
Martin masih ada diluar rumah sembari menatap kearah langit, wajahnya mulai kelihatan berubah menjadi bahagia saat melihat setetes air hujan yang jatuh membasahi bumi seakan memberikannya sebuah harapan untuk bisa masuk kembali lagi kedalam kamarnya. Martin mulai menyentuh tetesan air hujan itu dengan sorot mata berbinar-binar seolah dia sedang mendapatkan menang lotre segudang uang.
Hahaha! Akhirnya air hujan turun juga membasahi bumi sebentar lagi dia akan memanggilku kan. Lagi pula apa ini aku adalah penguasa kota ini kenapa aku harus merengek pada si kecil menjengkelkan itu, nanti dia akan bertindak seenaknya sendiri kan seolah-oleh aku tidak bisa hidup tanpanya. Ya walaupun itu memang kenyataannya si.
Sembari mengomel sendiri Martin masuk kembali kedalam rumah dan dia menaiki anak tangga rumahnya kini Martin sudah berhenti didepan kamarnya sendiri dengan perlahan dan sangat hati-hati Martin membuka pintu kamar. Martin mengintip dari depan dilihatnya Keyla sudah tertidur pulas dengan lampu kamar masih menyala tiba-tiba wajah Martin mulai terlihat sangat kesal kala itu karna kenyataannya hanya dia saja yang sedang merasakan kesulitan tidur saat ini.
"Damn it! Aku mondar-mandir seperti orang gila karna tidak bisa tidur sedangkan dia malah tidur dengan begitu nyenyak ya. Lihat itu dia memeluk boneka bau nya dengan sangat erat pasti dia menganggap Bonek itu adalah pengganti diriku." Martin terus menggerutu kesal dari depan pintu dan kini dia mulai menutup kembali pintu itu.
__ADS_1
Drezzzz drezzzzz wuuussshhhhhh CLETAR CLETAR CLETAR!
Bunyi hujan yang sangatlah deras berserat petir yang terdengar semakin menggelegar. Keyla terbangun dari tidurnya dan langsung mendudukkan tubuhnya di ranjang. Keyla mulai ketakutan lebih lagi saat ini lampu tiba-tiba padam dan membuat Keyla semakin merinding apa lagi suara angin yang berhembus kencang semakin menambah horor suasana didalam kamar tersebut. Keyla segera meraih ponselnya dan menyalakan senter hp tersebut dia mengarahkannya di langit-langit kamar dengan mengucapkan doa untuk mengusir rasa takut yang sedang menjalar ke sendi-sendi tulangnya.
Mangkanya Keyla, jika kamu takut tadi siang kau tak perlu nonton film horor kini kau baru merasakan efek dari film tersebut kan. Kau tadi kan sudah enak nonton drakor tapi kenapa sore harinya malah nonton vilem Anabelle horor yang paling menyeramkan itu.
Martin sedang mendudukkan tubuhnya di sofa wajahnya seakan terlihat puas saat mengetahui jika saat ini rumahnya sedang gelap gulita Martin bahkan dengan sengaja tidak memasang jenset dirumahnya mungkin saja pria itu sengaja agar ada cara untuk bisa meluluhkan amarah istrinya itu.
__ADS_1
Martin duduk dengan membuka telinganya lebar-lebar dia tau jika istrinya pasti akan menyebut namanya dan benar saja tak lama setelah lampu itu padam Keyla mulai berteriak menyerukan namanya.
"Kak Martin, Kakak. . . aku takut!" Seru Keyla saat tiba-tiba ponselnya mati karna kehabisan baterai.
Selama tidur Keyla terus menyalakan ponselnya hingga saat dibutuhkan ponsel itu malah tidak bisa berfungsi lagi seperti sekarang. Keyla meringkuk dalam selimut, dia membayangkan jika saja hantu Anabelle datang dan ada di kolong tempat tidurnya dan akan menarik selimutnya. Ditambah lagi suasana mencekam dan sunyi didalam kamar tersebut semakin membuatnya ketakutan bukan main dan kini bulu kuduk Keyla mulai berdiri semua.
Brak!
__ADS_1
Martin membuka kasar pintu kamar tersebut dan langsung naik keatas ranjang. Martin membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya itu dan Keyla mulai memeluk tubuh Martin dengan sangat erat dan begitu juga sebaliknya. Wajah bahagia dan juga sedih terpancar dari wajah pria itu karna kini dia tak perlu tidur di luar ruangan itu sedangkan Keyla masih terlihat ketakutan dia memenangkan wajahnya di dada kekar suaminya itu dengan tubuh gemetaran.