
Amelia masuk kedalam lift yang menuju lantai atas tempat kantor Dika berada . ketika sampai di sana Amelia bertemu dengan sekertaris Dika.
"Maaf ada yang bisa saya bantu mbak...? Tanya sekertaris Dika yang bernama Fani.
"Saya ingin bertemu dengan tuan Dika.." jawab Amelia angkuh.
"Maaf Nona...apakah Nona sudah ada janji...?" tanya sekertaris itu.
'Saya teman tuan Dika , jadi saya tidak harus ada janji kalau ingin bertemu dengannya...." jawab Amelia sombong.
"Maaf kalau begitu anda tidak bisa bertemu dengan beliau....apalagi sekarang beliau masih ada tamu.." tolak sang sekertaris.
"Ck kau ini... Aku sedang ingin bertemu tuan Dika..." Amelia segera melangkah menuju pintu ruangan Dika.
"Nona...tunggu..kau dilarang masuk..?" teriak Sekertaris itu sambil berlari mengejar Amelia yang telah membuka pintu ruangan Dika dan berjalan masuk. Ketika sampai di dalam ruangan terlihat Dika sedang duduk dengan seorang tamu relasi perusahaan.
"Maaf tuan... Nona Amelia memaksa masuk kedalam ruangan..." kata Sang sekertaris Dika dengan wajah takut.
"Apa yang kau lakukan Amelia....!" seru Dika marah.
"Ma ...maaf Dik..." kata Amelia ketakutan.
"Apakah kau tidak mendengar larangan dari Fani...?" tanya Dika dengan marah.
"Siapa dia tuan Dika ...." tanya sang tamu.
"Salah satu dari artis yang ada di perusahaan Dirgantara...." jawab Dika .
"Waah ternyata hubungan seorang artis
Dengan pembesar perusahaan sangat dekat ya, hingga dia hanya memanggil namanya saja...." kata sang tamu menyindir Dika. Dika mendengar itu menjadi sangat malu. Dia segera menatap Amelia dan Fani.
"Fan Bawa dia keluar..." katanya dingin.
"Baik Bos..." jawab Fani sopan. Dia segera membawa Amelia keluar.
"Tapi Dik...." kata Amelia seakan tak mau keluar. Mata Dika segera menatap Fani dengan tajam, dan Fani segera membawa Amelia keluar dengan paksa.
Duka kembali melanjutkan meetingnya dengan relasinya.
Sedang di tempat Bara terlihat CEO dingin itu sedang mempersiapkan segala kebutuhan yang akan dia bawa ke Amerika bersama Anton sang Asisten pribadinya.
"Ton...Bilang sama Dika agar dia secepatnya mengeluarkan Amelia dari kantor kita . aku sudah tidak ingin melihat dia berada di sini...?" Katanya dengan dingin.
"Baik Bos..." jawab Anton dengan segera.
"Apakah pesawat yang akan kita pakai sudah di persiapkan , ..?" tanya Bara lagi.
"Sudah Bos...Jam penerbangan kita jam 12.00 jadi kita bisa pergi kesana 30 menit sebelum penerbangan...." kata Anton.
"Baiklah... Dan tolong kau telfon Mamat agar mengambilkan koper baju yang ada di kamarku, kita berangkat langsung dari sini...bukankah dari sini lebih dekat dengan Bandara...?"Kata Bara yang masih sibuk dengan beberapa dokumen yang ada di atas mejanya.
"Baik Bos..." Anton segera mengambil ponselnya yang ada di saku jasnya, lalu menelfon.
Sedang dikantor Dika terlihat Dika yang sedang memanggil Fani untuk masuk kedalam ruangannya.
"Saya tuan...." kata Fani yang masih merasa takut.
"Kau teledor Fan... Kenapa kau bisa membiarkan dia masuk....?" tanya Dika dengan nada marah.
"Saya tadi sudah pemberitahuan kalau tuan sibuk, tadi dia nekat masuk..." kata Fani.
