Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
BERKUNJUNG KE MARKAS.


__ADS_3

Beberapa hari ini Kania di disibukan dengan pembuatan butik dan salon bersama Widuri dan nyonya Sinta. Setelah memberitahu pada sang Mama dan Papa nya tentang salon yang segera di buat, sang Papa berkata kalau dia juga akan membantu Kania untuk melengkapi salon yang akan di buat Kania untuk sang istri. Tak terasa lima Haripun berlalu dengan cepat. Kini hari di mana Kania harus menghadiri pesta ulang tahun Amelia yang di selenggarakan di Hotel AA di kota B telah tiba. Kania dan Arum serta Keti sudah mempersiapkan segalanya untuk keberangkatan mereka..


"Ma...mungkin Papa datang agak malam. Jadi Mama harus berhati- hati di pesta itu..." Kata Bara yang mengantar sang istri keluar rumah menuju mobilnya.


"Iya Pa.... Mama pasti akan selalu berhati- hati menghadapi wanita itu..." jawab Kania.


"Ma...Kinan ikut ya...?" kata si Kecil sambil memegang tangan Kania.


Kania segera memandang sang anak, perlahan dia berjongkok menyamakan tingginya dengan Kinan.


"Sayang.... Mama cuma sebentar kok, lain kali kalau Kinan libur sekolah kita akan jalan- jalan kesana bersama Papa.. Jadi sekarang Kinan nggak usah ikut dulu ya...?" bujuk Kania pada sang putra.


"Tapi Kinan pingin ikut Mama...?" kata Kinan merajuk.


"Sayang... Dengar Mama, Mama sekarang ada keperluan di kota B, jadi Kinan nggak bisa ikut, Mama janji Mama akan mengajak Kinan ke kota B untuk berlibur di lain hari, jadi Kinan hari ini nggak usah ikut ya...?"bujuk Kania.


"Tapi Mama harus janji akan mengajak Kinan berlibur beneran...?" kata Kinan.


"Iya sayang ... Mama janji.." jawab Kania sambil memeluk dam mencium pipi Kinan. Setelah itu dia segera berdiri kembali.


"Pa...Kania berangkat ya...?" kata Kania berpamitan.


"Iya Ma...hati - hati di jalan, ingat jangan lupa jaga kesehatan..." kata Bara penuh perhatian. Kania segera mencium tangan Bara. Bara segera memeluk tubuh sang istri dan mencium pucuk kepala Kania. Setelah itu dia melepas pelukannya dan membiarkan Kania masuk kedalam mobilnya.


"Keti...hati- hati membawa mobilnya..." pesan Bara pada pengawal Kania.


"Baik Bos..." jawab Keti dengan tegas.


"Mama berangkat Pa...dah sayang..." kata Kania sambil melambaikan tangan pada Kinan dan Bara, mobil Kania pun segera berjalan meninggalkan Bara dan Kinan yang membalas lambaian tangan Kania . Mobilpun berjalan keluar dari gerbang rumah Bara. Bara pun segera membawa masuk Kinan kedalam rumah setelah mobil sang istri sudah tidak terlihat lagi.


Sedang Kania di dalam perjalanan mendapat telfon dari Rika.


"Asalamualaikum kak..." kata Kania.


"Waalaikum salam Nia...kau sudah berangkat..?" tanya Rika.


"Sudah kak..ini kami dalam perjalanan.." jawab Kania.


"Ingat kau harus selalu hati- hati... Kudengar banyak selebritis yang di undang..." kata Rika dengan nada cemas.


"Trimakasih kak...kakak tenang aja, Nia akan selalu ingat pesan kakak..." jawab Kania menenangkan Rika.


"Kakak cemas kau datang kesana Nia.." kata Rika lagi.


"Jangan cemas kak... Nia akan selalu hati- hati.." kata Kania menenangkan Rika.


"Ya sudah kalau gitu kakak tutup dulu ya..Asalamualaikum..." kata Rika.


"Iya kak , Waalaikum salam..." jawab Kania. Kania segera menaruh ponselnya kembali kedalam Tas mahalnya.


"Siapa Bos...?" tanya Arum.


"Kak Rika, Dia mengatakan katanya akan banyak selebritis yang datang di acara itu..." jawab Kania.


"Wach...kalau gitu acaranya mewah dong Bos...?" kata Keri menimpali.


"Kemungkinan...." jawab Kania tenang.


"Aku dengar dia sudah di keluarkan dari perusahaan ya Bos...?" tanya Arum.


"Iya... "Jawab Kania .


"Emang ada masalah apa dengannya, hingga dia keluar dari perusahaan...?" tanya Keti.


