebut Key langsung bergidik Geli.
_ _ _ _
Miranda dan juga MIchael sekolah tempat yang sama jadi mereka di antar oleh dua pengawal setiap harinya. Martin masih tetap sama dia bersama Asisten Hen. Dikra naik mobil juga bersama dengan asistenya.
Asisten Hen sudah menikah dan memiliki satu anak kehidupam Asisten Hen sangat sempurna pria itu tentu saja tidak sama bucinya dengan Martin saat sedang jatuh cinta dulu.
Ferdi sudah lama menikah dengan Resni dan mereka juga hidup bahagia bahkan Resni sekarang sedang hamil 9 bulan. Kehidupan Ferdi dan Resni sangat bahagia mereka bisa bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan karna Keyla yang terus membantu hubungan keduanya. Kini Keyla hanyalah teman baik saja di hati Ferdi. Dan Resni adalah cinta dalam hidupya semua berakhir dengan hidup bahagia.
Rumah Sakit.
__ADS_1
Resni baru saja melahirkan 3 jam yang lalu, Ferdi sangat bahagia saat mengetahui anaknya adalah wanita. Bayi imut dan cantik itu sedang berada di pelukan Resni. bayi kecil itu di beri nama. Eve San.
Martin dan juga Key segera mengengguk Resni di rumah sakit saat mendapat kabar dari asisten Hen jika sahabat baiknya itu sudah melahirkan. Martin juga memberikan banyak hadiah baju dan banyak juga mainan untuk bayi yang baru kahir itu. Mungkin ini adalah suatu hal yang berlebihan menurut orang lain namun tidak dengan Martin. Key hanya bisa diam karna tau jika suaminya akan marah besar jika sampai di tolak niat baiknya.
''Michael sini sayang, lihatlah bayi kecil ini sangat lucu.'' Ujar Key sembari melambaikan tangannya ke arah Michael yang sedari tadi sibuk bermain dengan Miranda.
''Ya, dia lucu.'' Bicara dengan berjalan ke arah Key dan memasang senyum terpaksa di bibirnya.
''Michael, lihatlah adik kecil ini melihat mu,'' ujar MIrada sembari mencium lembut pipi Eve kecil.
''Terserah.'' Sahut MIchael dingin. ''Daddy jika sudah selesai ayo kita pulang.' Ajar Michael.
''Ma, aku dan Michael tunggu di luar.'' Ujar Martin sembari mengandeng tangan Michael keluar dari ruangan itu.
Sikap Martin dan MIchael sama persis mereka juga memiliki sikap dingin dan tidak mudah deat dengan orang lain. Padahal Key sudah sering mengajak anak itu bertemu dengan Resni namun itu ternyata tidak membuat Michael dekat dengan wanita itu.
Episode berikutnya akan ada Visual para pewaris tahta ya. . dan ceritanya gak kalah seru jangan lupa like dab juga vote ya.
__ADS_1
JANGAN LUPA BACA KELAJUTAN NOVEL SAYA YANG BERJUDUL. ''MARRIED WITH MY ENEMY.''