
Tengah malam di kediaman Keyla.
Sudah tiga hari Martin tidak berada di sampingnya Keyla merasa sangat kesepian karena baru kali ini Martin pergi selama berhari-hari meninggalkannya dan juga kedua buah hatinya. Martin terlalu sibuk karena kasus pengelapan yang terjadi di perusahan
yang mengharuskanya untuk meningalkan anak dan juga istrinya. Setiap hari Martin tidak lupa menelepon Michael menyuruh agar anak lelakinya itu selalu menjaga Keyla dan juga adiknya karena perginya Martin dari kota itu di rahasiakan dari banyak orang kecuali keluarganya saja yang tau sebab begitu
banyak musuh Martin di kota itu.
Mereka akan dengan mudah meneroboh rumah Martin jika mengetahui dia orang yang paling di takuti di kota itu tidak berada di sarang mereka, selama ini Keyla tidak pernah
tersentuh bahaya karena Martin dan juga Asisten Hen sudah siap menghalang
segala bahaya yang akan datang menyentuh Keyla, bahkan kedua orang itu tidak
akan segan untuk merelakan nyawanya demi melindungi Keyla dan juga kedua buah
hatinya.
Ada yang anehndi rumah itu semua penjaga pingsan entah apa yang terjadi di tengah malam padahal para penjaga itu baru saja berganti siff mereka jadi tidak mungkin mereka berani tidur di posiis mereka yang sedang berjaga-jaga. Rumah itu sepi tak seperti biasanya bahkan penjaga gerbang juga tergeletak di posisi mereka di depan gerbang sepertinya ada seseorang yang masuk meneroboh rumah Martin tapi siapa yang berani melakukannya. Selama ini tidak pernah ada orang yang berhasil meneroboh
masuk ke diaman Martin namun kali ini semua pengawal bahkan tergeletak di
tempat mereka suasana rumah itu semakin kelihatan suram dengan beberapa penerangan di halaman rumah sengaja di matikan entah siapa pelakunya.
Ada asap di seluruh rumah Martin dan semua orang tergeletak begitu saja saat menghirup asap tersebut, mereka tidak meninggal tapi pingsan saat menghirup bau asap tersebut. Segerombolan orang masuk menyelinap dengan begitu mudahnya saat semua pengawal sedang tidak sadarkan diri.
“Di mana kamarnya?” tanya seseorang yang mengunakan penutup kepala dengan memekai pelindung di kepalanya juga agar tidak sampai menghirup bau asap yang dia
ciptakan sendiri.
“DI sana Tuan, bayi itu bisa meninggal jika menghirup bau asap ini jadi aku akan kenakan ini di kepala bayi itu,” ucap seseorang yang sedang membungkukkan badanya
.
__ADS_1
Ya, itu adalah Henden musuh terbesar Martin entah siapa yang memberitahunya jika Martin sedang tidak ada di dalam rumah. Henden sudah menunggu saat-saat seperti ini sejak lama jadi dia tidak mungkin menyia-nyiakannya begitu saja semuanya. Henden membawa semua pengawalnya kecuali Lean entah di mana pria itu tidak terlihat batang hidungnya atau mungkin Henden sengaja tidak mengajaknya malam ini karena dia merasa, bersama pengawalnya saja sudah cukup sehingga tidak melibatkan Lean di dalamnya.
Lean masih berpihak pada Martin jika pria itu mengetahui penyerangan hari ini maka dia
akan memberitahukan semua itu pada Martin.
Di tempat lain.
SGUEL HOTEL.
Martin masih juga belum bisa tidur sejak tadi dia membolak-balikkan badanya di atas tempat tidur tapi dia belum bisa memejamkan matanya mungkin pria itu secara tidak
langsung merasakan ada bahaya yang Sedang menyerang keluarganya, Martin begitu merindukan Keyla dan juga kedua buah hatinya ingin sekali rasanya dia meraih
ponselnya dan segera menghubungi Keyla namun itu tidak bisa dia lakukan karena
saat ini Key pasti masih tidur dengan Keyzia. Martin takut telepon darinya akan
membuat Keyzia yang sedang terkena demam terbangun dalam tidurnya dan Keyla akan kerepotan akan hal itu lebih lagi Martin
Rumah Keyla.
“Keyla, aku sudah menunggu saat-saat seperti ini untuk bersamamu akan aku jadikan kau pengantinku, dan anak mu ini akan aku jadikan anakku juga, aku akan
menyayanginya dengan sepenuh hatiku,” ucap Henden lirih saat dia sudah berada
di dalam kamar Keyla.
