Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
FITNAH AMELIA


__ADS_3

Sore harinya Kania dan Bara pulang kembali kerumah . Ketika sampai di rumah mereka di sambut dengan wajah marah Kinan.


Kinan segera berlari dalam pelukan sang Mama.


"Mama...kenapa lama pulangnya....?" seru Kinan sambil memeluk erat leher Kania. Dia menaruh kepalanya di bahu Kania.


"Sayang ada sesuatu yang harus Mama kerjakan di luar nak..." kata Kania beralasan.


"Pasti Papa kan yang mengajak Mama...?" kata Kinan dengan marah. Dia menatap sang Papa dengan wajah marah.


"Hey...kenapa kau marah sama Papa...?" tanya Bara menggoda .


"Iya... Karena pasti Papa yang membawa Mama..." seru Kinan kesal.


"Sayang... Mama yang salah sudah ninggalin Kinan, bukan Papa kok... Kinan nggak boleh marah sama Papa.." nasehat Kania pada Kinan yang terlihat marah pada Bara. Kinan menatap sang Mama.


"Maafkan Kinan Ma...habis Kinan sedih, tadi pagi Kinan cari Mama , Mama sama Papa nggak ada...?" rajuk Kinan.


"Iya, iya Mama salah , maaf Mama ya...?" kata Kania lembut.


"Papa juga minta maaf sayang... bukan salah Mama saja kok, Papa juga salah telah membawa Mama Kinan pergi..." kata Bara sambil mencium pipi Kinan.


"Kinan juga minta maaf Pa, telah marah sama Papa..." kata Kinan .


"Iya sayang... " jawab Bara.


"Ya udah kita keatas yuk...." ajak Kania.


"Ma...sini Kinan gendong Papa saja, Kasian Mama bukankah Kinan sekarang sudah besar..." kata Bara.


"Iya Ma... Kinan turun aja, Kinan mau jalan..." jawab Kinan langsung turun dari gendongan Kania. Bara tertawa melihat tingkah sang putra. Mereka bertiga akhirnya naik tangga menuju kamar Bara.


Kebahagiaan terlihat di rumah bara yang dulu terlihat dingin sekarang terasa hangat sejak kedatangan Kania di rumah itu. Kebahagiaan bukan hanya di rasakan oleh Kania ,Bara dan Kinan, tapi oleh seluruh penghuni rumah Bara. Para pembantu sangat senang ketika mereka tahu Kania dan Bara sudah menikah walau belum di rayakan dalam sebuah pesta. Mereka juga sudah tahu kalau semua itu karena keinginan Kania yang akan menjadi nyonya di rumah itu.


***


Di sebuah rumah yang terlihat cukup bagus, terlihat seorang gadis yang selalu marah pada para pembantunya.


"Mel...sudahlah...percuma kau marah- marah pada mereka , lebih baik Kita datangi saja nyonya Rani di rumahnya. Katakan tentang gadis itu pada nyonya Rani..." kata nyonya Gita pada sang putri. Gadis itu adalah Amelia yang sedang memarahi para pembantunya. Sejak pertemuannya dengan Kania tiga hari yang lalu, tingkahnya membuat para pembantunya merasa serba salah,


Para pembantunya mengeluh karena semua permintaan gadis itu selalu salah. mereka mendapat kan cacian , juga ada yang mendapat tamoaran dari gadis itu.


"Aku kesal padanya Ma... Kenapa gadis itu pandai sekali merayu kedua putra paman Mahesa..." seru Amelia marah.


"Tapi kau salah... kau melampiaskan kemarahanmu pada para pembantu yang tak tahu pada masalahmu.. seharusnya kau berkata pada mereka atau pada nyonya Rani, Mereka mendekati wanita itu Karena merek tidak tahu tentang dia itu Mel..." hibur sang Mama.


"Baiklah aku akan menceritakan masalah ini pada tante Rani, biar tahu rasa wanita ja***g itu..." seru Amelia dengan marah.


"Ma...kalau gitu kita nanti kerumah paman Mahesa ya Ma..." kata Amelia semangat.


