Dia Bukan Janda

Dia Bukan Janda
DBJ 105. Drama dari Hans


__ADS_3

********


Lidya memarahi Lisa dan Regan, karena kedua mempelai itu datang sangat telat dari waktu yang ditentukan. Lisa segera dirias oleh dua MUA yang di sewa oleh Lidya. Wajah Lisa terlihat sendu karena ibu dan kakaknya tak ada di sana untuk mendampingi dirinya. Jadwal operasi Tio sudah di tentukan minggu lalu jadi mau tidak mau mereka harus berangkat lebih awal.


"Jangan sedih sayang, nanti kan Lisa ditemani tante dan om," hibur Mitha. Dia tahu betul gadis ini pasti sangat mengharapkan kedatangan ibunya. Tapi mau bagaimana lagi? Resepsi ini pun sebenarnya ide adik iparnya, Hans. Dia ingin membalas sakit hati Lisa karena sering dikucilkan oleh keluarga mantan kekasihnya. Hans sudah mendengar semua cerita dari Regan dan Lidya. Dan ini lah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh pria paruh baya itu.


Bahkan undangan untuk keluarga Sean dibuat dengan bahan super premium dan seistimewa mungkin dan baru semalam diantarkan oleh kurir.


"Honey, apa menurutmu mereka akan datang?" tanya Lidya ragu.


"Tentu saja, suami Chandra itu kan pemilik hospital langganan cek up papa. Sudah pasti datang lah. Apalagi di undangan itu aku ga mencantumkan nama Regan dan Lisa tapi nama kita." kata Hans dengan senyum mautnya. Tak lama Regan masuk ke ruangan papa dan mamanya.


"Ma, mama harus tahu ulah papa."


"Memangnya papa kamu kenapa?" tanya Lidya masih sibuk memasang perhiasannya.


"Papa semalem ngerjain Lisa ma, papa mencampur obat di minuman Lisa." Lidya seketika menoleh kearah Hans dan melotot tajam.


"Aku hanya membantu putra kita sweetheart." Hans meringis melihat tatapan Lidya kepadanya. Dia langsung menatap Regan tajam, "Tapi kamu menikmatinya boy. Jangan munafik kamu. Seharusnya kamu berterima kasih pada papa."


"Tapi bukan seperti ini yang Regan mau pa. Regan mau Lisa menyerahkan semuanya saat dia bisa menerima Regan. Regan mau semua natural dari hati," gerutu Regan.


"Halah, jaman sekarang mau natural? Papa itu hanya membantumu agar secepatnya mengikat Lisa. Wanita kalo sudah kena pasti akan lain cara pikirnya. Lagian papa juga mau cepat-cepat punya cucu, bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan cucu papa.

__ADS_1


"Honey, lain kali jangan begitu, kasihan menantu kita." ujar Lidya.


"Ok... ok. Sekarang ayo kita sambut tamunya. Semoga drama hari ini berjalan lancar sesuai keinginan ku." Hans segera berdiri menggandeng Lidya dan meninggalkan Regan yang masih tampak kesal.


Hans memakai setelan tuxedo berwarna biru elektrik. Wajahnya begitu kharismatik, namun di balik itu semua Hans memiliki sisi yang sulit ditaklukan jika sudah tersinggung atau marah. Seperti saat ini, dia begitu menanti momen untuk bisa mempermalukan keluarga Sean yang sudah menghina menantunya.


Lidya juga tampil serasi dengan kebaya berwarna senada dengan taburan swarovski-karl. Sebenarnya kebaya yang di pakai Lidya itu adalah kebaya limited edition yang akan butik Lusi luncurkan bulan depan termasuk gaun yang nanti di kenakan oleh Lisa dan juga kebaya yang ibu Lusi kenakan saat ini.


Hans dan Lidya terus menebar senyuman pada para tamu undangan yang datang hanya untuk memberikan ucapan selamat pada mereka. Sebagian besar dari mereka afakoleganya hanya mendapat undangan perayaan aniversary pernikahan mereka.


Sebuah mobil mewah berhenti di pelataran hotel. Seorang pria paruh baya turun dari dalam dengan penuh wibawa disusul oleh seorang wanita cantik dengan gaun yang terbuka di bagian atas hinga keseluruhan bahu dan dada bagian atas terlihat jelas. Wanita cantik itu bergelayut manja di lengan pria itu. Kedua tamu undangan itu masuk kedalam untuk memberi selamat pada Hans dan Lidya.


