Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Perhatian Martin.


__ADS_3

Resni dan Keyla melotot seketika saat melihat celana Martin basah karna terkena pipis baby Eve, Resni segera beranjak dari duduknya di sisi ranjang dan menghampiri Martin yang sedang berjalan ke arahnya. Namun Martin menghentika Resni berjalan karna wanita itu lupa tidak membawa tas perlengkapan bayinya yang tadi dia bawa dari rumah. Resni menyambar tas yang ada di atas meja dan berjalan mendekati Martin. Ketika Resni hendak mengambil baby Eve dari gendongan Martin namun pria itu melarangnya.


"Sana kau kembali pada istriku! Biar aku yang gantika popoknya." Perintah Martin dengan wajah datar menatap ke arah Resni.


*Apa tidak salah apa yang aku dengar barusan CEO mau menganti popok anakku bukankah tadi dia masuk ke dalam kamar ini seperti sedang jijik karna Eve pipis di celananya. *


*    "Maafkan aku kak Martin, tadi pempres Eve habis di rumah dan karna aku buru-buru kemari jadi lupa membelinya di jalan tadi." * Jelas Resni dengan melihat Martin mulai membuka celana dalam bayinya itu.


    "Kau ini ibu macam apa sih, barang sepenting itu kau sampai lupa lihat ini si cantik kasihan kan harus gonta-ganti popok." Cetus Martin dengan sibuk menganti celana dalam bayi itu.


   Resni langsung meloto saat mendengar Martin bicara dengan sedetail itu seakan dia adalah seorang ibu yang sedang cerewet jika bayinya sampai tidak mendapatkan perhtaitan. Jelas Resni kaget karna dia baru kali pertama melihat perhatian Martin pada seorang anak kecil bahkan Martin terus tersenyum lembut saat melihat Baby Eve yang sedang ada di depannya itu. Martin sudah selesai menganti popok anak itu dan segera menyuruh Resni bergantian untuk menjagannya karna martin mau berganti celana serta bajunya dulu.


Setelah Martin masuk ke dalam kamar mandi, Resni mendekati Keyla walaupun sedikit menjaga jarak agar bayinya tidak tertular sakit demam yang di derita Keyla. Walaupun demak Key sudah sembuh tapi sebagai seorang ibu Resni harus mengutamakan kesehatan bayinya,


"Key, kau sangat beruntung karna mendapatkan pria tampan dan juga penyayang sepertinya." Puji Resni pada Martin dengan sesekali melihat ke arah kamar mandi karna takut jika sampai orang yang mereka bicarakan tiba-tiba keluar dan mendengar percakapannya.


"Tadi kan sudah aku bilang, kak martin sangat menyayangi anak kecil." Jelas Key mengulang ucapannya tadi.

__ADS_1


    Martin sudah selesai menganti bajunya dan dia segera mendekati baby Eve dan mengendongnya lagi. Resni dengan senang hati memberikan bayinya itu. Tak lama kemudian seorang pelayan mengetuk pintu itu dari depan dan dia memberitahukan jika baju yang Martin pesan sudah sampai dan berada di bawah. Martin menyuruh pelayan itu membawa bajunya ke dalam kamar. Sedangkan Resni langsung menatap ke arah Keyla, dan wanita itu menarik kedua pundaknya bersamaan tanda jika dia juga tidak mengerti baju apa yang di pesan oleh suaminya itu.


Beberapa Pelayan masuk ke dalam kamar mereka membawa banyak baju wanita yang ukurannya sama dengan baby Eve, Keyla beranjak berdiri dari posisi duduknya dan Resni memapah sahabatnya itu dan mendekati Martin.


    "Daddy, untuk apa kau pesan banyak baju bayi perempuan?" Keyla mulai penasaran dengan matanya menatap ke arah baju yang di bawah oleh para pelayan rumah itu.


"Tentu saja ini hadiah dariku untuk si cantik Eve." Bicara dengan mengecup lembut pipi Eve dengan gemas.


Resni yang mulai kepho segera melihat badrol yang tertera di baju bayi itu. Matanya langsung melotot karna harganya sangat mahal kira-kira jika dia membelinya sendiri satu baju hargannya sama dengan 10 atau bahkan 20 pics baju Eve. Sebenarnya Resni hendak menolak pemberian Martin yang bisa di bilang terlampau berlebihan itu tapi dia tidak berani karna tau sikap Martin. Pria itu akan sangat murka dan marah besar jika ada orang yang berani kurang ajar menolak pemberiannya itu.


    _ _ _ _


    "Miranda, sayang kau kan baru pulang sekolah mana boleh langsung sentuh baby Eve. Cepat cuci tangan dulu setelah itu kau boleh menciumnya.Ucap Keyla dengan senyum terbit di bibirnya.


   "Huff! Om Martin tidak bilang tapi langsung membelakangiku." Gerutu Miranda dengan mencubit pinggang Martin dengan keras karna merasa kesal. Martin tersenyum dengan meringis kesakitan melihat wajah cantik Miranda yang sedang cemberut dengan masuk ke dalam kamar mandi.


   "Michael kau cuci tangan dulu," ucap Keyla.

__ADS_1


    "Aku mau mencium Mommy jadi tidak perlu cuci tangan." Bicara dengan melirik ke baby Eve dengan wajah datar.


       Selesai Bicara Michael berjalan mendekati Keyla dan mengecup pipi wanita itu dengan lembut bahkan Michael kecil juga memegang jidat keyla dengan punggung tangannya. Dia memeluk Keyla dengan lembut lalu keluar dari ruangan itu. Michael sangat lega saat melihat kondisi Mommy nya baik-baik saja. Biarpun sikap Michael sangat dingin tapi anak kecil itu jelas terlihat sangat mencintai dan menyayangi Keyla.


    Sikap Michael sangat dingin dia bahkan tidak menyukai Eve bukan karna dia membencinya tapi karna dia memang sangat tertutup pada siapapun kecuali pada Miranda saja.


     Di kantor Dikra.


      Jeni selesai meeting dan dia berjalan ke kantor Dikra yang ada di lantai atas dia masuk ke dalam lift dan memencet angka lima. Lift sudah berhenti dan pintunya terbuka Jeni berjalan menuju ruang kerja Dikra dia langsung nyelonong masuk ke dalam ruang kerja suaminya dengan mata berkaca-kaca. Dikra yang sedang duduk di kursi kerjanya sontak langsung menghampiri istrinya setelah mata Jeni yang hampir saja meneteskan air mata. Dia tak mengerti apa yang terjadi sampai istrinya hampir menangis seperti itu.


KEMARIN ADA YANG TANYA BAGAIMANA CARA PESAN BAJU CEO MARTIN, CARANYA MUDAH KOK



KALIAN TINGGAL CHAT ADMIN.


__ADS_1


CEO Martin.


__ADS_2