"Ya sudah jangan kau ulangi lagi kesalahan mu. sekarang tolong kau panggil tuan Andika datang kemari...." kata Dika dengan masih bernada marah.
"Baik tuan...oh ya tuan, apakah tuan tidak dengar kejadian tadi pagi di kantor DC...?" tanya Fani .
"Ada apa...?" tanya Dika sambil melihat leptopnya.
"Tuan Bara marah pada Nona Amelia di loby kantor DC..." kata Fani yang membuat Dika kaget.
"Apaaa...? Apa lagi yang di perbuat gadis itu...?" kata Dika kaget.
"Kata para karyawan dia menyatakan cintanya pada tuan Bara...?" jawab Fani.
"Dasar wanita gila..." kata Dika dengan marah.
"Kau segera panggil pak Andika untuk datang kemari, dan aku akan bertanya kejadian sebenarnya pada kak Bara..." kata Dika sambil mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Fani segera keluar dari ruangan Dika, dia segera menghubungi pak Andi untuk segera menghadap tuan Dika.
"Assalamualaikum Dik, ada apa...?kau mengganggu kesibukanku.." tanya Bara.
"Waalaikum salam kak, maaf gue mengganggu,... gue cuma mau nanya ssma kakak, apa bener elo tadi ada masalah dengan Amelia...?" tanya Dika .
"Bener...dia tadi membuatku malu di depan para karyawan, dia kira kalau dia menyatakan cinta di depan orang banyak aku bakal nerima dia...? Dasar wanita licik dan gila..." kata Bara kesal.
"Dia benar- benar gila kak...tadi dia juga mempermalukan gue di sini..." kata Dika kesal.
"Apa yang dia lakukan....?" tanya Bara.
__ADS_1
"Dia memaksa masuk keruangan gue saat gue meeting dengan Si Romi dari PT Marta Jaya..." jawab Dika geram.
"Keluarkan saja dia dari perusahaan, nggak usah di perpanjang masa kontaknya..." kata Bara dingin.
"Baik kak...oh ya apa kakak berangkat sekarang... Dan kak Kania apa jadi pergi keluar kota...?" tanya Dika .
"Iya...tadi kakak yang mengantar dia ke Bandara.." jawab Bara.
"Ooo...berapa hari kakak di Amerika...?" tanya Dika lagi .
"Dua minggu... Nanti kalau bisa kau tidur di rumahku saja sekalian menjaga si Kinan ...?" kata Bara.
"Apa kakak nggak bilang sama Mama dan Papa...?" tanya Dika lagi.
"Sudah tadi malam bersama Mamanya Kinan..." jawab Bara.
"Baiklah , gue nanti tidur di rumah kak Bara..." Jawab Dika .
"Ya udah urusi persoalan si Amelia gue masih banyak kerjaan..." kata Bara.
"Baik kak , jaga diri kakak Asalamualaikum..." kata Dika mengakhiri panggilannya.
"Walaikum salam..." jawab Bara dan segera menutup sambungan telfon.
Sedang Dika setelah menaruh ponselnya di atas meja kembali , tiba- tiba mendengar ketokan di pintu.
Tok tok tok....
"Masuk..." kata Dika datar.
"Selamat siang tuan..." sapa pak Andika.
"Siang....duduklah pak..." jawab Dika.
Pak Andika segera duduk di depan Dika.
"Kita langsung aja pak,...apakah pak Andika juga mendengar gosip tadi pagi..?" tanya Dika datar .
"Sudah tuan...tapi kami belum mendengar kebenarannya..." jawab pak Andika pelan.
"Semua berita itu benar, dan kak Bara sangat marah...." kata Dika dingin.
"Ya ampuun....lalu apa yang harus saya lakukan tuan....?" tanya pak Andika .
"Keputusan Perusahaan suru dia keluar dari perusahaan dengan mengundurkan diri . atau kita mengakhiri masa kontraknya, bukankah akhir bulan ini masa kontraknya berakhir...." kta Dika dengan tegas.
