Dia Bukan Janda

Dia Bukan Janda
Final Part. Kebahagiaan Sempurna


__ADS_3

********


Dokter Zhafira dan beberapa tim dokter mulai melakukan persiapan. Regan masih tetap setia berada di dekat Lisa. Beberapa waktu lalu mama Lidya tiba bersama tante Mitha.


"Berdoa, dan yakinlah bahwa istri dan anakmu akan baik-baik saja." itulah pesan mama Lidya pada Regan. Pria itu tersenyum tipis dan mengangguk. Operasi yang akan dilakukan nanti adalah operasi Caesar ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Surgery) ini adalah metode kedokteran baru. Dimana biasanya proses recovery memakan waktu 3 hari, kali ini hanya butuh waktu sehari setelah itu lisa bisa beraktivitas.


Dokter Zhafira sudah bersiap. Tidak ada lagi percakapan, Lisa dan Regan saling menggenggam tangan. Perasaan Regan berdebar apalagi setelah mendengar penjelasan dokter Zhafira mengenai efek samping yang kemungkinan timbul setelah dan selama operasi.


Regan sesekali mengusap kepala Lisa. Mata Regan bisa melihat saat dokter mulai membedah perut Lisa. Jantung Regan berdesir berpacu dengan cepat. Bayi Lisa mulai dikeluarkan dengan hati-hati dan sedikit dorongan di perut Lisa bagian atas. Lisa terus beristigfar hingga tak lama terdengar suara lengkingan tangis bayinya.


Baik Regan maupun Lisa keduanya langsung mengucap syukur. Air mata Lisa tak terbendung saat itu. Regan berulangkali mengecup kening Lisa. Bayi Lisa langsung diletakkan di atas dadanya. Bayi itu bergerak dengan sendirinya mencari puncak dada ibunya. Semua bernafas lega setelah drama yang dibuat oleh anak pasangan itu.


Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dengan berat 3400 gram dan panjang 53 cm diberi nama Sakha Putra Syailendra. Regan memilih memakai nama besar keluarganya agar tidak putus dan harapan Regan kelak putranya bisa membawa nama keluarganya menjadi lebih besar lagi.


Hans langsung terbang ke Indonesia memakai jet pribadinya begitu mendapat kabar dari mama Lidya. Diperkirakan dia akan sampai di Indonesia besok siang.


Sementara itu, setelah inisiasi dini, Sakha di bersihkan dan kemudian diadzani oleh Regan. Terbayar sudah drama kecemasan yang dibuat putra mereka. Hingga akhirnya Sakha harus lahir lebih awal. Meskipun terbilang prematur tapi Sakha terlahir dengan kondisi yang sangat sehat.


Lisa tertidur pulas saat Sakha diantar ke kamarnya. Keluarga Lisa juga baru bisa datang besok karena baru kemarin malam ibu Lisa kembali ke Singapura.


Lusi yang mendapat kabar sahabatnya melahirkan lebih awal begitu terkejut. Dia bahkan menangisi Lisa. Namun saat diberitahu kondisi Lisa dan bayinya baik-baik saja, Lusi akhirnya bisa tenang.


Keesokan harinya suasana di kamar Lisa dan Baby Sakha di penuhi oleh suara sanak saudara. Papa Hans langsung mandi begitu tiba dan langsung menggendong cucunya begitu selesai. Senyumnya mengembang lebar saat melihat cucunya yang terlelap di dekapannya.


Ibu Lisa juga sudah sampai bersama kak Tio dan istrinya dan juga keponakan Lisa yaitu Bumi. Bu Yayuk tak menyangka Lisa akan melahirkan bayinya prematur. Beruntung bayi itu sehat dan juga gemuk. Sebagai seorang S1 jurusan kedokteran, Lisa menerapkan semua ilmu yang di dapatnya. Dia begitu telaten mengurus Sakha, bahkan tanpa diajari Lisa langsung bisa menyusui Sakha dengan mudah.


Lusi menghubungi Lisa lewat sambungan video call. Dia tidak diijinkan oleh Delano pergi menjenguk Lisa di rumah sakit. Khawatir jika nanti ke rumah sakit, Lusi akan membawa virus penyakit sepulangnya dari sana.

