Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Episode 99


__ADS_3

     Martin masih sama seperti dulu dia terlalu sensitive jika sudah menyangkut tentang wanita yang dia sayangi, padahal asisten Hen sudah berhati-hati dalam bicara, Martin


menendang kaki Asisten Hen dengan kasar namun pria itu tidak berani untuk mengusap


kakinya yang kini terasa nyeri, sorot mata Martin selalu bisa seakan membuat


bulu kuduk Asisten Hen berdiri bahkan angin dari ac yang tadinya terasa sejuk


kini malah berubah menjadi dingin yang sekaan menusuk kulitnya.


       Tuan muda saya mohon hentikan sikap anda ini, jika orang lain sampai melihatnya maka anda akan malu karena CEO  di dunia mafia dan juga bisnis bisa tunduk


pada istrinya bahkan sikap bucin anda ini sudah kelewatan batas maksimal.


     Ingin sekali rasanya asisten Hen mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini namun pria itu tidak pernah berani karena dia masih menyayangi hidupnya.


      “Maksud saya begini Tuan muda,” bicara dengan memundurkan satu langkah kakinya kebelakang seolah dia sedang mencoba mengamankan tubuhnya dari tendangan kaki Martin, hanya sekedar berjaga-jaga saja. “Awalnya yang biasa membantu persalinan adalah dokter pria namun saya sudah mengantur agar dokter wanita berjaga mulai dari hari ini untuk mengantisipasi jika sampai nona muda melahirkan lebih cepat dari


prediksi dokter,”


       Asisten Hen bicara dengan kata-kata yang mudah di cerna oleh majikannya karena pria itu tau dengan sangat jelas jika Martin selalu saja sensitive jika menyangkut tentang


istrinya.


       “Kenapa kau tidak bilang dari tadi,” sahut Martin dengan wajah datar tanpa rasa bersalah. “apakah kaki mu sakit?” tanya Martin dengan mengarahkan pandangannya ke arah kaki kiri asisten Hen yang dia tendang tadi.


       Bagaimana mungkin saya bisa menjelaskan pada anda Tuan muda, jika anda sudah salah paham dan sudah naik pitam seperti tadi. Gerutu asisten Hen dengan mengelengkan pelan kepalanya.


       Baskem Lowang.

__ADS_1


     Lean yang merupakan orang kepercayaan Henden sekaligus mata-mata yang di tugaskan untuk mengawasi setiap gerakan Martin, datang memasuki pintu utama ruangan itu. Lean berjalan masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah lebem akhibat pukulan Martin dan juga asisten Hen beberapa waktu yang lalu.  Semua orang sangat menghormati Lean karna pria itu merupakan satu-satunya orang kepercayaan Henden.


      Henden yang sedang duduk di kursi kebangaanya segera beranjak berdiri saat mengetahui wajah  orang kepercayaanya terluka, “Lean apa yang terjadi padamu?”


        Lean menghentikan langkahnya di depan Henden yang sedang mengamati wajahnya, “Aku tadi di serang oleh segerombolan orang yang tidak aku kenal,” sahut Henden berbohong.


     “Aku kira Martin mengetahui tentang siapa kau sebenarnya,” ucap Henden dengan mendudukkan kembali tubuhnya di kursi yang tadi sempat dia duduki.


       Henden tidak pernah memperdulikan jika semua orang yang berpihak padanya akan mati karena yang hanya dia perdulikan ialah bagaimana dia bisa menghancurkan musuh


terbesarnya. Padahal selama ini Martin sudah mencoba menghidar dari serangan


yang dia lakukan karena bagi Martin selama pria itu tidak menganggu anak dan


juga istrinya maka bagi Martin tidak jadi masalah.


     Semua hal yang selalu pria itu bangakan akan di renggut kembali oleh Martin karena sebagian anak buah Henden telah di hasut oleh Lean agar berpihak pada Martin. Namun Henden tidak mengetahui hal tersebut karena pria itu sudah terlalu percaya pada Lean hingga dia tidak pernah menaruh rasa curiga sedikitpun.


"Lean," panggil Henden dengan menatap ke arah pria yang sekarang masih menundukkan pandangannya tepat di hadapannya.



"Ya Tuan Henden," sahut Lean dengan mengangkat wajahnya.



"Aku mulai tertarik dengan istri Martin itu, dia sangat cantik dan juga pintar dalam segala hal bisakah kau bawa wanita itu padaku setelah dia melahirkan bayinya?"


__ADS_1


Diam\-diam Henden mulai menaruh perasaan kagum yang perlahan berubah menjadi cinta pada istri musuhnya itu. Sejak awal Keyla memang sangat berbeda dengan gadis kebanyakan yang selalu manja dan ingin hidup mewah selama ini walaupun Keyla hidup dengan bergelimpangan harta namun wanita tidak pernah hidup boros dan lebih memilih membagikan sebagai harta kekayaannya untuk beramal ke beberapa panti asuhan yang ada di kota itu.



Rasa kagum yang di rasakan oleh Henden lama\-kelamaan pria itu tanpa sadar malah jatuh hati pada istri musuhnya bahkan melihat Keyla selalu dekat dengan Martin Henden sangat cemburu sekarang Henden tidak perduli dengan permusuhannya pada Martin dia lebih memilih merebut hati wanita yang sangat dia cintai.



Semua orang yang tadi berdiri di samping Henden segera pergi setelah melihat isyarat tangan majikanya. Henden tidak ingin semua orang mendengarkan apa yang akan dia bicarakan dengan Lean.



"Anda tau sendiri Tuan muda jika CEO Martin selalu menaruh beberapa pengawal yang sangat terlatih untuk menjaga kemanapun istrinya itu pergi. Apa lagi sekarang Nona Keyla juga jago menembak dan itu akan menambah sulit untuk membawanya pergi dari istana CEO Martin," jawab Lena dengan masih menundukkan kepalanya.



Pyarrr. Henden begitu marah dengan apa yang Lean ucapkan tadi karena apa yang pria itu inginkan haruslah terlaksana walaupun sesulit apapun jalan yang harus dia tempuh. Bahkan Henden tidak keberatan jika dia harus kehilangan banyak pengawalnya demi membawa istri musuhnya itu berada di dekatnya.



Henden sungguh pria yang egois dia bahkan bisa merelakan begitu saja nyawa banyak pengawalnya di demi menuruti hawa nafsunya.



"Saya akan usahakan semampu saya Tuan."



Henden sangat puas dengan jawaban Lean dan pria itu pergi dari hadapan Henden.

__ADS_1


__ADS_2