Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
PERNIKAHAN.


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Hubungan Mama pun dengan Papa semakin membaik. Satu bulan yang lalu aku Bimo bersama Mama dan Papa juga pangeranku Bara dan pria kecilku Kinan serta kedua pengawalku pergi ke kota Jg menemui keluarga Mama sekalian berlibur. Saat mereka mendengar tentang Mama mereka sangat murka , tapi bagaimanapun semua sudah terjadi dan mereka merasa Papa juga tidak bersalah. Kata meteka, sebenarnya Mereka juga agak curiga dengan perbedaan sifat yang di miliki mama saat Pingki menyamar jadi Mama. Tapi mereka menghapus prasangka mereka. Mereka juga tidak suka dengan sifat Deby putri Papa ,yang baru mereka ketahui kalau anak itu cuma anak angkat Papa . dan mereka sangat kaget ketika bertemu denganku karena kata mereka wajahku hampir mirip dengan wajah Mama , walau katanya cantikan aku 😅 😅 pede banget gue... Kami juga memperkenalkan Bara pada mereka. saat mereka tahu siapa Bara, mereka sangat terkejut Karena mereka Tahu siapa Bara Aris Dirgantara. Seorang CEO perusahaan nomer satu di Negara ini. Papa juga mengundang keluarga besar Mama dalam pernikahan ku yang akan di selenggarakan di Mension Kakek Herlambang .


Setelah menginap selama dua hari dan berkeliling di tempat wisata kota Jg, kami segera pulang kembali ke kota J.


Saat ini aku sudah berada di Minsion milik Kakek Herlambang , karena hanya tinggal dua hari lagi pernikahan ku dengan Papanya Kinan akan segera berlangsung. Saat ini aku tidak di perbolehkan keluar dari rumah, tiap hari hanya perawatan diri yang aku dapatkan. Walaupun pernikahanku di rayakan sederhana tapi sebagai calon pengantin aku harus melakukan perawatan diri. Aku hanya bisa menurut saja. Kalau tidak Kakek atau Mama akan berceramah panjang sekali. Ternyata Mamaku orang yang sangat teliti . tak ku sangka kalau aku kini memiliki seorang Mama . orang yang begitu sabar dan penuh kasih sayang.


Setelah hidup keras dan penuh penderitaan bertahun- tahun, Sekarang tubuh dan wajah mama sudah hampir kembali seperti sedia kala, cantik dan anggun ,setelah mendapatkan perawatan setiap hari. Aku sengaja melakukan itu karena aku ingin mengembalikan Mamaku seperti semula.


Tak terasa waktupun berlalu dengan cepat, dan besok pagi aku akan menyandang status sebagai nyonya Bara Aris Dirgantara. Saat ini di Minsion kakek terlihat sangat sibuk. Keluarga Paman Rehan dan keluarga Tante Garnis sudah pada datang. Juga keluarga Mama dari kota Jg kemarin juga sudah datang. Jadi bisa kalian bayangkan kesibukan dan keramaian macam apa yang terjadi di Minsion Kakek. Saat aku sedang berada di dalam kamar sendiri tiba- tiba ponselku berbunyi. Ada notifikasi WA masuk ke ponselku. Aku tersenyum ketika melihat si pengirim pesan . segera kubuka pesan dari Papanya Kinan.


"Selamat malam calon istri cantikku...


"Selamat malam calon suamiku....


Aku tertawa membaca tulisanku sendiri.


"Lagi apa sayang....? tulis tuan Besar Bara.


"Lagi istirahat Pa....


"Aku kangen Bun.... Hampir satu bulan Papa nggak melihat Bunda..._😰


"Bunda juga kangen Pa....😊


"Tapi Papa yang lebih kangen Bunda...


"Benarkah...?


"Bun...vidcol ya...?


"Nggak usah...bukankah besok kita sudah bertemu....


"Tapi Papa rindu Bun.....


"Di tahan..😀


"Ya ampun Bunda...bisa- bisanya masih ngetawain Papa...😗


"Habis Papa lucu.... Bukankah besok kita udah ketemu...


"Iya sich... tapi Papa kangen berat....


"Di buat tidur Pa....


"Nggak bisa....


"Di bisa- bisain dong....


