
Malam hari.
Key sedang menyandarkan punggungnya di ranjang wanita itu mencoba menahan rasa kalut yang sedang terasa sesak di dadanya. Ya semburan Martin sore hari tadi masih terasa basah di wajahnya. Wanita itu bukanlah pasien dari dukun namun saat suaminya menyemburkannya tepat di wajahnya, Martin persis seperti mbah dukun wkwkw kasihan sekali bumil itu dia bahkan masih membisu sejak sore tadi.
Bahkan waktu makan malam di bawah, Key tak bicara sedikitpun dan begitu juga dengan Martin. Hingga ruang makan itu terasa sunyi bagaikan tak berpenghuni padahal cukup banyak orang yang ada di meja makan itu. Kediaman Martin dan Key cukup membungkam semua orang yang ada di meja makan itu mereka hanya diam dengan fokus menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya itu. Seperti biasa wajah puas tersungging kejam dari bibir Kakak Keyla, wanita itu sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan yang tertanam dalam hati dan benaknya. Namun entah apa yang sedang wanita jahat itu pikirkan.
Kamar Keyla.
Selesai berbincang dengan Jordan mengenai bisnis Keyla langsung mematikan ponselnya dia menaruh ponsel itu di atas nakas yang ada persis di samping ranjangnya, tangan Key langsung lihai mematikan lampu tidur yang ada di samping ponselnya. Martin terus melirik ke arahnya dengan melepaskan baju yang dia pakai pria itu berganti mengenakan piama tidur yang senada dengan Keyla. Martin langsung naik ke atas ranjang namun Key malah menarik selimutnya kemudian membelakangi suaminya itu. Suasana hening kini sedang tercipta di dalam kamar itu bahkan sikap manja wanita itu tak terlihat di malam ini.
__ADS_1
''Sayang, kau masih marah?'' Bicara sembari memeluk lembut tubuh Key dari belakang. Namun wanita itu masih diam dengan mencoba memejamkan matannya namun dia tetap tidak bisa memejamkan matannya itu. ''sayang, aku minta maaf aku tidak mungkin sengaja menyemburkan air tersebut di wajah cantik mu itu.'' imbuh Martin sembari membelai lembut wajah cantik istrinya itu.
''Sudahlah Kak, jangan di bahas lagi aku sudah melupakannya.'' Sahut Key lirih sembari menghadap ke arah Martin. Kini mereka berdua saling berpelukan. Untuk pertama kalinya Key bersikap dewasa seperti ini dia bahkan mau mengalah kepada egonya itu.
Key mencoba menekan emosinya agar tidak terjadi pertengkaran di rumahnya itu, karna wanita itu tau persis jika Jeni sedang mengintip dari pintu kamar yang sedikit terbuka. Ya Martin lupa menutup pintu kamar itu atau mungkin itu memang rencana tuhan agar wanita jahat itu bisa melihat ke dalam kamar adiknya.
Tangan Jeni mulai mengepal dengan sangat kuat, dia bahkan sempat memukul tembok kamar Key dari luar dengan kasar sampai tangannya terlihat memerah karna benturan dengan tembuk itu. Jeni menghentak-hentakkan kakinya di lantai sembari melangkah pergi masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Jeni membanting kasar pintu kamarnya itu, rasa cemburu dan juga iri kini sedang bermain indah dalam benaknya, dia mulai membuang membuang peralatan make up yang ada di atas meja rias itu hingga jatuh berceceran di lantai, kamarnya di beri peredam suara, dan kegaduhan di dalam kamar jeni tidak terdengar dari luar kamar itu.
__ADS_1
''Brensek, adik sialann dia sangat jahat padaku. Aku harus menikahi pria lain yang tidak aku sukai sedangkan dia bisa tidur dengan orang yang sangat aku sayangi! Huhuhu, hidup ini tidak adil padaku hiks hiks hiks lihat saja Key aku akan mengakhiri hidupmu besok. Hahaha kau akan mati dengan bayimu itu jika Martin tidak bisa aku dapatkan maka kau juga tidak akan mendapatkannya.'' Jeni terus berbicara kasar bahkan ucapan makian terus keluar dari bibirnya tanpa jeda.
Wanita itu benar-benar gila karna cinta dia tak bisa berpikir jernih lagi padahal depresi yang dia alami sudah sembuh. Ini adalah sikap Jeni yang sebenarnya karna diam-diam sejak kecil Jeni selalu iri pada Keyla karna kedua orang tuannya selalu memanjakan Keyla. Jeni selalu menahan kebencian dan rasa iri pada Keyla dalam hati, seperti sebuah bom waktu yang bisa meledak kapa saja jika di picu sedikit percikan api. Ya itu yang kini sedang terjadi pada Jeni wanita itu tak bisa menahan rasa bencinya lebih lama lagi.
Bahkan Jeni mulai menyusun rencana untuk membunuh Key sebelum pernikahan itu berlangsung, Jeni bahkan tak memikirkan apa yang akan terjadi padannya jika sampai dia menyentuh wanita kesayangan CEO itu. Aku sarankan kau hati-hati Jen jika kau ingin melahirkan anak yang masih ada dalam rahim mu itu, ach kenapa aku bisa lupa bahkan Jeni sama sekali tidak menginginkan anak yang sedang dia kandung itu bahkan Jeni berencana ingin menggugurkan kandungannya itu.
Kasihan sekali nasib Dikra karna dia bisa mencintai wanita berhati iblis sepertimu bahkan kau mau membunuh anak yang masih ada di dalam rahim mu itu. Kau harusnya bersyukur Jen karna akan menikahi pria seperti Dikira, namun kau malah bertingkah dengan menyusun siasat jahat untuk adik mu itu.
Di luar rumah Jordan.
__ADS_1
Banyak pengawal yang berjaga di setiap sudut rumah tersebut termasuk di setiap jendela dan pintu yang ada di rumah itu, bahkan penjaga itu berganti tiga sif setiap harinya mereka akan bergantian jaga selama 24 jam. Jeni benar-benar sudah gila jika dia sampai mencoba menyusun siasat bodoh itu. Bahkan kamera cctv tertancam di setiap sudut rumah itu tak terkecuali kamar Jeni.