
Semua orang yang ada di dalam restoran tersebut segera membungkukkan badannya saat melihat siapa orang yang sedang berada di belakang sang CEO.
Hahaha, lihat itu CEO Martin merasakan ada hawa mistik sampai membuat bulu kuduknya itu berdiri ya, ternyata desiran angina juga bisa merasakan jika seorang wanita mampu menaklukkan hati sang CEO. Ruangan yang tadi kelihatan suram dan menegangkan itu kini perlahan hawa sejuk mulai terasa lagi bahkan para pelayan yang tadinya sudah tidak bisa memiliki
harapan untuk berkerja lagi kini mereka bisa merasakan jika masa depan mereka
akan terjamin saat Keyla datang dan membuyarkan suasaan suram dalam restoran
tersebut.
Michael yang sedang lapar segera duduk di samping Martin dan hendak memakan hidangan yang ada di hadapannya saat ini, namun Martin segera menghentikan anaknya itu karena menurutnya makanan itu tidak pantas untuk di makan atau paling tepatnya pantas untuk di buang ke dalam tong sampah saja. Namun Michael tak mengubris ucapan
Daddy nya itu karena perutnya sangat lapar. Dan asisten Hen yang dengan sengaja
menyuruh Nona Mudanya itu untuk datang ke resto karena asisten Hen kasihan dengan nasib para pelayan yang tidak bersalah itu.
Jika Keyla tidak hadir makan para pelayan itu pasti akan di pecat, mereka akan kesulitan mencari perkerjaan sebab siapapun orang yang sudah menyinggung sang CEO maka mereka tidak di terima di perusahaan manapun. Asisten Hen tak bisa membantah
ucapan majikannya karena sebab itu dia meminta pertolongan pada Nona Mudanya. Hanya wanita itu saja yang mampu mengendalikah sikap buas sang raja hutan.
“Michael jangan di makan, rasanya hambar nantik kau pasti muntah,” Martin mencoba memperingatkan anaknya itu.
“Dad, makanan ini sangat lezat apakah lidahmu sedang bermasalah?” Tanya Michael balik dengan masih sibuk mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya itu.
Manager tadi segera berjalan ke depan para pegawainya dan hendak menampar satu wanita yang tadi bertugas mencicipi masakan itu sebelum di hidangkan di hadapan sang CEO. Pelayan wanita itu hanya bisa diam dengan memejamkan matanya karena merasakan ketakutan saat tangan pria paruh baya itu hendak menampar pipinya.
“Hentikan, berani sekali kau melukai seorang waniat saat aku ada di sini!” Teriak wanita itu dengan berjalan mendekati sang manager resto tersebut.
Membungkukkan badannya tepat di hadapan Keyla, “Maafkan saya Nona MUdza karena pelayan ini tidak becus mengurus perkerjaanya dia berani menghidangkan makanan seperti itu di hadapan CEO. Wanita ini harus menerima hukumannya.”
“Apakah karena suamiku bilang makanan itu tidak enak lalu kau langsung mengiyakannya dan lihatlah itu putraku bahkan makan dengan sangat lahap,” sahut key dengan menatap ke arah Michael yang sedang makan dan hampir saja menghabiskan satu piring makanannya. “akan aku cicipi dulu.” imbuh Key.
Key berjalan ke arah meja makan tersebut dan dia mencicipi makanan itu satu persatu, Key juga merasakan jika makanan itu sangat lezat dan tidak ada masalah sedikitpun,
menatap ke arah suaminya. “Pa, makanan ini sangat lezat, apa kau sedang sakit?” tanya Keyla dengan wajah kelihatan khawatir.
“Benarkah, tapi aku tidak merasakan apapun dari makanan itu. Dan mereka semua juga bilang jika makanan itu tidak enak,” ucap Martin apa adanya dengan wajah masih tidak merasa bersalah karena sultan mah bebas.
Keyla menyuruh semua pelayan itu segera membubarkan diri dan Key juga bisa menjamin jika mereka semua tidak akan di pecat, awalnya Martin sangat keberatan setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh istrinya itu, namun saat melihat sang istri
__ADS_1
kelihatan cemberut barulah Martin mengalah dan membiarkan hal tersebut dari
pada Martin harus melihat istrinya diam seperti patung di pojokan toko makan
itu semakin membuatnya ,merasa tidak nyaman dan sepeti hidup di neraka.