"Iya..kita akan kesana , kau bisa menceritakan apa yang kau lihat di Mall itu, atau...apakah kita pergi sekarang aja ya... Coba Mama telfon dia sekarang.." kata nyonya Gita.


"Betul Ma, lebih baik Mama telfon tante Rani sekarang, kalau beliau nggak kemana- mana lebih baik kita kesana sekarang..." kata Amelia dengan semangat. Nyonya Gita akhirnya pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.


Lima belas menit kemudian terlihat dia sudah kembali kekamar Amelia dengan wajah gembira.


"Mel..ayo siap - siap, nyonya Rani mau menemui kita..." kata nyonya Gita gembira.


"Beneran Ma....? Kalau begitu Amel ganti baju dulu Ma..." seru Amelia sambil berdiri dari tempat tidurnya.


'Iya...Mama juga mau ganti baju dulu..." jawab sang Mama lalu keluar dari kamar Amelia. Dia segera berjalan ke kamarnya untuk ganti baju.


Satu jam kemudian terlihat sebuah mobil putih keluar dari rumah tuan Sony Subiantoro. Terlihat dua wanita dan seorang supir berada di dalam mobil itu. Mereka adalah Amelia dan sang Mama yang akan kerumah nyonya Rani dengan di antar seorang supir.


" Ma..apakah penampilan Amel sudah bagus Ma...?" tanya Amelia pada sang Mama.


"Penampilan mu selalu cantik Mel, jangan kau ragukan itu...." jawab sang Mama memuji .


"Trimakasih Ma..." kata Amelia bangga.


Tak berapa lama mereka sudah sampai di Mension milik keluarga Dirgantara.


Mereka berdua di sambut dengan gembira oleh nyonya Rani.


"Waah jeng Gita ,Amelia...ayo silahkan masuk...." sambut nyonya Rani ramah.


"Trimakasih mbakyu..." kata nyonya Gita sambil masuk bersama Amelia.


"Tumben kemari...ada angin apa nich..?" tanya nyonya Rani bercanda.


"Ini si Amel.. Ingin main kemari mbakyu, katanya kangen sama mbakyu Rani..." kata nyonya Gita . obrolan mereka terhenti ketika seorang pelayan masuk membawakan minuman dan cemilan buat mereka.


"Ayo jeng Gita, Amel di minum...." kata nyonya Rani basa- basi.


"Trimakasih tante..." jawab Amelia sopan.


"Trimakasih mbakyu... Jangan repot- repot mbakyu..." kata nyonya Gita .

__ADS_1


"Aah..cuma sekedar minuman kok.. Ayo di minum jeng..." kata nyonya Rani ramah. Merekapun segera meminum minuman yang nyonya Rani suguhkan.


"Begini mbakyu...sebenarnya ada sesuatu yang akan Amelia katakan pada mbakyu Rani...." kata nyonya Gita setelah menaruh cangkirnya keatas meja.


"Amel akan mengatakan sesuatu padaku...? Tentang apa itu...?" tanya nyonya Rani penasaran.


"Maaf sebelumnya tante.... Ini menyangkut tentang kak Bara dan Dika..." kata Amelia perlahan.


"Tentang Dika dan Bara...? Kenapa mereka...?" tanya nyonya Rani dengan mengerutkan alis matanya.


" sekali lagi Amel minta maaf jika Amel mencampuri urusan mereka berdua, tapi Amel tak ingin mereka berdua terjerumus atau tertipu dengan wanita itu... Amel tak rela jika mereka akan kecewa...." kata Amelia dengan wajah sedih.


"Maksud Amel apa sich...?" tanya nyonya Rani semakin penasaran.


"Itu tante....(terlihat Amelia sedikit gugup) mereka berdua sepertinya sedang berhubungan dengan seorang janda..." kata Amelia lagi.


"Apaaa...." seru nyonya Rani kaget.


"Iya mbakyu... Amel beberapa hari yang lalu bertemu dengan Dika di sebuah butik di dalam Mall dengan seorang wanita yang membawa anak laki- laki dan mereka akrab sekali...." kata nyonya Gita membantu sang putri.


