
Sudah tiga hari yang lalu pengeroyokan Kania oleh Deby berlalu , Dia dengar kalau Deby masih ada di penjara , proses pengadilannya sedang berlangsung. untunglah jadwal syuting Deby di Putri Fang Yun sudah berakhir. Sedang jadwal syuting Kania pun semakin padat karena syuting film putri Fang Yun hampir berakhir. Hari ini saat berada di lokasi syuting tiba- tiba Kania dapat telfon dari Rika kalau Kania di harap datang kekantor setelah pulang dari syuting karena ada sesuatu yang harus di selesaikan. Karena merasa setelah ini tidak ada sesen dia beradegan ,dengan terpaksa dia akhirnya menemui Seto Aji.
"Permisi Kak..." kata Kania perlahan takut mengganggu Seto aji yang sedang berbicara pada kruh film.
"Ada apa Nia...?" tanya Seto Aji ramah , tak mungkin dia membentuk wanita dari sang CEO dingin sekaligus sahabatnya itu.
"Apakah setelah ini Kania masih ada pengambilan adegan kak...?" kata Kania perlahan.
"Hmm..sebentar...nggak ada Nia, ada apa..?" tanya Seto Aji kembali.
"Kania Boleh ijin pulang dulu kak, soalnya ada kepentingan yang harus Nia lakuin..." kata Kania perlahan.
"Boleh, Silahkan...tapi besok pagi kau harus ada di sini pagi sekali Nia..." jawab Seto Aji.
"Baik kak ,Kania akan datang pagi sekali, kalau begitu Kania pamit dulu Asalamualaikum. .." pamit Kania.
"Wa'alaikum salam..." jawab Seto Aji . Kaniapun berlalu dari hadapan Seto Aji.
Setelah selesai mengganti kostum Kania dan teman- temannya segera pergi dari lokasi syuting. Ketika sampai di kantor hari sudah menjelang sore, Sebentar lagi para karyawan sudah pada pulang. Dengan tergesa- gesa Kania dan tiga temannya berjalan kearah kantor Rika. Ketika hampir sampai di ruangan Rika mereka melihat pemandangan yang sangat mengagetkan . ada seorang wanita sepertinya seorang Karyawan sedang duduk di lantai dengan sikap meminta maaf pada seorang gadis yang terlihat sangat arogan dan sombong.
"Maafkan saya Nona Amelia... Saya benar- benar tidak sengaja tadi..." kata wanita itu dengan wajah sedih.
"Cih...tidak sengaja..? kami melihat perbuatanmu Nona Berta , kau dengan sengaja menginjak baju kak Amelia.. Lihat baju Kak Amelia hingga kotor seperti itu. Dan kau sekarang bilang tidak kau sengaja...? yang bener aja..." kata seorang gadis di sebelah wanita itu, terlihat tiga wanita yang berdiri di depan wanita yang duduk di lantai dengan sangatlah sombong dan arogan sekali. Wanita itu memakai baju warna pastel yang berkerah rendah dan panjang baju sampai hampir menyentuh lantai. Melihat potongan baju itu kania tahu kalau baju itu adalah sebuah baju yang bermerk terkenal dan sangat mahal. Karena baju yang di belikan tuan Besar Bara yang ada di dalam Almarinya hampir semuanya bermerk sama dengan baju wanita itu.
"Sudahlah Nona Berta...kau memang seorang wanita yang sangat bodoh, bukankah kau tahu kedudukan Amelia..? Semua orang menghormatinya. Jangankan kau yang hanya seorang sutradara yang sudah tidak mampu membuat sebuah produksi film, sedang para Direksi yang kedudukannya cukup tinggi saja menghormati Nona Amelia... Apa kau tak takut dengan tuan Bara.. Gimana kalau dia tahu gadis calon istrinya di hina oleh mu...?" jawab wanita yang ada di sebelah kanan wanita arogan itu. Kania dan teman- temannya Kaget mendengar omongan wanita itu. Calon istri tuan Bara...? Nggak salah tu..