Asisten merasa sangat lega karena dia bisa menyelamatkan perkerjaan para pelayan yang bernasib malang siang hari ini. Keyla ikut duduk di samping Martin dan dia makan dengan sangat lahap Martin kembali mersakan perutnya seakan sedang di aduk-aduk saat melihat Keyla makan dengan begitu lahapnya. Martin segera berlari menuju kamar mandi karena Keyla akan marah jika melihat Martin muntah lagi saat dia sedang
makan. Key tak merasa ada yang aneh dengan suaminya jadi dia dan juga Michael makan dengan snaagt lehap.
Toilet.
“Siall kenapa setiap melihat rubah betina itu makan dengan sangat lahap aku selalu saja ingin muntah padahal sejak awal menikah aku sudah terbiasa melihatnya makan dengan sangat rakuas sepeti itu tapi kenapa beberapa hari ini aku selalu saja mual dan muntah jika melihat selera makannya yang bisa di bilang mengerikan itu. Gerutu
Martin dengan menatap wajahnya yang tampan dari pantulan kaca. Martin melipat
lengan kemejanya sampai ke siku dan pria itu membasuk mukanya denga air beberapa saat kemudian Martin keluar dari kamar mandi dan melihat Keyla dan juga Michael sudah selesai makan siang.
“Pa, apa kau sakit?” Tanya Keyla dengan berdiri dari posisi duduknya kemudian berjalan mendekati Martin.
“Ma, aku belum makan apakah kau bisa memasak untuk ku di dapur restoran ini?” pinta Martin dengan memeluk istrinya itu dengan lembut.
Semua pelayan restorna itu sangat kagum dengan kecantika Keyla dan juga wanita itu bahkan semkain kelihatan mempesona saat dia memasak dengan mengunakan Apron di dalam
dapur itu. Semua pelayan tak henti memeperhatikan gerak-geriknya yang sangat
lincah saat sedang memasak bahkan Key dengan sekejap sudah selesai memasak nasi
goreng ke sukaan suaminya itu.
“Lihatlah itu Nona Muda sangat cantik dan aku tak menyangka jika CEO Martin yang selama ini
di kenal kejam ternyata takut dengan istrinya, Nona muda sangat baik hati jika
tadi dia tidak datang entah bagaimana dengan nasib kita tadi.” ucap para
pelayan itu dengan suara lirih.
“Bisakah kalian bereskan kekacauan yang aku lakukan di dapur ini,” ucap Keyla dengan
__ADS_1
mengehentikan langkah kakinya di depan para pelayan yang sekarag sedang menundukkan pandangannya.
“Baik Nona muda,” sahut salah satu para pelayan itu dengan tersenyum manis pada Key.
“Terimakasih,” sahut Key dengan membalas senyuman pelayan itu.
“Hei kawan apa kau lihat itu senyumanya sangat manis seperti gula kapas dan dia begitu cantik seperti bidadari,”
“Ya, pantas saja CEO Martin bertekuk lutut padanya,” para pelayan itu bicara dengan
bersahut-sahutan.
Keyla berjalan mendekati suaminya dan, dia segera menyuapi Martin pada awalnya pria itu menolak karena sangat bertentangan dengan waibawahnya dan juga sikap kejamnya. Namun Key bicara seperti sedang memohon dan Martinpun tak berkutik saat
melihat wajah istrinya memelas seperti itu.
Martin di suapi oleh Keyla, Asisten Hen Kelihatan sedang tegang dia segera menjauh dari Keyla dan menghubungi seseorang.
[Hallo cepat siapkan pasukan ke dekat restoran kantor CEO.] ~ perintah Asisten Hen dengan menatap keluar jendela jika banyak pria memakai baju hitam sedang mengepung
restoran tersebut.
[Baik asisten Hen,] ~ sahut pria di seberang sana dengan segera mengerahkan pasukannya.
Martin mulai curiga dengan gerak-gerik asistenya itu dia segera menyelesaikan makannya. Martin makan dengan sangat lahap saat di suapi oleh istrinya itu, “Sayang jaga Mom,” pinta Martin sebelum dia bernajak berdiri dari posisi duudknya.
“Ada apa Pa?” Tanya
Keyla yang tidak mengerti apa yang terjadi.
“Mom, tetap di sini
bersamaku,” ucap Michael dengan memgangitangan Keyla saat wanita itu mau
berdiri.
WAJAH CEO MARTIN YANG SEKARANG MULAI KELIHATAN TEGANG SAAT MENGETAHUI RESTORAN ITU DI KEPUNG OLEH MUSUHNYA YANG BERASAL DARI DUNIA MAFIA. AKANKAH SANG CEO SELAMAT. . JANGAN LUPA BACA ZERUS CERITANYA YA. .
__ADS_1