Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
Gadis penyebab Farel pergi


__ADS_3

Setelah perundingan kedua keluarga telah di putuskan kalau pernikahan Bara dan Kania akan di laksanakan lima bulan lagi, Bara sebenarnya agak keberatan namun apalah daya kalau para tetua sudah memutuskan. syukur- syukur kalau penggarapan film Putri Fang Yun selesai. Namun Kania meminta pernikahan itu hanya di ketahui oleh keluarga dekat saja , mereka akan menggelar pernikahan itu setelah semua permasalahan Kania telah terselesaikan, namun sebenarnya Bara menuruti permintaan Kania yang ingin meminta waktu selama satu tahun padanya. Saat keluarga Dirgantara mau pulang ternyata si kecil Kinan tidak mau ikut pulang , dia ingin bersama sang Bunda. Dengan terpaksa mereka meninggalkan Kinan bersama Kania. Sebenarnya Bara ingin tinggal juga tapi tadi setelah selesai melaksanakan Penyematan cincin pertunangan Bara mendapat Kabar dari sang sekertaris Kalau klien dari Amerika akan menemui Bara nanti sore.


Setelah kepergian keluarga Dirgantara terlihat Kania sedang bermain dengan Kinan di taman. Setyo Hadi yang melihat sang putri sedang berada di taman bersama pengawal dan putra Bara segera mendekat.


"Nia...boleh papa ikut duduk di sini nak..?' tanya sang Papa ketika sampai di tempat Kania.


"Papa... Silahkan Pa..." jawab Kania lembut .


"Dia putra Bara...?" tanya Setyo Hadi sambil memandang Kinan yang berada di pangkuan Kania.


"Benar Pa...dia Kinan putra Bara...?" jawab Kania.


"Boleh Papa menggendong dia...?" tanya Setyo Hadi .


"Sayang..kau mau ikut Kakek...?" tanya Kania pada Kinan. Namun Kinan pendekap erat tubuh Kania dan menggelengkan kepala .


"Maaf Pa...dia memang agak sulit dekat dengan orang lain..." kata Kania sambil memeluk dan mengusap kepala Kinan.


"Dia terlihat sayang banget denganmu nak...?" kata Setyo Hadi yang melihat tingkah Kinan yang terlihat sangat manja pada Kania .


"He he he..itu benar Pa.. Sebenarnya Kania pertama kali jatuh cinta bukan pada Papanya, tapi pada Pria kecil ini " terang Kania sambil tertawa dan mencium lembut kepala Kinan.


"Maksud Kania...?" tanya sang Papa yang kini sudah duduk di dekat Kania.


"Pertama kali Kania bertemu dengan Kinan saat Dia mau di culik oleh beberapa orang pria , saat itu Kania baru pulang berdagang gado- gado Pa, Kania menolong Kinan dan menggagalkan penculikan itu, seminggu kemudian Kania kembali menolong Kinan, tapi saat itu Kania terluka karena melindungi Kinan yang akan menjadi sasaran tembak para penculiknya, untunglah luka Kania tidak terlalu Parah. Dan pada saat itulah Kania pertama kali bertemu dengan Papanya Kinan. Dan kebetulan Kania adalah wanita yang sedang dicari olehnya...." kata Kania menjelaskan.


"Di cari...? Memang kenapa Bara sampai mencarimu...?" tanya Setyo Hadi heran.


"Ceritanya panjang Pa..." Kania pun menceritakan pertemuan pertamanya dengan Bara yang tanpa dia sadari. Karena pertolongan Kania itulah Bara mencintainya. Bara merasa berhutang nyawa pada Kania, mendengar cerita Kania Sang Papa hanya bisa menatap Kania dengan wajah penuh kekaguman.


"Jadi kamu menjual gado- gado sejak remaja nak...?" tanya sang Papa.


"Bukan sejak remaja, tapi mulai sejak kecil semenjak keluar dari rumah Papa Kania sudah mengikuti paman Asep berdagang gado- gado keliling. Terkadang Kania ikut paman Asep sambil membawa buku pelajaran, dan untunglah semenjak SD sampai kuliah Kania selalu mendapatkan beasiswa , jadi soal biaya sekolah Kania tidak kesulitan.." jawab Kania.


"Kau tidak merasa malu melakukan pekerjaan menjual gado- gado keliling itu nak...?" tanya sang Papa.


