
Keyla hanya bisa tetap duduk di samping putranya itu dengan mengerutkan keningnya heran, Martin sedang mendekati kaca
dia melihat restoran tersebut sedang di kepung oleh pria memakan baju hitam itu buka musuk dari kalangan bisnisnya tapi itu adalah musuh dari golongan Mafia, mereka pasti sudah merencanakan hal ini sebelumnya Martin mulai mengeluarkan pistol yang ada di bekakang celananya dan begitu pula dengan asisten Hen bahkan Michael juga mulai mengeluarka pistolnya.
Keyla semakin kebingungan melihat permandangan yang ada di hadapanya itu dia sangat kaget melihat Michael ternyata selama ini selalu menyimpan pistol di balik celannaya. Bahkan Keyla mulai menatap ke arah Martin dan juga Asisten Hen yang sekarang sedang kelihatan sedang waspadah.
. Visual rubah kecil saat sedang tegang melihat suaminya mengunakan pistol.
Dor. . dor. .dor. .
Bunyi letusan pistol dari luar restoran tersebut mengagetkan Keyla, Key mulai ingat apa yang anaknya tadi ucapkan di rumah sekarang Key baru tau jika suaminya itu adalah seorang CEO mafia di dunia bisnis dan juga di dunia mafia. Keyla diam di posisi duduknya, sedangkan Michael segera
membawa Keyla bersenbunyi di balik pintu dapur. Di dapur para pelayan restoran
tersebut juga sedang ketakutan dengan bunyi pistol yang seketika membuat jantung mereka berdegup semakin kencang seakan mau lompat dari tubuhnya.
“Sayang, apa yang sedang terjadi bagaimana jika Dad sampai terluka,” Keyla terlihat panik saat melihat Martin sedang bersembunyi di balik pintu dan Asisten Hen juga bersembunyi di balik kursi dengan wajah kelihatan siaga.
“Mom, Dad akan baik-baik saja dia akan kesulitan menangani musuhnya jika kau mendekat ke arahnya,” jelas Michael mencoba menenangkan hati ibundanya yang sekarang sedang merasa khawatir itu.
“Sejak kapan kau belajar main pistol,” Keyla mencubit kasar telinga putranya itu karena gemas dengan tingkah sang putra yang jelas terlihat lebih dewasa dari umurannya saat itu.
“Auch, Mom sakit lepaskan,” gerutu Michael dengan mengusap-usap telinganya yang sekarang mulai terlihat memerah akhibat sentuhan kasih sayang Key terhadapnya itu.
“Dad, yang harus Mom marahi karena dia yang mengajariku bermain pistol, saat anak seumuranku bermain pistol mainan Dad sudah mengajariku bermain pistol sungguhan,” ucap Michael dengan memasang wajah lugu dengan tangan memgangi kedua telinganya agar
Keyla tak bisa mencubit telinganya untuk yang kdua kalinya. Keyla mengusap
lembut kepala putranya itu dan kemudian mengecup pipinya, “Sayang, jaga Dad ya
jangan sampai dia terluka,” pinta Keyla dengan wajah kelihatan memohon.
“Dad selalu bilang jika Mom adalah dunia baginya, jika Mom sampai terluka maka Dad akan tiada. Itu yang selalu Dad ucapkan padaku,” ucap Michael dengan memeluk tubuh Keyla. Michael sangat Aneh melihat tubuh Keyla tidak gemetaran sedikitpun tak
seperti awal Keyla melihat Martin di todong pistol namun Micahel diam daja dia
tak mau mengungkapkan isi hatinya tersebut. Sedangkan Martin masih mencoba
menembak satu persatu musuh yang masuk melalui jendela dan juga pintu restoran
tersebut. Beberapa saat kemudian beberapa penjahat sudah masuk dan mereka
semakin bertambah banyak. mengepung restoran tersebut di luar dapur sudah tidak aman maka Asisten Hen dan juga CEO Martin saling bertatapan mereka seakan bicara secara batin saat melihat asisten Hen menganggukkan pelan kepalanya tanda jika dia sudah mengerti apa yang ada di dalam pikiran Martin.
Asisiten Hen masih mencoba berusaha menghubungi anak buahnya namun mereka belum juga datang sepertinya penyerangan restoran tersebut sudah di rencanakan dengan sangat matang namun beberapa saat kemudian barulah telepon CEO Martin mulai berdering dan ternyata itu dari salah satu anak buahnya yang memberikan kabar jika
mereka akan terlambat datang karena di luar markas mereka sedang di kepung
banyak sekali pengawal.
