
Dokter Tom datang kekantor tersebut
dan langsung menuju ruangan CEO Martin. Asisten Hen sedang berdiri di samping
CEO Martin seperti biasanya pria itu memasang wajah datar. Terdengar ketukan
pintu dari luar ruangan itu Asisten Hen segera berjalan menuju pintu dan
membukakan pintu tersebut, Dokter Tom langsung berjalan masuk ke dalam
ruangan tersebut dengan senyum mengembang dari bibirnya menatap ke arah CEO Martin.
Mungkin hanya dokter Tom saja yang bisa melakukan hal itu di hadapan CEO Martin karena semua orang akan berkeringat dingin jika berhadapan dengan CEO yang terkenal kejam itu namun dokter Tom malah terlihat santai saja, tentu itu bukan tanpa alasan karena dokter tersebut adalah teman Martin saat kuliah dulu dan karena sebab itu dia bisa bersikap santai seperti itu saat berhadapan
dengan CEO Martin dan juga asistenya yang selalu menempel di belakaang pria itu
seperti sebuah bayang-bayang saja.
"Martin, kukira kau tidak bisa sakit," ledek dokter Tom dengan mengulurkan tangannya di depan Martin yang sekarang sudah berpindah duduk di sofa yang ada
di dalam ruangan itu.
"Jaga mulutmu itu!" Ujar pria itu dengan membalas uluran tangan sahabatnya.
"Kau sakit apa? Jika aku lihat kau sedang baik-baik saja saat ini," sahut dokter Tom saat
memeriksa detak jantung dan juga tensi darah sahabatnya itu kelihatan normal
semua.
“Hari ini aku sedang tidak berselera makan, bahkan aku sangat mual saat
mencium bau nasi goreng yang biasanya aku makan. Mana mungkin aku baik-baik
saja,” gerutu Martin dengan mencoba mengingat-ingat bau nasi goreng yang
membuatnya semakin mual dan bergidik.
Mengerutkan keningnya dengan membereskan peralatan yang dia pakai untuk
memeriksa Martin tadi, setelah semua perlatan itu beres Tom segera mendudukkan
tubuhnya di samping Martin dengan mengeryit heran, “Apa kau sedang mengidam?” ledek dokter Tim dengan senyuman evil ya.
Asisten Hen menahan tawa di bibirnya saat mendengar apa yang di ucapkan
oleh dokter Tom barusan, jika di ingat gejala Martin memang sama persis seperti
seorang istri yang sedang awal kehamilan dan ngidam sesutau hal yang aneh-aneh.
Martin melirik sinis ke arah asisiten Hen, seketika tawa di bibir asisten itu
langsung lenyap saat melihat sorot mata Martin yang sedang menatapnya
dengan tatapan membunuh.
"Aku menyuruhmu kemari untuk memeriksaku bukan untuk meledek ku," Celetuk Martin dengan nada suara masih terdengar sinis seperti biasanya.
"Tentu saja yang kau Tuan muda, mungkin saja Keyla," jelas dokter Tom dengan berdiri dari posisi duduknya.
Martin bergidik geli saat dia mengingat jika di masa kehamilan Keyla selalu saja ngidam sesuatu yang aneh dan itu membuat Martin kalang kabut di buatnya. Lebih lagi ngidam Istrinya itu yang bisa di bilang tidak wajar karena wanita itu selalu mencium ketiak Martin bahkan Martin langsung bergidik geli saat mengingat kembali akan apa yang di lakukan istrinya itu.
Di rumah Martin.
Siang hari itu Keyla sedang sendirian di rumah dan wanita itu duduk di
__ADS_1
dekat kolam menang yang ada di dalam rumahnya, dia membayangka jika biasanya
di jam begini Miranda dan Michael akan bermain di sana namun semua bayangan itu
hilang saat Michael menyerukan namanya dari belakang.
“Mom, apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya anak lelaki itu dengan mendudukkan tubuhnya di samping Keyla.
“Sayang kau sudah pulang sekolah,” sahut Key dengan mengusap puncak
rambut anaknya itu.