"Kania tak pernah merasa malu jika yang dilakukan Kania Benar dan halal.." jawab Kania smbil memandang sang Papa .


"Maafkan Papa nak...?" kata sang Papa sambil membelai rambut Kania , Dia merasa bersalah dan telah terlalu kejam pada sang putri. putri satu- satunya hidup menderita sedang putri angkatnya , dengan gembira menerima kasih sayangnya dam hidup mewah.


"Nggak jadi masalah Pa...karena itu sudah berlalu buat Kania.." jawabnya dengan lembut.


'Trimakasih nak..kau telah mau memaafkan papa.." kata Setyo Hadi kebali .


"Jangan berterimakasih pada Kania Pa.. Memang sudah kewajiban Kania untuk bisa memaafkan Papa..." jawab Kania sambil tersenyum.


Setyo Hadi juga memberitahukan masalah ketidak tahuannya tentang penganiayaan yang di lakukan wanita utu jika dia tidak berada di rumah. dia juga mengatakan kalau Kania tidak tidur di rumah utama itu karena kata wanita itu Kania yang tak mau dan ingin tidur dekat bik Monah. Setyo Hadi hanya bisa me yesalkan kenapa dia tidak bertanya sendiri kepada Kania, Saat itu yang dia tahu dia hanya bisa semaki benci pada Kania yang dia juga tak mengerti mengapa. Kania asyil berbincang dengan sang Papa , sedang Arum dan Keti duduk agak menjauh dari sang Bos Nia. Setelah berbincang- bincang cukup lama mereka berlima masuk kembali kedalam mension keluarga.


*****


Karena pagi ini Kania ada jadwal syuting setelah selesai solat Kania segera berkemas. Setelah memandikan dan merapikan Kinan mereka berempat segera berpamitan Pada Kakek Herlambang yang kebetulan sedang berbincang dengan Setyo Hadi di teras Mension.


"Kakek, Papa selamat pagi...." sapa Kania.


"Pagi Nia..lo mau kemana kalian...?" tanya sang Kakek.


"Kania mau pamit pulang dulu kek.. Sebab hari ini Kania ada jadwal syuting.." jawab Kania.


"Tidak menunggu sarapan dulu nak...?" tanya Kakek lagi .


"Maaf kek.. kami terburu- buru..." jawab Kania.


"Nia...boleh Papa antar nak...?" tanya Setyo Hadi .


"Ndak usah Pa, takutnya nanti di ketahui istri Papa..." jawab Kania.


"Dia bukan istri Papa Nia..." jawab sang Papa.


"Maaf.. Kania lupa Pa..." kata Kania lagi.


"Kalau begitu hati- hati di jalan..." kata Setyo Hadi lagi.


"Iya Pa..Nia pamit dulu tolong sampainkan pada keluarga Paman Rehan dan keluarga Bibi Garnis, Kania tidak bisa pamit langsung pada mereka ..." kata Kania.


"Nanti Papa sampaikan Nak..." jawab Setyo Hadi.


"Kalau begitu Nia pamit dulu Papa, Kakek Asalamualaikum..." ucap Kania sambil mencium tamgan kedua orang tua itu dan diikuti Kinan dan kedua pengawalnya.


""Wa'alaikumsalam..." jawab sang Kakek sambil mengusap kepala Kania .


"Wa'alaikumsalam hati - hati di jalan Nia..." Kata sang Papa sambil mencium dahi sang putri juga Kinan yang berada di sebelah Kania.

__ADS_1


"Iya Pa.. trimakasih.." jawab Kania sambil berjalan meninggalkan mereka.


Setyo Hadi melihat kepergian sang Putri dengan perasaan yang enggan berpisah. Namun dia juga merasakan kebahagiaan di dalam hatinya.


"Jangan pernah kau sia- siakan kembali putri yang berharga seperti Kania itu Yo... Beruntung kau memilki putri yang baik dan cantik serta soleha seperti dia. Kau juga harus mengucapkan terimakasih pada Asep dan Monah yang telah menjadikan putri mu seperti itu, merekalah yang mempunyai andil besar dalam pembentukan karakter watak Nia, coba kau bandingkan watak Kania dengan watak si Deby, mereka jauh sekali perbedaannya...."kata Kakek Herlambang yang ada di sebelahnya.