"Baiklah...tapi besok Bunda harus mengganti penyiksaan ini lo awas...😠


"Ha ha...iya, iya.... 🤣


"Ya udah Papa tidur gih, bukankah besok akad nikahnya pagi, kalau Papa ngantuk akad nikahnya nggak jadi lo...


"Baiklah Papa tidur. Selamat malam calon istriku...😍😘


"Selamat malam calon suamiku 😍 😘


Kania tertawa membaca percakapan mereka lewat WA tadi.dia tertawa sendiri . setelah itu dia menaruh ponselnya di atas nakas dekat pembaringan. Tak berapa lama terlihat dia sudah tidur pulas.


*****


Keesokan harinya setelah solat subuh kania mulai dirias , begitupun dengan kedua pengawalnya dan kristal. Begitu juga dengan bibi Garnis, bibi Fara dan sang Mama. Mereka di rias di kamar lain. Mereka di rias pagi sekali karena pernikahannya di laksanakan jam 10 pagi. Ijab kabul di laksanakan di Minsion Kakek Herlambang.


Jam 09.30 Kania sudah terlihat cantik dengan kebaya putih dan kain panjang batik bergaya modern. saat Kania sedang melamun smbil memandang oantulan dirinya dari cermin, tiba- tiba terdengar kegaduhan di luar kamarnya. Tak lama Arum dan Keti serta Kristal datang ke kamar Kania.


"Hay pengantin...tu calon suamimu sudah datang..." seru Kristal sambil berjalan kearah Kania.


Perasaan Kania jadi lebih deg- degan. Walau sudah sering bersama Bara, namun saat ini dia merasa deg- degan karen ingat kalau dia sebentar lagi akan berubah setatusnya menjadi istri Bara. Bila ingat itu hati Kania menjadi deg - degan kembali.


"Cie..cie ...yang mau jadi istri terlihat salting dan gemeteran nich.." goda Arum yang memang agak slebor . Kania semakin malu mendengar godaan Arum.


"Kau berani menggoda Bosmu...." Kata Kania pura- pura marah.


"He he Bos...elo nggak pantas kalau marah... Dan elo tahu, gue paling suka lihat elo salting kayak gini. Habis elo itu nggak pernah terlihat salting kalau tidak menyangkut Bos Bara..." kata Arum semakin menggoda.


"Benar katamu Rum...kau benar sekali..." tambah Keti.


"Apa benar seperti itu...? Kania nggak pernah salah tingkah...?" tanya Kristal pada mereka berdua.

__ADS_1


"Kagak Nona....Bos Nia nggak pernah sesalting ini, walaupun di goda cowok sekalipun, tapi kalau menyangkut Bos Bara, waah....Nona Kristal lihat aja sendiri wajah Bos Nia..." kata Arum sambil tertawa menjelaskan Pada Kristal.


"Ya ampun Nia.... lucu banget kamu, aku nggak nyangka kalau kau itu anak yang agak dingin kalau soal cowok..." kata Kristal sambil menatap Kania.


"Dia bukan dingin sama cowok Non... Sahabat Non Nia juga banyak yang cowok, tapi kalu udah nyangkut Cinta... Waah itu dia yang membuat dia cuek..." kata Keti menimpali.


"Hey..hey...kenapa Kalian pada ngegosipin gue...?nach sekarang gue pingin tahu ,kalian tadi kesini mau ngapain....?" tanya Kania.


"Ngelihat keadaan kamu sekarang, udah siap apa belum ....?" jawab Kristal enteng.


"Trus kok kalian masich berdebat...?" tany Kania lagi.


"Kan udah... lalu nunggu di panggil untuk membawamu keluar... Idih udah pengen keluar ya Bos...." Arum kembali menggoda.


"Dasar pengawal nggak berahklak.. berani lo ya ngegodain gue...?" kata Kania sambil melotot. Merekapun tertawa senang melihat wajah Kania yang cemberut. Tak lama terdengar ketukan di pintu kamar. Arum segera membuka pintu, ketika ointu terbuka terlihat nyonya garnis berdiri di sana.