"Hoy...calon istri tuan Bara ada disini hoy..."(teriak Arum dalam hati)
"Ha ha ha..kenapa ngaku istri tuan Bara.. Istri tuan Bara itu kak Kania...( batin Amanda sambil tertawa)
"Gila...ngaku- ngaku calon istri tuan Bara...belum tahu dia kalau calon istri tuan Bara ada di sebelah kami ( kata Keti dalam hati)
"Waduh...ada lagi orang halu yang mengaku istri si bos dingin...siapa dia..? He he he...coba gue kerjain dia...habis kasian amat wanita yang berjongkok itu, keterlaluan sekali dia, kalau emang dia calon istri Bos besar bukan seperti itu juga kali...( kata Kania dalam hati).
"Baik...kalau kamu mau saya maafkan ada syaratnya..." kata wanita arogan itu.
"Apa Nona...?' tanya Nona Berta sambil memandang wanita arogan itu.
"Berlutut dan cium ujung sepatu gue..." jawab si Amelia sombong.
Dhuaaar...
Semua orang yang sedang menonton kejadian itu terkejut mendengar omongan Amelia. Gila...apa sesombong dan searogan itukah gadis ini..pikir mereka.
"Gila...apa Nona Berta mau melakukannya...." tanya seorang wanita yang bergerombol melihat petunjuk itu.
"Tapi apa berani Nona Berta menolak permintaan wanita milik Bos Bara..." jawab yang lain.
"Kasihan Nona Berta.. Dia jadi korban Nona Amelia..." kata yang lain.
"Bukankah hanya sedikit kotor di baju Nona Amelia itupun di bawa tidak akan terlihat sama- sekali..." jawab yang lain.
Banyak komentar yang di ucapkan oleh para wanita yang melihat kejadian itu, ada yang kasihan ada juga yang memandang sinis pada Nona Berta. Kania hanya mendengarkan percakapan itu.
"Atau kau ganti baju ini dengan mereka yang sama dengan baju yang di pakai kak Amelia..." kata gadis yang ada di sebelah kiri Amelia. Siapa yang nggak tahu baju yang selalu di pakai Amelia baju yang terkenal dengan harga sebuah rumah yang bisa di beli masyarakat kelas menengah itu. Berta tercengang, mana mungkin dia sanggup membeli baju mahal itu...kalau dulu mungkin dia bisa, tapi sekarang, setelah dia kesulitan mengharap sebuah film, keuangan yang dia punya semakin menipis. itupun hanya untuk kebutuhan sehari - hari.
"Baiklah saya akan melakukan itu..." kata Berta sambil bersiap untuk bersujud dan mencium kaki Amelia, semua orang menahan nafas , namun sebelum wajah Berta tertunduk ada suara yang menahannya.
"Tunggu...!" seru suara wanita menahan gerakan Berta. Semua orang menatap kearah suara itu. Terlihat Kania yang berjalan mendekat.
"Begitukah sikap seorang selebritis yang terkenal dengan sesama teman sekantor...? Ck..ck..memprihatinkan sekali..." kata sinis Kania sambil mendekat.
"Siapa kau...berani sekali kau ikut campur urusanku..." kata Amelia dingin.
Kania tidak menjawab, dia membantu Berta berdiri.
"Ayo kak, kakak berdiri dulu...tak baik seorang wanita duduk di lantai. Apalagi kakak lebih tua dari kami..." kata Kania sambil memegang tangan Berta
'Tapi Nona..." kata Berta ragu.
"Jangan khawatir , aku yang akan membantu kakak..." jawab Kania.
"Hey wanita sialan jangan kau ikut campur urusan kami..." kata wanita mudah yang ada di sebelah Amelia dengan sombong. Dia mendekati Kania dan menamparnya. Namun sebelum tangannya menyentuh pipi Kania ,Kania telah menahan laju tangan itu.
"Tidak semudah itu elo menampar gue Nona..dan gue tidak berurusan dengan wanita seperti elo " kata Kania dingin. Dia segera menghempaskan tangan itu dengan keras hingga wanita itu terhuyung kesamping. Dan kedua pengawal Kania mulai mendekat.
"Tapi Nona... Masalahnya akan berdampak padamu juga..." kata Berta takut menyeret Kania dalam masalahnya.
__ADS_1
"Jangan kawatir kak...serahkan semuanya padaku ..." jawab Kania lembut sambil tersenyum menenangkan Berta.
