Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Hamil Part 2.


__ADS_3

''Benarkah apa yang kau katakan?'' Tanya Martin sembari menyatuhkan alisnya.


 


 


''Mana mungkin saya berani berbohong di hadapan anda tuan muda.'' Sahut dokter tersebut sembari membungkukkan badannya. Terlihat keringat mulai menetes lagi dari jidatnya.


 


 


''Pergilah!'' Perintah Martin. Dan tanpa menunggu waktu lama dokter paruh baya itu segera melangkah pergi setelah membungkukkan tubuhnya.


 


 


''Tunggu!'' Setelah mendengarkan teriakan Martin dokter tersebut langsung diam mematung dan perlahan mulai memutar tubuhnya menghadap Martin dengan sekujur tubuhnya mulai gemetaran.


 


''Ya, Tuan muda,'' Ucap dokter tersebut dengan gelagapan.


 


Martin segera mengambil cek yang ada di  dalam sakunya dia menuliskan nominal yang tidaklah sedikit sebagai hadiah karna dokter tersebut sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Namun Martin memberikan hadiah pada dokter tersebut masih sama dengan caranya sebelumnya, membuat dokter itu ketakutan setengah mati akhibat hadiah itu.


Keyla hanya bisa menggeleng kan pelan kepalanya melihat sikap suaminya itu yang masih tidak berubah juga dalam memperlakukan orang lain.

__ADS_1


 


 


''Ya tuhan lihat itu cara suamiku dalam memperlakukan orang lain, semoga saja anak yang ada di dalam kandunganku tidak bermasalah dan menirukan dirinya bisa gawat jika Martin junior juga menirukan gayanya yang sombong dan arogan itu bisa pusing kepalaku menghadapi dua manusia sedingin kulkas sepertinya.'' Gumam Keyla dalam hati sembari menatap ke arah dokter malang tersebut. Keyla juga terlihat menggosok pelan perutnya tersebut.


 


Setelah menerima hadiahnya dokter tersebut langsung kabur secepat kilat sampai kakinya membentur pinggiran anak tangga saat hendak menuruninya, dokter tersebut pasti sangat ketakutan sampai dia tak bisa mengunak kan akal sehatnya lagi, bahkan karna terlalu terburu-buru kabur dari sangkar singa itu dokter tersebut sampai menahan ingin kekamar toilet. Ya dokter tersebut sangat ingin buang air kecil namun karna dia tak ingin lebih lama berurusan dengan martin jadi dokter tersebut lebih memilih cepat-cepat keluar dari rumah tersebut.


 


 


 


 


 


Malam hari setelah makan malam. Jeni, Sinta, Jordan, Keyla, Martin dan ada Dikra juga di sana. Mereka sedang duduk di ruang tamu rumah Jordan. Ada camilan dan kopi dan juga teh di hadapan penghuni rumah tersebut. Jika dilihat seperti ini pasti mereka sedang membicarakan akan kehamilan Jeni karna baru kali ini mereka semua berkumpul seperti keluarga besar.


Jordan sudah memberitahukan pada Dikra jika Jeni sedang hamil satu bulan saat mendengar akan kabar baik tersebut, Dikra sangatlah bahagia namun beda halnya dengan Jeni. Setelah dokter tersebut memerikannya dia langsung kelihatan gelisah dan tak bisa berpikir dengan jernih bahkan Jeni tak meminum vitamin yang diberikan oleh dokter itu' dia.


 


 


''Jen!'' Paggil Jordan sembari menatap ke arah Jeni sembari menahan emosinya karna rasa malu yang harus dia tanggung akhibat kebodohan yang Jeni lakukan sampai membuatnya hamil di luar nikah.

__ADS_1


 


''Ya, Pa,'' Sahut Jeni sembari tak berani menatap mata Jordan.


 


 


''Segerah menikah dengan Dikra dalam minggu ini juga!'' Perintah Jordan dengan masih menatap tajam ke arah Jeni.


 


''Tapi, Pa,'' Jeni mulai keberatan dengan apa yang di ucapkan Jordan barusan.


 


 


''Tapi apa lagi! Kau mau mempermalukan keluarga kita dengan kebodohan mu itu. Kau bahkan sudah kelewatan batas Jen!'' Jordan mulai meninggikan nada suaranya.


 


SETELAH BACA NOVEL INI JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL KHAIRIN YANG LAIN YA. DAN KLOTER KE DUA BAJU CEO MASIH BUKA YA SIAPA LAGI YANG MAU PESAN SILAHKAN CHAT KE WATTSAP KAK MARIA YANG ADA DI EPISODE ATAS YA.


 


DAN INGAT JANGAN LUPA LIKE VOTE YANG BANYAK YA SUPAYA KHAIRIN SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR YA, JANGAN BOSAN KOMENTAR SETELAH MEMBACA NOVEL INI YA, KARNA SAYA SERING KALI DAPAT INSPIRASI YANG LIAR DARI KOMENTAR KALIAN TERIMAKASIH UNTUK


''NISTY LOVERS''

__ADS_1


__ADS_2