
Martin Mengecup bibir istrinya itu dengan lembut di depan banyak tamu undangan. Para tamu undangan yang hadir langsung melotot saat melihat hal tersebut, mereka pasti heran bagaimana mungkin CEO yang di kenal kejam dan sangat sadis itu bisa melakukan hal konyol tersebut di hadapan banyak orang namun itu yang saat ini sedang terjadi. Bahkan para wartawan tak mau kehilangan hal tersebut dari mereka langsung mengabadikan hal tersebut dengan lensa kamera mereka. Jordan dan Sinta tersenyum lembut melihat sikap menantunya itu bahkan sikap arogan yang selama ini melekat pada diri Martin mulai menghilang.
''Apa yang kau lakukan! Cepat lepaskan,'' gerutu Keyla dengan mengigit bibir bawah martin dengan begitu keras sampai pria itu meringis kesakitan karna bibirnya mulai terasa nyeri.
''Kau selama ini selalu mengerjaiku dan sekarang terima akhibatnya!'' Gerutu Martin dalam hati dengan wajah kelihatan sangat puas karna pria itu berhasil membuat istrinya tersipu malu.
Martin sangat gemas saat melihat pipi wanitanya berubah menjadi merah merona bahkan Key sampai tidak berani menatap tamu undangan yang saat ini sedang memperhatikannya itu. Ternyata rubah kecil itu sangat imut jika sedang tersipu malu seperti ini bahkan semua orang yang sedang menatap Keyla tak hentinya memuji kecantikannya itu.
Resni dan Ferdi sedang berjalan ke arah Keyla. Martin pergi meninggalkan mereka bertiga saat ada teman bisnisnya yang datang hendak menghampirinya.
''Aku baru tau jika CEO Martin sangat romantis dan lihat itu dia begitu mempesona dengan jas putih.'' Bicara dengan menatap kagum ke arah suami sahabatnya itu. ''kau harus berhati-hati Key lihatlah banyak wanita yang terang-terangan mencoba mendekati suamimu bahkan saat kau berada di dekat suamimu itu.''
__ADS_1
Keyla melihat ke arah Martin, memang benar banyak pembisnis sukses di kota tersebut yang dengan sengaja mengenalkan putri mereka di hadapan Martin, mungkin orang-orang itu belum tau seberapa besar cinta Martin pada istrinya hingga mereka berani lancang seperti itu. Martin sebenarnya enggan untuk menjabat tangan para wanita cantik itu namun karna dia tak ingin ada yang bersedih ataupun merasa kecewa di hari paling bersejarah yang ada di kota itu, maka pria itu sengaja menuruti apa keinginan para tamunya itu. Sedangkan Asisten Hen kali ini pria itu tidak mengikuti Martin, karna Sang CEO menyuruh asistennya itu terus mendampingi Keyla.
''Ferdi bagaimana kabar mu?'' Keyla mencoba mengalihkan rasa cemburunya dengan berbicara dengan Ferdi.
''Seperti yang kau lihat, aku sangat baik.'' Terlihat seulas senyum saat pria itu bicara.
''Hei, apakah kalian tadi berangkat bersama?'' Keyla bicara dengan menarik salah satu senyumannya.
''Kita berangkat bertiga dengan Kak Sendi,'' Bicara dengan melihat ke arah Sendi yang sedang berbincang-bincang dengan Martin dan para penjabat di kota itu.
''Jangan asal bicara Key!'' Resni menjawab dengan nada suara terdengar sangat jutek.
__ADS_1
Selesai bicara Resni dan Ferdi pergi untuk mencicipi hidangan yang sudah di masak oleh koki handal di kota tersebut, tapi anehnya orang tua Martin malah tidak datang di acara pernikahan tersebut karna tidakĀ mungkin jika pria itu tidak mengundang keluarganya yang ada di luar kota. Namun di dalam pesta tersebut tidak ada satu orang pun yang berani menyinggung tentang ketidak hadiran kedua orang tua Martin. Entah apa yang sedang pria itu sembunyikan dari istrinya itu. Keyla sedang berdiri sendiri dan Jeni melangkah mendekati Keyla.
Kini mereka saling berhadapan, sesekali Key mencoba melihat suaminya yang sedang berbicara dengan banyak wanita cantik, sangat jelas terlihat jika Key sedang terbakar api cemburu apa lagi saat para wanita itu bicara dengan gaya sangat menggoda, Key melihat postur tubuh para wanita itu sangat seksi sampai membuat darah Key seakan mendidih karna di bakar api cemburu yang mulai merasuk ke dalam pembuluh darahnya.
''Dek, jika kamu cemburu biar Kak Jeni panggil Martin ke sini,'' Jeni sangat mengetahui jika adiknya sedang merasa tidak tenang namun ketika Jeni hendak melangkah mendekati Martin, Key langsung menghentikan langkahnya itu.
''Lihat itu Kak Dikra pasti tidak bisa jauh dari Kak Jeni, biar aku sendiri yang menghampirinya.'' Bicara dengan memaksakan senyuman di wajahnya.
Jeni pergi menghampiri Dikra, asisten Hen yang sedari tadi berdiri di belakang Keyla langsung menghampirinya saat melihat isyarat tangan Keyla.
Membungkukkan badannya, ''Ada yang bisa saya bantu Nona Muda?''
__ADS_1
Melihat Ke arah suaminya yang kini sedang tertawa renyah dengan anak para pejabat itu, ''Sia[a mereka?'' Bicara dengan mengepalkan jari-jari tangannya.
Kau harus hati-hati Martin kini rubah kecil yang berwajah polos itu sudah mulai terganggu melihat tingkahmu itu, kau ahli dalam membuat semua wanita terkesan dengan kekayaan dan ketampananmu tapi jangan pernah lupa rubah kecil paling pintar jika sedang bermain, hahaha hati-hati kau akan mengalami malam pertama di tendang keluar dari kamar nanti malam jika sampai rubah kecil itu benar-benar merajuk.