
*********
"Dokter Rama, tolong periksa juga istriku."
Dokter Rama pun mengangguk dan mendekat ke arah Lusi dan Delano. Delano bergeser untuk memberi tempat pada dokter Rama agar lebih leluasa memeriksa Lusi.
Dokter Rama memeriksa tekanan darah Lusi dan juga denyut nadi gadis itu. Alisnya berkerut sesaat, dan dia menatap Lusi intens. "Bisakah anda berbaring?"
Lusi mengangguk lalu berbaring di atas sofa itu. Delano berdiri di sampingnya dengan harap-harap cemas. Raut wajah dokter Rama seakan memberi tahunya jika ada yang tidak beres dengan istrinya.
"Kapan terakhir anda haid?"
"Saya lupa dokter. Soalnya siklus haid saya tidak menentu. Apa ada masalah dokter?"
"Begini, dari pemeriksaan saya, saya menduga jika anda saat ini sedang hamil. Tapi untuk memastikan semuanya kalian bisa melakukan tes memakai testpack atau memeriksakan diri anda ke dokter obgyn."
"Apa anda yakin istri saya hamil?" tanya Delano, wajahnya berbinar senang.
"Untuk pastinya sebaiknya dilakukan tes dulu."
"Baiklah, terima kasih dokter." Delano sangat gembira mendengar kabar kehamilan ini. Sementara Lusi masih bengong tak percaya. Apakah benar seperti itu?
"Tapi maaf dokter, mungkin dokter salah. Karena siklus haid saya tidak teratur."
"Ada banyak faktor yang mempengaruhi siklus haid nona, misalkan kondisi tubuh yang terlalu lelah, stress atau hormon yang tidak seimbang" tutur dokter Rama.
"Tapi saya termasuk Oligomenorea, apa bisa hamil begitu cepat dok? Sementara saya baru menikah 1 bulan lebih."
"Selama masih ada ovulasi pasti bisa hamil. Meskipun untuk kasus Oligomenorea ini akan sulit ya menentukan kapan masa suburnya. Tapi jika tetap ada pembuahan semuanya adalah mungkin saja."
Penjelasan dokter Rama tersebut membuat Lusi akhirnya mengangguk.
"Jika begitu besok saya akan melakukan test dokter."
"Baiklah jika begitu, saran saya, nona perbanyak istirahat dan ada baiknya kurangi aktivitas yang terlalu berat."
"Tentu saja dokter, terima kasih?" Delano mengantar dokter Rama keluar. Selama itu pulalah Delano menanyakan ketidaktahuannya tentang kondisi Lusi.
"Jadi apa penyebab pastinya dokter?" tanya Delano penasaran.
"Oligomenorea bisa terjadi pada wanita yang hormonnya tidak seimbang, atau kadar protein dalam darahnya tinggi. Bisa juga terjadi karena mengkonsumsi pil KB atau obat antipsikotik."
"Maksudnya dok?"
__ADS_1
"Untuk lebih jelasnya anda bisa mendatangi dokter obgyn tuan. Karena penjelasan mengenai itu bukan ranah saya. Saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu."
"Baiklah dokter, terima kasih." Delano menjabat tangan dokter Rama. Dokter itu pun pergi meninggalkan kediaman Syailendra.
Delano masuk ke dalam kamar melihat kondisi Lusi.
"Bagaimana? apa perutmu masih sakit?" Lusi menggeleng.
"Bagaimana jika aku tidak beneran hamil?"
"Maka aku akan lebih giat lagi untuk menghamili dirimu sayang." Seketika wajah Lusi merah padam karena malu. Suaminya terlalu frontal dalam berucap.
Lusi menepuk lengan Delano pelan. "Bisa tidak jangan mesum seperti itu."
"Apa salahnya? aku mesum dengan istriku sendiri bukan wanita lain."
Lusi langsung mendelik menatap Delano tajam. "Berani mesum dengan wanita lain? aku akan potong jamurmu." Ketus Lusi. Delano tersenyum melihat wajah kesal istrinya.
"Sebaiknya kamu istirahat. Jangan terlalu banyak berpikir. Percayalah selain denganmu jamurku tidak akan bisa bereaksi."
Lusi seketika berjalan menjauhi Delano, suaminya ini terlalu tidak tahu malu membicarakan hal-hal intim semacam ini. Lusi yang mendengarnya saja merasa malu.
"Sayang .... " Delano berjalan mendekati Lusi dan menarik tubuh Lusi dari belakang hingga gadis itu meringsek kedalam pelukan Delano.