Keyla masih tertidur dengan Lelap saat kamar itu di buka asap mulai masuk ke dalam kamar Keyla dan membuat waniat itu juga pingsan seperti yang lainnya. Henden menaruh penutup kepala di bayi keyzia dan salah satu pengawal segera mengendong bayi itu kemudian membawanya keluar dari rumah itu. Beberapa saat kemudian Henden
mengendong Keyla dan membawanya keluar dari kamarnya.
Michael keluar.dari kamarnya dia melihat Keyla di gendong oleh seseorang yang mengunakan penutup kepala, “Lepaskan Mom akan aku bunuh kamu. Jangan berani menyentuh adik dan juga Mommy ku!"
__ADS_1
Henden melihat ke asal suara tersebut dia mengerti itu adalah Michael anak yang di kenal sama kejamnya dengan Martin, dengan berani Michael mengarahkan pistol ke kepala
Henden namun saat anak itu menghirup bau asap perlahan pandangannya mulai kabur
dan Michaelpun jatuh pingsan sama seperti yang lainnya juga.
Henden menarik salah satu senyumanya saat melihat anak yang selalu di bangakan oleh Martin tidak bisa berbuat apapun untuk menghentika apa yang dia lakukan.
“Martin lihatlah aku membawa dua orang yang sangat kau sayangi, aku akan merebut semua darimu dan biarkan kau hidup seperti di lubang neraka saat melihat kedua Key yang kau sanjung dan banggakan sudah tidak bersamamu lagi,” Henden bicara sendiri seperti orang gila dengan membawa Keyla masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu melesat dengan cepat dan meninggalkan halaman rumah itu.
Keyzia menagis seakan anak kecil itu mengetahui apa yang sedang terjadi, Henden dan juga pengawalnya kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan agar bisa membuat Keyzia berhenti menangisa dan membuat kegaduhan di dalam mobil, satu pengawal Henden yang lain sibuk mengemudikan mobilnya dan beberapa pengawal lain berada di belakang mobil Henden ada delapan mobil berwarna hitam dan itu adalah mobil semua anak buah Henden yang ikut melancarkan misinya sedangkan separuh di antara mereka sudah pergi ketempat lain.
“Bos bagaimana ini? Apa kita bunuh saja bayi ini dia terus menangis?” tanya satu pengawal lain yang berada di kursi depan dengan menoleh ke belakang melihat genden yang sedang membelai pipi putih Keyla yang begitu halus seperti susu.
Menyipitkan matanya, “Berani kau bicara seperti itu lagi tentang bayi itu! Aku bisa
pastikan kau sendiri yang akan menemui ajal mu,” teriaka Henden dengan suara
setengah tertahan di tenggorokannya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan Bos, dia terus menangis semakin keras mungkin dia lapar,” sahut pengawal yang sedang mengendong Kezia tadi.
“Berhenti di toko depan dan cepat beli botol dan juga susu untuk bayi, setelah membayar ke kasir maka kau suruh penjaga toko itu membuatkan susu juga dengan air hangat,” perintah Henden.
Henden melirik kearah pengawal yang tadi bertugas mengemudikan mobil, pria itu menundukkan pandangannya dan segera keluar dari dalam mobil. Beberapa saat kemudian pengawal yang tadi membeli susu segera datang kembali masuk ke dalam mobil dia memberikan botol itu pada pengawal yang mengendong Keyzia. Setelah bayi itu
diberikan susu dia segera meminumnya dengan botol dan berhenti menangis.
SGUEL HOTEL.
Asisetn Hen yang berada di kamar sebelah Martin segera berlagi mengetuk pintu kamar Martin dengan keras, tidak biasanya asisten Hen melakukan hal ini, pasti ada sesuatu yang penting hingga asisten Hen membangunkan Martin di pagi buta seperti ini dengan ketukan pintu yang sangat keras sampai semua orang yang tak sengaja lewat di depannya menoleh kearah asisten Hen dengan mengerutkan keningnya.
“Asisten Hen, kau bisa pelan sedikit jika mengetuk pintu membuatku kaget saja,” gerutu Martin setelah membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
“Ada hal buruk yang menimpa Nona muda dan juga anak perempuan anda,” Hen masuk dengan mengucapkan hal itu kemudian memberikan rekaman cctv dari rumah Keyla saat kejadian semalam, mata Martin langsung melotot dan rahangnya mulai
mengeras saat melihat apa yang terjadi di rumahnya saat dia pergi.