
"Kenapa dia? Kau mau tidur di kampus!" Sindir Ferdi dengan melangkah keluar dari kelas Resni.
"Hei tunggu!" Resni berlari kecil dengan membawa tasnya berjalan ke samping Ferdi.
Mereka berjalan bersama keluar dari kampus, lagi-lagi banyak wanita yang terus menatap ke arah Resni namun mereka bukan para wanita yang iri dan dengki seperti tadi. Merek sahabat baik Resni di kampus, para wanita yang sedang berbincang di halaman kampus dengan duduk di bangku panjang hanya bisa melambaikan tangani menyuruh Resni terus berjalan di samping Ferdi.
Resni juga cantik pantas jika banyak pria yang menyukainya bahkan, lumayan banyak juga pria yang Resni tolak. Resni sering gonta-ganti pacar namun sudah ada satu tahun yang lalu wanita itu tidak mau berpacaran lagi semenjak dia melihat kekasihnya kepergok berselingkuh dengan sahabat baiknya sendiri.
Mungkin Resni trauma akan hal itu dan sekarang dia selalu menjaga jarak jika ada lria yang mendekatinya. Tapi anehnya Resni tidak menjaga jarak jika sedang bersama Ferdi! Atau mungkin wanita itu menyukai Ferdi sejak lama namun karna Ferdi dulu sangat mencintai sahabatnya jadi Resni hanya bisa diam, dan menyimpan semua rasa cinta itu jauh di dasar lubuk hatinya.
Lihat itu bahkan Resni juga tersenyum lembut saat sedang berbicara dengan Ferdi, wajah pria itu memang mampu membuat wanita bertekuk lutut di hadapannya, di tambah lagi dengan sikapnya yang lembut semakin membuat wanita tidak bisa jauh darinya.
"Maukah kau memberikanku tumpangan?" Pria itu bicara dengan memasuki parkiran mobil.
Menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Ferdi, "Tentu saja! Tapi apakah kita bisa mampir untuk minum kopi sebentar?" Ajak Resni dengan tersenyum manis semanis gula.
__ADS_1
"Ya! Biar aku yang menyetir mobil!" Ungkap Ferdi dan hanya di balas anggukan kepala oleh Resni.
Resni melempar kunci mobil kearah Ferdi, dan dengan sigap pria itu langsung mengambilnya. Mobil yang di kemudian Ferdi melesat keluar dari gedung kampus itu.
Di Dalam Cafe.
Resni dan Ferdi di dekat kaca yang ada di sudut ruangan itu, mereka duduk dengan sesekali melihat jalanan yang mulai kosong karna waktu sudah menunjukkan malam hari.
Kini pelayan membawa pesanan mereka menuju meja, Resni juga memesan banyak camilan untuk menemani perbincangan mereka. Maklumlah Resni kan juga jago makan sama dengan Keyla, mereka pasti pesan banyak camilan agar perutnya merasakan kenyang.
"Silahkan dinikmati," Ujar pelayan tersebut dengan tersenyum ramah pada Ferdi dan Resni.
"Aku sangat lapar," Bicara dengan mengusap pelan perutnya. "Aku butuh asupan makanan yang banyak agar bisa tumbuh dengan otak yang sehat."
"Dasar kau, bilang saja kau itu rakus!" Ledek Ferdi dengan menyeruput kopi yang ada dihadapannya itu.
__ADS_1
"Heiiiiss! Jangan beritahu kau jahat," Sindi Resni dengan bibir manyun.
"Hem. . makanlah," ungkap Ferdi dengan menaruh cangkir kopi itu kembali di atas meja.
Tanpa sungkan Resni langsung melahap semua makanan yang ada di depannya itu, wanita itu lebih dulu memakan burger yang telah di beri banyak saus. Ya Resni memang menyukai banyak saus jadi tak heran jika sampai saus tersebut sampai menempel pada sudut bibirnya. Resni membuat Ferdi tersebut geli sekaligus terhibur melihat gaya makan sahabatnya itu.
Resni tidak memperdulikan apa yang ada di pikiran pria itu. Karna perutnya sangat lapar jadi wanita itu hanya fokus menghabiskan makanan yang telah dia pesan tadi.
"Ferdi, kau lihat apa! Makanlah," Gerutu Resni saat melihat Ferdi masih menatapnya sejak tadi.
Lihat itu wajah Resni sampai tersipu malu bahkan dia mulai mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya dengan pelan.
"Hahaha! Baru kali ini aku melihat ada wanita yang rakus seperti dirimu." Lendek pria itu dengan memajukan badannya dan Ferdi mengusap sisa saos yang masih menempel di bibir wanita itu.
Resni hanya dia membeku saat tangan Ferdi mulai menyentuh lembut bibirnya, bahkan jantung Resni mulai berdetak kencang dan semakin kencang bagikan alunan musik genderang yang mau perang.
__ADS_1