"Benar Pa... Aku harus bersyukur putriku satu- satunya hidup bersama mereka. Setyo tak bisa membayangkan jika mereka berdua tidak bersamaku dulu, mungkin sekarang putriku tak tahu bagaimana jadinya. Aku akan mengucapkan Terimakasih pada mereka, aku ingin memberikan sesuatu pada mereka sebagai ucapan terimakasihku pada mereka Pa.." jawab Setyo Hadi sambil tetap memandang mobil Kania yang perlahan menghilang dari pandangannya.


Merekapun kembali masuk kedalam mension karena hari semakin terang.


Sedang di perjalanan terlihat Kania dan Kinan sedang duduk dengan tenangnya. apalagi Kinan yang berada di dalam pangkuan sang Bunda. dia terlihat kembali tertidur dengan tenangnya.


"Bos..sebelumnya Arum minta maaf, Arum mau tanya kenapa Papa Bos Nia tadi bikang kalau nyonya Setyo Hadi Mama si Deby itu bukan istrinya...? apa mereka mau bercerai Bos...?"tanya Arum yang selalu kepo.


"Dia bukan Mama Kania Rum..." jawab Kania datar.


"Apa Bos Nia masih dendam pada Mama Bos Nia...? bukankah Bos Nia sudah memaafkan Papa Bos Nia...?" tanya Kania lagi.


"Maksud Nia.. dia bukan Mama Kania karena dia orang yang menyamar jadi mama Kania Rum...?" terang Kania.


"Apaa...!" teriak Arum dan Keti Bersamaan. tanpa sadar Keti menginjak rem mobil hingga mobil berhenti mendadak. untuk jalanan kearah puncak agak sepi. kalau tidak bisa menjadi bahaya apa yang dilakukan Keti.


"Keti kau gila ya....?" teriak Kania Karena dia dan Kinan sampai terhempas kedepan. untuk Kinan tidak terjatuh hanya Kania yang kepalanya terantuk sandaran kursi yang di tempati Arum.


"Maaf Bos..maaf.. habis Keyi Kaget mendengar omongan Bos Nia..." kata Keti yang kembali menjalankan mobilnya. Sedang Arum mengucapkan sumpah serapa pada Keti karena kepalanya terantuk dashboard mobil.


"Keti elo gila ya...kepala gue sakit tahu..." seru Arum gemas.


"Sory, sory...gue tadi kaget banget ngedengerin omong Bos Kania..." kata Keti sambil tersenyum masam. Arum hanya bisa mengomel dan mengusap jidatnya yang sakit


"Iya Bos gue tadi juga kaget, apa maksud Bos Nia kalau dia adalah wanita yang menyamar jadi Mama Bos Nia..." tanya Arum.


"Benar Bos... maksud Bos Apa...?" tanya Keti juga.


"Gue juga baru tahu dua hari yang lalu ketika kita baru datang kerumah Kakek Herlambang, di situ Om Sindu pulang dengan membawa hasil tes DNA dari Papa, wanita itu Dan Deby...(akhirnya Kania menceritakan hasil penyelidika tuan Sindu yang dia dengar dua hari yang lalu terhadap Nyonya Sinta dan Deby) dan ternyata Si Deby putri wanita itu..?"kata Kania menjelaskan pada kedua pengawalnya.


"Oo jadi Wanita itu Bukan nyonya Sinta Mama kandung Bos Nia...?" tanya Arum dengan heran.


"Benar...dia ternyata artis yang tergila- gila pada Papa Setyo.." jawab Kania.


"Tapi emang Papa Bos Kania sekarang aja masih tampan banget, apalagi saat mudahnya..." kata Keti sambil tertawa.


"Ha ha ha...jadi elo naksir Papa Bos Nia Ket...?" goda Arum yang berotak sadeng.


"Yee...siapa tahu elo mau jadi Mama mudah Bos Nia..." goda Arum kembali.


"Dasar otak sadeng...." seru Arum kembali.


"Jadi si Deby itu putri asli wanita itu Bos.." tanya Arum lagi.


"Iya.. dia sengaja menaruh putrinya yang akan dia buang , Dia menaruh putrinya kedalam panti asuhan dikota ini ketika dia mendengar Papa dan Mama ingin mengambil anak di panti asuhan itu, Dia berharap putrinya di ambil oleh Papa dan Mama . dan kebetulan Papa dan Mama mengambil putrinya itu....?" Kata Kania.