"Ayo pengantin wanita segera keluar..." kata sang Bibi. Kaniapun segera berdiri dan berjalan keluar kamar diiringi Arum, Keti , Kristal dan nyonya Garnis. Ketika sampai di ruang tamu terlihat sudah banyak orang di sana, tampak Bara sudah ada di depan meja bersama seorang penghulu. Dan tuan Herlambang sebagai wali dari Kania yang nanti akan menikahkan Kania dengan Bara serta dua orang saksi pernikahan . Kania segera di tuntun ke arah tempat duduk di dekat Bara oleh nyonya Garnis . Ketika Bara melihat penampilan Kania , dia tertegun melihat wajah Kania. Bara segera sadar setelah mendapat tepukan ringan dari Kania di lengannya. Nyonya Garnis menutup kepala Kania dan Bara dengan sebuah selendang putih tipis.


"Apakah anda sudah siap nak Bara..." tanya pak Penghulu.


"Saya sudah siap pak...?" jawab Bara tegas.


"Semoga ijab Kabul ini berjalan dengan lancar..." doa pak penghulu.


"Amiiin...." jawab mereka bersama.


"Baiklah Kita mulai saja ijab kabulnya sekarang, siap ya nak Bara...jangan grogi, mari tuan Setyo Hadi untuk memegang tangan nak Bara...." kata pak penghulu dengan perlahan. Setelah itu ijab kabul pun di mulai.


"Saya nikahkan engkau Bara Aris Dirgantara dengan Kania Kusuma Herlambang dengan mas kawin seperangkat alat solat dan uang sebesar 1 M dibayar tunai." ucap tuan Setyo Hadi Herlambang, dan dia sendiri tadi sempat kaget dengan mas kawin atau mahar yang di berikan Bara pada Kania. Begitupun dengan orang yang mendengar ijab kabul itu.


"Saya terima nikahnya Kania Kusuma Herlambang dengan mas kawin seperangkat alat solat dan uang sebesar 1 M dibayar tunai." jawab Bara dengan yakin.


"Bagaimana saksi SAH..." Ucap pak penghulu dengan nyaring.


"SAAAH...." seru mereka bersamaan.


"Alhamdulillah hirobbil alamin..." ucap pak penghulu di lanjutkan dengan doa.setelah itu pak penghulu berucap.


"Nach..sekarang kalian sudah syah menjadi suami istri maka itu hiduplah dengan rukun dan bahagia . Semoga hidup kalian Sakinah Mawaddah Warohmah, jadilah panutan bagi anak - anak kalian kelak..." kata pak penghulu lagi dan banyak wejangan yang di sampaikan sambil menyalami Bara dan Kania. Setelah akad nikah Mereka pun bernafas lega. Setelah itu Kania dan Bara bersalaman pada kedua orang tua mereka serta Kakek dan keluarga kedua mempelai. Mama Sinta menangis ketika melihat Kania menikah. begitu juga dengan tuan Setyo Hadi. Dia tak menyangka bisa menikahkan putri yang telah dia abaikan atau putri yang pernah dia buang. Sedang Sinta dia menangis karena saat terbuang dulu , dia sudah tak menyangka bisa hidup di antara orang - orang yang sangat dia cintai. Dan kini malah dia bisa melihat perkawinan putri yang pernah dia tinggalkan tapi bukan karena keinginannya


Saat melihat sang Mama menangis Kania segera mendekat dan memeluk serta berucap.


"Mama nggak menyangka kalau Mama masih bisa melihat putri Mama menikah sayang..." jawab sang Mama.


"Iya Ma...semua itu kehendak dari Tuhan pada kita... Nach sekarang Mama jangan menangis lagi,masak di dalam kebahagian Kania mama menangis... ?" goda Kania.


"Iya sayang.... Mama nggak nangis lagi kok.." jawab Sinta sambil tersenyum ketika Kania melepas pelukannya dan menatap wajah sang Mama .


"Nach ...gitu dong... Satu lagi Ma.. sekarang mama dan Papa harus rujuk kembali, ini keinginan Kania , mama mau kan mengabulkan permintaan Kania..? Kania ingin mama dan Papa rukun " kata Kania sambil merahi tangan sang Papa yang duduk di sebelah sang Mama, lalu menyatukan dengan tangan sang Mama.


terlihat Sinta terdiam sebentar, lalu dia melepaskan nafasnya dengan berat.


"Baiklah Mama akan menuruti permintaan Kania, ini kado buat Kania dari Mama..." jawab sang Mama sambil tersenyum. Terlihat wajah tuan Setyo Hadi gembira mendengar perkataan Sinta.


