
Pagi hari di rumah Martin, ada yang berbeda karena Martin semalam tidak tidur dia terus menjaga buah hatinya, bayi berkulit putih dengan mata bulat, hidung mancung seperti Pinokio bibirnya merah mereka seperti buah ceri, anak Martin begitu cantik dan mengemaskan sampai Martin tidak bisa memejamkan matanya semalaman dia takut jika buah hatinya terbangun dan mengagetkan Keyla yang sedang tidur.
Martin mengetahui jika seorang wanita yang habis melahirkan dengan persalinan normal akan merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya hingga beberapa hari ke depan dan di saat seperti ini tugas Martin begitu penting bagi Keyla untuk menjaga buah hatinya.
Pagi hari Kezia menangis Martin langsung bangun dari ranjang padahal dia baru saja tertidur beberapa menit yang lalu namun saat mendengarkan tangisan dari putri kesayangannya pria itu tidak segan\-segan bangun dari posisi tidurnya dan segera berjalan mendekati tempat tidur bayi, Keyzia menangis dengan degan menoleh kesana\-kemari seperti ada yang menganggu tidur bayi itu.
“Sayang, kenapa kamu menangis jangan keras-keras nanti Mom bangun,” ucap Martin dengan tangan pria itu memegangi kepala dan juga leher bayinya tangan Martin yang satunya lagi memegangi pantat bayi itu seketika kening Martin mengkerut karena tidak sengaja memegangi pipis bayinya.
Ternyaata Keyzia menangis karena dia tidak nyaman memakai popok yang basah, Martin menaruh bayinya kembali dia berjalan
menuju almari bayi, Mengambil satu kotak tissue basah dan juga popok baru untuk
bayinya dan tidak lupa pempres. Martin kembali mendekati tempat tidur bayinya
dan dengan lihat tanpa jijik sedikitpun Martin mengantikan popok putrinya itu semua orang pasti tidak mengira jika CEO Martin bisa melakuka hal itu, namun ini kenyataanya.
Saat Michael kecil Martin juga sering mengantikan popok anaknya itu saat Keyla sedang tidur ataupun sedang sibuk, ini juga salah satu bentuk kasih sayang Martin pada
putrinya, setelah bayi itu bersih Martin mengambil botol kosong sang bayi
__ADS_1
kemudian membuatkan bayinya itu susu bubuk, Martin menuangkan air panas sedikit
pada botol itu kemudian di berikan Susu sesuai takaran sebelum meberikan susu
itu pada bayinya Martin lebih dulu menuang susu tersebut ke punggung tangannya sedikit, agar bayinya tidak merasakan kepanasan jika meminum susu tersebut. Martin begitu telaten seperti wanita jika mengenai anak-anaknya.
Martin melihat kearah Jam dindig sudah menunjukkan pukul lima pagi, Martin mengendong bayinya keluar dari kamar tidak lupa Martin juga mematikan lampu kamarnya mungkin karena habis melahirkan Keyla belum bangun juga, padahal biasanya wanita itu sudah bangun kalau jam segini.
“Dad, sini adek biar aku gendong,” Michael berjalan mendekati Martin yang baru ke luar dari kamar. Michael mengehentikan langkahnya masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekati Martin.
Michael sudah bangun di hari ini karena dia ada jadwal latihan menembak pukul empat tadi, sejak dulu Martin selalu mengajari putranya menembak di pagi buta supaya Keyla tidak mengetahui akan hal tersebut.
“Jangan! Adek masih kecil nantik jatuh, kau kan habis latihan pasti tanganmu itu masih capek,” sahut Martin dengan menuruni anak tangga rumahnya dan Michael mengikuti Daddy nya jalan beriringan menuruni anak tangga rumahnya.
Michael sangat ingin mengendong adiknya itu, sebab dia juga sudah menantikan adiknya sejak masih berada di dalam kandungan, Martin masih juga tidak memperbolehkannya mengendong bayi kecil nan cantik itu,
dengan mengambil nafas dalam-dalam akhirnya Michael mengalah mungkin apa yang di ucapkan oleh Daddy nya itu benar. Michael dan juga Martin Berjalan di depan
buah hatinya itu masuk kembali dan hanya berjalan di dalam rumah saja bayi itu
masih sibuk menghabiskan susu dari botolnya, Martin terus menatapnya dengan
senyum terbit si bibirnya, kebahagian Martinpun semakin sempurna sejak kehadiran Keyzia.
