Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Michael Sangat Hebat.


__ADS_3

Setelah Michael masuk ke dalam ruangan Martin, anak itu melihat Keyla sedang di paksa memasuki ruang kerja asisten Hen. Semua penjahat itu tidak perduli dengan kedatangan Michael karna mereka mengira. Apa yang bisa di lakukan oleh anak kecil sepertinya walaupun melihat kejadian di dalam ruangan itu. Michael yang berwajah datar menatap ke arah Keyla yang sedang di seret paksa sampai lutut wanita itu tergores pingiran pintu dengan sangat keras hingga mengeluarkan darah segar.


   Michael mengambil senapan yang selalu dia taruh di belakang pingangnya. Michael terlebih dulu menatap ke arah Martin dan pria itu mengerdipkan salah satu matanya. Michael tak tahan melihat ada orang yang menyakiti Mommy yang sangat dia sayangi.


   Dor. . dor. . dor. . !


    Michael menembak pria yang tadi membuat Mommy nya terluka tepat di bagian punggungnya dan menembus langsung ke jantung pria itu hanya dengan satu tembakan saja. Martin serta asisten Hen membereskan empat penjahat lainya, Keyla pingsan setelah melihat pria yang tadi menyeretnya bermandikan darah, Key tidak tau jika yang menembak pria itu adalah putranya sendiri, Dengan sekejap para penjahat itu tergeletak di lantai dengan darah yang terburai. Tanpa mereka ketahui jika Martin memiliki komplotan mafia di luar perusaan itu hanya saja Martin jarang sekali menemui anak buahnya karna Asisten Hen yang mengurus semuanya.


   Selain seorang CEO di perusaahaan terbesar di kota itu ternyata Martin adalah CEO mafia yang paling di takuti di kota itu namun sejak menikah dan jatuh cinta pada Keyla, Martin lebih fokus pada urusan kantor dan menyerahkan dunia Mafia sepenuhnya pada asisten Hen.


     Jadi tak heran jika sejak kecil Michael sudah di ajari bermain senapan dan lain sebagainya itu semua demi melindungi dirinya sendiri dan juga orang yang mereka sayangi, dan karna sebab itu juga Martin menyenbunyikan identitas Michael dan juga Keyla.


    "Daddy, aku pulang dulu sebelum Miranda melihat semua ini!" Setelah melihat anggukan kepala Daddy nya Michael segera keluar dari ruangan itu.


    Miranda tidak mendengar apapun dari dalam ruangan itu karna  dinding ruangan CEO di kelilingi dengan peredam suara. Setelah Michael keluar dari ruangan itu tak lama kemuadian banyak pengawal masuk ke dalam ruangan Martin. Miranda hendak mengintip ke dalam ruangan, jelas dia kepho dengan apa yang sedang terjadi di dalam sana namun Michael segera menutupi wajah saudaranya dan mengajak Miranda pulang.


     ''Hei Michael aku belum bertemu dengan Tante Keyla. Dia tadi bilang sepulang sekolah mau mengajak kita jalan ke Mall." Gerutu Miranda dengan menarik balik tangannya.


   "Mommy bilang batal dan kita di suruh main ke rumah tante Resni untuk memberitahukan hal ini," Menatap Miranda yang sedang menekuk mukanya karna merasa kesal. "kau tidak rindu dengan baby Eve?" tanya Michael dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


   Mendengar tentang nama Baby Eve di sebut Miranda langsung sumringah dan mengandenga tangan Michael munuruni eskalator perusahaan. Sedangkan di lantai bawah para pegawai perusaan itu sedang gibah karna mereka penasaran dengan yang terjadi di ruangan CEO sampai semua pengawal berlarian menuju ruangan itu. Michael berhenti tepat di kerumunan besar, Merlin tidak pernah ikut gibah dia tetap berada di meja resepsionis namun setelah melihat Michael, Merlin bergegas mendekati anak kecil itu.


    "Kalian sudah banyak uang! Mau di pecat!"  Ancam Michael dari belakang kerumunan besar itu.


