
Martin mulai menjulurkan lidahnya menelusuri setiap lekuk telinga istrinya itu, seakan ada sengatan listrik yang bertegangan tinggi yang menjalar keseluruhan tubuhnya Keyla saat Martin mulai melakukan sentuhan lembut di telinganya itu dan hembusan nafas Martin semakin membuat Keyla merasa merinding seketika. Tangan Martin mulai bergerak nakal membuat kancing piyama tidur istrinya itu, Satu kancing berhasil di buka dan kini Martin mulai turun membuka kancing yang kedua namun tangan Keyla segera menghentikan niatnya itu.
"Henti," Belum selesai Keyla bicara Martin langsung ******* bibir manis istrinya itu.
Keyla hendak mendorong tubuh Martin namun pria itu terlalu kuat hingga tenaga Keyla tak berfungsi sedikitpun Martin semakin merasah gerah karna sikap imut dan polos istrinya itu membuatnya tak bisa mengendalikan lagi hasratnya. Martin kini sudah berada di atas istrinya dan dia mulai melepaskan kancing pertama piyamanya, setelah semua kancingnya terlepas Martin segera membuka baju tersebut.
Keyla terlihat sangat kagum melihat tubuh kekar suaminya yang terlihat berotot, kulit Martin terlihat putih seperti susu ditambah lagi wajahnya terlihat sangat tampan walaupun dia sedang bangun tidur. Keyla menelan Saliva melihat tubuh suaminya di pagi buta seperti itu
Wah kulitnya sangat lembut dan putih seperti susu, lihat itu ototnya terlihat sangat berisi aku sudah sering melihatnya seperti sekarang namun kenapa aku masih juga belum menghilangkan kebiasaan ku yang terlalu mengangumi tubuhnya itu. Tapi jika tidak dilihat kan sayang sekali Hahaha apa ini Masih lagi dan aku sudah berpikir jorok seperti ini. Keyla terlihat menggelengkan pelan kepalanya mencoba menepis pikiran kotor yang kini sedang bermain-main dalam benaknya.
__ADS_1
Martin menyentil jidat Keyla pelan sembari berkata, "Lihat apa? Kau pasti sedang mengagumi tubuh suamimu ini kan?" Bicara dengan wajah terlihat sangatlah penuh percaya diri dan terlihat seringai mesum di bibirnya.
Martin langsung ******* bibir mungil istrinya itu, nafas mereka saling beradu ciuman itu berlangsung beberapa waktu. Kini mulai terdengar decitan ranjang yang bersuara sangatlah merdu. Ruangan itu menjadi saksi bisu apa saja yang sedang dilakukan oleh empunya rumah bahkan desahan syahdu yang keluar dari bibir keduanya semakin membuat romatis suasana kamar itu.
Ketika sebagian orang di bumi sedang tidur dengan selimut tebal mereka, kedua insan manja ini sibuk mengecup madu cinta. Kini Martin ambruk disamping istrinya hembusan nafasnya terdengar tidak beraturan tubuh mereka berdua dipenuhi keringat Keyla mulai bangun dari posisi tidurnya.
"Sudah cukup! Jangan ulang lagi aku bisa mati jika terus begini." Bicara dengan bibir mengerucut karna merasakan nyeri di bagian bawahnya.
"Cih, kau tadi menikmatinya sayang." ledek Martin sembari cengar-cengir di belakang Keyla.
__ADS_1
"Aku masih marah padamu, Kak jangan dekati aku lagi." Gerutu Keyla kesal karna dia masih ingat dengan pertengkaran kemarin siang.
"Kelak jika kau mengusirku dari kamar ini! Aku tidak akan mau masuk lagi ke kamar ini walaupun kau merengek-rengek sekalipun!" Ancam Martin dengan wajah kelihatan kesal.
Hahaha kau sangat pintar sekali bersanding, kau tau kan semalam yang tersiksa adalah dirimu sendiri karna kau kesulitan tidur tanpa istri tercintamu itu. Tapi kenapa kau berlaga seolah-olah kau yang sedang merasakan terpaksa menuruti keinginan Keyla. Hem kau memang paling jago dalam bernegosiasi aku tau kau pasti takut kan jika hal ini terjadi lagi di kemudian hari mangkanya kau bilang seperti ini pada Keyla.
"Sudahlah aku tidak mau bahas!" Berdiri dari posisi duduknya dengan tubuh masih telanjang.
Martin melihat tubuh langsing istrinya yang berjalan memasuki kamar mandi, "Sayang aku ikut ya?" Ucap Martin sembari masih berbaring di ranjang.
__ADS_1
"Awas jika kau berani masuk!" Teriak Keyla dari dalam kamar mandi dengan suara terdengar kesal.