Martin menelan kasar saliva ya yang terasa getir dengan menatap ke arah Keyla yang sedang melihatnya, Martin sangat takut jika sampai Keyla terluka karena di dalam
restoran tersebut sudah begitu banyak musuhnya itu sedangkan jumlah Martin
hanya bertiga. Keyla yang sedang memakai baju yang terlihat anggun segera berjalan ke arah meja dan wanita itu mencobek gaun tersebut hingga
atas lututnya agar tak menghalanginya berlari jika dalam ke adaan yang genting.
“Mom, apa yang kau lakukan?” Tanya Michael dengan wajah bertanya-tanya.
“Tentu saja Mom
harus membantu Dad kan,” Keyla bicara dengan mengucir kuda rambut panjangnya
itu dan wanita itu masih memegangi tas jinjingnya yang membuat Micahel tertawa.
__ADS_1
“Mom, buang saja tas mu itu, nanti Dad akan belikan lebih mahal dan banyak lagi,”
ledek Michael dengan tawa renyah. Keyla langsung berjalan dan hendak mencubit
pipi anaknya itu namun Michael segera meminta maaf.
Martin dan Asisten Hen berlari berpindah posisi namun yang terjadi justru lengan Martin terkena tembakan pistol dan darah mulai menetes dari lengannya itu Keyla mulai
mengeluarkan pistol dari tas mahalnya dan menembak pria yang tadi melukai suaminya itu, Martin dan juga Michael meloto kaget melihat apa yang di lakukan oleh wanita itu sedangkan Asistem Hen menarik salah satu senyumannaya melihat apa yang diajarkan pada Nona Mudanya itu tidak siap-sia.
Flashback kejadian di kantor Martin.
Sebenarnya waktu di kantor Keyla tau jika Michael yang telah membunuh pria yang sedang menyeretnya masuk ke dalam ruangan asisten Hen. Namun setelah itu Key pingsan beberapa waktu Keyla mengajak asisten Hen bertemu tanpa sepengetahuan Martin.
Keyla memaksa asisten Hen untuk bicara jujur padanya dan Key juga mengancam akan bunuh diri jika sampai asisten itu masih tidak mau menjawab pertanyaan yang Keyla ajukan. Asisten Hen pun menceritakan siapa Martin sebenarnya dan sejak saat itu Key mulai bertekad agar dia juga harus bisa bertarung dan mengunakan pistol juta. Bahkan Key memaksa asisten Hen agar tidak memberitahukan hal tersebut pada suaminya karena Key tidak mau terus bergantung pada suaminya itu.
_ _ _ _
Martin dan juga
Asisiten Hen berkumpul ke dalam dapur tak lama setelah itu bantuan datang dan
semua musuh yang ada di dalam restoran itu sekertika binasa. Martin memeluk
Keyla dengan sangat erat karena tidak memperbolehkan istrinya melihat banyak
darah yang terburai di lantai toko itu.
Tubuh Keyla gemetaran dengan sangat hebat karena ini kali pertama Keyla menembak seseorang karena biasanya jika sedang latihan wanita itu hanya di suruh menembak sasaran yang sedang berjalan dan wajar saja jika Keyla langsung pingsan setelah melihat banyak darah di dalam restoran tersebut.
Beberapa waktu kemudian mulai terdengar sirene polisi dan semua anak buah Martin segera pergi menjauh dari tempat itu. Martin mengendong Keyla dengan darah semakin mengalir deras dari salah satu lengannya semua polisi segera membereskan kekacauan yang terjadi Asisten Hen yang bertugas mengurus segalanya.
Ya di dalam kota itu polisi saja tidak bisa mendeteksi apa yang terjadi karena semua orang yang ikut berkerja dengan Martin ialah bukan orang biasa, mereka sudah di latih untuk bertindak rapi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun bahkan setiap kali menyelundupkan senjata legal orang-orang suruhan Martin selalu bertindak rapi tanpa tercium oleh polisi.
Rumah Martin.
Martin sedang di rawat oleh dokter, bahkan saat dokter itu mulai mengambil peluru yang tadi sempat bersarang di dalam lengan pria itu, dia hanya diam saja seolah rasa sakit yang dia alami tidak terasa saat melihat istrinya belum bangun juga. Jelas saja Keyla belum bangun karena dokter memang sengaja memberikan wanita itu obat tidur sehingga dia mungkin akan bangun tengah malam nanti.
"Kenapa dia belum bangun juga?" tanya Martin dengan mencengkeram baju Dokter itu.
"Saya sengaja memberikan obat tidur pada Nona muda dan mungkin dia akan bangun tengah malam nanti," jelas dokter itu dengan wajah pucat saat melihat Martin sudah naik pitam.