"Maksud kalian gimana sich kok aku nggak ngerti... Coba kamu ceritakan Mel..." kata nyonya Rani . dia menatap Amelia dengan kerutan di dahinya. Sedang Amelia yang merasa nyonya Rani memberi respon perkataannya menjadi senang.


"Begini tan... Beberapa hari yang lalu Amelia dan beberapa teman datang ke Mall untuk mengecek harga serta melihat baju yang lagi ternd sekarang. Saat itulah Amelia bertemu dengan Kania..." perkataan Amelia terhenti ketika nyonya Rani berucap.


"Kania...?" tanya nyonyan Rani kaget . bukankah itu nama menantunya.


"Iya tante... Apa tante mengenal wanita itu...?" tanya Amel curiga.


"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu..." kilah nyonya Rani menutupi.


"Dia itu artis yang baru tumbuh Tan... Dia ada di naungan DI juga. tapi Tan... Saat pesta ulang tahun perusahaan apa Tante masih ingat, dia bernyanyi dengan kak Bara...? " kata Amel menjelaskan.


"Oo...gadis itu....iya, iya aku ingat..." kata nyonya Rani berucap.


"Ternyata dia itu janda Tan.... Beberapa hari yang lalu Amelia bertemu dia dengan anak kecil berusia sekitar 5 atau 6 tahunan Tan.. dan sepertinya dia sangat sayang pada anak itu. kalau di perhatikan sepertinya dia putra si Kania itu tan, Dan anehnya Dika juga dekat dengan anak itu , jangan- jangan Dika sudah terpikat dengan wanita itu tan... Amel takut kak Bara dan Dika di tipu oleh wanita itu.. " kata Amelia memfitnah Kania dengan menggebu- gebu.


Sedang nyonya Rani hampir tertawa mendengar omongan Amelia. Kini dia tahu anak laki- laki yang di maksud Amelia , anak itu pasti Kinan. dia menahan tawanya fengan keras , agar dia tahu apa yang akan di katakan wanita licik ini selanjutnya . Dasar wanita pencari masalah, apa dia nggak tahu kalau Bara sudah mempunyai seorang anak. dan anak yang di maksud anak Kania ,adalah anak Bara.😂😂.


"Benarkah...." kata nyonya Rani pura- pura kaget.


"Benar Tan... dan perlu Tante Rani tahu, walau dia itu seorang artis, teryata dia itu dulunya seorang penjual gado- gado keliling Tan, dia bisa sekolah pun karena mendapatkan beasiswa Tan,..." kata Amelia dengan wajah sinis.


"Waah...kalau begitu dia anak yang gigih, cerdas dan mandiri dong..." puji nyonya Rani . Amelia kaget ketika mendengar nyonya Rani memuji Kania.


"Ya ampuun mbakyu... itu sich bukan karena dia cerdas , mungkin dia mendapatkan karena pemerintah tahu dia orang yang nggak punya...?" kata nyonya Gita.


"Benar kata mbakyu Rani, cuman aku takut dua putra mbakyu Rani akan kena tipu wanita itu mbakyu..." kata nyonya Gita lagi. dia takut nyonya Rani akan simpati pada gadis itu.


"Benar Kata Mama Tan... kalau kak Bara sich aku agak tenang, tak mungkin kak Bara mudah tergoda oleh wanita itu, karena setahu Amel, kak Bara itu tidak mudah berdekatan atau di dekati wanita, tapi yang aku takutkan Dika Tan.. dia terlihat sangat dekat dengan anak laki- laki yang bersama Kania itu..." kata Amel dengan provokasinya.


" Ya udah biar nanti aku tanyakan saja pada Dika, Biar dia bisa menjelaskan siapa wanita itu..." kata nyonya Rani selanjutnya.


"Kau salah Nona...bukan Kania yang mengejar Bara...tapi Bara lah yang mengejar Kania...( kata nyonya Rani tertawa dalam hati ) Dia sangatlah tahu kalau putranyalah yang tergila- gila pada Kania.


"Tapi jangan bilang kalau Amel yang bilang sama Tante ya Tan...takutnya Dika nanti akan membenci Amel..." kata Amelia lagi.


