Dia Bukan Janda

Dia Bukan Janda
Extra part. Krisis Percaya Diri


__ADS_3

*******


Acara Aqiqah si kembar dan baby Cia telah terlaksana. Selama acara Regan lebih banyak diam. Lisa pun merasa aneh dengan perubahan suaminya tersebut. Lisa membawa Regan berjalan di sekitaran taman. Dengan alasan ia merasa tidak nyaman dengan perutnya, akhirnya Regan menuruti keinginan Lisa.


Lisa masuk di rumah kaca, tempat dimana tante Diana biasa healing. Atau sekedar menghabiskan waktunya. Sebenarnya Lisa tidak terlalu menyukai bunga akhir-akhir ini. Tapi di sinilah tempat terprivat bagi mereka kedua.


"Kamu mau ngomong sendiri ke aku? atau aku akan cari tahu sendiri penyebab kamu diam kaya gini."


Regan tiba-tiba memeluk Lisa erat hingga Lisa merasa sesak, "Jangan gini Re... ga bisa nafas aku." ujar Lisa dengan nada lembut. Regan sedikit melonggarkan pelukannya namun tidak melepaskan Lisa.


"Sayang, bagaimana jika nanti kamu bertemu Sean suatu saat nanti?" suara Regan terdengar lemah, Lisa tersenyum lalu mengusap punggung suaminya.


"Jadi, sejak tadi kamu diam karena itu?"


"Hmm... ya. Aku takut dia akan merebutmu."


"Oh ayolah, mana suamiku yang arogan itu? jangan mengkhawatirkan sesuatu yang tidak mungkin. Apa kau tidak melihat badanku ini?" Lisa melepas pelukan Regan dan berputar di depan suaminya itu.


"Seharusnya, di sini, aku lah yang krisis percaya diri bukannya malah kamu. Tubuhku sekarang membengkak dua kali lipat, tapi kamu masih tetap tampan. Aku yang harusnya takut jika kamu direbut oleh wanita lain yang lebih segalanya dari." Wajah Lisa sengaja dibuat cemberut, ia tau saat ini Regan masih terus kepikiran mengenai Sean. Tapi jika boleh jujur dirinya juga sudah mengikhlaskan segala yang terjadi. Bahkan dia juga menerima takdir jodohnya dengan Regan dan berusaha sebaik mungkin membalas perasaan Regan.


Regan yang melihat istrinya cemberut langsung kembali menarik tubuh Lisa.


"Bagaimana aku bisa berpaling, jika kamu saja selalu bertingkah menggemaskan seperti ini." ujar Regan, akhirnya kekhawatirannya sedikit berkurang.


"Percayalah padaku, papi sayang. Aku sudah mempercayakan hatiku padamu." bisik Lisa di telinga Regan. Suaranya yang merdu bak buluh perindu menggetarkan hatinya. Regan menangkup wajah Lisa lalu ia melu*mat bibir istrinya dengan rakus. Keduanya saling berbagi saliva. Lisa sangat menyukai sikap lembut Regan kepadanya, keduanya larut dalam suasana romantis sampai tidak menyadari Diana yang berdiri mematung melihat pasangan suami istri itu. Perlahan tante Diana berbalik dan keluar dari rumah kaca. Beruntung di sekitar rumah kaca itu tidak terlalu ramai jadi hanya dirinya yang melihat adegan romantis itu.

__ADS_1


Lisa lebih dulu mengurai ciuman mereka karena ia kehabisan oksigen. Regan tersenyum dan mengusap puncak kepala sang istri dengan lembut.


"Aku tidak akan berpindah ke lain hati, karena bagiku hanya kamu satu-satunya wanita yang paling berhak untuk aku cintai," ujar Regan. Keduanya berpelukan hangat. Sirna sudah keraguan di hati Regan saat ini. Ia benar-benar beruntung bisa merasakan perasaannya yang terbalas.


"Ayo kita masuk, nanti banyak yang mencari kita," kata Lisa menarik Regan keluar dari rumah kaca. Dia khawatir jika semakin lama di tempat itu akan ada pihak ketiga yang mengompori mereka untuk berbuat lebih.


Lusi dan Delano sedang duduk di sofa bersama dengan anggota keluarga yang lain. Mereka semua menatap ke arah pintu samping dimana Regan dan Lisa baru muncul. Diana tersedak air teh yang sedang di minumnya. Melihat pasangan itu membuat Diana teringat akan kejadian di rumah kaca tadi.


"Mama, pelan-pelan saja minumnya," ucap Lusi memberikan selembar tisu pada sang mertua.


"Ah, maklum mama kan sudah tua," jawab mama Diana dengan wajah bersemu merah. Entah mengapa jadi dirinya yang malu melihat pasangan muda itu.


Lisa duduk di sebelah Lusi. Terpaksa Regan duduk di pegangan sofa karena dia tak ingin jauh dari Lisa.


"Lisa kenyang, ma. Dari tadi aku sudah mencoba banyak makanan."


"Tapi kamu ga banyak makan daging kambing kan, sayang?"


"Engga, mah, Lisa juga engga suka daging kambing." Jawab Lisa, ia bergelayut manja di lengan Lusi. Lusi hanya geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


Tak lama terdengar suara jeritan tangis baby Cia. Semua orang langsung mengalihkan perhatiannya pada stroller yang ada di samping Delano.


"Ya ampun, suara tangisnya saja benar-benar menggelegar." ujar Lusi. Delano bangkit berdiri dan mengangkat baby Cia.


"Sayang, sepertinya dia lapar." Delano menatap putrinya yang terus menangis seraya memainkan tangannya di sekitar mulut baby Cia."

__ADS_1


"Ya Allah, Lano. Tangan kamu kotor, jangan begitu!!" hardik Diana melihat kelakuan putranya. Claire yang melihat sang kakak dimarahi tersenyum mengejek.


Lisa langsung melepas lengan Lusi dan lalu berpindah merebahkan kepalanya di pangkuan Regan.


"Mau bobo.... " lirih Lisa, Regan tersenyum seraya mengelus kepala Lisa. Sementara itu Lusi pamit untuk menyusui baby Cia, Delano ikut menempel pada sang istri. Semenjak kehadiran baby Cia, Delano seakan enggan jauh-jauh dari Lusi dan bayinya.


"Bawa istrimu ke kamar, Regan. Dia sepertinya kelelahan," ucap Diana saat melihat Lisa sudah terlelap di pangkuan Regan. Regan mengangguk. Dia lantas langsung mengangkat tubuh Lisa yang tak lagi ringan itu menuju kamar tamu. Beruntung Regan rajin berolahraga. Jika tidak, mungkin dia tidak akan sanggup mengangkat tubuh Lisa.


Para tetua yang masih berkumpul hanya tertawa melihat kedua pasangan bucin itu.


Claire asik dengan ponselnya, baru baru ini dia merasa jatuh cinta dengan seorang pria tampan. Bahkan dengan diam-diam Claire mengambil gambar pria itu. Meskipun dalam fotonya wajah pria itu tampak sendu namun tidak mengurangi ketampanan pria itu.


"Kapan bisa bertemu lagi dengannya, ya?" gumam Claire.


"Kamu, senyum-senyum sendiri ada apa sih, Claire?"


Claire tersentak lalu menggeleng malu, saat ia melihat ternyata semuanya sedang menatapnya.


"Ma, Claire mau ke kamar dulu."


Claire langsung kabur begitu saja dengan wajah memerah. Semoga saja mereka semua tidak menyadari jika rona wajahnya memerah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ada yang tahu, siapa jodoh Claire??

__ADS_1


__ADS_2