"sekarang semuanya sudah berakhir, katakan padanya apa yang aku katakan padamu...?" kata Dika datar.
"Baik tuan....saya akan melaksanakan perintah tuan...." jawab pak Andika.
Setelah itu pak Andika segera keluar dari ruangan Dika . dia segera berjalan keruangannya. Dia tak habis fikir dengan tingkah Amelia yang selalu mencari masalah, dulu dia dengam beraninya menyebarkan rumor kalau dia calon istri tuan Bara, hingga para pembesar perusahaan mempercayaai rumor itu karena tidak ada respon dari tuan Bara. namun setelah tuan Bara menolak Amelia di depan orang banyak saat pesta perayaan ulangtahun perusahaan, membuat para petinggi perusahaan mengetahui kalau itu cuma rumor yang Amelia sebarkan. tapi dia tak merasa malu, kini dia kembali membuat masalah hingga tuan Bara marah dan ingin dia keluar dari perusahaan. Sesapainya di ruangannya Pak Andika segera menyuruh sekertarisnya untuk memanggil Amelia dan sang menejer. saat itu Amelia sedang tiduran di sofa yang ada di dalam kantor Dian. ketika sekertaris pak Andika datang dan menyuruh mereka kekantor pak Andika , mereka tanda tanya.
"Mel...kok pak Andika memanggil kita...?bukankah kalau pak Dika marah kita seharusnya menghadap dia...? atau... usulan kita di setujui pak Dika ya...?" kata Dian kaget.
"Wah pasti itu tentang usulan kita kak... mungkin kak Bara atau Dika mau meminta maaf padaku karena telah berlaku kasar padaku tadi,..." kata Amelia dengan gembira.
"Waah...kalu begitu kau bisa menekan mereka untuk memperkenalkan dirimu pada semua orang kalau kau sekarang kekasih tuan Bara Mel...." kata Dian mberi semangat.
"Kalau begitu mari kita segera pergi kesana kak..." kata Amelia sambil berdiri dari sofa yang di dudukinya.
"Ayo Mel..." jawab Dian dengan penuh semangat. Merek berdua segera menuju kantor pak Andika. ketika mereka sampai di sana, terlihat sekertaris pak Andika yang masih mudah itu sudah menunggu.
"Tunggu sebentar Nona Dian dan Nona Amelia...saya akan memberitahu tuan Andika..." kata sang sekretaris.
"Silahkan...?" kata Dian dengan wajah angkuhnya. sedang Amelia terlihat semakin congkak dan sombong.
perlahan Sang sekertaris pak Andika mengetuk pintu.
Tok tok tok....
"Masuk..." terdengar suara pak Andika dari dalam. perlahan Wanita muda itu masuk kedalam ruangan.
"Pak Nona Dian dan Nona Amelia sudah datang..." kata wanita muda itu.
"Suruh masuk mereka..." kata pak Andika dingin. Sang sekertaris segera keluar dan mempersilahkan Dian dan Amelia untuk masuk kedalam ruangan .
"Silahkan Nona...pak Andika sudah menunggu kalian berdua di dalam.." kata wanita mudah itu.
Dengan sombong dan congkaknya kedua wanita itu masuk kedalam ruang pak Andika.
"Selamat siang pak Andika..." kata Dian basah - basih.
"Siang...silahkan duduk..." kata pak Andika datar. Dian dam Amel segera duduk di sofa ruang kerja pak Andika. setelah itu pak Andika ikut duduk di sofa.
"Gimana pak...apa bapak sudah menyetujui permintaan persyaratan kami....?" kata Dian dengan wajah semakin bangga.