“Ya, aku mencari Mom sedari tadi tapi ternyata kau di sini,” sahut Michael balik.
“Mom jika Dad adalah seorang CEO mafia maka bagaimana?” Tanya Michael dengan wajah kelihatan serius. Michael
hanya penasaran bagaimana dengan ekspresi wajah Keyla saat dia mengucapkan hal
tersebut lebih lagi Key masih belum tau jika Michael jago menembak dengan pistol sungguhan karena jika berada di hadapannya Michael akan belajar menembak dengan pistol mainan namun saat Keyla tidak ada anak itu akan berganti ke pistol sungguhan.
“Apa maksud dari ucapanmu itu Sayung,” Keyla kebingungan dengan apa yang tiba-tiba di ucapkan oleh Michael barusan.
“Aku hanya iseng bertanya dan Mom harus menjawabnya, ya.”
Keyla berkata jika seperti apapun itu
Martin, maka dia akan menerimanya walaupun suaminya itu seorang CEO mafia, Key sudah jatuh cinta pada suaminya itu dan cinta itu akan tetap di hatinya seumur
hidup namun yang Key takutkan adalah keselamatan Martin dan juga Michael jika
apa yang anaknya itu ucapkan adalah benar maka musuh suaminya itu akan banyak
dan itu akan membuat Keyla merasa tidak tenang.
Mendengar akan jawaban yang di ucapkan oleh Keyla barusan Michael sedikit lebih tenang karena dia tak harus takut jika Keyla akan pergi meninggalkan Martin.
Siang hari di kantor Martin.
dan juga asisten Hen sedang makan siang di restoran yang dekat dengan kontor MK
GROUP. Martin dengan sengaja mengosongkan resto tersebut saat dia makan siang di sana. Martin memesan banyak makanan yang lezat dan juga mahal semua makanan kini sudah terhidang dengan rapi di depan meja. Martin menatap makanan itu satu persatu namun dia merasa tidak berselera makan, sejak pagi Martin tidak
sarapan jadi dia harus makan sesuatu agar tubuhnya tidak lemas karena kekurangan asupan makanan.
Martin mulai mengambil salah satu menu makanan yang biasanya dia makan,
Asisten Hen masih belum memakan apapun, dia melihat ke arah Martin dengan
mengeryit heran karena tidak biasanya Martin terlihat tidak berselera makan
seperti sekarang namun inilah yang terjadi sekarang.
Martin mulai memasukkan satu sendok makanan tersebut ke dalam mulutnya yang sekarang terasa hambar bahakan makanan lezat itupun tak memiliki rasa sedikitpun hingga Martin mulai marah dan melempar piring tersebut ke lantai sampai membuat pelayan resto tersebut yang sedang berjejer rapi di sampingnya kini bergidik ngeri. Mereka
masih menundukkan pandangannya dengan keringat dingin bahkan wajah mereka
seketika berubah menjadi pias karena melihat amarah orang nomor satu di kota itu.
“Makanan ini tidak ada rasanya, tutup saja resto ini kenapa memperkerjakan seorang pelayan tidak bisa memasak seperti mereka! Panggil menejer nya!” Printah pria itu dengan menyatuhkan alisnya menyapu satu persatu
pelayang yang ada di hadapanya. Sedangkan Asisten Hen mulai berdiri dari posisi duduknya.
Asisten Hen mencoba makanan yang ada di piringnya tadi dan makanan itu
sama persisi seperti yang Martin makan tadi, asisiten Hen semakin heran akan
tingkah laku majikannya itu seharian ini karena rasa semua makanan yang ada di
atas meja makan itu memiliki rasa yang sangat lezat bahkan asisten Hen saja
__ADS_1
sampai ingin memakannya namun dia jelas mengurungkan niatnya saat melihat
amarah majikannya yang seakan sedang meledak-ledak itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi
makanan ini sangat lezat." Gumam asisten Hen dalam hati.