Tak berselang lama sebuah mobil mercy berwarna putih juga tiba di pelataran, Sean dan mamanya juga Jesika turun dari mobil. Meskipun Chandra baru sembuh, mendapat undangan istimewa dari salah satu anggota keluarga Syailendra merupakan kehormatan tersendiri bagi dirinya.


Selama ini tak banyak yang tahu sosok ayah Sean. Karena memang Chandra dan suaminya jarang tampil bersama-sama karena kesibukan masing-masing.


"Honey, apa kita jalankan rencananya sekarang?" Lidya sejak tadi tak melepas pandangannya dari Sean dan Chandra.


"Tunggu putra kita dan menantuku dulu sweetie." Hans menepuk halus punggung tangan Lidya yang melingkar di lengannya.


"Aku tidak menyangka, dia bukan suami yang setia," desis Lidya.


"Tentu saja sweetie, selain aku, tidak akan mungkin ada pria yang betah lama-lama untuk tidak mencicipi kudapan malam."

__ADS_1


Tak lama MC memulai acara dengan menghadirkan seorang penyanyi ternama yang menyanyikan judul lagu Mama papa larang. Semua yang hadir di sana tampak sangat menikmati lagunya terutama Sean, wajahnya seketika berubah sendu.


Hingga lagu selesai dinyanyikan pria itu sepertinya terlalu larut dalam suasana hatinya sampai-sampai tidak menyadari Regan dan Lisa telah berjalan memasuki ballroom dengan saling menebar senyum kebahagiaan.


Chandra seketika membulatkan matanya, menatap tak percaya pada apa yang ada di hadapannya saat ini.


"Li-lisa... ?" desis Chandra, Sean seketika menoleh, mengikuti arah pandangan ibunya. Sean pun sama terbelalaknya dengan Chandra namun bedanya seperti ada belati yang menikam hatinya seketika itu juga. Sakit bukan main melihat senyum Lisa, senyum yang tidak lagi tertuju padanya.


Hans dan Lidya berdiri mendampingi Regan dan di sebelah Lisa ada Suryo dan Mitha yang mendampinginya.


"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran kalian semua pada acara ini. Hari ini cukup berkesan bagi saya, selain karena hari ini hari perayaan ulang tahun pernikahan saya dan istri tercinta ada hal spesial lainnya dimana saya memiliki kesempatan untuk menjemput menantu berharga di keluarga kami. Senang rasanya pulang ke Indonesia lalu saya memiliki seorang menantu yang sangat baik dan begitu mengerti dengan istri saya dan mencintai anak saya tentunya." Hans tersenyum menatap Lisa yang mendadak kelu penuh haru mendapat sambutan seperti ini dari ayah mertuanya.


"Lisa, papa harap kamu akan selamanya menggengam jemari Regan putraku. Menjadi sandarannya kala dia sedang lemah, menjadi seorang yang selalu mendampingi putraku dalam keadaan apapun. Terima kasih sudah berkenan menerima Regan menjadi suamimu." Hans melepas genggaman tangan Lidya dan meraih jemari Lisa lalu tanpa ragu Hans memberi Lisa pelukan hangat.


Semua tamu undangan bertepuk tangan terkecuali keluarga Sean. Mereka hanya terpaku pada sosok Lisa.


"Dan satu lagi. Hari ini saya ingin umumkan kerja sama baru saya dengan Internasional hospitals Sun milik tuan Antonio Williams." Lampu sorot langsung mengarah kepada sosok pria paruh baya yang sedang menggandeng tangan seorang wanita cantik. Bahkan di layar kedua orang itu tampak tersenyum sumringah. Chandra yang mengenal sosok itu seketika berdiri kaku.


"Papa .... " Desis Sean dan Chandra bersamaan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Apa kabar kalian semua? sory banget othor menghilang beberapa hari terakhir mungkin hampir seminggu. Othor ga cuma tumbang tapi udah fase mengenaskan beberapa hari kemarin. Ga bisa makan, minum air pun muntah, hidung udah ga bisa nyium bau apapun lidah apalagi udah mati rasa. Kepala jangan ditanya, kalo bisa di lepas bakalan othor taruh aja di bawah sementara. asam lambung naik. pokoknya complicated banget kondisinya.

__ADS_1


Tapi beruntung masih ada ibu yang setiap hari telepon masih ngingetin, ngasih semangat buat nginget inget masih ada bocil² yang butuh kehadiran aku. Lima hari perjuangan banget untuk bisa comeback meskipun hidung sama indra pengecap masih zonk, asam lambung juga masih cukup tinggi. Buat kalian yang ada di luaran sana tetap jaga kesehatan, musimnya lagi ga bagus.


__ADS_2