"Kau tadi mengatakan , kalau kau bisa memaafkan kak Berta jika dia menggantikan baju itu bukan...?" tanya Kania sambil memandang wajah Amelia dengan sinis.
"Cih...siapa kau...? apakah kau akan mampu membeli baju yang bermerk seperti punya kak Amelia...?" tanya wanita yang ingin menampar Kania tadi.
"Ck kau ini...aku tadi bertanya, apa benar kau ingin kak Berta mengganti baju yang telah dia kotori dengan baju yang bermerk sama dengan baju yang kau pakai...?" tanya Kania lagi.
"Benar...apa kau mampu menggantikan baju itu...?" tanya Amelia dengan wajah sinis dan meremehkan.
"Baik, kau bisa tunggu sebentar...?" kata Kania sambil tersenyum. Dia segera menyuruh Keti dan Arum untuk pergi ke apartemen nya untuk mengambilkan baju miliknya. Dia menyuruh Arum memasukkan baju itu kedalam keresek belanjaan , agar terlihat tak berharga.
"Tapi Bos..." kata Arum kaget.
"Cepatlah pergi...jangan khawatir, gue bisa mengatasinya..." jawab Kania tenang. Akhirnya kedua pengawalnya pergi dengan segera ke apartemen Kania yang memang tidak terlalu jauh dari kantor Dirgantara. Mereka menunggu kedatangan Arum dan Keti.
"Nona apa kau tidak takut dapat sangsi Nona...?" tanya Berta sambil menatap Kania.
"Sudahlah kak, jangan menghawatirkan diriku..." jawab Kania.
"Ck...lama amat sich temanmu itu... kami ini terburu- buru, bukan seperti kalian yang seenaknya aja..." kata wanita yang agak tua dari kedua orang itu. Tak berapa lama terlihat Keti dan Arum datang membawa sebuah tas kresek berwarna hitam. Mereka segera memberikan tas itu pada Kania.
"Nach ini aku ganti bajumu...?" kata Kania sambil memberikan baju berwarna putih kalem.
"Apaan kau ini...kau menghina kak Amelia ya... Dasar wanita ja***g... kau fikir baju kak Amelia beli di pasar ha..." seru gadis yang berada di sebelah Amelia. Dia menerima baju dari Kania dan menginjak- injak baju itu.
"Hey...kenapa kau injak- injak baju itu.." teriak Arum sambil akan mengambil baju yang di injak oleh gadis itu. tapi Kania menahannya.
"Ha ha ha...dasar bodoh..baju Nona Amelia di bandingkan dengan baju pasaran.. " kata seorang artis yang juga datang bersama beberapa artis lain.
"Dasar wanita bodoh.... Kau menghina kak Amel..." teriak artis lain. Dia ikut menginjak baju itu.
"Nona...kalau kau tak punya uang jangan sok pahlawan...sekarang kau dan kawan, kawanmu harus melakukan apa yang aku perintahkan pada si Yani , kalau tidak kau akan mendapatkan masalah .. " seru Amelia dengan congkak
"Ya ampun...kalian ini... Aku sudah menggantinya dengan benar malah kalian hina, nach sekarang jika aku yang akan menuntut kalian dengan kelakuan kalian itu gimana...?" kata Kania tenang.
"Ha ha ha...masalah apa hingga kau menuntut kami..." tanya Amelia.
"Seperti dirimu yang telah memaksa Nona Berta berlutut dan mencium kakimu karena sudah merusak bajumu yang mahal itu, walaupun yang dia rusak hanya sebagian kecil , tapi sekarang temanmu dan juga kamu telah menginjak- injak serta merusak bajuku yang mahal, lalu apa yang harus aku lakukan...?" tanya Kania sambil tersenyum sinis.
"Kalau kau memang ahli soal baju bisa kau lihat baju itu mahal atau tidak , dan kau juga bisa melihat merk baju yang kau injak tadi...." kata Kania dingin.
Semua orang kaget mendengar perkataan Kania. dan salah satu artis yang tadi ikut menginjak baju Kania segera mengambil baju yang teronggok di lantai , seketika Wajahnya memucat dia berseru.
