
Pagi hari seperti biasa Keyla bangun pagi dan dia segera menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya bersama dengan Jeni, dan ada beberapa pelayan rumah itu yang membantu mereka menyiapkan sarapan pagi tersebut rumah itu kelihatan hening pagi hari ini karena Keyla dan Jeni seakan sedang bersedih karena mereka akan berpisah sebenat lagi. Keyla masih sibuk menyiapkan sarapan roti bakar sedangkan Jeni menyiapkan susu putih ke sukaan Michael dan juga Miranda.
"Kak Jeni, besok kau akan pidah dari rumah ini. Apakah semua kebutuhanmu dan juga Miranda sudah terpenuhi di sana?" tanya Keyla dengan menoleh ke arah Jeni yang ada di sampingnya.
"Ya, Dikra sudah menyiapkan segalanya bahkan Miranda akan pergi ke sekolah yang sangat dekat dari rumah kami," balas Jeni dengan menyungingkan senyumanya.
"Aku merasa lebih tenang setelah megetahui akan hal tersebut. Kau tau kan aku begitu menyayangi Miranda sama seperti rasa sayangmu pada Michael." Wanita itu bicara dengan air mata mulai menetes pelan dari pipinya.
Jeni segera memeluk tubuh adiknya dan mereka berdua menitihkan air mata bersama, beberapa saat kemudian Jeni maupun Key berjanji agar tidak menangis saat perpisahan mereka nanti karena jika sampai Michael dan juga Miranda melihat keduanya menangis maka hati anak kecil itu tidak akan tahan melihatnya. Jeni sebenarnya masih ingin tinggal bersama adiknya namun apalah daya ini harus tetap terjadi.
Semua orang sudah duduk di meja makan, Miranda masih menundukkan kepalanya seolah anak itu sedang tidak memiliki selera makan pagi hari itu, padahal biasanya Miranda akan sangat berisik dan sering membuat kegaduhan di pagi hari, MIchael melirik ke arah Miranda yang masih diam seribu bahasa. Michael mencari cara agar Miranda bisa tersenyum lagi seperti biasanya.
"Miranda, cepat habiskan sarapan pagi mu itu. Kita akan ikut Daddy ke kantor hari ini," bujuk Michael pada Miranda dan benar saja setelah mendengar apa yang Michael ucapkan Miranda mulai menganggkat wajahnya menatap ke arah Michael.
"Michael jangan bohong padaku!" sahutnya dengan nada suara terdengar sangat lemah.
Sejal kecil Miranda memang paling suka jika di ajak berkunjung ke kantor Martin sama seperti sekarang ini bahkan kesedihan Miranda menghilang seketika saat dia mengetahui jika Martin akan mengajaknya ke kantor. Awalnya Martin hendak menolak namun karena melihat wajah Miranda yang seperti sedang memohon akhirnya dia menyetujui hal tersebut.
__ADS_1
"Baiklah, Om akan mengajakmu dan Michael tapi cepat habiskan sarapan pagi mu itu," sambung Martin dengan senyum di wajahnya.
Miranda langsung melahap roti yang ada di hadapanya itu dengan sangat rakus sampai Michael menepuk pundaknya pelan dengan mengatakan jika tidak akan ada yang mencoba merebut makanan mu itu. Namun Miranda tidak mengubris sedikitpun apa yang Michael ucapkan dia sibuk menghabiskan roti bakar yang ada di hadapanya itu. Dengan sekejap roti bakar itu habis. Sesuai janjinya Martin mengajak Miranda dan juga Michael berangkat kerja sedangkan Jeni hari ini tidak ke kantor karna dia akan membereskan semua baju dan juga keperluan Miranda.
Kini di rumah itu hanya ada Jeni dan juga Keyla saja, Keyla ikut masuk ke dalam Kamar Jeni dan membantu Kakaknya untuk mengemasi barangnya ke dalam koper. Jeni sangat sibuk dan begitu juga dengan Keyla namun sesekali keduanya saling bicara dengan di iringi canda tawa renyah pada keduanya. Keyla sudah merelakan jika Jeni akan pindah keluar kota. Mereka masih bisa bertemu dan juga saling berhubungan lewat ponsel setiap harinya itu yang mereka berdua pikirkan.
