
"Asisten Hen tumben Hengki main ke kantor?" tanya Martin dengan wajah sudah kelihatan bersahabat tidak seperti sebelum melihat Hengki, tadi wajah Martin kelihatan sedang melahap api bahkan sorot matanya mampu membuat asisten Hen merinding seketika.
"Maaf, Tuan muda saya tidak izin dulu pada anda karena istri saya Zenap membawakan saya makan siang ke kantor," ujar Asisten Hen apa adanya.
"Baiklah kita lanjutkan perbincangan ini lain kali saja, lihat itu Hengki sudah minta di ajak bermain," ujar Martin dengan melihat Hengki sedari tadi mencoba memencet tombol pada laptop yang sedang berada di hadapan asisten itu. Martin tidak marah lagi saat melihat sikap Hengki yang cukup menghibur menurutnya itu.
Asisten Hen menghela nafas lega karena adanya Hengki, CEO galak itu tidak jadi memaki dirinya dan tadi asisiten Hen sengaja menaruh putranya itu dalam pangkuannya karena dia tau dengan sangat jelas jika kelemahan CEO Martin adalah saat dia melihat anak kecil yang seumuran dengan Hengki. ternyata asisiten Hen diam-diam memainkan siasat licik juga bahkan senyum tipis terlihat dari wajah asisten Hen kala itu. Kau harusnya berterima kasih pada putra mu karena si kecil yang sangat tampan dan lucu itu tanpa di duga bisa meluluhkan amarah CEO Martin tadi.
Asisten Hen berbincang-bincang dengan Zenap di dalam kantor karena para siang hari itu urusan kantor tidak terlalu sibuk jadi asisten Hen bermain dengan Hengki sampai sore hati. Ruang kerja yang biasanya terlihat dingin dan membosankan berubah menjadi ceria dan ruangan itu seakan hidup saat mendengar celotehan balita kecil yang tampan dan mengemaskan itu. Ya Hengki sangat tampan kulitnya putih dan juga dia begitu lucu dengan bibir berwarna merah alami semua orang kantor juga memuji ketampanan anak asisten Hen itu. Zenap juga sangat murah senyum tak seperti asisten Hen yang selalu memasang wajah datar seperti manekin yang di tarus di pojokan toko. Asisiten Hen selalu bersikap lemah lembut jika dengan keluarganya namun jika di hadapan para perkerja sikap garang dan juga arogannya mulai terlihat lagi tapi asisiten Hen juga sangat menyayangi Hengki itu terlihat jelas saat asisten Hen keluar kantor dengan menaruh anaknya itu dalam gendongannya itu sungguh permandangan yang sangat langkah bagi para perkeja.
Malam Hari.
__ADS_1
Martin masuk ke dalam kamarnya dan dia melihat Keyla menyandarkan punggungnya di pinggir ranjang dengan mata masih fokus mengarah ke layar ponselnya, Key mulai mengalihkan pandangannya ke arah suaminya yang juga menatapnya sesaat mereka berdua saling beradu pandang, keyla memberengut dan dia segera beranjak berdiri dari ranjang dengan tangannya menyambar boneka kelinci ke sayangannya. Keyla masih marah dengan kejadian tadi siang saat dia makan. Namun yang membuat keyla lebih marah ialah mengenai Keiko si wanita penggoda. Kemarin Key tidak bisa marah karena dia sibuk memikirkan Miranda tapi sekarang rasa marah itu mulai timbul kembali dan menghantui pikirannya bahkan rasa cemburu itu masih jelas melekat pada hatinya dan tertanam di sana.
Martin langsung melotot saat mengetahui jika istrinya akan pindah ke kamar sebelah ya itu kamar putranya, Martin menghampiri Keyla dan berdiri persis di hadapan wanita itu namun Key malah cepat-cepat membuang pandangannya seolah dia tau mau melihat wajah suaminya lagi.
"Sayang, kau mau ke mana?" tanya Martin dengan memegangi tangan Keyla namun wanita itu segera menepisnya dengan kasar.
