Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Yang Hamil Keyla Yang Ngidam Martin.


__ADS_3

    “Aduh kamu ini mintak di dorang terus, aku capek tau,” gerutu Michael dengan mengambil Eve dalam tempat tidur bayinya.


     “Eh apa ini yang


m hangat, kok mulai membasahi tubuhku sih,” gumam Michael dalam hati dengan


mengerutkan keningnya.


    Michael mulai merasakan ada air hangat yang mulai membasahi tubuhnya saat ini, Michael mulai mengarahkan tangannya ke pantat bayi itu, seketika mata Michael mulai


terbelalak dengan begitu lebar karena dirinya menyadari jika air hangat yang tadi dia maksud adalah pipis Baby Eve. Sontak bibir Michael langsung manyun dengan masih membawa Eve dalam gendongannya dan anak itu masuk kembali ke dalam


rumah dengan wajah di tekuk.


    Bisa di bilang inibkali pertama Michael di pipis si oleh bocah, Micael ingin sekali meninggalkanbanak kecil dalam gendongannya itu di halaman rumah dengan kereta bayinya namun jika dirinya sampai melakukan hal tersebut maka nantik Keyla akan marah padanya. Baby Eve menangis sejadi-jadinya mungkin saja bayi itu sangat rishi karena popoknya belum di ganti juga sedangkan Michael semakin kebingungan dengan berjalan mendekati di mana Keyla dan juga ibu si bayi berada.


   Saat Key sedang berbicara dengan Resni dia mendengar tangisan anak sahabatnya segera bernajak berjalan mendekati Michael yang sekarnag sedang menekuk mukanya dengan bajunya yang berwarna kuning itu kelihatan basah namun Key dan juga Resni belum mengetahui jika baju anak lelaki itu basah terkena pipi Eve.


  “Michael kau apakah anak kecil yang tidak bersalah ini?” tanya Key dengan berjalan ke arah Michael yang sekarang kelihatan semakin cemberut.


     Tukan aku lagi yang di marahi sama Mom jika kau menangis! Kira-kira seperti itu arti dari tatapan sinis Michael pada bayi cantik yang sekarang masih berada dalam


gendongannya.


       “Key, apa kau tidak lihat itu baju Michael basah berarti Eve sedang pipis,” Resni menyambar ucapan Keyla agar sahabatnya itu tidak memarahi anaknya lagi yang tidak bersalah.


     Michael mengumpat dalam hati karena dia sangat risih dan juga jijik di pipisi oleh anak kecil, hal itu sangat wajar terjadi karena Michael belum memiliki adik namun kelak


dirinya akan memiliki adik jadi harus tahan dengan cobaan berat ini. Michael sudah


terbiasa jika melihat darah namun sebaliknya dirinya begitu terganggu dengan


pipis anak kecil bahkan setelah Resni mengambil Baby Eve dalam gendongan


Michael anak lelaki itu langsung berlari menaiki anak tangga dengan setengah


berlari dan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


      Brak! Michael membanting pintu kamarnya dengan kasaar dengan mengerutu kesal, Michael mengambil handuk dan juga baju dari dalam lemari bajunya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Michael bahkan mandi sampai tiga kali untuk menghilangkan pipis Eve yang menempel pada tubuhnya sebenarnya itu terlalu berlebihan namun anak sultan mah bebas.


      “Awas saja jika anak itu besar maka aku akan jitak kepalanya nantik, sebab dia sudah berani pipis di tubuhku,” gerutu Michael dengan memakai baju yang baru saja dia ambil dari lemari tadi.

__ADS_1


     Malam hari.


      Michael, dan juga Martin serta Key sedang duduk di meja makan mereka. Michael masih


memberengut karena kejadian siang tadi sedangkan Martin sejak tadi


memperhatikan wajah datar anaknya saat mencicipi makanan kesukaan Keyla.


Bisanya Michael akan memuji masakan Mom nya namun kali ini anak itu hanya diam


dengan masih menghabiskan makanannya. Sedangkan semua pelayan di rumah itu sedang berdiri di jarak yang tidak jauh dari majikannya makan malam mereka menundukkan pandangannya dengan heran karena CEO Martin tidak menolak masakan istrinya, sedangkan makanan yang di masak koki handal di kota itu dia muntahkan dan


bilang jika makanan tersebut tidak ada rasanya.


     “Ma, kenapa Michael?” tanya Martin dnegan sura pelan agar anaknya itu tak mendengar apa yang dia bicarakan.


    “Eve tadi pipis,”


    “Uhuk. . . uhuk. .” Michael langsung tersedak makanan yang sedang dia makan tadi, sedangkan pelayan yang sedang  berdiri di belakang anak itu dengan sigap langsung mengambilkan air putih yang ada di samping anak itu. Michael segera meminum air yang di sodorkan oleh pelayan rumahnya dan meneguk air itu sampai habis.