Martin bahkan tak menyangak jika kehadiran Keyla di dalam hidupnya mampu mengubah hatinya yang dingin seakan mati menjadi hidup kembali kedua orangtua Martin tidak pernah merestui pernikahannya dengan Keyla karena sebab itu mereka tidak pernah muncul untuk menjenguk cucu mereka atau mungkin mereka tidak mengetahui jika Martin sudah memiliki dua pewaris. Bahkan Keyla juga tidak pernah bertanya tentang kedua ornag tua suaminya itu mungkin saja karena Key tau sikap suaminya jika Martin tidak ingin menceritakan suatu hal maka itu berarti sesuatu yang tidak ingin dia ungkapkan.
Martin, Michael duduk di sofa ruang tengah yang langsung bisa melihat ke halaman rumah karena dinding rumah itu menggunakaan kaca transparan yang tembus pandang. Michael sejak tadi mengusap lembut pipi adiknya, yang lembut seperti susu. Wajah datar yang biasanya sering di perlihatkan oleh Michael kini tidak terlihat lagi
sejak ada Keyzia di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
“Adek cepatlah dewasa nantik Kak Michael ajari cara menembak ya,” ucap Michael dengan mengecup pipi adiknya sayang.
Aroma harum dari bayi baru lahir membuat Michael betah mengecup pipi bayi itu beberapa kali walaupun bayi itu belum mandi karena masih pagi, Michael masih belum menyadari jika mata Martin terbuka lebar-lebar saat menatapnya pria itu sepertinya marah.
Martin sangat kaget sekaligus marah saat mendengarkan Michael mengajak adiknya bermain pistol, Martin tidak akan pernah membuat putrinya menyentuh barang seperti itu berbeda dengan Michael sebab anak itu seorang pria jadi sangat wajar jika Martin mengajarinya bermain pistol sungguhan.
Kamu harus sabar Martin pasti Michael tidak bermaksud seperti itu dia hanyalah anak kecil saja, kau jangan marah padanya akan sikapnya sangat mirip dengan mu.
“Michael, jangan bilang seperti itu sama adek," ucap Martin dengan suara lirih karena takut Keyzia menangis jika mendengarkan
suara lantang yang selama ini menjadi ciri khasnya itu.
“Apa Dad, kenapa tidak boleh?" tanya Michael bakik dengan menatap wajah Martin tanpa rasa bersalah sedikitpun.
“Jangan bicara seperti itu pada adikmu, karena dia cewek kamu tau kan!" gerutu Martin dengan tatapan tajam.
Waktu berusia kurang dari empat tahun Michael sudah di ajarkan cara menembak sasaran patung dengan pistol mainan Michael benar-benar menirukan bakat Martin yang jago menembak, di ajarkan cara menembak sebentar saja anak itu sudah mahir dan membuat bangga Martin sebagai seorang guru dan juga Ayahnya, usia lima tahun Michael mulai di ajarkan menembak dengan pistol sungguhan awalnya Michael menolak karena takut namun Martin tidak kekurangan akal.
Dia berhasil membuat anaknya itu percaya jika itu tidak berbahaya jadi sekarang Michael yang sudah jago dalam menembak sasaran yang diam ataupun sasaran berjalan ingin
mengajari adiknya agar pintar dan juga hebat sama sepertin didrinya.
. MAAFKAN SAYA YANG SEKARANG TIDAK BISA UPDATE RUTIN SEBAB SAYA SEDANG SAKIT, DAN IBU SAYA PUN BELUM SEMBUH. MAAFKAN JUGA JIKA SAYA SERING SALAH DALAM MENULIS SEBAB SAYA MASIH PAKSA MENULIS WALAUPUN KEPALA SAYA TERASA BERAT SEMOGA KALIAN MENGERTI.
__ADS_1
SEKALI LAGI SAYA MINTA MAAF JIKA ADA KESALAHAN "KHAIRIN NISA."