Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Akhirnya Menemui Titik Terang.


__ADS_3

Key melihat Ferdi yang sudah memakai baju rapi dan kini pria itu terlihat lebih segar dari sebelumnya, bahkan janggutnya yang di tumbuhi bulu halus kini sudah tidak terlihat lagi. Ferdi kelihatan tampan walaupun rambutnya masih panjang karna belum di potong.


''Kau terlihat lebih tampan jika seperti ini,'' Ucap Key sembari hendak berjalan menuju sofa.


''Hati-hati!'' Teriak Ferdi saat melihat kaki Key hendak menginjak serpihan kaca yang terburai di lantai, padahal Key sudah mengenakan alas kaki namun tetap saja Ferdi masih mengkhawatirkannya.


Sekarang Key sudah duduk di Sofa, sedangkan Ferdi berjalan menuju kulkas mini yang ada di sudut kamarnya. Pria itu mengambil botol air mineral dan buah anggur kesukaan Keyla. Dia segera menyodorkan Buah dan air itu di hadapan Key.


''Makanlah, dan minum air mineral saja karna itu bagus untuk janin mu.'' Ucap Ferdi sembari menyunggingkan senyumannya. Ucapan Ferdi sangat terlihat tulus kala itu.


''Terimakasih,'' Ucap Key sembari menyuruh Ferdi duduk di sampingnya. ''apa yang terjadi padamu, kenapa kau berubah seperti ini?''


''Apakah Kak Sendi yang sudah memberitahu mu?'' Key menganggukkan pelan kepalanya. ''kau tidak perlu merasa bersalah ataupun merasa terbebani dengan kondisiku saat ini,''

__ADS_1


Menatap wajah Ferdi dengan air mata kembali membasahi pipinya, ''Bisakah kau hidup seperti biasanya? jalani hidupmu seperti dulu lagi. Masih banyak wanita yang baik di luar sama Fer,''


''Jangan menangis, aku paling tidak suka melihatmu bersedih,'' Bicara sembari menyeka air mata yang jatuh di pipi Key. ''aku sudah mencoba melakukannya namun aku tidak  bisa.''


Berdiri dari posisi duduknya, Key memungut serpihan kaca yang sangat tajam dari lantai, ''Kita mati bersama saja jika kau tidak mau menjalani hidupmu lagi, kau seperti ini karna aku kan! Ayo aku temani mati bersama.''


Wanita itu mulai mendekatkan serpihan kaca itu ke pergelangan tangannya, Sontak Ferdi langsung berdiri kasar dari posisi duduknya dan meraih serpihan kaca tersebut, Ferdi melempar serpihan itu jauh dari Key, ''Apa yang kau lakukan Key? Itu sangat bahaya!''


''Biarkan saja aku mati, atau kita pergi bersama dari pada aku melihatmu hancur dengan cara menyedihkan seperti ini karna aku! Huhuhu, andai saja kita tidak pernah bertemu sebelumnya maka kau tidak akan pernah menderita seperti ini, hiks hiks hiks.''


''Kau janji?''


''Ya.''

__ADS_1


''Jangan pernah minum, dan kau harus melanjutkan hidupmu lagi.'' Ucap Key sembari balik memeluk Ferdi.''Ingat aku akan mengawasi mu dan kau tidak boleh berbohong,''


''Iya cerewet,'' Ucap Ferdi sembari mencubit pelan hidung Keyla.


Ferdi sangat takut saat melihat Keyla hendak mengores tangannya dengan serpihan kaca, bahkan jantung pria itu seakan berhenti berdetak. Tak masalah bagi Ferdi walaupun dia tak bisa memiliki wanita yang sekarang masih ada dalam pelukannya itu. Dari pada dia harus melihat Keyla  hampir bunuh diri karna ulahnya. Benar apa yang dikatakan oleh pelayan rumah Sendi, setelah bicara dengan Keyla, pria itu terlihat lebih baik.


Kau tidak tau Fer, jika Key hanya pura-pura mengores tangganya dengan kaca karna wanita itu memiliki seribu macam cara untuk menaklukkan hati musuhnya.


Di lantai bawah.


''Ayo kita ketuk pintu kamar bocah ingusan itu, jangan-jangan dia mau mencuri istriku.'' Martin mulau tak sabar. Padahal Key baru masuk belum sampai lima menit ke dalam kamar musuhnya itu.


''Berhentilah bicara konyol kawan, di mana akal sehat yang selalu kau gunakan itu.'' Ucap Sendi sembari berdecak kesal.

__ADS_1


''Jangan-jangan adik mu mau memeluk istriku! Ayolah lepaskan tanganmu ini aku mau melihat apa yang sedang mereka lakukan saat ini.'' Martin terus bicara tanpa henti. Namun sendi tak menggubris sedikitpun apa yang Martin ucapkan. Bahkan asisten Hen tidak ada di sana karna Key sengaja menyuruh asisten Hen pergi membelikan  banyak makanan karna Key tau jika suaminya itu akan minta bantuan asistennya. Key sangat pintar dalam menyusun siasat.


__ADS_2