"Gue heran Bos, kok Dia bisa tahu kalau Orang tua Bos Nia pingin mengambil anak di panti Asuhan..?" tanya Arum yang mempunyai sifat ingin tahu.


"Mungkin karena dia selalu memantau kehidupan Papa.." jawab Kania tak mengerti.


"Gila...dia terobsesi banget dengan Papa Bos Nia..." seru Keti gemas.


"Benar...karena itu dia dengan segala cara ingin memiliki Papa Bos Nia.." kata Arum geram sendiri.


"Tapi Bos...apa Papa Bos Nia masih Mau sama wanita itu setelah tahu dia bukan Nyonya Sinta yang asli dan apa kalian sudah tahu di mana keberadaan Mama Bos Nia...?" tanya Arum lagi.


"Kata Papa sebenarnya dia sudah tak ingin bertemu dengan wanita itu, Papa ingin segera memasukkan dia kedalam penjara, tapi oleh Paman Rehan dan Om Sindu Papa di minta bersabar sebentar lagi, karena takutnya Mama masih hidup dan mereka masih mau mencari keberadaannya Mama Sinta. jadi Papa di minta untuk bersabar sebentar saja...?" kata Kania menjelaskan.


"Benar juga Bos... kalau dia di tangkap sekarang takutnya dia menyuruh Orang yang menculik Mama Bos Nia untuk membunuhnya ..." seru Arum membenarkan.


Tanpa mereka sadari mobil mereka telah sampai di halaman rumah Bara.


"Ya udah kita turun dulu, setelah itu kita berangkat kelokasi syuting. kalian bisa makan dulu sebelum berangkat..." kata Kania.


"Baik Bos...." jawab mereka berdua.


Dia segera membawa Kinan yang masih tertidur lelap kedalam rumah Bara.


Sesampainya di dalam rumah Kania bertemu Bara yang akan menaiki tangga menuju keatas.


"Bunda..." sapa Bara , lalu dia segera mendekati Kania dan mencium lembut dahi Kania serta mengambil Kinan dari gendongan Kania.


"Apa sekarang ada jadwal syuting Bunda ...?." tanya Bara .


"Ada Pa...sebentar lagi Bunda akan berangkat..." jawab Kania sambil berjalan kearah tangga. dia ingin mengambil sesuatu di kamarnya yang ada di rumah Bara. Bara mengikuti Kania dari belakang.

__ADS_1


"Pa...boleh Kania membawa beberapa baju ke apartemen...?" tanya Kania sambil menatap Wajah Bara sekilas.


"Ck...mengapa mesti bertanya .. kalau masih kurang kita beli lagi..." kata Bara sambil mengacak rambut Kania.


"Nggak usah, itu sudah cukup banyak kok.." jawab Kania. ketika sampai di kamar Kinan Bara segera masuk kedalam kamar Kinan untuk membaringkan Kinan, sedang Kania terus melangkah kekamarnya. Setelah sampai di dalam kamar Kania segera mengambil beberapa baju dan tas tangan serta sepatu dan di masukkan kedalam tas pakaian. ketika sedang berbena Bara masuk kedalam kamar.


"Kok sedikit Bun....? tanya Bara.


"Di apartemen sudah banyak Pa.. ini cuma buat pergi ke pesta penyambutan si Farel..." jawab Kania.


"Si Farel...?" tanya Bara.


"Oh ya Pa... si Farel masih saudara Papa Ya...? tanya Kania.


"Iya..dia saudara sepupu Papa, Kau mengenalnya...? ' tanya Bara.


tiba - tiba tangan kekar Bara telah memeluk Kania yang sedang berbena dari belakang..


"Iya.. Nia sudah sejak dulu mengenal Farel, dia sahabat Kania..."jawab Kania.


"sejak Kapan...?" tanya Bara lagi.


"Sejak Kania kalau nggak salah Nia kelas satu atau dua SMA dech... pokoknya sebelum Farel pergi keluar Negri...." jawab Kania.


"Tunggu dulu...jangan- jangan kaulah gadis yang membuat Farel pergi ya...?" tanya Bara sambil membalik tubuh Kania.


Kini wajah mereka saling berhadapan.


"Maksud Papa...?" tanya Kania tak mengerti.


