
Brakk!
Martin mendorong kasar pintu kamar Ferdi, Key langsung melepaskan kasar pelukan Ferdi Key mundur beberapa langkah menjauhi sahabatnya itu. Ferdi menatap ke arah Martin dengan menyunggingkan senyumannya. Ferdi berjalan mendekati Martin dan suasana kamar itu kelihatan hening saat ini. Martin juga berjalan ke arah Ferdi kini mereka saling beradu pandang.
''Terimakasih karna sudah mau mengajak Key berkunjung ke sini,'' Bicara sembari memeluk pelan Martin.
Cepat-cepat melepaskan pelukan Ferdi, ''Jika kau berterimakasih maka hiduplah dengan normal agar istriku tidak merasa khawatir lagi. Dan ingat jangan berani kau peluk istriku dengan tangan mu itu.''
Tersenyum Tipis, ''Baiklah Om.'' Ledek Ferdi sembari menarik salah satu senyumannya.
''Beraninya kau bilang aku dengan sebutan seperti itu!'' Martin mulai marah.
''Sudahlah Kak, dia hanya bercanda.'' Sahut Key mencoba mencairkan suasana dalam ruangan tersebut.
''Ferdi, Kak Sendi. Aku pulang dulu ya dan jangan lupa kalian berdua harus datang di acara pernikahan kami nanti.''
Selesai bicara Ferdi mengantar Key sampai ke depan rumahnya. Karna Martin sudah mulai kumat rasa cemburunya jadi Key langsung masuk ke dalam mobil saat Asisten Hen sudah membukakan pintu untuknya.
Kini Mobil itu mulai melesat cepat meninggalkan halaman rumah Ferdi. Ferdi dan Sendi langsung masuk ke dalam rumah. Ada yang berbeda dari wajah Ferdi dia biasanya terlihat murung dan wajahnya kelihatan bersedih namun saat ini Ferdi terlihat sangat bahagia setelah berbicara dengan Keyla, tanpa Ferdi sadari diam-diam Martin mulai memperhatikannya.
__ADS_1
Wajah lega jelas terpancar dari mimik muka Sendi kala itu. Dia berhasil membuat adiknya memiliki semangat hidup lagi.
''Kak, ayo kita duduk di taman belakang,'' Ajak Ferdi sembari mendahului Sendi melangkah. Tanpa menjawab Sendi hanya mengekor di belakang adiknya itu.
Taman Belakang.
Ferdi dan Sendi duduk di taman belakang yang ada kolam ikannya itu, Ikan hias yang berwarna-warni lengkap dengan beberapa bunga yang sangat wangi menambah suasana tenang di dalam taman itu. Pelayan datang membawakan sarapan pagi dan air mineral ke sana, Ya karna sejak pagi Ferdi belum makan apapun kecuali minum alkohol saja, jadi Sendi menyuruh pelayan tersebut mengantarkan makan itu ke taman belakang.
Setelah menaruh makanan yang dia bawah di atas meja maka pelayan tersebut segera beranjak pergi. Tanpa bicara perut Ferdi yang sudah keroncongan itu langsung menyambar makanan yang ada di atas meja tersebut dengan lahap, bahkan pria itu terlihat sangat rakus saat melahap nasi yang ada di piringnya itu. Sendi hanya tersenyum bahagia melihat adiknya sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi seperti sedia kala.
''Pelan sedikit tak akan ada yang mau merebut makananmu!'' Ledek Sendi sembari menatap ke arah adiknya itu.
Ferdi kini sudah selesai makan. Piring pria itu bersih bahkan tak ada satu butir nasi pun yang tersisa di piringnya itu. ''Kak terimakasih karna kau sudah membawa Key datang kemari,''
''Tentu itu harus kulakukan demi melihatmu bahagia, hanya kau yang aku miliki dan aku tak akan pernah membiarkanmu sampai mengakhiri hidupmu hanya demi seorang wanita saja.''
''Ya, kau benar. Aku harus melanjutkan hidupku. Besok aku akan masuk kuliah lagi.'' Keputusan yang diucapkan dengan bersungguh-sungguh.
Tidak sia-sia Ferdi sampai mengorbankan harga dirinya di hadapan Martin setelah melihat adiknya bisa sembuh dari rasa sakit hati yang selama ini menghuni hatinya. Walaupun tak dapat di pungkiri jika Ferdi masih merasa cemburu jika Key dekat dengan suaminya namun rasa itu tak seperti sebelumnya yang mampu membunuh akal sehatnya, rasa cemburu itu mulai terasa wajar tak terlalu melukai hatinya lagi.
__ADS_1
Di dalam Mobil.
Martin masih marah, dia mulai menatap ke arah asisten Hen dari balik kaca spion. Asisten Hen sudah tau jika Martin mengawasinya dari tadi namun asisten itu pura-pura tidak tau. Key hanya diam sembari memainkan game dalam ponselnya.
''Hen!'' Bicara dengan suara terdengar berat.
''Ya tuan muda,'' Bicara dengan melihat kaca spion.
''Kau pergi sangat lama sekali, apakah kau sengaja melakukannya.'' Bicara dengan suara terdengar setengah membentak dengan alis hampir menyatu.
''Saya mana berani melakukan hal seperti itu tuan muda, Nona muda yang menyuruh saya memberikan banyak jenis makanan dan tempatnya pun ada di beberapa toko.'' Bicara apa adannya.
''Kau berani menjawab kata-katamu Asisten Hen!'' Mulai terbakar emosi.
Pria itu sedang marah dia tak berani menyinggung wanita yang ada di sampingnya itu hingga dia lampiaskan pada pria yang sedang sibuk mengemudikan mobilnya. Kasihan sekali asisten Hen dia terus yang harus di salahkan atas apa yang terjadi. Key mulai terlihat emosi namanya juga bumil dia muda terpancing emosinya karna hormon yang tidak stabil selama masa kehamilan.
''Aku yang suruh asisten Hen, Kau keberatan? Marahi aku jangan marahi asisten Hen.'' Bicara dengan menutup permainan dalam ponselnya.
''Jika aku memarahinya maka dia akan merajuk lagi dan aku akan kesulitan membujuknya. Rubah kecil ini memiliki banyak tipu muslihat dan aku tidak akan sanggup melumpuhkan egonya itu. Ya sudahlah aku diam saja dari pada aku harus tidur di luar kamar seperti sebelumnya.'' Gerutu Martin dalam hati sembari menggenggam jari-jari tangannya itu.
__ADS_1