Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Tidur Sendiri.


__ADS_3

Keluarga Keyla mengantar keluarga Jeni sampai depan halaman rumahnya, Miranda dan juga Michael saling memandang satu sama lain, Jeni mengandeng tangan Miranda sedangkan gadis kecil itu menangis tanpa henti dengan tangannya seakan hendak mengandeng tangan Michael. Adegan sedih itu sungguh sangat memilukan bahkan Keyla dan Jeni yang sudah berjanji untuk tidak menangis kini mulai tidak bisa membendung lagi batu kristal yang mengganjal di pelupuk matanya.


Keyla mulai meneteskan air matanya itu, Jeni juga ikut menangis Martin memeluk tubuh istrinya mencoba menenangkan wanita itu namun tidak berhasil tangisan Keyla semakin menjadi-jadi bahkan Martin sampai menyuruh asisten Hen yang mengurus kantor karena dia tidak tega jika harus meninggalkan istrinya sendiri di rumah dalam keadaan seperti ini. Keluarga Jeni melambaikan tangannya sebelum naik ke mobil.


Miranda memilih duduk di samping jendela dan tangannya membuka jendela tersebut dengan gesit, Miranda melambaikan tangannya saat mobil mulai berjalan perlahan meninggalkan halaman rumah mewah itu. Terdengar samar-samar suara Miranda menyerukan nama Marti, Keyla, dan juga Michael dari kejauhan.


Keyla melambaikan tangannya kini mobil yang membawa keluarga Jeni sudah meninggal gerbang utama. Keyla masih berdiri di posisi duduknya dan Martin mengajaknya masuk ke dalam namun Key malah menepis tangan suaminya yang tadi berada di pundaknya. Michael mengandeng tangan Mom nya dan mereka berdua masuk ke dalam rumah sedangkan Martin mulai mengetahui jika Key pasti sedang merajuk karena kejadian kemarin siang.


Michael dan juga Keyla sedang duduk di sofa ruang tengah dan begitu juga dengan Martin. Michael sangat sedih bahkan rumah yang tadinya penuh teriakan Miranda tiba-tiba menjadi sunyi rumah itu seakan sepi dan tidak memiliki kehidupan lagi semenjak keluarga Jeni keluar beberapa menit yang lalu.


"Mom, jangan sedih kau harus kuat karena kita akan bertemu dengan Miranda lagi," Michael bicara dengan penuh perhatian sembari tangannya mengusap air mata Keyla bergantian di kedua pipinya sedangkan Martin masih memperhatikan kedua orang itu.


"Sayang, Mom akan kesepian tanpa tawa renyah dari bibir manis Miranda," Key bicara dengan wajah kelihatan memelas.


"Ada Michael dan juga Dad, Mom tak perlu khawatir," ujar Michael dengan penuh perhatian.


Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu sampai waktu makan siang, Keyla berdiri dari posisi duduknya Michael mengikuti kemana Keyla pergi sedangkan Martin masih tak bergeming dari posisinya duduk karena pria itu sedang sibuk memainkan laptopnya. Michael tidak pernah membantu Keyla memasak di dapur namun karena Key sedang bersedih Michael berniat untuk membantu Keyla membuat makan siang.


Keyla sudah menyuruh Michael pergi namun anak kecil itu masih bersih keras untuk membantu Keyla. Akhirnya Keyla mengiyakan permintaan anaknya itu mereka berdua memasak bersama dan para pelayan rumah itu membantu mereka juga di dapur.


"Mom kau sakit?" tanya Michael yang melihat wajah Keyla terlihat pucat dengan keringat mengucur deras dari jidatnya.


"Tidak, sayang," sahut Keyla dengan memaksakan senyumannya.


"Duduklah, biar aku yang meneruskan memasak bersama para pelayan," Michael mengandeng tangan Keyla dan menarik salah satu kursi yang ada di meja makan itu.


Dengan berat hati Key mendudukkan tubuhnya di kursi tersebut karena tidak ingin menolak perhatian yang di berikan oleh putranya tersebut. Setelah Key duduk Michael kembali melanjutkan tugasnya untuk menyelesaikan tugasnya.


Keyla merasakan kepalanya sangat pusing dan juga tubuhnya bertambah lemas, mungkin saja karena dia terlalu banyak berpikir sampai kondisinya kembali tidak stabil bahkan Key mulai merasa ada sesuatu yang hendak keluar dari tenggorokannya namun dia tak bisa mengeluarkannya hingga tubuhnya merasa semakin kemas dan pusing bahkan pandangannya Keyla mulai terlihat samar-samar.

__ADS_1


Buk! Keyla pingsan, Michael segera meninggalkan memasang steak daging kesukaan Keyla. Anak lelaki itu berlari dan segera menepuk pelan pipi Keyla sedangkan pelayan lainya berlarian memanggil Martin.


Martin langsung berlari masuk kedalam dapur dan dia membopong Keyla dan naik ke kamarnya semua pelayan kebingungan dan Michael mengikuti Martin masuk ke dalam kamar. Martin membaringkan tubuh Keyla perlahan di atas tempat tidurnya.