Kantor MK GROUP.
Martin masuk ke kantor dengan membawa Michael dan juga Miranda. Seperti biasa semua pegawai sibuk memotret kedua anak itu karena mereka sangat gemas dengan kecantikan dan ketampanan keduanya. Mereka pasti sangat ingin mengubit pipi Michael namun mana ada yang berani dengan wajahnya yang dingin namun malah memiliki daya karismatik yang mampu membuat semua wanita di kantor itu jatuh cinta. Michael memang sama sombong dan arogan seperti Martin bahkan keduanya begitu mirip hingga semua orang akan mengetahuinya dengan mudah sedangkan Miranda sangat manis dia cantik dan murah senyum.
"Asisten Hen, bagaimana dengan kejadian tempo hari?'' tanya Martin dengan menaruh kedua tangannya di dagu.
"Saya sudah menyuruh beberapa pengawal untuk mengikuti kemanapun mereka pergi, dan mereka sedang merencanakan penyerangan terhadap kita namun saya bisa pastikna mereka tidak akan mengetahui tentang Nona muda dan juga Tuan muda kecil,'' sambung asisten Hen dengan membungkukkan badannya.
"Kau harus pastikan itu dan ingat perketat penjagaan di kantor dan di sekitar ruamah dan pastikan tak akan ada yang menyetuh keluargaku." Dia bicara dengan tangan terkepal dengan kuat.
Jika musuh Martin dari kalangan bisnis itu akan sangat muda banginya untuk melumpuhkan musuhnya itu tapi ini dari kalangan Mafia dan itu yang membuat Martin kerepotan mengurusnya. Lebih lagi Keyla tidak tau tentang bisnis penjualan senjata ilegal yang dia miliki itu akan sangat berat bagi Martin menyembunyikannya selamanya dari istrinya tercinta.
__ADS_1
Di luar ruangna CEO. Michael sedang duduk di lobby dengan memainkan ponselnya sedangkan Miranda sedang berbincang dengan pegawai kantor itu di dalam kerumunan besar. Michael mulai terganggu dengan kebisingan para wanita yang selalu memuji kecantikan Miranda. Sontak Michael segera bangun dari posisi duduknya dan segera menghampiri kerumunan besar itu.
"Apakah Daddy membayar kalian hanya dengan mengobrol saja." Tandasnya dengan menaruh kedua tangannya di perut.
"Ti. . Tidak Tuan muda kecil. Kami akan kembali berkerja," sahut salah satu dia antar merka dan kemudian semua orang membubarkan diri.
Tanpa Michael sadari ternyata Martin dan asistennya sedang melihat kearahnya dari atas eskalator.
"Tuan muda kecil sangat mirip seperti Daddy nya dia bahkan mewarisi semua sikap dingin yang di miliki oleh Tuan muda. Aku tidak bisa mmebayangkan Nona muda tinggal dengan kedua manusia es ini," gumam asisten Hen dalam hati.
Lucu sekali asisite Hen kau bahkan tidak menyadari jika sikap mu sama dinginnya seperti kedua orang itu. Tapi kau sekarang sedikit lebih lembut semenjak menikah dengan Zenap istrimu. Martin mengajak Michael dan juga Miranda pergi ke hotel bintang lima yang ada di pusat kota.
Martin memiliki pertemuan bisnis dengan rekan kerjanya di sana. salah satu di antara mereka adalah mantan kekasih Martin yang bernama Keiko. . Masih ingat kan dengan wanita yang satu ini setelah di kerjain oleh Keyla saat Martin sedang merayakan bulan madu mereka.
BAGAIMANA YA SIKAP MICHAEL SAAT MENGETAHUI JIKA KEIKO ADALAH MANTAN KEKASIH MARTIN. APAKAH MICHAEL AKAN MERESTUI KEDUANYA. .
JANGAN LUPA IKUTI KISAH SELANJUTNYA YA.. . SALAM HANGAT KHAIRIN NISA ☺️ AKU AKAN
__ADS_1