Dia Bukan Janda

Dia Bukan Janda
DBJ 88. Cerita Ayah part 2 dan Serangan


__ADS_3

********


Lusi terdiam setelah mendengar cerita ayahnya. Sejenak matanya terpejam, mungkin bukan hanya hidupnya dan ibunya yang menderita tapi ayahnya pun juga tidak kalah menderitanya.


"Butuh waktu hampir beberapa tahun untuk memulihkan kondisi ayah begitu juga ingatan ayah. Ayah benar-benar tidak ada niat untuk mengabaikan kamu dan ibumu. Begitu ayah sudah pulih dan kembali mencoba mencari kalian. Lagi-lagi ayah harus dihadapkan dengan masalah yang begitu berat. Tante Widya bunuh diri karena mendapat perlakuan yang tidak baik dari ibu mertuanya. Ayah dan yang lain kembali terpuruk terlebih tiba-tiba nenek terkena serangan jantung dan menderita stroke berat. Ayah kembali harus memupus harapan ayah. Ayah harus fokus dengan kesembuhan nenek. Regan yang saat itu berusia 18 tahun pun harus menjadi korban. Tante Lidya mengalami depresi. Regan sering keluar masuk kantor polisi karena sering berulah. Akhirnya ayah mengirim tante Lidya dan Regan ke luar negri untuk ikut ayah kandung Regan sementara waktu. Waktu ayah setiap harinya hanya mencarimu dan merawat nenek. Sampai pertemuan ayah dengan om Harlan. Dia yang membantu ayah sampai akhirnya ayah bisa menemukan keberadaan ibumu. Karena di solo kalian tidak hanya sekali berpindah."


"Aku baru tahu Regan masih memiliki ayah." Sahut Lusi tidak nyambung. Tapi Suryo tetap menjawabnya.


"Tentu saja sayang, tantemu dan om Hans masih berstatus suami istri. Tapi karena tante tidak bisa jauh dari keluarganya akhirnya mereka harus menjalani LDR. Itulah mengapa setiap sebulan sekali tante pergi ke luar negri. Ya untuk bertemu dengan suaminya."


"Apa om Hans pria yang baik? Biasanya pria akan menjadi buaya jika jauh dari pawangnya." Suryo terkekeh mendengar ucapan Lusi. Ia mencubit hidung putrinya dengan gemas.


"Om Hans adalah pria setia. Dia begitu mencintai tantemu. Hanya saja dia juga tidak bisa meninggalkan bisnisnya yang sudah dirintis dari 0. Bahkan tak lama lagi setelah Regan menikah, Tante Lidya sekeluarga akan pindah ke negara ayahnya.


Mata Lusi melebar, "Lisa juga ikut?"


"Tentu saja sayang. Mereka kan nantinya akan menjadi suami istri, tidak mungkin akan berpisah."


"Apa Lisa tahu semua itu?"


"Kata tante Lidya, Lisa tahu dan dia pun hanya menurut saja."


"Terus Lusi gimana dong yah?"


"Kamu akan di sini bersama ayah, ibu, Delano dan yang lain. Ini mau di lanjutkan lagi ceritanya tidak?"


"Tidak ayah, Lusi sudah bisa menangkap garis besarnya. Terima kasih karena ayah mau mencari ibu dan Lusi.


"Lusi tidak mau mendengar panjang lebar, ayah. Takut yang baca bosan" batin author 😂


Delano dengan panik mencari keberadaan Lusi di kamar. Dia membuka setiap pintu. Lalu turun dari tangga dengan tergesa-gesa.


"Anda mencari sesuatu tuan?" sapa Harlan yang saat itu kebetulan akan ke dapur.


"Apa om melihat istriku?"

__ADS_1


"Nona Lusi.. dia ada di ruang kerja tuan Suryo." jawab Harlan seraya mengulum senyum melihat penampilan Delano yang begitu berantakan dengan noda tepung di pipi dan di tangannya.


"Oh, kenapa dia ada di sana?"


"Saya juga kurang tahu tuan." Delano langsung berjalan menuju ruang kerja ayah mertuanya. Saat ini Lusi tengah terlelap karena merasakan kantuk yang mendera. Suryo masih dengan posisinya memangku kepala Lusi dan mengusapnya kepalanya dengan lembut. Delano mengetuk pintu lalu membukanya perlahan. Matanya langsung menatap sang istri yang sedang terlelap dengan nyaman di pangkuan sang ayah.


"Apa yang baru saja kamu lakukan, Lano? kenapa wajah dan tanganmu penuh dengan tepung?"


"Aku baru saja membuatkan Lusi kue klepon yah. Tadi ia bilang ingin makan itu. Apa dia sudah lama tertidur?"