      “Mom, lain kali jangan pernah suruh aku menjaga bayi itu lagi!” gerutu Michael dengan wajah memberengut dengan menaruh gelas yang dia pegang di atas meja.


     “Hahaha! Sayang Eve kan anak kecil mana boleh kamu seperti itu,” jawab Martin dengan tawa renyah dari bibirnya, pasti pria itu sedang membayangkan bagaimana ekspresi


      “Nantik jika adik mu lahir apakah kau akan begitu, kau tidak mau membantu Mom mengurusnya,” ucap Keyla dengan menunjukkan wajah memelas namun wanita itu juga melirik ke arah Michael ingin mengetahui bagaimana ekspresi wajah anaknya.


    “Mom dia adik ku akan aku bantu tentunya kau tak usah bersedih,” sambung Michael dengan menatap ke arah Keyla dengan wajah bersungguh-sungguh.


       ­ _ _ _ _


       Pagi haribseperti biasanya Martin berangkat kerja dengan di antar oleh Asisten Hen sedangkan Michael berangkat sekolah dia antar oleh pengawal Martin. Rumah itu masih tetap sama di jaga oleh banyak pengawal Martin namun Key tidak protes sedikitpun karena dirinya sudah terbiasa melihat permandangan taka sing di penglihatanya itu.


    Hari ini Martin begitu sibuk sampai dirinya tidak sempat memberikan kabar pada Keyla jika dia mungkin akan terlambat datang malam ini, namun setiap waktu jam makan siang Asisten Hen akan pulang ke rumah Martin dan mengambil masakan yang sudah di masak oleh Keyla, sebab Martin masih juga belum bisa menerima makanan yang di


masak oleh orang lain. Pria itu masih mengidam tapi tidak ada yang mengetahui


hal tersebut kecuali asisten Hen.


     “Asisiten Hen sekarang sudah pukul berapa?” tanya Martin dengan menatap ke arah asisten ya yang sekarang seang berdiri di depannya.


      “Maaf, tuan muda saya lupa mengambilkan makanan anda,” sahut Asisten Hen dengan membungkukkan badannya.

__ADS_1


    Ini sudah berlangsung selama dua bulan dan usia kehamilan Key hampir menginjak tiga bulan selama itu Asisten Hen selalu bolak balik ke rumah Martin setiap saatnya


makan Siang tiba. Ini pasti sangat merepotkan menurutnya namun apa daya jika


sang Radja sudah menurunkan titahnya maka dia hanya bisa mematuhi ya tanpa


mempunyai wewenang untuk menolaknya.


      Sekarang Keyla sudah membawakan makanan untuk CEO Martin dan Asisten Hen sudah berada di dalam mobil sedang menuju ke MK GROUP. Sesampainya di kantor asisten Hen langsungnmanaruh makana tersebut di hadapan CEO Martin.  Martin melihat Keyla sedang memasak steak daging yang kematangan medium dan sup ikan yang rasanya begitu lezat bahkan dengan sekali makan semua itu habis bahkan Asisten Hen pun tidak di tawari sedikitpun.


      “Anda sudah kenyang Tuan muda?” tanya Asisten Hen saat Martin mudah menghabiskan semua makananya.


     “Belum!” sahutbMartin dengan menatap ke arah Asistennya.


      Karena tidak menyangka dengan apa yang di ucapkan CEO Martin asisten Hen tanpa sadar melotot pada Martin, karena menurutnya apa yang di makan oleh Martin kali ini begitu banyak tapi pria itu bilang belum kenyang juga hal yang sangat aneh.


      “Sana ambil makanan lagi, aku masih belum kenyang juga ini makanan terlalu sedikit,” ucap Martinbdengan menatap dua piring steak bakar dan juga dua mangkuk sub ikan yang sekarang sudah kosong semua.


      Padahal Keyla


sengaja memasak banyak dan memeberikan satu steak daging dan datu mangkuk sub


ikan untuk asisiten Hen namun siapa sangka jika Martin malah memakan semuanya


dan masih juga belum kenyang, atau mungkin di perut pria itu begitu banyak


cacingnya sampai dia tidak merasakan kenyang walaupun sudah makan banyak.


Bahkan selera makan Key yang rakus ini mulai menular padanya juga.


    “Sebenarnya yang


hamil Nona muda ataukah Anda,” gerutu asisiten Hen dalam hati dengan menelan


Saliva ya yang terasa getir sebab dirinya belum makan siang sejak tadi.


    Asisiten Hen harus


kembali ke rumah Martin sehari tiga kali bahkan lebih, sungguh serkertaris itu


sangat kerepotan dengan selera makan Martin yang sekarang beruba sangat aneh

__ADS_1


tidak seperti biasanya.


SETELAH BACA JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA KHAIRIN NISA YANG BERJUDUL SANG PENAKLUK 2.


__ADS_2