"Ya Tuhan....ini baju yang merknya sama dengan baju- baju yang di pakai Nona Amelia..." serunya dengan wajah pucat. dia ketakutan karena dia tadi ikut menginjak baju mahal itu.
"Apaaa..." teriak mereka bersamaan. akhirnya Amelia mengambil baju yang sudah dia hina tadi. dia segera memeriksa kebenarannya. dan wajahnya memucat .
"Kak apa benar baju itu sama persis dengan merk baju yang kau pakai..." tanya gadis di sebelah Amelia.
Amelia hanya diam saja mendengar omongan gadis itu. Amelia yang terdiam sudah menjawab pertanyaan nya.
"Kak mungkin baju itu hanya baju tiruannya aja kak... nggak mungkin itu merek yang asli..." kata gadis itu.
"Diamlah Rusti..." kata Amelia pelan,
Rusti pun terdiam karena tahu Amelia sedang resah. Rusti adalah saudara sepuluh dari Amelia, dia juga seorang artis yang bekerja dalam naungan DI karena kemauan Amelia. sedang wanita satunya adalah menejer Amelia dan Rusti yang bernama Dian.
"Iya...mungkin itu palsu...mana mungkin dia mempunyai baju yang semahal itu.." tanya artis lain.
"Hey tunggu...lihatlah baju yang dia pakai sekarang, itukan baju merk C yang mahal itu kan...dan kalau nggak salah itu baju keluaran edisi terbatas kan...?" seru artis yang tadi ikut menginjak baju Kania. dia Adalah Inka Yuansa salah satu artis yang hidupnya sangat mewah karena keluarganya yang memang Kaya. Karena itu dia tahu merk- merk baju terkenal dan harganya.
"Apaa...beneran Ka..." tanya sang teman.
"Benar...karena saat itu aku memburu baju itu karena modelnya yang tidak terlalu menyolok namun harganya sangat mahal sekali karena lihat di ujung kerah bajunya itu, itu berlian asli yang sangat mahal..." ucapannya membuat semua mata menatap Kania. sedang orang yang sedang menjadi bahan gibah sedang menatap Amelia.
"Gimana Nona amelia...? apa kau masih menuntut Nona Berta untuk berlutut di kakimu...? kalau itu masih kau lakukan akupun akan menuntutmu melakukan yang sama padaku..?" kata Kania dengan dingin.
"Hey ja***g kau samakan kakakku dengan Produser gagal itu ha...!" teriak Rusti marah.
"Apa bedanya dia dengan kak Yani, kalian sama- sama manusianya kan...?"jawab Kania dingin.
"Tidak sama...apakah kau tidak tahu kalau wanita yang berada di depanmu ini adalah calon dari istri pemilik perusahaan ini...apakah kau tidak takut mendapat sangsi dari Bos Besar..?" seru Rusti dengan wajah sombong. sedang para pendamping Kania hanya menatap sebal mendengar perkataan gadis itu.
"Hmm...sama sekali tidak takut, mengapa aku mesti takut, kalian sama- sama manusianya.. kalian tidak beda di mata Tuhan..." jawab Kania datar.
"Sudahlah Ka...kita pergi...." seru Amelia .
__ADS_1
Dia berbalik akan meninggalkan tempat itu. Rusti segera mengambil baju Kania dan membawanya pergi.
"Tunggu...!" teriak Kania.
Amelia dan gengnya berhenti. dia berbalik menatap Kania dengan marah.
"Apa lagi...?" serunya marah.
"Kenapa kau bawa baju itu..." tanya Kania dengan menunjuk pada bajunya yang di bawa Rusti.
"Bukankah baju ini kau berikan sebagai ganti baju yang dia rusak...?" kata Amelia.
"Benar...tapi seharusnya baju yang sudah rusak itu kau berikan pada kami sebagai gantinya.. bukankah kalau orang mau mengganti baju dia juga mendapatkan baju yang dia ganti...?" kata Kania tenang.
"Dasar wanita ******, berikan itu padanya Rus.." perintah Amelia pada sang adik sepupu. terlihat Rusti memberikan baju itu dengan berat hati.
"Dasar...seharusnya baju ini milikku..( teriak Rusti dalam hati) dia melempar baju itu kearah Kania, dan langsung di tangkap oleh Arum yang berada di sebelah Kania. setelah itu ketiga wanita itu pergi dengan wajah merah dan marah.
