
Kamar Ferdi.
Keyla sedang duduk di balkon yang ada didalam kamar Ferdi. Wanita itu berdiri dekat dengan pagar dan Ferdi ada di sampingnya merekam melihat kearah taman bunga yang kelihatan sejuk dan indah padahal cuaca sedang panas namun angin berhembus manja memainkan rambut panjang bumil itu. Wajah Key terlihat putih seperti susu saat terkenal sinar matahari, Key memang sedang hamil namun dia malah terlihat sangat cantik dan tubuhnya terlihat semakin semok dengan perut sedikit membesar. Namun wanita itu masih terlihat sangat memikat.
Hingga Ferdi diam-diam curi pandang padanya, Pria itu masih sangat mencintai dan mengagumi wanita yang ada di sampingnya itu. Karna memang tak mudah melupakan cinta pertama begitu saja. Mereka berdua masih diam dengan menatap lurus kedepan.
"Key, andaikan kau belum menikah dengan suamimu apakah kau mau menjalin hubungan denganku?" Bicara sembari menatap kearah Keyla dengan wajah kelihatan serius.
Ferdi sangat tampan sekali bukan seperti saat sebelum kedatangan Keyla. Wajah sedih kini mulai berangsur hilang dari wajah tampannya Keyla mampu meluluhkan hati yang sedang mati itu hingga hidup kembali.
"Aku sempat mencintaimu, bahkan bisa di bilang aku begitu mencintaimu namun takdir malah menyatuhkan ku dengan orang yang salah. Tapi aku hanya bisa apa! Hingga akhirnya aku mulai benar-benar jatuh cinta padanya dan perlahan mulai melupakanmu." Bicara dengan meneteskan air matanya.
Hatinya saat hancur saat bicara seperti itu, dia sangat tau Ferdi akan sedih setelah mendengarkan apa yang dia ucapkan tadi. Namun Key tidak ingin membuat pria itu berharap lebih padanya.
__ADS_1
"Ya, aku tau Tuhan memang tidak mengijinkan kita bersama, aku akan tetap mencintaimu sampai rasa ini mulai hilang dengan sendirinya."
"Jangan seperti itu, kau akan melupakanku jika sudah menemukan wanita lain yang lebih baik dari aku. Kau harus menjalani hidupmu atau kita mati," Ferdi langsung menuju mulut Key dengan dua jarinya saat wanita agar wanita itu tidak.
Meneruskan ucapannya, Ferdi sangat mencintai Key hingga dia lebih memilih melihat wanita yang di cintai bahagia bersama pria lain dari pada harus meninggal karna dirinya. Walaupun Ferdi tau jika Key hanya mencoba menggertak ya saja namun pria itu tetap tidak membiarkan Key mengucapkan kata-kata yang menyakitkan itu.
"Aku akan kuliah, dan menjalani hidupku lagi. Kau tidak perlu mencemaskan ku." Bicara sembari kembali masuk kedalam kamarnya.
Saat Ferdi sibuk membersihkan ranjangnya, Key langsung mengeluarkan parfum dari dalam tas jinjingnya. Key menyemprotkan parfum tersebut kesetiaan sudut kamar itu sampai bau alkohol tak tercium lagi
Kini kamar itu sudah terlihat rapi dan indah, Key bahkan lebih nyaman dengan tatanan kamar rapi seperti itu.
"Ferdi, besok adalah acara pernikahan aku dengan Kak Jeni akan di langsungkan secara bersamaan. Jika kau berkenan bisakah kau datang bersama Resni?" Bicara dengan menunjukkan wajah memelas.
__ADS_1
"Tantu saja aku akan datang dalam acara bahagia mu nanti." Bicara sembari memeluk tubuh Keyla.
Key hendak menghindarinya namun karna Key takut pria itu kecewa jadi Key membiarkan Ferdi memeluknya untuk sesaat.
Di depan kamar Ferdi.
Martin yang mulai Tak tahan dengan rasa cemburunya mulai memberontak, dia mendorong Sendi agar menjauhinya. Trik itu berhasil Sendi menjauhi Martin karna di dorong hampir saja tersungkur ke lantai.
Martin langsung berlari menaiki akan tangga rumah Sendi. Sendi segera ikut berlari mengikuti Martin dari belakang. Kini Martin sudah melihat Keyla berpelukan dengan Ferdi dari pintu kamar yang sedikit terbuka.
"Kurang ajar lihat itu, adikmu berani memeluk istri dan anak ku. Akan aku potong tangannya itu." Ucap Martin dengan hendak membuka pintu kamar itu.
Pria itu sudah tak tahan melihat wanitanya dekat dengan pria lain. Bahkan Sendi sampai menghela nafas panjang saat melihat sikap sahabatnya yang terlampau berlebihan seperti itu.
__ADS_1