
Kini Martin dan Asisten Hen sedang duduk berhadapan di depan kamar asisten Hen.
''Asisten Hen bagaimana mungkin aku bisa tunduk seperti ini dengan seorang wanita ataukah mungkin aku sedang terkena gejala penyakit aneh atau semacamnya?'' Bicara dengan mengerutkan keningnya.
Martin mengoceh panjang lebar dengan menatap lurus ke depan tanpa CEO itu sadari jika Asistennya kini sedang tertidur dengan posisi duduk. Hal ini sebenarnya sangat wajar karna asisten Hen sangat sibuk beberapa hari ini, asisten itu sampai hanya tidur 2 jam dalam sehari karna sibuk menyiapkan acara pernikahan yang sangat megah dan juga mewah untuk Martin. Asisten Hen bahkan sudah membayangkan tidur nyenyak malam ini namun yang terjadi malah jauh dari yang ada di dalam imajinasinya. Lagi-lagi Martin mengganggunya Hen hanya bisa pasrah menerima nasibnya itu karna Martin adalah sang raja dan titah sang Raja harus selalu di laksanakan tanpa boleh membantah.
Hati-hati Hen, kau sedang dalam bahaya karna kau tertidur saat majikanmu sedang sibuk berceramah tentang keluh kesahnya itu. Hahaha lihat itu Martin mulai mengalihkan pandangannya ke arah asisten Hen, Martin langsung melotot setelah mengetahui bahwa ucapannya barusan di anggap sebagai dongeng tidur untuk asistennya itu.
Martin menendang kaki Hen yang sedang tertidur lelap dengan pelan.
''Ya Tuan muda, ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Hen dengan gelagapan.
Lihatlah itu asisten Hen bahkan mencoba mengumpulkan nyawanya yang sedang piknik berkelana entah kemana. Martin berdecak kesal dan alisnya mulai menyatu menatap lurus ke depan.
Martin mengulang kembali apa yang dia bicarakan tadi asisten Hen pun menganggukkan pelan kepalanya tanda jika dia mengerti.
__ADS_1
''Kau bukan terkena gejala virus atau penyakit yang aneh Tuan muda. Tapi kau hanya sedang terkena penyakit bucin akut yang sudah tidak bisa di tolong lagi.'' Ucap Hen lirih karna takut pria yang ada di hadapannya itu sampai mendengarnya bicara bisa habis dia malam ini. Begitu kira-kira yang ada di dalam pikiran asisten Hen.
''Kau bicara apa barusan!'' Teriak Martin sembari berdiri dari posisi duduknya.
Di dalam kamar Keyla.
Wanita itu sedang tertidur dengan sangat nyenyak namun di sela-sela mimpi indahnya Jordan datang dan memarahinya karna telah mengusir Martin dari kamarnya. Keyla tidur dengan berguling kesana-kemari karna mulai terusik dengan amarah Jordan di dalam mimpi indahnya itu. Bahkan wanita itu sampai berkeringat dingin sontak Key pun bangun dari tidurnya saat di dalam mimpi Jordan hendak menampar pipinya itu.
''Huh! Mimpi apa ini, kenapa aku bisa bertemu Papa di dalam mimpi bahkan amarah Papa sangat kelihatan nyata. Habis aku jika sampai ini terjadi di dunia nyata aku harus menyuruh Kak Martin kembali ke kamar ini.'' Gumam Key sembari menyeka peluh di jidatnya itu perlahan.
Wanita itu bangkit perlahan dari posisi tidurnya dan lebih dulu mengucir kuda rambutnya yang tergerai panjang. Key keluar dari kamar dan berjalan ke samping kamarnya. Key berdiri di depan kamar Asisten Hen dan mengetuk pelan kamar tersebut. Hen membukakan pintu tersebut wajah asisten itu terlihat lusuh namun saat melihat Keyla berdiri di depan kamarnya wajahnya seketika berubah bahagia dan menyambut Nona mudanya itu dengan senyuman tipis tidak memasang wajah datar seperti biasanya.
Keyla masuk ke dalam kamar tersebut setelah pintu di buka lebar oleh asisten Hen. Martin yang tadi sedang berdiri segera berbaring di ranjang saat mengetahui jika Key sedang berbicara di depan kamar asistennya itu. Pasti Martin berpura-pura tidur dan lihat itu Asisten Hen langsung melotot saat melihat tingkah konyol majikannya itu.
''Asisten Hen, Kak Martin sudah tidur?'' Tanya Key dengan mengerutkan keningnya itu.
__ADS_1
''Ya Nona muda,'' Ucap Hen dengan menundukkan pandangannya.
''Tuan Muda bagaimana mungkin CEO kejam seperti anda bisa berubah jadi diot seperti ini. Ternyata orang bisa gila jika sudah mengenal cinta.'' Gumam Hen dalam hati dengan masih menundukkan kepalanya.
Keyla berjalan mendekati ranjang di mana Martin tidur. ''Kak ayo tidur ke kamar,'' Rengek Key dengan menggoyang pelan lengan Martin.
Pura- pura menguap, ''Aku lebih suka tidur dengan Asisten Hen!'' Ucap Martin pelan.
''Aku mohon, aku tidak tidak akan mengulangnya lagi,'' Key mencoba merayu dengan mimik wajah memelas.
''Hahaha, akhirnya aku bisa tidur nyenyak dengannya malam ini, kau akan habis asisten Hen jika saya istriku tak datang tepat waktu. Baiklah aku maafkan kesalahanmu tadi yang tidur saat aku berbicara.'' Gumam Martin dalam hati.
Martin pun kembali ke kamar Keyla dan Asisten Hen akan tidur dengan bahagia malam ini.
__ADS_1
OKE SELANJUTNYA KITA AKAN MULAI BERKENALAN DENGAN ANAK CEO MARTIN YANG BERNAMA MICHAEL KWANG.
DAN ANAK JENI YANG BERNAMA MIRANDA SCOOT. IKUTI KISAH SERUNYA YA JANGAN LUPA DI LIKE JUGA YA.