"Aakh ... " pekik Lusi.
"Tapi aku harap kamu tidak terlalu berharap banyak. Aku takut mengecewakanmu." lirih Lusi.
Delano membalikkan badan Lusi agar saling berhadapan, Delano meraih dagu Lusi dan mengangkatnya.
"Kita baru saja menjalani rumah tangga ini. Aku akan bersabar menunggu jika memang belum. Jangan terlalu terbebani, aku ingin kamu selalu bahagia menjalani rumah tangga bersamaku."
Lusi mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Ia lantas memeluk Delano dan menyusupkan wajahnya di dada bidang pria itu.
Lusi menghirup dalam aroma tubuh Delano. Aroma yang begitu menenangkan jiwanya. Delano tersenyum melihat betapa manjanya sangat istri. Dia pun membelai rambut Lusi dan mengusap punggung gadis itu.
.
.
.
Di lain tempat, Karisa bertekad akan mendatangi Delano lagi besok. Jika dia tidak bisa memiliki pria itu maka dia tak akan membiarkan siapapun memilikinya. Dan itu akan terlihat adil menurut Karisa. Senyum Karisa mengembang, ia memandangi senjata api yang sedang dia pegang dengan tatapan penuh kebencian.
__ADS_1
"Tunggu saja Delano, aku akan membuatmu segera bertemu dengan adikku yang bodoh itu" desis Karisa. Disaat yang bersamaan angin dingin tiba-tiba berhembus di sekitaran Karisa hingga membuat tubuhnya meremang.
"Aku akan segera membuat Delano menyusulmu Karina, apa kau dengar aku?" Karisa tertawa terbahak-bahak. Lalu ia mengangkat gelas dan menuang sebotol martini lalu meneguknya.
.
.
.
"Flo, apa kau sudah membuat janji dengan Delano besok?" Jeff duduk di sebelah sang kekasih.
"Iya sudah."
"Baiklah jika begitu. Aku harap dia mau memaafkan aku."
"Dia pasti akan memaafkanmu. Aku tahu dia tak akan mungkin memusuhi sahabatnya." Flo tersenyum lembut dan mengusap lengan Jeff.
"Andai aku tidak termakan omongan Karisa" lirih Jeff. Flo tersenyum mengejek, saat melihat wajah putus asa Jeff.
"Kau baru menyesal sekarang? kau pasti sangat mencintai Karina." Flo menatap dalam manik mata Jeff. Ada rasa tak nyaman saat membicarakan wanita yang sudah membuat hubungan Jeff dan Delano renggang.
"Flo, please jangan memulai sesuatu yang kau akan sesali sendiri nantinya."
"Bukankah itu benar, kau terlalu mencintainya hingga buta dengan sekitarmu. Jika tidak, kau tidak mungkin akan mudah termakan hasutan orang. Apalagi yang kau musuhi adalah sahabatmu sendiri."
"Ya, kau benar. Sejak kau memilih karirmu dulu aku kecewa sekali. Dan di saat aku terpuruk, Karina lah yang membuatku kembali bangkit. Namun kedatangan Delano malah di manfaatkan oleh Karisa untuk menghancurkan hubungan kami."
"Aku rasa ini tidak sesimpel itu. Dia seperti terobsesi dengan kalian. Dia ingin memiliki kalian secara bersamaan. Dia benar-benar licik" tutur Flo.
"Darimana kau tahu?"
"Dari ceritamu, saat dia menawarkan dirinya untuk membalas sakit hatimu pada Lano. Secara tak langsung dia memang ingin dekat dengannya."
"Aku rasa juga seperti itu."
"Dan kau diam saja diperlakukan seperti itu?" telak Flo, hingga membuat Jeff tersenyum konyol.
"Mau bagaimana lagi. Tak ada kamu di sisiku membuatku sangat bodoh." Jeff meraih dagu Flo lalu melu*mat bibir Flo dengan rakus. Ciuman itu semakin lama semakin menuntut, tangan Jeff pun tak hentinya bergerilya mere*mas gundukan dada Flo hingga gadis itu merin*tih seraya memejamkan matanya.
Jeff merasa sejak kembali bersama Flo hatinya kembali mendapat ketenangan jiwanya. Tidak ada lagi dendam yang menggebu yang ada hanya damai.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
*Oligomenorea : Kondisi medis dimana wanita usia produktif siklus haid nya lebih dari 35 hari sekali atau lebih. (dalam setahun kurang dari 9 kali haid)
jangan lupa like, komen dan mawarnya donk guys