
Henden dan beberapa pengawalnya pergi meninggalkan pusat kota dan menuju ke daerah terpencil yang selama ini di gunakan oleh Henden bersembunyi dari keramaian. Tempat itu sangat jauh dari pusat kota dan juga melewati hutan sekitar beberapa jam lamanya baru tiba di rumah mewah milik Henden pribadi yang terletak di tengah\-tengah hutan ada pagar tembok yang menjulang tinggi dan menutupi rumah Henden, untuk berjaga\-jaga agar tidak ada binatang buas yang bisa menerobos masuk ke dalam kediamannya.
Mobil Henden masuk melalui pintu gerbang utama dua pengawal dengan perawakan tinggi besar membuka gerbang tersebut hanya dengan memencet salah satu tombol dari remote berwarna hitam yang sedang dia pegang saat ini.
"Selamat datang Tuan muda," ucap kedua pengawal yang tadi membukakan pintu gerbang dengan menundukkan kepalanya hormat.
Membuka kaca spion mobilnya, "Ingat jangan sampai buka pintu jika aku tidak mengijinkannya!" perintah Henden dengan wajah datar. Kedua penjaga gerbang itu mengiyakan perintah Henden.
Mobil mulai masuk ke dalam halaman rumah Henden. Henden melihat ke arah Keyla yang masih belum siuman juga sedangkan si kecil Keyzia sudah terbangun dari tidurnya namun bayi itu tidak menangis dia diam di dalam gendongan pengawal Henden.
"Tuan muda apakah mau di taruh di gudang wanita ini?" tanya Pengawal Henden yang tidak mengetahui jika majikanya sangat tergila\-gila dengan wanita yang sedang berada di samping majikanya.
"Berani bicara sekali lagi akan aku habisi kamu!" teriak Henden dengan nada suara separuh tertahan di tenggorokannya. "wanita ini akan menjadi pengantinku setelah dia sadar nanti,"
Henden benar\-benar gila dia mencoba menikah dengan wanita yang sudah bersuami. Awalnya Henden ingin merebut apa yang CEO Martin miliki untuk membalas dendam tapi siapa yang menyangka jika Henden malah jatuh dalam perangkap yang dia buat sendiri dengan jatuh cinta pada istri musuhnya bahkan melihat Baby Keyzia tersenyum saat menatapnya. Di hati pria itu mulai timbul rasa sayang pada bayi kecil nan cantik itu Henden bahkan tidak perduli jika bayi itu anak dari musuh besarnya.
Henden sudah benar\-benar kehilangan akal sehatnya dia ingin hidup dengan dua Key tanpa memikirkan di luar sana sang penguasa sedang menghancurkan markas besarnya. CEO Martin pasti hampir gila saat tidak menemukan Istri dan anaknya di markas Henden.
Henden menaruh Keyla di salah satu kamar yang paling besar di rumah berlantai satu dengan hati\-hati. Henden berjalan melihat Keyzia yang sekarang di taruh di sofa besar yang tidak jauh dari tempat tidurnya Keyla. Anak kecil itu tersenyum saat melihat Henden.

__ADS_1
Henden yang biasanya berwajah datar dan dia hanya tersenyum jika sedang mengancam seseorang namun saat ini pria itu tersenyum sayang saat melihat bayi yang ada di hadapannya. Henden mengambil bayi itu dan menggendongnya kemudian pria itu mengecupnya perlahan. Keyzia memegangi wajah pria itu mungkin dia mengira itu adalah kerabatnya Keyzia tersenyum pada Henden.
"Pengawal bawakan susu bayi ke sini!" Henden memencet salah satu tombol dalam ponselnya yang langsung tersambung ke pengawal yang berjaga di depan pintu kamarnya.
Tok. . tok. . tok. .
Pengawal yang di suruh oleh Henden tadi mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, setelah dia mendapatkan jawaban pengawal itu masuk ke dalam kamar dan langsung memberikannya botol susu itu ke majikanya.
Baru kali ini aku melihat Tuan bersikap lembut pada seseorang, dia terlihat sangat menyayangi anak bayi musuhnya tapi bagaimana ini bisa terjadi dia bisa kehilangan semua yang dia miliki karena berani membangunkan raja hutan yang sudah lama tidur di dunia Mafia. Pengawal Henden mengerutkan keningnya dengan rasa cemas yang menjalar ke seluruh hatinya saat membayangkan bagaimana nasib para sahabatnya di luar sana.