“Saya menejernya Tuan Muda,” ucap
seorang pria paruh baya yang tadi ikut berjejer di antara para pelayan resto
tersebut. Manager itu sangat kelihatan takut bahkan nada suaranya tadi terdengar gemetaran dengan kedua tangannya berada di depan tubuhnya menahan rasa takut yang kini sedang menjalar ke seluruh pembulu darahnya itu.
“Coba semua makanan yang ada di hadapanku!” Printah pria itu dengan alis
hamper menyatuh. Martin menyandarkan punggungnya di kursi dan masih tak bergeming menatap ke arah maneger itu.
"Rasa makanan ini bahkan terbilang
lebih lezat dari biasanya tapi kenapa CEO Martin bilang rasanya sangat tidak
enak dan juga hambar, apakah lidahku yang sedang bermasalah," gumam manager
resto tersebut dengan terheran-heran. Sebelum menjawab dia melihat ke arah asisten Hen yang menganggukkan pelan kepalannya tanda jika manager tersebut harus berpura-pura jika makanan itu memang rasanya hambar. Manager resto tersebut mengerti akan anggukan pelan kepala asisiten Hen dan dia segera berdiri dengan tegap dan berjalan ke arah orang nomor satu di kota itu.
“Maafkan saya Tuan Muda, karena pelayan saya telah melakukan kesalahan
yang besar.” Ucap pria paruh baya itu dengan menundukkan pelan kepalannya.
“Pecat mereka semua!” ujar Martin dengan alis hampir menyatuh.
Para pelayan itu sudah mengerti jika setelah hari ini mereka akan kehilangan perkerjaan mereka semua karena apa yang terjadi hari ini. bahkan para pelayan itu masih
tetap menundukkan pandangannya dengan pasrah akan nasib mereka. Namun di hati
para pelaayn itu mereka tau dengan sangat jelas jika masakan mereka tidak dalam
masalah namun apa yang bisa mereka lakukan mereka hanya bisa diam, di kota itu
tak akan ada seoranpun yang akan menentang keputusan CEO Martin walaupun
sekarang jelas Martin bersalah namun tetap. Ucapan sang Radja adalah seperti
sebuah titah yang harus di turuti dan tidak boleh di bantah oleh siapapun juga.
Suasana hening di dalam resto itu masih terasa bahkan hawa dingin mulai
mencengkam Martin mulai merasakan jika bulu kuduknya berdiri. Martin mulai mengusap pelan punggung lehernya yang terasa dingin.
Hingga sebuah suara wanita mulai menyelinap dari telinganya.
“Ada masalah apa ini?”
HAYO SIAPA SEORANG WANITA YANG MAMPU MEMBUAT CEO MARTIN MERINDING SEPERTI ITU BAHKAN MENDENGAR SUARANYA SAJA SUDAH
MEMBUAT SANG CEO MELOTO KAGET NAMUN SEMUA ORANG DI DALAM RESTO ITU TAK TERKECUALI ASISTEN HEN LANGSUNG MEMBUNGKUKKAN BADANNYA.
SELAMAT BUAT MAMA INDAH YANG BERHASIL MEMENANGKAN POSE FOTO TERBAIK DENGAN MENGUNAKAN BAJU NOVEL INI.
JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA YA. SIAPA TAU KHAIRIN ADALAH ACARA APAPUN ITU MENGENAI NOVEL KHAIRIN DAN KALIAN BISA MENGIKUTINYA DAN IKUT MERAMAIKAN ACARA TERSEBUT.
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL KHAIRIN YANG LAINNYA YA. NOVEL "SANG PENAKLUK 2." AKAN KHAIRIN NISA USAHAKAN UPDATE RUTIN. CERITANYA AKAN SEMAKIN SERU SAAT LEE MENIKAH DENGAN EMILIA SEORANG WANITA POLOS DAN JUGA SUKA CEREWET. . BACA YUK CERITANYA KHAIRIN AKAN SANGAT BERTERIMAKASIH.
__ADS_1
INI WAJAH CEO MARTIN SAAT KAGET DENGAN KEDATANGAN RUBAH KECILNYA KE RESTORAN. . COCOK NGAK VISUALNYA DENGAN CEO TAMPAN KALIAN.