Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Tertipu Wajah Lugu.


__ADS_3

"Sayang, apakah tadi kau benar sudah mempercayai Jeni?" Tanya Martin yang masih penasaran dengan apa yang ada didalam pikiran istrinya itu. Karna jalan pikiran Keyla tidak bisa ditebak oleh siapapun kecuali dirinya dan tuhan saja yang tau.


"Huff! Kau pikir aku bodoh!" Sindir Keyla dengan wajah terlihat jutek sembari menaruh tangannya di perut.


Martin langsung melotot karna kaget melihat jawaban Keyla kala itu, "Maksud mu tadi kau sedang bersandiwara?"


"Ya," Bicara dengan meringis.


Sial aku tertipu wajah polosnya lagi. Selama ini aku selalu menganggap dia kelinci kecil yang imut dan harus selalu aku lindungi. Tapi siapa sangka jika dia adalah rubah kecil yang sangatlah licik dan tidak bisa di tebak jalan pikirannya. Martin berdecak kesal dalam hati.


Hahaha! katanya kau CEO yang paling pintar dalam berkuasa lihatlah sekarang Martin, kekuasaan dan kepintaran yang selalu kau tunjukkan untuk menaklukkan musuh-musuh mu kini tidak berfungsi lagi. Kau sudah kala telak dari setiap sudut apapun. Kau tak bisa membaca jalan pikiran Istrimu itu kan hahaha memang hanya Keyla saja yang mampu mempermainkan mu seperti ini. Kau kini harus belajar tidak menganggap bodoh wanita itu. Gadis kecil dan polos yang kau nikahi dulu kini mulai menjelma menjadi wanita dewasa yang sangat tangguh dan kuat. Keyla selalu saja bersembunyi di balik wajah polosnya itu dan itu adalah ciri khas Keyla.


Menyentil jidat Keyla pelan karna merasa gemas, "Kau membuatku ketakutan setengah mati bahkan aku sampai meninggalkan rapat yang sangat penting demi datang menemui mu."

__ADS_1


"Kau menyesal tadi telah mengkhawatirkan aku?" Bicara dengan wajah jutek.


"Tentu saja tidak sayang," Ucap Martin sembari mengecup pipi Keyla.


"Kak apakah kau akan kembali ke kantor?"


"Tidak, aku akan menemanimu saja." Sahut Martin sembari mengendong tubuh Keyla.


Martin bukannya membawa Keyla keranjang namun pria itu malah membawa Keyla keluar dari kamar sembari masih membopongnya.


"Ini sudah waktunya makan siang sayang, aku akan membawamu pergi kedapur." Ucap Martin dengan wajah datar.


Kedua orang itu terlihat sangat romantis dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata jahat yang sedang memperhatikan mereka dari balik pintu dapur. Ya itu adalah Jeni wanita itu melihat Keyla dengan tatapan penuh kebencian dan terlihat kobaran api yang sedang menyala-nyala dari balik kornea matanya. Jeni melihat Keyla dengan alis hampir menyatuh tangannya perlahan mulai mengepal dengan sangat kuat dan membentuk sebuah tinju.

__ADS_1


Keyla dan Martin masih asik bersenda gurau, kini Martin mulai turun dari anak tangga terakhir rumah Jordan, Keyla meronta minta di turunkan namun Martin tidak mengubris sedikitpun ucapan istrinya itu. Ya pagi tadi untuk pertama kalinya Martin pergi kekantor tanpa Keyla hingga tak heran kini Martin sangat merindukan istrinya yang manja dan lucu itu. Bahkan Martin tak hentinya menatap Keyla sampai wanita itu tersipu malu kini pipi Keyla terlihat merah seperti tomat, itu bukan merah karna amarah namun karna rasa malu yang semakin memperbudak dirinya. Ternyata Keyla juga bisa jadi bucin sama seperti Martin.


Jeni segera kembali kedapur sebelum Martin dan keyla melihatnya sedang memperhatikan kedua orang yang sedang kasmaran Tersebut.


"Kak, turunkan aku nanti di lihat Mama." Ucap Keyla dengan wajah memohon. Namun Martin masih tak mau perduli dengan ucapan istrinya itu.


"Biarkan saja, aku masih merindukan mu." Sahut Martin sembari mengigit bibir bawahnya.


Martin semakin mendekatkan bibirnya kearah bibir istrinya namun Keyla langsung mengigit kertas-keras bibir Martin sampai pria itu meringis kesakitan.


"Kau berani menggigitku!" Teriak Martin dengan alis hampir menyatuh. Martin masih tetap mengendong Keyla. Pria itu mulai merasakan nyeri di bagian bibir bawahnya akhibat gigitan gemas istrinya itu.


"Iya, Ngak boleh?" Ucap Keyla dengan meloto. "nanti dedek ngeces jika tidak dituruti." Lagi-lagi Keyla menunjukkan wajahnya yang memelas itu.

__ADS_1


Berdecak kesal, "Baiklah aku tidak marah." Martin selalu mengalah jika sudah menyangkut tentang bayi yang ada didalam kandungan istrinya itu.


asal kau tahu itu hanyalah akal bulus Keyla saja untuk mengelabuhi mu sesungguhnya Keyla selalu gemas dengan bibir mu yang merah alami dan terlihat menggoda itu.


__ADS_2