"Iya...tante tak akan bilang pada Dika nanti..." jawab nyonya Rani sabar. Melihat sikap nyonya Rani yang baik itu, membuat Amelia senang. Dia menganggap nyonya Rani mberikan kesempatan padanya untuk lebih dekat dengan keluarga Dirgantara. setelah berbincang- bincang cukup lama, akhirnya mereka berpamitan pulang. Setelah kepergian kedua orang itu nyonya Rani menelfon Bara.


"Asalamualaikum Ma...." sapa Bara .


"Walaikum salam.kau di mana ...?" tanya sang Mama.


'Di rumah Ma...emang ada apa Ma...?" tanya Bara heran.


"Apakah besok kalian bisa kemari...?" tanya Nyonya Rani .


" Besok...?Kayaknya bisa dech Ma..." jawab Bara.


"Kalau begitu kalian besok datang kesini, awas Mama tunggu..." ancam nyonya Rika.


" Baiklah Ma kami akan datang kesana..." jawab Bara.


"Sekalian kau ajak adikmu juga ...Kalian bisa menginap di sini besok..." kata sang Mama.


"Baik Ma...nanti Bara ajak Dika ..." jawab Bara.


"Ya sudah Mama tutup telfonnya karena Papamu sudah datang Asalamualaikum" kata Nyong Rani sebelum mengakhiri panggilannya.


"Wa'alaikum salam..." jawab Bara. Diapun segera menutup telfon dari sang Mama.


****


Keesokan paginya ketika saat makan bersama Bara berkata pada sang istri.


"Ma.. kita nanti kerumah Mama Rani ya..." kata Bara pada sang istri yang sekarang sedang mengambilkan nasi goreng buat Kinan.


"Baik... tapi Mama sekarang harus kekantor kak Seto Aji, karena membahas tentang promosi untuk film Putri Fang Yun ..." kata Kania.

__ADS_1


"Kesananya nanti sore aja kok... sekalian kita nanti menginap di sana..." kata Bara lagi.


"Pa...Kinan ikut kan...?" tanya Kinan takut di tinggal lagi.


"Iya sayang... kita akan kerumah Oma, kita akan menginap di sana selama dua hari..." jawab Bara lagi.


"Hore....kita akan menginap di rumah Oma..." seru Kinan gembira.


"Sayang...pelan- pelan...nanti kau tersedak lo..." kata Kania menasehati ketika Kunan melincat kegirangan.


"Tapi Mama nggak bisa minta libur Pa..?" kata Kania sambil menatap sang suami.


"Kita bisa berangkat kerja dari sana Ma.. biar nanti Kinan sama Mama dan bik Siti saat kita berangkat kerja, bik Siti kita ajak saja kesana..." jawab Bara.


"Kalau gitu Mama siapkan dulu baju untuk kalian, cuma dua hari kan...?" kata Kania lagi.


"Kita lihat saja nanti Ma..." jawab Bara.


Karena mereka sudah selesai makan, Kania segera berdiri dari duduknya.


"Sayang... kau berangkat sekolah dengan bang Mamat ya...nanti pulang sekolah Insyaallah Mama yang jemput..." kata Kania pada Kinan.


"Baik Ma..." jawab Kinan dengan riang. dan bertepatan bik Siti masuk kedalam. Bara segera berkata pada bik Siri.


"Bik... kau nanti ikut kami pergi kerumah Papa Mahesa, kita akan menginap di sana selam dua hari. jadi nanti bawa baju untuk ganti di sana...." kata Bara .


"Dua hari tuan...?" tanya bik Siti lagi.


"Iya..." jawab Bara datar.


"Baik tuan..." jawab bik Siti dengan sopan.


Sedang Kania merapikan baju sekolah Kinan yang sempat berantakan , setelah terlihat rapi dia segera membawa sang putra keluar . namun sebelumnya dia menyuruh Kinan untuk berpamitan pada Bara.


"Sayang salim sama Papa..." pinta Kania pada Kinan. Kinanpun menurut dia mencium tangan Bara.