"Apaa...menyetujui persyaratan kalian...? jangan bermimpi, apakah kalian masih ingat perkataan tuan Dika kalau kalian sekali lagi jangan mengaganggu tuan Bara...? tetapi kenapa kalian Bodoh... lagi- lagi kalian membuat tuan Bara marah, dan yang sekarang lebih parah...! apa kalian nggak bisa berfikir dengan benar...? bukankah kau Nona Amelia...kau sudah di tolak mentah- mentah oleh tuan Bara saat itu , tapi kenapa sekarang kau ulangi lagi di depan para karyawan...?di mana otak kalian...?" seru pak Andika marah.
__ADS_1
"Cukup...! cukup pak Andika....semua ini bukan urusan anda, seharusnya anda mengurusi soal karyawan, bukan soal pribadi saya...!" seru Amelia marah.
Braagk....
"Ini jadi urusan saya...karena tuan Dika meminta anda untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini...atau bukankah sebentar lagi masa kontrak anda sudah berakhir, dan saya di tugaskan untuk mengakhiri masa kontrak anda..." seru pak Andika dengan marah.
"Apaa...." teriak Amelia dan Dian terkejut.
"Kenapa kalian kaget...? bukankah itu yang kalian inginkan....?" seru pak Andika marah.
"Tapi pak...apakah salah jika saya mencintai kak Bara...? dan saya tahu kak Bara juga mencintai saya..." seru Amelia keras kepala .
"Kalau dia mencintaimu seperti yang kau katakan, dia tak akan semarah ini...dan lagi dia tak akan menolakmu di depan orang banyak.... sadarlah kau Nona, kalau tuan Bara tidak mencintaimu...." kata pak Andika dengan sinis.
"pak Andika tolong jangan putuskan hubungan kerja kita, saya akan meyakinkan kak Bara , kalau dia mencintai saya..." kata Amelia dengan gigih.
"Amelia...kau memang gila... bukankah kau sudah di tolak dua kali, dan saya tak bisa mengabulkan permintaanmu karena ini sudah keputusan tuan Bara dan tuan Dika.." kata Pak Andika dengan tegas.
"Karena tidak ada lagi yang akan kita bicarakan lagi , maka silahkan anda untuk kembali keruangan kalian, dan kita akan bertemu lagi dalam pembatalan kontrak kerja kita...." kata pak Andika dengan datar.
"Tidak...saya tidak akan pergi dari sini..!' teriak Amelia histeris , dia menangis dengan kencang..
" Sudahlah Nona Amel jangan menangis lagi. percuma Nona Amelia menangis, karena kejadiannya sudah sampai seperti ini, Nona Dian tolong bawa dia keruangan kalian... " kata Pak Andika datar.
"Baik Pak...Mel ayo kita kembali keruangan kita..." kata Dian membujuk Amelia.
"Pak Andika ....tolong jangan kau keluarkan aku dari perusahaan ini, aku nggak ingin jauh dari kak Bara..." kata Amelia memohon.
"Maaf Nona...ini bukan lagi wewenang saya... tuan Bara dan tuan Dika sudah memutuskan itu..." kata pak Andika prihatin. dia kasihan juga melihat Amelia yang terlihat sedih dan putus asa.
Tapi semuanya adalah kesalahan dari Amelia sendiri.
Akhirnya dengan wajah sedih dan lesuh Amelia dan Dian keluar dari ruang pak Andika. mereka berjalan dengan wajah sedih menuju ruang kantor Dian. untung kantor sedang dalam keadaan sibuk, hingga tak ada yang tahu ketika Amelia keluar dari ruang pak Andika dalam keadaan menangis, ketika sampai di sana kemarahan Amel tak terbendung lagi.
"Aaagh....!" dia menghamburkan semua yang ada di atas meja Dian. dia melempar apa saja yang ada di depannya. hingga sang Adik sepupu dan asistenya menghindar dari barang yang melayang karena kemaraha Amelia.
"Tidak....aku akan membuat kak Bara jadi milikku, apapun akan kulakukan , aaagh.." teriak Amelia lagi.
"Mel...sudahlah... kau jangan terlalu keras berteriak, kita masih di kantor Mel..." kata
Dian menghibur Amelia.