"Gila Bos, gue kira kita akan kehilangan salah satu baju mahal milikmu..." seru Arum sambil memegang baju itu. perkataan Arum membuat para artis yang masih di sana tercengang.
"Siapa sebenarnya wanita ini( pikir mereka)
"Rum kau lihat baju itu rusak apa tidak.. kalau sampai rusak kita minta ganti pada artis yang ikut menginjak baju ini tadi..." kata Keti menakuti.
Benar saja para artis yang tadi berkumpul segera pergi dari tempat itu , apa lagi yang tadi menginjak baju Kania.
Mereka tertawa melihat semua itu. Arum , Keti dan Amanda meneliti baju Kania, sedang Kania mendekati Nona Berta.
"Kak kau tak apa- apa kan...?" tanya Kania.
"Tidak Nona.. aku baik- baik aja kok.." jawabnya sambil tersenyum senang.
"Jangan panggil aku Nona kak...panggil saja Nia, namaku Kania..." kata Kania lembut.
"Kania...? apakah kau artis baru yang sedang memerankan Putri Fang Yun...?"
tanya Yani kaget.
"Benar kak..kok kakak bisa tahu..? " tanya Kania heran.
"Mana mungkin aku tidak tahu Nia...kau menjadi perbincangan hangat di antara para Sutradara dan Produser..." kata Berta sambil tertawa.
"Masak sich kak..?" tanya Kania tak percaya.
"Beneran Nia...apalagi adegan yang kau lakukan tanpa artis pengganti.." kata Berta lagi.
"Oh ya kenalkan aku Berta Yuda..." kata Berta memperkenalkan diri.
"Siapa kak...? Berta Yuda...?bukankah Kakak adalah produser film laga itu kan..?" tanya Kania tak percaya. dulu Kania sering nonton film laga yang di Produseri Berta Yuda bersama ketiga sahabatnya ketika masih di bangku kuliah. mereka sangat suka dengan film hasil garapan Produser Berta Yuda. Kania tidak menyangka kalau Berta Yuda seorang wanita.
"Apakah kau menyukai film- filmku...?" tanya Berta.
"Sangat kak, aku dan para sahabatku tidak pernah melewarkan film buatan kakak...seperti pendekar Mata Elang, Gadis Rumbia, dan banyak lagi kak..." jawab Kania berapi- api.
"Wah...ternyata kau salah satu penggemarku..." goda Berta sambil tertawa.
"Benar kak...aku salah satu penggemarmu.." jawab Kania.
"Jika aku akan membuat film lagi apakah kau mau main di dalamnya...?" tanya Berta.
"Pasti Mau kak..." jawab Kania spontan.
"Bos, kak Rika menanyakan keberadaan Kakak..." kata Amanda menyela pembicaraan mereka.
"Baiklah..maaf Kak menejerku memanggilku...lain kali kalau kita ketemu ngobrol lagi ya kak.. maaf aku tinggal dulu.." pamit Kania.
"Nggak masalah dik..sekali lagi trimakasih ya atas pertolongan mu tadi.." kata Berta dengan tersenyum tulus.
"Iya kak sama- sama nanti kalau ada masalah dengan dia lagi kakak bisa panggil aku..ya udah Kania tinggal dulu kak Asalamualaikum..." kata Kania.
"Baik Dek wa'alaikum salam.." jawab Berta. Kania segera pergi meninggalkan Berta menuju ruang milik Rika. Sedang Berta menatap kepergian Kania denga. wajah penuh kekaguman akan kerendahan dan kebaikan hati Kania. Dia segera pergi dari tempat itu sambil bergumam.
"Gadis yang sangat baik dan sopan, dia akan menjadi gadis yang sangat di hormati dan di kagumi orang..." gumamnya.
Udahan dulu ya...besok author lanjut lagi. jangan bosan ya baca cerita dari author. maaf jika dalam penyajian cerita masih banyak kekurangan author. jangan lupa like dan komennya biar author semangat dalam menulis. trimakasih untuk para pembaca yang tak lupa memberi like pada cerita ini.
Bersambung.
__ADS_1