"Asalamualaikum Pa, Ma...." pamit Kinan.


"Wa'alaikum salam..." jawab Bara.


"Wa'alaikum salam sayang..." jawab Kania. Kania segera memberikan Kinan pada bik Siti yang sudah menunggu Kinan . Kinan dan bik Siti segera berangkat di antar bang Mamat. sedang Kania setelah menyiapkan baju untuk mereka bertiga segera berpamitan pada Bara untuk segera berangkat menuju kantor DI menjemput kak Rika sang menejer, karena mereka akan berangkat ke kantor Seto Aji bersama- sama. setelah sampai di kantor Rika, ternyata Rika sudah menunggu kedatangannya. saat melihat kedatangan Kania Rika segera beranjak dari tempat duduknya. Mereka segera berangkat kekantor Seto Aji .


Sesampainya disana ternyata para pemain inti film Putri Fang Yun sudah pada datang. si Farel juga sudah ada, Karena beberapa minggu ini dia kembali ke Korea, mereka segera di persilahkan masuk kedalam ruang rapat di kantor Seto Aji. Kania sempat menyapa Farel dan duduk di dekatnya bersama Rika.


Ternyata rapat itu memerlukan waktu lama, hingga setelah selesai makan siang rapat itu di lanjutkan dan Kania terpaksa meminta Keti dan Arum untuk menjemput Kinan dan Bik Siti , karena tadi Bara meminta Kania untuk datang kekantornya setelah selesai rapatnya . Mereka akan langsung berangkat dari Kantor Bara .


Jam tiga sore hari rapat baru usai. Kania segera keluar dari ruang rapat di kantor Seto Aji. Dia berjalan dengan sang menejer, dia juga bertemu dengan Paramita dam menejernya Erma.


"Hey Kania...apa kabar ...?" sapa Erma dengan akrab.


"Baik kak..." jawab Kania sambil berjabat tangan dan cipika- cipiki dengan Erma dan Paramita.


"Lo kalian saling kenal to..." tanya Rika heran .


"Gara- gara kak Rika , Kania bisa bertemu kak Seto Aji kak..." jawab Kania.


"Maksudmu...?" tanya Rika tak mengerti.


"Saat itu kak Erma menyuruhku menggantikan dia untuk mengantar audisi si Paramita , dan disanalah Kak Seto Aji melihat gue kak,dan akhirnya dia memintaku untuk memeranka Putri Fang Yun..." kata Kania menjelaskan .


"Oo.. begitu ceritanya..." kata Rika sambil tertawa.


"Itu bukan karena aku Nia...tapi memang sudah takdirmu menjadi seorang artis.." kata Erma .


"Mungkun juga kak, tapi kak Erma juga ikut andil disini..." kata Kania lagi.


"Kau ini bisa aja...oh ya kalian mau kemana...?" tanya Erma lagi.


"Langsung kekantor kak...ada sedikit pekerjaan yang harus di hendel, lalu kakak dan Paramita..?".." tanya Kania .


"Kami juga akan pergi kekantor, tapi masih ada pekerjaan yang harus kami lakukan di dini,..." jawab Erma.


"kalau begitu Kami pulang dulu kak Asalamualaikum..." pamit Kania.


"Iya silahkan Wa'alaikum salam.." jawab Erma . Kania dan Rika segera berlalu meninggalkan Erma dan Paramita yang masih berada di kantor Seto Aji.


Ketika sampai di luar kantor mereka melihat Arum. Keti, Amanda serta Kinan dan bik Siti sedang duduk di tempat tunggu diluar kantor.


Ketika melihat kedatangan Kania , Kinan langsung berlari kearahnya.


"Sayang....sudah tadi...?" tanya Kania sambil mengangkat Kinan yang sudah mulai besar itu.


"Tidak terlalu Ma... soalnya tadi kami pulang dulu kerumah mengambil tas pakaian ..." jawab Kinan .


"Ya sudah kita langsung kekantor Papa saja...." kata Kania sambil melangkah kearah mobil mereka. Merekapun segera meninggalkan kantor Seto Aji.


Jangan lupa like dan komennya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2