"Kenapa kau tidak bilang," Martin menjawab dengan begitu entengnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
"Saya belum bicara tapi anda sudah menunjukkan tanda\-tanda mau meledak jadi saya hanya bisa diam dengan kebingungan," gumam dokter itu dalam hati dengan menggerutu kesal.
"Ada kabar yang mau saya sampaikan,"
"Jika kabar buruh maka aku akan menghabisi mu saat ini juga," Martin menyambar ucapan dokter tersebut dengan nada suara terdengar sangatlah lantang.
Michael yang saat itu duduk di sudut ranjang Keyla mulai berdiri dengan mengeleng\-ngelengkan kepalannya heran dengan sikap Dad nya itu yang terlampau berlebihan. Pantas saja dokter itu sampai senam jantung saat berada di dekatnya padahal sangat jelas terlihat dari nada bicaranya yang sangat hati\-hati namun masih saja dokter itu salah di mata sang CEO. Michael mendudukkan tubuhnya di ruang kosong samping Martin.
"Dokter lanjutkan," sahut Michael dengan wajah datar.
Dokter itu menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum berbicara, "Nona muda sedang hamil 2 Minggu,"
"Apa kamu bilang!" Martin sontak berdiri dari posisi duduknya dan itu membuat dokter tersebut kaget dan langsung berlutut di bawah kaki Martin dengan tubuh gemetaran menahan rasa takut yang sekarang sedang berkecamuk dalam hatinya.
"Ma, maafkan saya Tuan Muda. Saya hanya bicara jujur anda jangan marah dan kumohon ampuni salah saya dan jangan bunuh saya," dokter itu bicara dengan masih berlutut di bawah kaki Martin dengan mata berkaca\-kaca.
"Kau bilang istriku hamil dua Minggu?" tanya Martin lagi dengan nada suara terdengar lantang hal itu semakin membuat dokter tersebut semakin ketakutan.
"Iya Tuan muda, tapi jangan bunuh saya," dokter itu masih berlutut dengan tubuhnya semakin gemetaran.
Setelah dokter itu menjawab Martin berjalan menuju nakas yang ada di samping ranjang Keyla, dokter itu semakin ketakutan dia sangat takut jika Martin mengambil pistol dan membunuhnya di waktu itu juga, dokter itu hanya bisa tetap duduk di lantai dengan kedua tangannya gemetaran, namun yang tak di sangka\-sangka Martin malah memberikan dokter tersebut sebuah cek yang nominalnya sangat besar.
"Ini berikan pada keluargamu, dan belikan apa saja yang anakmu inginkan," ucap Martin dengan menyodorkan cek tersebut di hadapan dokter itu.
"Tidak, Tuan muda. Anak dan istri saya tidak akan bahagia jika saya meninggal walaupun mereka sudah mendapatkan banyak uang," dokter malang itu masih belum menyadari jika Martin tidak ingin membunuhnya justru karena merasa bahagia si Martin memberikan banyak uang untuknya.
"Jika kau tidak pergi sekarang aku benar\-benar akan membunuhmu!" ancam Martin dengan menjatuhkan cek yang dia pegang tadi di hadapan dokter itu.
"Dokter, Daddy tidak marah padamu justru dia sangat bahagia karena mengetahui jika Mom sedang hamil. Kau bisa pergi sekarang dan bawa cek itu bersamamu," Michael yang tadi sudah geram melihat sikap Martin segera menjelaskan hal tersebut pada dokter itu. Dokter itu langsung menyambar cek yang ada di hadapannya dan segera kabur meninggalkan sangkar singa itu.
"CEO Martin sedang bahagia, tapi ekspresi wajahnya itu seperti orang sedang marah, aku harus keluar dari rumah ini dan semoga kelak aku tidak kembali lagi ke rumah ini," gerutu dokter itu dalam hati dengan berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah Martin.
HAI. . HAI. . MAMPIR JUGA DONG DI NOVEL AILIN YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2."
DAN MAMPIR JUGA KE NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL, "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN." NOVEL INI AKAN SEGERA TAMAT YA DAN CERITANYA GAK KALAH SERU DENGAN SANG CEO YA.
JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA YA. . DAN BUAT READERS YANG MAU PESAN BAJU DARI NOVEL PERNIKAHAN KONTRAK AILIN MASIH OPEN P.O SAMPAI AKHIR BULAN. KARENA AKHIR BULAN AKAN DI PROSES BARENG BERSAMA HODY JAKET DARI NOVEL, "DI PAKSA MENIKAHI CEO 2."
__ADS_1
DI BAJU DAN DI HODDY JAKET ADA NAMA KALIAN LOH. . BURUAN PESEN YA. .