
********
Kehadiran baby Cia menambah kebahagiaan semua keluarga. Gadis mungil itu berhasil mencuri perhatian setiap orang. Matanya yang bulat dan bening, pipinya yang chubby dan kemerahan menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang.
Hari ini acara aqiqah akan digelar di kediaman Delano. Selain menyembelih 5 ekor kambing, Delano juga menggelar acara pengajian dengan mendatangkan anak-anak yatim piatu.
Lidya dan Bu Yuyun turut serta datang menghadiri acara yang di gelar di mansion Delano.
"Ibu, mama. Boleh lisa melahirkan di Indonesia saja?" tanya Lisa pada kedua ibunya.
"Apa kamu yakin, nak?" tanya Bu Yuyun.
Iya, aku yakin sekali ibu. Sekarang kak Tio sudah sembuh. Kini giliran ibu merawatku. Aku ingin saat lahiran nanti ibu yang membantuku," Lisa bergelayut manja di lengan ibunya
"Sebaiknya kamu bicarakan hal ini dengan suamimu dulu," ujar Bu Yuyun, sebenarnya dia merasa tidak nyaman jika berlama-lama tinggal di kediaman besannya.
"Aku sudah bicara dengan suamiku, dia mengijinkannya." Lisa lalu menoleh pada Lidya, "Mama bagaimana? boleh Lisa melahirkan di sini saja?"
"Tentu saja sayang. Mau lahir di sini atau di sana sama saja." Lidya tersenyum lembut pada menantunya itu. Setelah menikah Regan banyak sekali berubah, dan Lidya bersyukur semua itu berkat menantunya.
"Sayang, saatnya istirahat dan minum susumu." Regan masuk membawa nampan yang di atasnya ada segelas susu coklat hangat dan cake.
Bu Yuyun dan mama Lidya mengecup puncak kepala Lisa lalu meninggalkan kamar tamu yang kini dipakai oleh Lisa dan Regan.
__ADS_1
"Aarghh... " Pekik Lisa, Regan segera menaruh nampan nya dan mendekati Lisa.
"Ada apa, sayang?"
"Lihatlah, dia bergerak seenaknya sampai perutku meleyot begini." Lisa tanpa ragu mengangkat dressnya ke atas dan menunjukkan perutnya yang bentuknya tak beraturan pada Regan. Namun Regan bukannya menatap perut Lisa melainkan bawah tubuhnya yang terbungkus kain segitiga berwarna gelap. Regan menelan salivanya susah payah. Dia segera mengalihkan perhatiannya pada perut Lisa.
"Hai, baby. Jangan buat mami kesakitan ya." ujar Regan mengusap perut Lisa. Namun usapan tangan Regan perlahan turun dan menyusup ke kain penutup inti bawah Lisa.
Lisa mengerang saat jemari Regan memainkan inti tubuhnya, entah kenapa mendadak dia ingin melakukannya dengan Regan. Lisa memejamkan mata seraya menggigit bibir bawahnya. Tangan Regan yang satunya asik bermain di bukit kembar istrinya.
"Pintunya di kunci dulu, Re!" perintah Lisa. Regan tersenyum saat mendapat lampu hijau dari sang istri.
Setelah mengunci pintu, Regan mengangkat tubuh Lisa yang mulai berisi dan membawanya ke ranjang. Tak lupa Regan juga mengambil nampan yang tadi di bawanya dan menyerahkan gelas berisi susu coklat itu pada Lisa.
Setelah Lisa menghabiskan isi gelas tersebut. Regan langsung mencium bibir Lisa.
"Hmm... rasa susu coklat," ujar pria itu sambil menjilat bibirnya sendiri. Dengan melakukan berbagai pemanasan. Lisa dan Regan akhirnya memulai kegiatan bercocok tanam nya. Lisa memimpin permainan dan Regan hanya membiarkan sang istri melakukan apapun yang ia mau.
Lisa tertidur lelap sehabis memenangkan pertempuran. Regan menutup tubuh polos sang istri lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"Thankyou, sayang." Regan keluar untuk kembali membantu di bawah. Acara akan di gelar nanti sore. Namun persiapan demi persiapan telah dilakukan.
"Bagaimana?" tanya Regan pada Delano.
__ADS_1
"Sudah beres. Bisakah kamu mengambil kue di toko langganan mama? Pak Jajang sedang disuruh mama pergi." kata Delano.
"Ya, aku akan ambilkan, mumpung Lisa sedang tidur." Regan segera pergi ke toko kue yang di maksud oleh Delano. Tapi tanpa diduga, Regan justru malah bertemu Sean. Regan tampak acuh tapi Sean menghentikan langkah Regan.
"Regan, bagaimana kondisi Lisa?" Sean menoleh saat Regan melewatinya.
"Aku punya hak untuk tidak menjawabnya kan?"
"Maaf, aku hanya ingin tahu kondisinya saja."
"Dia baik-baik saja, dan sangar bahagia," ujar Regan singkat.
"Aku turut senang. Tolong jaga dia." mendengar ucapan Sean, tangan Regan seketika terkepal.
"Ada hak apa kamu memerintahku? dia istriku, sudah jadi kewajibanku menjaganya." Ketus Regan, ia langsung berlalu dari hadapan Sean. Sean mendesah berat.
"Aku tahu kamu pasti bisa memberinya kebahagiaan." gumam Sean. Dia lantas keluar dan masuk ke mobilnya. Di dalam mobil Sean meletakkan kepalanya di atas stir mobilnya dan menangis. Sulit sekali menerima kenyataan ini. Dia benar-benar sangar menyayangi dan mencintai Lisa, tapi takdir tidak berpihak padanya.
Regan mengatur nafasnya. Dia hampir saja dikuasai emosi tadi. Dia tahu jika Sean masih memiliki banyak cinta untuk Lisa. Dan dia tidak akan membiarkan pria itu kembali mengusik pujaan hatinya bagaimanapun caranya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai kalian, ini othor hadir ngasi Extra part
__ADS_1