__ADS_1


Kini kebahagiaan melingkupi semuanya, badai yang pernah datang menghadang perlahan sirna dan berganti dengan awan cerah. Lusi yang awalnya berpikir tidak akan pernah menikah, kini dia telah memiliki keluarga, bersama Delano dia sembuh dari trauma masa lalunya. Ketakutan demi ketakutan telah berubah menjadi kebahagiaan. Begitu juga kehidupan Lisa yang sederhana, dia yang awalnya memiliki cita-cita menjadi seorang dokter kandungan justru harus berhenti sejenak karena tiba-tiba mendapatkan suami yang begitu mencintainya bahkan keluarganya juga memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Lusi dan Lisa yang dulunya setiap kemana-mana dikira seorang janda, karena pergi membawa anak tanpa suami. Kini telah bahagia dengan pasangannya masing-masing.


.


.


.


"Ayo sayang, nanti kita telat," ujar Lisa terburu-buru, dia begitu cantik dengan busana yang dia kenakan, mungkin nanti hanya ia dan keluarganya yang datang dengan memakai busana seperti itu di sana. Namun semua itu justru membuat Lisa semakin bangga dengan budayanya.


"Regan keluar dengan menggendong Sakha, Lisa tampak sangat cantik dengan kebaya dan perut buncit nya. Setelah melahirkan Sakha 5 tahun yang lalu Lisa kembali menempuh pendidikannya. Dengan bantuan dokter Zhafira, Lisa bisa lulus dengan predikat terbaik di university of Manchester."


"Mommy, kenapa selalu terburu-buru."


"We are late, baby."


Lisa begitu terharu saat menerima sertifikat kelulusannya. Keluarga Regan yang mendampingi pun tampak bangga melihat keberhasilan Lisa di tengah kesibukannya mengurus putra pertamanya.


Regan begitu hati-hati menuntun Lisa. Senyum Lisa sejak tadi tidak pernah surut. Lidya memeluk dan mencium kening menantunya. Hans yang ada di samping Lidya mengusap kepala menantunya itu.


"Mommy, i'm so proud of you."


"Thankyou, son." Lisa memeluk Sakha erat. Regan pun ikut bergabung memeluk istri dan anaknya.


Keluarga Regan merayakan keberhasilan Lisa dengan mengundang semua keluarga Syailendra yang ada di Indonesia dan juga keluarga Lisa yang ada di Singapura.


Lisa tidak tahu kejutan yang diberikan keluarganya padanya sampai saat mobil tiba di sebuah restoran, Lisa turun dari mobil di bantu oleh Regan. Mata Lisa seketika membulat menatap dari balik kaca dimana semua keluarga besarnya berkumpul dan tersenyum kearahnya.

__ADS_1


Air mata kebahagiaan Lisa tumpah, dia menarik tangan Regan agar segera masuk ke dalam restoran. Memang tadi Regan sengaja membawa Lisa seorang. Dan membiarkan kedua orang tuanya membawa Sakha untuk menyiapkan kejutannya.


Lisa memeluk ibunya, rasanya sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Hanya bersapa lewat ponsel saja karena kesibukan Lisa. Lisa lalu beralih memeluk sahabatnya.


"Aku kangen... "


"Aku juga Lisa," Sahut Lusi. sejak 3 tahun terakhir mereka jarang bertemu. Regan begitu sibuk dengan perusahaannya begitu juga dengan Delano. Mereka tidak punya banyak kesempatan untuk sekedar saling mengunjungi, apalagi dua tahun lalu Lusi melahirkan putra keduanya. Lisa hanya bisa menghubungi Lusi lewat video call.


Kebahagian keluarga mereka kini terasa sangat lengkap. Devan dan Davin menghampiri Lisa dan memberikan bunga untuk aunty tercintanya.


"Terima kasih, Re.... ini kejutan yang paling akan ku kenang sepanjang hidupku." isak Lisa, sangking bahagianya dia dia terus terisak.


"Semua hanya untukmu, baby. I love you," bisik Regan


...The End...


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


akhirnya usai sudah kisah mereka.


Terima kasih untuk kalian semua


Atas support dan waktu kalian.


Menjawab beberapa pertanyaan di bab awal agak ke tengah. Ada yang menanyakan mengenai pernikahan Lusi dan Delano (saya tidak pernah menulis Suryo sebagai wali nikahnya Lusi) Saya hanya mendiskripsikan Ada penghulu dan Suryo juga Delano di satu meja bisa saja disana Suryo hanya menjadi saksi bukan sebagai wali. Karena ya meskipun minim ilmu othor juga mikir karena novel itu sebenarnya imaginasi tapi sarana akan penyampaian hukum adat, hukum agama dll. Jadi othor sudah sehati² mungkin membuatnya.


terimakasih untuk kritik dan saran kalian semua. Sampai jumpa di karya baruku. Nanti akan aku rilis di sini judulnya tapi sabar ya

__ADS_1


__ADS_2