
Semalam hujan turun sangatlah deras membasahi bumi, di salah satu kamar kedua insan manja itu sedang meringkuk di balik selimut tebal mereka dan mereka saling mendekap satu sama lain, ya Martin dan Key sedang tidur dengan begitu pulasnya mereka saling memeluk satu sama lain sungguh romantis. Key yang tiba-tiba bangun dari tidurnya wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya di dalam kegelapan kamar, dia menaruh kepalanya di bahu suaminya. Sikap ngidam bumil itu mulai kambuh lagi dia mulai mengendus ketiak suaminya yang sangat harum itu walaupun tidak menggunakan deodoran. Pria itu mulai terlihat rishi dan dia segera membuka matannya karna merasakan geli akan kejahilan istrinya itu.
''Sayang, ini masih pagi apakah kau sedang lapar?'' Tanya Martin dengan memundurkan kepala istrinya sedikit menjauh dari tubuhnya.
''Jika aku lapar aku akan makan nasi, mana mungkin aku akan makan ketiakmu ini.'' Gerutu Key dengan mata menajam di tengah kegelapan kamar itu.
''Lalu apa yang kau inginkan?''
''Kak aku sangat haus, dan minumnya sudah habis.'' bicara dengan nada suara manja namun mengandung perintah.
Menyentil pelan jidat istrinya itu, ''Ya, aku akan mengambilkan air untukmu.'' Martin sangat pintar dia sudah paham betul dengan apa yang di ucapkan oleh istrinya itu. Hanya Keyla saja yang bisa membuat singa itu tunduk di hadapannya.
Namun apa yang bisa CEO itu ucapkan jika sang ratu sudah menurunkan perintah dengan nada suara manja dan menggoda seperti itu, lagi-lagi pria itu tak bisa menolak semua yang istrinya ucapkan Martin sangat menyayangi calon anaknya itu jadi dia akan melakukan apapun agar anaknya tidak ngeces contohnya seperti sekarang ini.
Kau sangat beruntung Key karna mendapatkan suami sepertinya semua wanita di bumi ini pasti merasa iri padamu, kau harus menjaga pria itu baik-baik karna Jeni sudah mengincarnya sejak lama.
Martin keluar dari kamar itu dan dia tak lupa menutup kembali pintu kamarnya. Sedangkan semua pengawal yang bertugas menjaga cctv yang ada di kamar Jeni masih tak bergeming menatap layar monitor itu. Mereka melihat Jeni yang sedang memegangi pisau dapur semalaman bahkan wanita itu belum tidur, setiap kali Jeni mau menutup matanya bayangan Keyla yang sedang bermesraan dengan Martin terus mengganggu pikirannya bahkan kini wajah cantik wanita itu kelihatan berantakan dia duduk di bawah lantai dengan punggung bersandar di bibir ranjangnya tangan wanita itu memegang pisau dapur dengan tersenyum sendiri entah apa yang sedang dia pikirkan sekarang pastinya itu bukanlah suatu yang baik.
Martin sudah turun dari anak tangga terakhir dia melihat Asisten Hen sedang duduk di ruang tamu rumah itu, asisten itu berjaga semalaman bahkan dia menaruh banyak pengawal yang berjaga dan di liar dan di dalam rumah itu.
__ADS_1
Kamar Jeni.
Wanita itu mulai beranjak berdiri dari posisi duduknya dan dia mulai keluar dari kamarnya dengan menaruh pisau di balik bajunya, melihat wanita itu sudah mulai beraksi banyak pengawal yang mulai bersiaga tak terkecuali Martin.
Kamar Jordan.
Kedua orangtua itu masih tertidur lelap karna waktu masih pukul 04.00, pagi. Martin sengaja tidak memperbolehkan Asisten Hen memberi tahu kan keadaan Jeni karna pria itu takut jika kedua orang tua istrinya itu akan kaget dan merasa khawatir.
Kamar Keyla.
Wanita itu sudah bangun namun dia masih berbaring di ranjang dengan memainkan ponselnya, dia hendak balik tidur lagi namun karna tenggorokannya merasa sangat haus jadi dia meraih ponselnya yang ada di samping ranjang dia mulai memainkan permainan START GIRL yang ada di dalam ponselnya.
Namun Key sangat kaget ketika melihat yang datang adalah Jeni, Key langsung berdiri pelan dari posisi duduknya dan hendak menghampiri Jeni namun langkahnya seketika terhenti saat melihat wanita itu kelihatan berantakan. Key mulai menjaga jarak dari Kakaknya itu.
''Kak, ada apa sepagi ini kau datang ke kamarku?''
''Aku sangat merindukan mu Key, sebentar lagi kita akan melangsungkan pernikahan bersamaan.'' Bicara dengan berjalan mendekati Keyla,
Mundur beberapa langkah ke belakang, ''Ya kita akan bahagia bersama Kak.'' Memaksakan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
''Tidak!'' Jeni bicara dengan mulai meninggikan suaranya.
''Apa maksud dari ucapan Kak Jeni?'' Key mulai menyalakan sakral lampu di dalam kamarnya itu.
Kini sangat terlihat jelas jika Jeni sedang menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya, Ya itu adalah pisau dan Key tidak bodoh wanita itu malah menarik salah satu senyumnya. Padahal seharusnya Key merasa takut karna Jeni sudah mulai terang-terangan mengungkapkan rasa benci padanya.
''Kau mau membunuhku Kak?'' Bicara sembari tangannya mulai bergerak membuka laci yang ada persis di belakangnya. Key mengambil pisau dari dalam lagi itu dan segera menggenggamnya dengan erat.
''Hahaha! Kau ternyata sangat pintar adikku sayang,'' sindir Jeni dengan berjalan semakin mendekat.
Yang mau pesan jaket gabungan Hody silahkan japri admin Khairin ya.
yang mau pesan baju CEO juga kloter kedua sudah buka ya. Saya sedang sakit jadi minta maaf jika update tidak teratur akhir-akhir ini. namun saya masih sempatkan update jika saya mampu maafkan karna sudah mengecewakan para readers semua.
Salam hangat Khairin Nisa. Love you NISTY lovers.
__ADS_1