Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Berkumpul Kembali.


__ADS_3

 


Asisten Hen hanya tersenyum sembari membungkukkan sedikit badannya dan segera berlalu pergi meninggalkan rumah majikannya tersebut. Martin hanya bisa diam tidak mau menanggapi apa yang di ucapkan oleh istrinya karena memang itu yang terjadi dia bahkan sampai menghancurkan basemen yang biasanya di gunakan oleh kelompok Lowang berkumpul.


 


Basemen yang di miliki oleh almarhum Henden sekarang sudah rata dengan tanah akibat murka Martin.


Bahkan kemarahan Martin dan juga anggotanya tersebar ke dunia mafia banyak lawan yang hendak melakukan hal jahat pada keluarga besar itu namun kelompok mafia lainnya tidak segera mengurungkan niatnya sebab mereka mendengar amukan sang CEO Mafia yang sangat mengerikan bahkan menghabiskan semua anggota Gang Lowang sampai tak tersisa seorangpun.


Banyak Gang besar di kota itu namun mereka memiliki hidup damai dengan tidak menginginkan lagi jabatan tertinggi yang selama ini di duduki Martin dalam dunia Mafia dan juga bisnis. Kasus besar seperti ini bisa dengan mudah Martin tutupi dari media masa dan pablis tentu saja dengan bantuan uang yang sangat banyak. Menurut Martin masalah sebesar apapun akan dengan mudah di hadapi dengan bantuan uang.


 


Hanya satu masalah yang sejak dulu selalu membuat CEO mafia dan juga CEO bisnis ini kerepotan dan merasa harus mengalah. Ya siapa lagi kalau bukan rumah kecil yang selalu bisa melelehkan amarahnya dengan rayuan maut trik cantik dan juga licik yang selalu Keyla tunjukan jika mulai merasa terganggu dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


 


Michael dan juga Keyla masuk ke rumah begitu juga dengan CEO Martin.

__ADS_1


 


Rumah Asisten Hen.


Rumah Asisten Hen tidak lagi di jaga banyak pengawal seperti dulu hanya ada beberapa pengawal saja yang berjaga di depan gerbang dan juga di depan pintu masuk rumahnya. Seorang pengawal memencet tombol remote pada gerbang itu agar terbuka dengan sendirinya, semua pengawal segera membungkukkan badannya saat mobil asisten Hen mulai masuk ke halaman rumah.


Zenap sedang ada di kamarnya. Wanita itu hanya diam melamun dengan menahan air matanya karena tidak mendapat kabar tentang suaminya semenjak kemarin, sedangkan Hengki sedang bermain banyak mobil-mobilan di lantai pualam berwarna putih kamar itu.


 


"Pa, di mana kamu kenapa tidak memberikan kabar aku sangat khawatir jika sesuatu hal yang buruk terjadi padamu, lalu bagaimana dengan aku dan juga Hengki akan menjalani hari-hari tanpamu," gumam Zenap lirih dengan nada suara terdengar lemah.


Zenap meneteskan air matanya sembari menarik kedua tangannya di depan wajah karena wanita itu tidak mau jika putranya ikut merasa bersedih dengan apa yang dia rasakan saat ini.


 


Tanpa bersuara Hen langsung mengendong putranya yang masih sangat lucu dan juga mengemaskan itu. Hen membuka pintu perlahan dengan senyum mengembang di bibirnya wajah datar pria itu kini tidak terlihat lagi. Namun Zenap masih tidak menjauhi kedua tangannya dari wajah justru wanita itu semakin menangis sesenggukan karena mendengar nama suaminya di panggil.


 

__ADS_1


"Sayang, kau tidak menyambut kedatanganku?" tanya asisten Hen dengan mengusap sayang punyak kepala istrinya.


 


Zenap langsung menjauhkan kedua tangan yang menutupi wajahnya, bola matanya seakan menemukan sebuah cahaya yang menyelamatkannya dari dunia kegelapan. Pria yang sangat dia rindukan ada di hadapannya sembari mengendong buah hatinya.


 


Sontak Zenap langsung berdiri dari posisi duduknya dan langsung memeluk tubuh pria yang sangat dia rindukan selama ini. Zenap menangis tersedu-sedu di pelukan suaminya, Hengki yang melihat ibunya menangis segera ikut menangis melihat akan kedua orang yang sangat dia sayangi menangis Henden mengecup kening anak dan juga istrinya bergantian.


 


Jangan lupa baca novel baru khairin Nisa yang berjudul "Kontrak Pernikahan Tuan Arogan." bisa di baca di Mangatoon atau Noveltoon


 


 


KISAH INI TELAH SELESAI. SEKARANG KITA AKAN LANJUT KE SEASON 3 YANG BERJUDUL. "MICHAEL DAN EVE SAN.

__ADS_1


 



__ADS_2