Amelia cukup lama melampiaska kekecewaan dalam tangis dan kemarahan. setelah tangis dan kemarahan agak redah dia segera di ajak Dian untuk pulang ke rumah pribadinya.
Setelah sampai di rumahnya, Amelia segera di suruh mandi dan tidur, Amelia pun menuruti perintah Dian. setelah mandi dia duduk bersama dengan Dian, Rusti dan sang Asisten pribadinya
"Kak... semua ini pasti gara- gara wanita sialan itu..." kata Amelia tiba- tiba.
"Wanita sialan...? siapa yang kau maksud...?" tanya Dian heran.
"Siapa lagi kalau bukan si artis baru yang sok cantik itu...?" kata Amelia dengan nada marah dan kesal.
"Maksudmu siapa...?" tanya Dian tak mengerti .
"Si Kania ja***g itu kak...pasti dia yang membuat benci kak Bara padaku..." kata Amelia dengan nada marah.
"Dari mana kau bisa seyakin itu menuduh Kania...?" tanya Dian heran.
"Bukankah Dika sedang dekat dengan janda genit itu kak... pasti dia menghasut Dika untuk berkata yang tidak- tidak pada kak Bara tentang diriku, dia pasti sakit hati karena masalah di dalam butik tempo hari..." jawab Amelia dengan wajah sinis.
"Masak sich Mel...bukankah kita tidak pernah bermusuhan dengannya, lagian kita jarang bertemu dengan dia..?" kata Dian lagi.
"Pasti dia dendam padaku karena masalah di butik itu kak..." jawab Amelia.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Mel..?" kata Dian lagi.
"Kak sekarang kakak sudah tak menjadi artis dari DI. lalu apa yang harus kita kerjakan kak...sedang peranku di beberapa film tidak terlalu menjanjikan, itupun karena kakak yang menjadi andalanku, tapi kalau sekarang kakak sudah tak menjadi bintang faforit lagi, lalu apa yang terjadi pada ku ,apa kita hanya akan mengelolah butik kakak aja...?" kata Rusti ketakutan.
"Bukankah kau sudah kuajari, beri mereka dengan tubuhmu, bukankah sekarang Sutradara muhlis sedang menggarap sebuah film baru, walau tidak terlalu bagus tapi kau akan mendapatkan sebuah peran, untung- untung kalau itu peran utama ...." kata Amelia tenang.
"Kak...manamungki aku tidur dengan pria maniak itu, Sudah tua jelek lagi, apalagi aku dengar dia kalau bermain ranjang melakukan yang aneh- aneh, kak tolong jangan kau suruh aku merayu dia kak..." kata Rusti memohon.
"Ck..kau ini...eh..tapi aku punya ide...bagaimana kalau kita membuat Kania yang menjadi target si tua itu...? jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui..." kata Amelia.
"Maksud Kakak gimana sich..?" tanya Rusti bingung.
"Aku dengar tuan Muhlis sangat tergila- gila dengan Kania, tapi dia tidak berani mendekati Kania karena takut pada Dika, jadi mari kita tolong dia untuk mendapatkan Kania, sedang kita akan mendapatkan keuntungan dari itu semua, gimana....?' kata Amelia menjelaskan .
"Waah...ide kamu bagus juga Mel...?" kata Dian sambil tersenyum.
"Siapa dulu...Amel...." kata Amel bangga.
"Mari kita buat caranya untuk menjebak Kania dalam permainan kita, Dia yang rugi kita yang untung... pasti nanti Dika akan menjauhinya dan kak Bara akan berada di dalam pelukanku" kata Amelia denga. wajah cerah. merekapun segera berunding bertiga.
Bersambung dulu...jangan lupa like dam komennya , untuk yang telah sudi memberi like dan komen Author ucapkan banyak- banyak terimakasih. aku doakan semoga kalian selalu sehat dan bahagia.
Amiin...🙏🙏...
__ADS_1