Sedangkan Michael berjalan menuju nakas yang ada di samping ranjang Keyla dan anak itu segera membuka laci tersebut kemudian mengambil minyak gosok yang ada di dalamnya, Michael naik ke atas ranjang dan segera membuka tutup botol minyak gosok tersebut kemudian menaruhnya di bawah hidung Keyla. beberapa saat kemudian Keyla mulai mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan.


Plap, Keyla membungkuk matanya merasakan tubuhnya begitu lemas dan tak Berdaya.


"Aku akan habisi dokter itu jika belum tiba juga!" teriak Martin pada para pelayan rumahnya sampai tubuh para pelayan itu gemetaran dan masih tidak berani mengangkat kepala mereka.


"Aku akan marah jika sampai dokter itu tiba di rumah ini, aku baik-baik saja jadi suruh dokter itu kembali kerumah sakit saja," Keyla bicara dengan nada suara terdengar sangat lemah.


"Sayang, kau harus di periksa," sahut Martin dengan membelai puncak rambut Keyla dengan lembut.


"Jangan berdebat denganku, aku mau istirahat dan bangunkan aku waktu makan siang," sahut Keyla dengan kembali memejamkan matanya.


Mereka semua segera pergi dan menghubungi dokter tersebut sedangkan Martin dan juga Michael masih menunggu Keyla di dalam kamarnya. Keyla terlihat pucat namun dia tak mau di periksa oleh Dokter mungkin karena dia merasa bosan meminum obat pahit. Bahkan obat pahit yang kemarin di berikan oleh dokter masih ada, karena sebab itu key tidak mau di periksa oleh Dokter.


. 20 menit kemudian.


Pelayan membawakan Keyla bubur dan pelayan tersebut memberikannya pada Martin. Michael belum makan siang karena dia menunggu Key selesai makan baru anak kecil itu makan.


"Mom, bangunlah biar aku suapi," ujar Martin sembari membelai lembut rambut istrinya itu. Keyla perlahan membuka matanya dia mendudukkan tubuhnya di ranjang.


"Aku tidak mau makan bubur, aku mau makan nasi yang banyak, aku sangat lapar." ujar Keyla dengan memberengut


"Mom, kau sedang sakit, makanlah bubur ini dulu," Michael menimpali kata-kata Martin.


"Kalau begitu Mom tidak mau makan," Keyla bicara dengan menekuk mukanya.

__ADS_1


"Kenapa Mom seperti anak kecil begini sih, kan yang anak kecil itu aku," gerutu Michael dalam hati dengan menatap ke arah Martin. Martin menganggukkan kepalanya tanda jika dia tak keberatan dengan permintaan istrinya.


Martin membantu Keyla berdiri dari ranjang dan mereka turun bersama ke meja makan. Di meja makan Keyla duduk dan segera mengambil banyak menu makanan dia kelihatan rakus bahkan Key langsung mengambil dua porsi makanan yang sangat banyak sampai Martin dan juga Michael menelan Saliva mereka secara bersamaan melihat sikap istrinya itu.


"Sayang kau makan banyak sekali," ujar Martin.


"Cerewet, tadi aku di suruh makan sekarang aku makan banyak kau keberatan," gerutu Keyla dengan mengunyah makanan di dalam perutnya.


Martin mulai merasakan perutnya seperti sedang di aduk-aduk tak lama kemudian Martin mulai menggembung mulutnya dan dia berlari menuju wastafel yang ada di dalam dapur tersebut.


Martin tak segan memuntahkan makanan yang sempat dia makan tadi. Michael menahan tawa dari bibirnya karena anak kecil ini pasti tau apa yang akan terjadi setelah ini jika melihat sorot mata Keyla yang sangat tajam saat melirik ke arah suaminya dengan alis hampir menyatuh. Seakan dia mau mencabik-cabik tubuh pria yang sedang tidak sopan itu.


Tentu saja Keyla merasa kesal karena suaminya muntah setelah melihat dia makan dengan begitu rakusnya. Kasihan sekali CEO ganteng itu.



HAI. . HAI. . SUDAH FOLLOW IG KHAIRIN NISA BELUM, KHAIRIN MAU MENGINGATKAN JIKA BESOK TANGGAL 10 KHAIRIN AKAN MEMBAGIKAN 3 BAJU CEO UNTUK PARA READERS YANG BISA MENJAWAB PERTANYAAN AUTHOR YA. DAN ACARA AKAN DI LAKUKAN DI IG BESOK YA AYO BURUAN IKUTIN ACARANYA SIAPA TAU KALIAN BERUNTUNG KAN LUMAYAN ITU BISA DAPAT BAJU CEO GRATIS.


DAN JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL, "the Story of Julie."


NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL,"PERNIKAHAN KONTRAK AILIN." AKAN SEGERA TAMAT YA. DAN KHAIRIN AKAN FOKUS KE NOVEL "SANG PENAKLUK 2."



jangan lupa mampir ke semua novel Khairin Nisa ya



JANGAN LUPA IKUTAN YA. BATASNYA SAMPAI BESOK DAN WAJIB FOLLOW DAN LIKE IG AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2