
Martin sudah memasuki dapur, dia melihat Sinta dan Jeni sedang sibuk menyiapkan makan siang. Sinta tersenyum bahagia melihat Martin sangat menyayangi anak bungsunya itu. Bahkan mereka terlihat sangatlah serasi yang cowok terlihat dingin dan penyayang dan yang wanita terlihat manja dan cantik. Dua perpaduan insan manja yang sangat serasi.
"Nak Martin, Key sudah besar jadi kau tak perlu repot mengendornya lagi." ucap Sinta sembari menyungingkan senyumannya untuk yang kedua kalinya.
"Aku ingin mengendong anak yang sedang dia kandung Ma, karna calon bayi ku belum lahir jadi aku harus mengendong mereka berdua sekaligus." Martin mencoba menyindir Keyla.
Sindiran itu berhasil Keyla mulai menekuk mukanya, "Oh begitu! Turunkan aku sekarang!"
"Baiklah tuan putriku." Sahut Martin sembari mendudukkan tubuh Keyla di kursi kosong yang ada di meja makan itu.
"Aku bercanda sayang," Ucap Martin sembari menaruh beberapa makanan di piring Keyla. Keyla masih diam dan Sinta yang melihat anaknya sedang merajuk segera berjalan menghampirinya.
"Sayang, kau akan memiliki bayi. Mana boleh kau marah hanya karna suami mu sedang menggodamu." Ledek Sinta sembari membelai lembut rambut Keyla.
__ADS_1
"Aku tidak marah Ma, aku hanya jengkel." Elak Keyla dengan menatap Sinta.
"Itu beda kata tapi memiliki arti yang sama, sayang." Martin menyambar ucapan Keyla dengan menarik salah satu senyumanya.
"Diam kau Kak, Aku sedang bicara dengan Mama." Sahut Keyla dengan bibir manyun namun wajah Keyla terlihat sangat mengemaskan jika sedang marah seperti ini.
Martin langsung diam sembari menahan tawanya karna pria itu tau jika Keyla tak Berani berkutik jika sedang ada dihadapan Sinta. Hahaha hanya kedua orang tua Keyla saja yang mampu membuat wanita itu takut. Bukan berarti Keyla tidak takut terhadap Martin hanya saja. Si Key itu sering ngambek tanpa alasan mungkin karna emosinya tidak stabil karna dia sedang hamil.
Hahaha lucu sekali, Sinta tak berani memarahi putrinya karna takut pada Martin, hingga wanita paruh baya itu hanya bisa menunjukan ya dengan sikap saja.
Jeni mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada di samping Martin. Wanita itu terlihat semakin cemburu jika melihat sikap Sinta yang sangat menyayangi adiknya dari pada dirinya bahkan tangan Jeni mengepal dengan kuat dari bawah meja makan itu. Kau harusnya lebih baik merelakan adikmu supaya bahagia bersama suaminya Jen. Dari pada kau harus merusak rumah tangga bahagia adikmu demi ambisi mu untuk memiliki Martin. Karna hal itu tak akan pernah terjadi bahkan dalam mimpimu sekalipun.
Jeni sudah mendudukkan tubuhnya di kursi, namun jika dilihat dari ekspresi wajah Jeni wanita itu terlihat tidak sedang baik-baik saja. Wajah Jeni terlihat pucat pasih dengan keringat mulai menetes perlahan dari keningnya.
__ADS_1
Entah apa yang sedang terjadi pada Jeni tiba-tiba wanita itu berkeringat dan menggembungkan mulutnya. Jeni yang sudah merasa perutnya seakan di aduk-aduk. itu segera berlari menuju wastafel yang ada didalam dapur tersebut.
Sinta, Martin dan Keyla saling berpandangan satu sama lain. Mereka sedang heran apa yang sedang terjadi pada Jani kala itu.
Setelah sampai di wastafel. Jeni langsung memuntahkan semua makanan yang sempat dia makan tadi, tubuhnya terlihat gemetar dengan berkeringat dingin,
Apa ini, apa yang sedang terjadi padaku aku mulai seperti ini sejak satu Minggu yang lalu. Pasti karna aku sering terlambat makan setiap hari. Gumam Jeni sembari mencuci mukanya tanpa sabun.
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE CERITA SAYA YANG BERJUDUL, "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN."
YANG MAU PESAN BAJU SILAHKAN CHAT ADMIN KHAIRIN NISA YA. KLOTER PERTAMA SUDAH DI KIRIM BAJUNYA. DAN SEKARANG KLOTER KEDUA SUDAH DI BUKA YA.
__ADS_1