"Aku mulai malam ini akan tidur dengan Michael, kau kan kemarin sangat bahagia bertemu dengan wanita centil itu jadi sekarang terima hukuman tidur sendiri," ujar Key dengan menaruh kedua tangannya di perut namun senyuman evilnya kembali terlihat.
"Apa ini aku adalah seorang CEO yang paling di takuti di kota ini, tapi bagaimana bisa aku di perlakukan seperti ini saat di rumah bukankah ini sangat tidak adil kenapa sikap bucinku ini selalu kambuh saat dia berada di dekatku," gerutu Martin dalam hati dengan menatap ke arah Keyla.
"Aku memang cantik jadi kau tidak usah melihatku seperti itu," Keyla bicara dengan penuh percaya diri dan itu membuat Marti tersenyum tipis dengan berkata.
Keyla membuang bonekanya ke atas ranjang dan segera melotot melihat Martin. Sorot mata Keyla seakan dia hendak mencabik-cabik tubuh kekar suminya itu sedangkan Martin mundur perlahan ke belakang dan Keyla langsung menarik tangan Martin sampai dia terjatuh ke atas ranjang.
"Apakah wanita ini sedang kerasukan hantu, kenapa dia sampai bisa memiliki tenaga sebesar itu. Ya tuhan lihat itu sorot matanya sangat menakutkan sekali aku baru menyadari jika dia bukan hanya rubah kecil namun jelmaan iblis kecil yang bisa membunuhku hanya dengan sorot matanya itu," Martin terus bergumam dalam hati melihat sikap istrinya itu.
__ADS_1
Keyla menarik salah satu senyumannya saat melihat suaminya sudah berada di atas tempat tidur, Key langsung duduk di atas suaminya dengan tangannya mulai nakal membuka kancing kemeja putih yang saat itu sedang melekat pada tubuh kekar suaminya itu. Martin hanya bisa diam dengan wajah kelihatan kebinggungan karena baru kali pertama itu istrinya memiliki inisiatif untuk meminta kikuk-kikuk duluan kalian tau kan maksudnya, dengan sekejap Keyla sudah membuka semua kancing baju suaminya itu dan sekarang tubuh pria itu sudah terlihat sangat kekar dan berotot bahkan otot di dalam tubunya itu seakan meronta-ronta ingin keluar.
Keyla mulai semakin nakas dia membelai tubuh suaminya dengan jari telunjuknya dan bermain ke sana kemari seakan ingin memancing adik kecil suaminya agar segera bangun dari tidurnya itu, benar saja adik kecil yang sedang tidur itu perlahan mulai bangun dan sudah siap menyelesaikan tugasnya namun hal yang tak di duga malah terjadi. Saat Martin dan Keyla hendak berciuman pintu kama itu perlahan mulai terbuka.
"Mom, katanya mau tidur dengan,"
Michael langsung membelakangi kedua orang tuanya saat melihat adegan panas yang sedang tersaji nakal di hadapanya, Sontak saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya itu Key langsung berdiri dengan tegap dan merapikan bajunya dan begitu pula dengan Martin wajah mereka merona merah karena rasa malu yang sedang mempermainkan keduanya. Jelas mereka harus malu karena mereka terpergok sedang bermesraan di hadapan anak mereka yang masih kecil. Lihat itu Michael sampai terus membelakangi mereka mungkin mata anak kecil itu sudah ternodai akhibat perilaku Mom dan Dad. Hahaha aku sarankan kedepannya untuk Martin dan juga Keyla jika mau kikuk-kikuk pintunya di tutup dulu ya ingant kalian masih memiliki Michael.
Waktu itu Key dan juga Martin masih memakai baju lengkap namun mereka sedang bermesraan.
"Mom, Dad, ingat masih ada Michael lain kali jangan lupa kunci pintunya," gerutu anak kecil itu sesaat sebelum dia berlari dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
Sedangkan Martin dan juga Keyla saling beradu pandang.
__ADS_1