Henden memberikan susu itu pada bayi Keyzia dan meminumkannya dengan penuh perhatian.
Plap!
Perlahan Keyla mulai membuka matanya dia melihat ranjang yang berbeda dari tempat tidurnya atap kamar yang berwarna hitam dan dinding kamar bercat putih abu\-abu. Key sangat kebingungan dengan apa yang terjadi dia mencubit tangannya berpikir jika ini hanya mimpi saja. Key meringis kesakitan saat tangannya terasa nyeri.
Keyla berjalan mendekati Henden yang duduk dengan membelakanginya, "Di mana aku? Berikan bayi itu padaku aku takut kau melukainya," ucap Keyla dengan suara pelan.
Henden beralih melihat Keyla yang kelihatan cantik saat bangun tidur rambut panjangnya terurai berantakan dengan wajah polos tanpa makeup. Henden sungguh gila dan rasa semakin ingin memiliki Keyla semakin menggebu dalam hatinya.
"Dia lapar aku hanya berikan susu," ucap Henden dengan memberikan Bayi itu pada ibunya.
"Sayang, dia tidak menyakitimu kan, Biar mommy yang pukul nantik jika dia berani," Keyla bicara dengan nyengir ke arah Henden yang masih tak bergeming menatapnya.
Henden tersenyum tipis saat melihat ke arah Keyla. *Dia lucu sekali*. Gumam Henden dalam hati.
"Kenapa kau menculik ku? Kau ingin membunuhku?" tanya Keyla dengan mengendong bayinya.
__ADS_1
"Aku membenci Martin! Tapi aku tidak akan membunuhmu dan juga bayi mu dia sangat lucu," jawab Henden dengan melihat ke arah bayi Keyzia.
Aku bisa manfaatkan kebodohannya untuk menunggu suamiku datang menjemput ku. Gumam Keyla dalam hati menatap ke arah Henden dengan wajah datar agar pria itu tidak mengerti isi hatinya.
"Apakah boleh aku angap Inis seperti rumahku sendiri?" tanya Keyla dengan berdiri dan menatap ke setiap sudut ruangan itu.
Keyla berjalan mendekati pintu dan mengarahkan satu tangannya ke arah gagang pintu kemudian membukanya. Pengawal yang berjaga di depan pintu langsung mengarahkan pistol itu tepat di kepala Keyla. Key mundur beberapa langkah kebelakang dan dia menabrak Henden yang berdiri di belakangnya.
"Kau bilang tidak membunuhku, tapi lihat pengawalmu berani menentang perintah mu," ucap Keyla dengan bersembunyi di balik punggung Henden meminta perlindungan.
Keyla harus bersikap lembut pada pria itu walaupun dalam hati Keyla tidak menginginkannya tapi ini harus dia lakukan selama berada dalam tawanan Henden.
"Turunkan pistol mu, biarkan dia berjalan sesuka hatinya asal tidak keluar dari rumah ini." Setelah mendapatkan perintah pengawal itu membungkukkan badannya dan memberikan jalan pada Keyla.
Pusat kota.
. CEO Martin marah saat mengetahui markas Henden kosong tanpa di temukan satu pengawal pun di sana. CEO Martin hampir gila dia menyuruh pengawalnya menghancurkan gedung itu hingga rata dengan tanah. Asisiten Hen mencoba menghubungi Lean namun selalu saja tidak ada jawaban.
"Di mana kau sayang," Martin berbicara lirih dengan tangan terkepal kuat.
"Kalian semua dengarkan aku! Jika bertemu anak buah Henden Habisi mereka jika sampai tidak memberitahukan di mana Henden berada siksa mereka dengan perlahan sampai mereka lebih memilih mati dari pada harus hidup di dunia ini."
CEO Martin mulai kehilangan kendali dia akan menghancurkan semua hidup orang yang berani menyentuh keluarganya.
Henden sedang bersenang\-senang namun dia tidak tau jika semua harta yang dia miliki telah hancur hanya dalam kerdipan mata.
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITAKU YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2."