   "Hei, kau sama galaknya dengan Daddy mu," bisik Miranda di telingga Michael, namun dia tak menghiraukan ucapan Miranda.


    Semua orang yang sedang sibuk gibah dalam kerumunan besar itu segera mengalihkan pandanganya ke asal suara di belakang mereka. Setelah melihat Michael mereka segera membungkukkan badannya meminta maaf akan kelancangan mereka barusan.


    "Selesai minta maaf pergilah!" Michael bicara dengan wajah datar. Tanpa mendapat perintah yang ke dua kalinya para pegawai kantor segera pergi dari hadapan Michael.


    Asisten Hen yang di suruh Martin untuk mengantar Michael dan juga Miranda menuju rumah Resni. Hei lihat itu asisten Hen tersenyum menahan tawa di wajahnya saat melihat sikap Michael sama persis seperti Martin. Bukan hanya asisten Hen saja bahkan para pegawai perusaaan itu juga kaget kenapa anak sekecil itu sudah memiliki sikap yang lebih dewasa dari umurnya. Itu semua tak lepas dari didikan Martin di belakang Keyla.


   Karna jika Key tau anak kesayanganya di ajari main pistol dan lain sebagainya maka Key akan marah, lebih lagi Key di dalam ruangan tadi tidak melihat jika Michael menembak pria yang berani kurang ajar padanya.


    Ruangan Martin.


     Martin segera membopong Keyla, "Bersihkan ruangan ini sampai tidak tercium bau darah lagi, dan segera singkirkan mayat itu! Cari siapa dalang di balik semua ini!" Semua pengawal yang ada di dalam ruangan itu mendengarkan ucapan Martin dengan menundukkan kepalanya. .


    Setelah Martin masuk ke dalam kamar pribadinya, para pengawal itu membersihkan ceceran darah yang terburai di lantai, mereka membawa mayat itu keluar dari ruangan itu dengan membuka pintu rahasia yang ada di dalam ruang kerja asisten Hen. Pintu rahasia itu langsung menuju ke parkiran pribadi mobil CEO. Dengan begitu tidak akan ada orang yang tau ataupun melihat mayat itu keluar dari ruangan CEO.

__ADS_1


    Di dalam Kamar Martin.


      "Jangan sentuh aku!" Ujar Keyla dengan menyingkirkan kasar tangan Martin dari pipinya. setelah siuman dari pingsannya.


   "sayang, sayang ini aku." Ucap Martin dengan memegangi ke dua tangan keyla.


   Key membuka matanya dan segera memeluk tubuh Martin dengan erat saat melihat suaminya baik-baik saja. "Aku takut jika kau sampai terluka," Key bicara dengan air mata mengakir di pipnya, karna tak tahan dengan sesak di dadanya key sampai menangis sesenggukan.


   Key membayangkan jika hal buruk sampai terjadi pada Martin maka apa yang akan di lakukan olehnya dan Michael nanti.


     "Sudah jangan menangis tidak akan ada yang bisa membunuhku, kecuali omelanmu itu." Goda Martin dengan memeluk lembut tubuh istrinya itu.


   Martin tidak takut jika dia harus mati, namun dia sangat takut jika Keyla sampai terluka karna dirinya.  dari pada di kepung oleh segelintir pembunuh bayaran Martin lebih takut  jika istrinya mulai ngomel dan merajuk. Siapa yang bisa menaklukan Martin kecuali Keyla.


  Karna sebenarnya Keyla lah yang menjadi kelemahan terbesar pada Martin.


Rumah Resni.


__ADS_1


Wanita itu sedang mengendong baby Eve yang sedang rewel, tak lama kemudian mobil yang di kemudian oleh asisten Hen masuk ke dalam halaman rumahnya. Salah satu pelayan Resni memberitahu akan kedatangan Michael dan juga Miranda. Resni segera keluar dari rumah dengan membawa Eve di gendongannya.


Miranda yang sudah merasa rindu dengan Eve segera berlari menuju Resni dan mengecup baby mungil dan juga cantik itu. namun Michael masih memasang wajah datar pada Resni.


__ADS_2