"Trimakasih Ma...Papa, tolong jaga Mama dengan baik Pa.., jangan sampai mama tersakiti lagi, Kania nggak mau mama menderita lagi.." kata Kania pada sang Papa.


"Pasti sayang... Papa tak akan membuatmu kecewa nak... Papa akan menjaga Mama dengan kasih sayang Papa..." jawab Setyo Hadi sambil mencium dahi Kania.


"Ma..di depan Kania anak kita ,aku berjanji akan membuatmu bahagia... Trimakasih kau telah memaafkan diriku.." kata Setyo Hadi pada Sinta..


"Sama- sama Pa.." jawab Sinta.


Kania tersenyum bahagia melihat Mama dan Papanya kembali rujuk. Kania menatap Bara yang ada di sebelahnya. kini Bara sudah menjadi suaminya.


"Kau bahagia sayang...?" tanya Bara perlahan.


"Iya mas...aku bahagia banget..." jawab Kania.


"Hey..kau merubah panggilanmu padaku...?" kata Bara kaget ketika Kania memanggilnya Mas.


"Uff maaf...aku terlalu bahagia , maaf...


aku.." perkataan Kania terpotong.


"Aku suka itu sayang... " jawab Bara sambul tersenyum manis dan memeluk sang istri.


"Benarkah...?" tanya Kania.


"Iya... kenapa bukan sejak dulu kamu memanggilku seperti itu..?" tanya Bara.

__ADS_1


"Aku takut kau marah.." jawab Kania.


"Ck.. kau ini, mana mungkin aku bisa marah padamu, " kata Bara kembali tersenyum sambil melepas pelukannya. Setyo Hadi dan Sinta yang melihat tingkah Bara pada putrinya sangat bahagia sekali. Terlihat begitu jauh perbedaan sifat Kania dengan sifat Deby putri yang pernah dia manjakan dan dia sayangi(pikir Setyo Hadi) Kania yang penuh perhatian dan pengertian serta baik hati, beda jauh dengan Deby yang Arogan ,sombong, manja dan mau menang sendiri . Dia tak bisa mengerti Kenapa dulu dia begitu menyayangi deby yang berkelakuan buruk itu ( tanya Setyo Hadi pada dirinya sendiri di dalam hati.)


"Ya sudah Pa , Ma Kania dan Bara mau menemui mereka dulu..." kata Bara sambil berdiri dari duduknya.


"Pergilah nak...mereka telah menunggu kalian berdua..." jawab Setyo Hadi.


Akhirnya Kania dan Bara pergi meninggalkan Setyon Hadi dan Sinta untuk menemui saudara mereka yang lain. memang di sini yang hadir hanya saudara dekat saja , sedangkan orang lain hanya Seto Aji , Anton, Amanda dan Rika. juga tiga sahabat Kania yaitu Sonya Ratih dan Kania. Kania dan Bara akan menggelar pesta pernikahan mereka nanti sesuai dengan permintaan Kania pada Bara.


Saat Rika di undang dalam pernikahan itu dia sangat kaget, Dia rak menyangka kalau ternyata Kania adalah calon nyonya pemilik perusahaan di mana dia bekerja.


namun sesuai permintaan Kania , Rika tidak boleh menceritakan masalah ini pada siapapun.


Begitupun dengan ketiga sahabatnya. mereka berteriak histeris ketika di beritahukan hubungan Kania dengan Bara. saat itu mereka bertiga di undang untuk datang ke apartemen Kania, mereka di jemput Keti dan Arum. saat mereka masuk ke apartemen Kania , mereka sangat kaget dan sekaligus kagum dengan apartemen mewah Kania. dan saat di perkenalkan pada sang Mama, mereka kaget karena setahu mereka Kania hidup dengan Paman dan Bibiknya. nyonya Sinta sangat terharu saat mendengar dari mereka kalau Kania hidupnya sangat mandiri, mereka bercerita kalau Kania walaupun kuliah dan telah bekerja Kania tidak malu berjualan gado- gado keliling. . mereka juga bercerita kalau sesekali mereka ikut Kania berjualan . mereka bercerita dengan gembira. dan saat Kania mengungkap kebenaran kalau dia sebenarnya kekasih Bara, atau tepatnya tunangan Bara mereka berteriak kaget.


"Kau sangat keterlaluan princes,mengapa rahasia seperti ini elo rahasiakan dari Kami..." protes Sonya pada Kania.