"Iya,..Beberapa tahun lalu dia pergi keluar Negri tanpa pulang sama sekali . saat itu aku dengar dia pergi karena sakit hati di tolak cintanya oleh seorang gadis yang dia sukai, apakah itu kamu Bunda...?" tanya Bara curiga.


"Bunda...? mana mungkin Pa..?" jawab Kania, tapi dia tak berani menatap Bara. karena pada saat itu dia memang pernah menolak cinta Farel .


"Hey...kenapa kau memalingkan muka.. ada apa hmm...?" tanya Bara sambil memutar wajah Kania menghadap padanya.


"Nggak ada...cuma Kania pingin aja lihat kearah sana..." jawab Kania salah tingkah.


"Benarkah...? Bunda nggak Bohong...?" tanya Bara kembali dengan tatapan tajam


"He he he...iya sich Pa... Kania memang pernah menolak cinta Farel karena saat itu..." Kania terdiam.


"Saat itu kenapa...?" tanya Bara.


"Saat itu Bunda sedang dekat dengan seseorang Pa..." jawab Kania.


"Apakah itu si Reza yang bodoh itu...?" tanya Bara sambil tersenyum menggoda.


"Lo kok Papa tahu..?" tanya Kania kaget.


"Dan dia meninggalkan Bunda untuk bertunangan dengan putri palsu Papa Setyo Hadi Kan...?" kata Bara lagi.


"Papa..." seru Kania semakin heran.


"Tapi untunglah dia bodoh, andai sekarang dia tahu siapa gadis yang dia tinggalkan. dia akan sangat menyesal. tapi kebodohannya adalah keberuntunganku, jika tidak aku akan sulit merebutmu dari dia..." kata Bara dengan menatap Kania mesra.


"Ist..dasar Papa... tapi Pa Kania nggak pernah tahu kalau penolakan Kania membuat Farel pergi keluar Negri.." kata Kania heran.


"Tapi kenyataannya memang seperti itu.." jawab Bara.


"Sayang jangan pernah tinggalin Papa, Papa nggak akan sanggup jauh dari Bunda lagi.." kata Bara dengan wajah mesranya.


"Papa...mana mungkin Kania akan pergi ninggalin Papa.. yang ada Kania yang takut Papa nanti terpikat wanita lain , karena yang Kania tahu banyak gadis- gadis cantik yang mengharapkan cinta Papa...." jawab Kania.


"Di hati Papa nggak ada tempat untuk gadis lain selain Bunda.." jawab Bara. perlahan dia mendekati wajah Kania. dan mulai mencium lembut bibir Kania. Kania pun membalas ciuman itu tak kalah lembut. setelah beberapa lama Bara melepas ciumannya.


"Bun tinggal beberapa hari lagi perayaan ulang tahun perusahaan akan di lakukan. Bunda pergi bersama Papa ya...?"kata Bara.


"Lo..nanti ada keheboan dong di perusahaan...?" jawab Kania sambil tersenyum.


"Biarin aja.. pokoknya Bunda duduk dekat Papa.." jawab Bara.


"Iya, iya.. ist kalau sudah maunya...?" jawab Kania sambil mencubit pelan hidung bangir Bara.


"Aku nggak ingin pria yang ada di kantor masih mau mendekati Bunda..." kata Bara posesif.


"Baiklah apa mau Papa Bunda turuti.. nach sekarang Bunda mau pergi dulu, karena sebentar lagi ada jadwal syuting." kata Kania sambil melepas pelukan Bara.


"Makan Dulu Bun.." kata Bara.


"Nggak sempat Pa.. biar Bunda bawa bekal aja, nanti Bunda makan di jalan.." kata Kania sambil mengambil tas baju yang ada di atas tempat tidur. merekapun segera keluar dari kamar Kania. Ketika sampai di bawa Bara segera memanggil bik Siti agar membuatkan Bekal untuk Kania. Sedang Kania segera mencari Arum dan Keti mengajak nya segera berangkat. tak lama bik Siti datang sambil membawa kotak makana dan di berikan pada Kania. Setelah berpamitan Pada Bara Kania segera pergi dari rumah Bara bersama kedua pengawalnya.

__ADS_1


Maaf sahabat. Author kemarin nggak bisa update karena ada sedikit gangguan. sekali lagi maaf ya... jangan lupa like dan komennya selalu author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2