"Dia baru saja tertidur. Biarkan seperti ini dulu. Aku juga ingin menebus waktu yang terlewat begitu lama." Kata Suryo lirih tak ingin membangunkan Lusi. Namun yang terjadi justru malah sebaliknya. Lusi tiba-tiba membuka matanya saat telinganya mendengar samar-samar suara Delano. Saat matanya terbuka, ia melihat suaminya berdiri menatap dirinya.


"Apa sudah jadi kue kleponnya? Kenapa begitu lama?" Lusi perlahan bangun dari tidurnya. Meskipun sebentar saja tapi dia merasa nyaman tidur di pangkuan sang ayah untuk pertama kalinya.


"Ayo cuci mukamu dulu, setelah itu makanlah. Aku membuatkan banyak untukmu." Wajah Lusi menganga tak percaya.


"Benarkah?"


"Tentu saja. Ayo sekarang ikut aku." Sebelum bangkit dari sofa Lusi kembali memeluk Suryo dan mengecup pipi ayahnya itu.


"Putriku, aku terlalu lama melewatkan banyak momen bersama denganmu. Maafkan ayah sayang." Lirih Suryo saat Lusi sudah dibawa keluar oleh Delano.


Malam hari di kediaman Frederick.


PLAK!!


"Dasar anak tidak berguna." Hardik Frederick marah dengan wajah yang merah padam. Tangannya mencengkeram rambut Raihana hingga wajah gadis itu menengadah.


"Apa salahku papa? "


"Kau tanya apa salahmu? lihat ini ...!" Frederick menyodorkan ponselnya. Raihana memutar Video yang diterima oleh papanya. Mata Hana melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Tapi ayah, aku mencintai Delano." Ujar Hana, wajahnya sudah memerah antara marah bercampur kesal


"Cinta ... cinta! apa kau pikir hidup cuma mengandalkan cinta saja? Kamu sekolah tinggi dengan gelar Magister tapi berpikir saja kamu tidak bisa?"

__ADS_1


"Kamu salah mencari lawan Hana. Sekarang apa yang bisa kita perbuat. Sebentar lagi kehancuran akan mendatangi kita." Frederick mere*mas rambutnya frustasi. Baru saja dia mendapat pesan dari nomor tak dikenal mengiriminya video syur putrinya dengan beberapa koleganya dan hal itu sukses membuatnya meradang.


"Jika sampai masalah ini terendus media apa kata orang nanti? bagaimana nasib perusahaan kita kedepannya?"


Tring... tring


Kembali ada pesan masuk di ponsel Frederick, Frederick berdebar saat akan membuka pesan itu. Hana pun juga sama bahkan tangannya mulai gemetaran. Dia benar-benar seperti tersangka yang hendak mendapatkan hukuman.


Jantung Frederick seakan dipompa dengan cepat saat melihat foto putrinya bersama beberapa orang pria sedang pesta Sabu di sebuah diskotik. Tak lama ada pesan lagi masuk ke ponsel Frederick.


"Ajari putrimu berlaku sopan dan tidak menganggu rumah tangga putriku atau aku akan menghancurkan bisnis beserta keluargamu hingga tidak ada lagi yang tersisa dari kalian."


.


.


.


Suryo benar-benar tidak akan memberikan kelonggaran pada siapapun yang berani mengusik ketenangan putrinya. Ditambah saat ini ada cucu yang sedang dikandung oleh Lusi.


"Tuan, kami sudah menyebar video itu dan kami yakin tidak akan ada satupun yang bisa meretas sistem kita."


"Bagus ... biarkan mereka berpikir dua kali jika ingin menyinggung keluargaku."


Wajah Suryo tampak datar dan dingin. Keluarga adalah segalanya bagi Suryo. Barang siapa yang menyinggung keluarganya akan berurusan dengannya.


Kehebohan terjadi setelah beberapa video berdurasi tidak lebih dari 2 menit beredar dengan caption Putri pemilik PT Richtex melakukan segala cara untuk mendapatkan tender.


Frederick sangat kesal, bahkan pagi ini ia berulangkali disomasi oleh beberapa dewan direksi dengan ancaman mereka akan mencabut sahamnya. Mau tak mau Frederick berangkat untuk ikut rapat. Sedangkan Raihana juga terlihat sangat frustasi saat akun media sosialnya di serbu oleh netizen.


"Arrgh .... dasar perempuan si*alan. Aku akan buat perhitungan denganmu nanti, lihat saja!" Geram Hana seraya melempar Vas bunga ke dinding hingga jatuh terburai. Namun dia tak akan tahu jika sebentar lagi akan ada kejutan lanjutan yang Suryo berikan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sesempatnya ya tsay othor lagi banyak PR

__ADS_1


jangan lupa like komen dan Vote ok!!


__ADS_2