"Iya .elo kelewatan amat Princes..." timpal Karin.


"Hay elo pada jangan nyalahin princes dulu dong... mungkin princes menyembunyikan ini ada sesuatu yang princes hindarin..." bela Ratih.


"Betul itu...Bener kata Ratih, gue ngerahasiakan masalah ini karena gue takut itu cuma sementara. gue nggak yakin CEO seperti Bos Bara mau sama gue, mungkin dia hanya sementara aja suka atau kagum pada gue, lagian elo pada tahu sendiri kan yang suka pada Bos Bara...? mana berani gue membandingkan gue dengan mereka... gue takut mereka menyangka gue hanya menginginkan harta Bos Bara aja..." kata Kania menjelaskan .


"Bener sich kata- kata elo... tapi kalau selain kekayaan elo menang jauh dari mereka Non, elo cantik , pinter, baik hati apalagi soal bela diri elo jagonya,... yang elo kalah hanyalah soal kekayaan doang..." kata Karin.


"Trus elo bisa yakin kalau Bos benar- benar cinta ama elo gimana..?" tanya Sonya penasaran .


"Dari omongan dia sendiri.. dia sebenarnya udah lama mencari gue, dan cinta ama gue , seorang gadis yang telah menolong dia saat dua terancam yawanya di kota B(Kania sedikit menceritakan kejadian saat dia menolong Bara) tapi dia nggak bisa nemuin gue dimana pun. dan baru saat putranya Kinan mau di culik orang , barulah dia bertemu dengan gue lagi..." kata Kania menjelaskan.


"Jadi Bokap ama anak punya hutang nyawa ama elo...?" tanya Karin.


"Kayaknya seperti itu...?"jawab Kania cuek.


"Ya ampun... so sweet banget..." seru Ratih


"Jadi saat elo berkelahi dengan si siapa tu artis yang sombong itu..." kata- kata Sonya terhenti karena lupa nama artis yang dia maksud.


"Si Elisabet...?" kata Ratih.


"Iya si Elisabet, elo saat itu sudah berhubungan dengan tuan Bara...?" tanya Sonya.


"Maaf...iya...?" jawab Kania takut sang sahabat marah.


"Dasar kau ini...sahabat rese... karena itu elo saat itu tenang aja..?" kata Sonya lagi.


"He he..Benar...saat itu gue emang udah tahu kalau kita nggak mungkin di pecat. dan gue baru tahu kemudian kalau Bos Bara marah banget pada si Elisabet..." jawab Kania.


"Terang aja dodol... mana ada seorang kekasih ngelihat sang Kekasih di buli sama orang lain nggak marah...dasar kau ini..." runtuk Sonya gemas.


"Trus apakah kalian akan menerus kan kejenjang perkawinan...?" tanya Ratih. Kania hanya menjawab anggukan kepala.


"Jangan kau bilang sebentar lagi Kalian akan menikah...?" tanya Sonya kaget. Kania kembali mengangguk dengan cengiran di mulutnya.


"Ya ampun sayang...beneran...?" seru Sonya Kaget. sedang kedua sahabatnya hanya berteriak .


"Apaaa...?"teriak mereka bersamaan.


"Tinggal satu bukan lagi..." jawab Kania. Ketiga sahabatnya memeluk Kania bersamaan.


"Selamat Princes..." seru mereka bersamaan.


"Terimakasih... tapi pernikahanku tolong kalian rahasiakan dulu ya...?" kata Kania.


"Kenapa..?" tanya mereka bersamaan lagi.


"Karena gue belum yakin dan tak ingin mereka mengetahui ini dulu. mungkin setelah gue sudah kuat , Kami akan merayakan pernikahan kami ini..." jawab Kania.


"Baiklah Princes...apapun tanganku lakukan kami akan mendukungmu ..." kata Sonya.


"Jangan lupa undang Kami..." kata Karina.


"Pasti sayang..." jawab Kania.


karena itulah mereka sekarng berada di Minsion milik Kakek Kania. mereka terkejut ketika mereka mengetahui kalau Kania sebenarnya Putri seorang konglomerat yang Kaya. Mereka tahu siapa Kania dan cerita masa kalu Kania saat di Apartemen Kania .


Sudah dulu ya...gue sambung besok


jangan lupa like dan komen serta votenya gue tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2