"Yang gue denger dia mengatakan cintanya pada Bos Bara di loby perusahaan di depan banyak karyawan dan dia berusaha mendekati Bos kalian...." jawab Kania.


"Lo..bukannya dia sudah di tolak mentah- mentah oleh Bos Bara ya...?" kata Keti .


"Mungkin dia belum percaya kalau Bos Bara tidak mencintainya, dia yakin kalau Bos Bara sangat mencintai dia..." kata Kania.


"Ya ampuun.... kok ada orang yang nggak punya malu kayak dia ya..?" seru Arum heran.


"Begitulah kalau orang sudah terkena cinta buta.. Biasanya orang yang seperti itu akan melakukan perbuatan nekat untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan..." kata Kania lagi.


"Kalau begitu Bos Nia harus lebih hati- hati. Apa yang akan dia lakukan kalau dia tahu Bos Nia adalah istri kesayangan Bos Bara ya...?" kata Arum dengan wajah ngeri.


"Mungkin dia akan menyerang Bos Nia kalik..." jawab Keti.


"Jangan berprasangka Buruk pada orang... " kata Kania menasehati.


"Iya Bos maaf... Ya sudah Bos tidur aja dulu, bukankah kita tadi malam pulangnnya sampai larut malam...nanti kalau sudah nyampai tujuan gue bangunin Bos...." kata Arum .


"Iya...gue emang agak lelah dan ngantuk,..." jawab Kania. Dia segera menyandarkan tubuhnya. Tak berapa lama terlihat Kania sudah tidur dengan lelap.


Karena mengalami kemacetan di perjalanan tadi karena ada kejadian kecelakaan, waktu yang seharusnya hanya 2jam 10 menit, kini memakan waktu hampir tiga jam.


Kania yang memang sudah bangun sejak tadi segera mengambil telfonnya untuk menelfon bang Junet.


"Halo Assalamualaikum Nia...." jawab Bang Junet.


"Waalaikum salam Bang, bang Junet ada di mana...?" tanya Kania.


"Ada di rumah.." jawab Bang Junet.


"Bang gue sekarang ada di kota B, gue kerumah abang ya....?"kata Kania.

__ADS_1


"Hey..iya, Iya..elo datang aha kemari.." kata bang Jonet senang.


"Nggak ngerepotin bang...?" tanya Kania.


"Kagak...malah kalau elo kagak mampir gue akan marah sama elo..." seru bang Junet gembira.


"Okey bang Nia kesana Asalamualaikum.." kata Kania


'Waalaikum salam ..." jawab bang Junet mengakhiri pembicaraan. Kaniapum segera memberitahukan jalan menuju rumah bang Junet.


"Bos...emang kita mau kerumah siapa Bos...?" tanya Arum.


"Kepala preman kota ini Rum..." jawab Kania.


"Haa...." seru Arum dan Keti bersamaan.


"Dia bagai abang , kakak, atau guru gue Rum..." jawab Kania .


"Waah... Dia nakutin nggak Bos....?" tanya Arum.


"Wajahnya emang agak sangar, tapi sebenarnya orangnya baik kok... Dia sayang banget ame gue ..begitu pun dengan teman- teman bang Jonet. mereka sudah menganggap Kania keluarga mereka..." kata Kania.


"Lo Bos Nia bersahabat dengan mereka..?" tanya Keti lagi.


"Bukan bersahabat lagi, malah seperti keluarga sendiri, ...." kata Kania.


"Apakah mereka yang di sebut anggota Dragon fly itu Bos...?" tanya Keti.


"Iya... Kami lah yang di juluki Dragon fly itu,..." jawab Kania.


"Bos Nia kenal mereka sejak kapan Bos..."tanya Arum lagi.


"Sejak gue SMA , saat itu tanpa sengaja gue menolong anaknya bang Jonet yang bernama Rendra , saat itu dia mengalami kecelakaan,dan gue membawa anak itu kerumah sakit...." jawab Kania.


""Bos...emang Bos suka nolong orang itu mulai dari dulu ya...?" tanya Keti.


"Entahlah Ket...gue emang nggak tegaan kalau ngelihat orang menderita atau dalam bahaya..." jawab Kania.


"Trus..Bos nggak takut berkenalan dengan mereka..." tanya Arum.


"Kagak...mereka orangnya baik semua.." jawab Kania. Tak terasa mereka sudah sampai di depan pintu rumah bang Jonet.


"Ket...kita udah nyampai, elo masukin aja mobilnya kedalam pekarangan yang ada orangnya tu..." kata Kania sambil menunjuk rumah yang cukup besar dan ada sepasang suami istri yang sedang berdiri di depan rumah seperti sedang menunggu seseorang. Ketipun segera memasukkan mobil kedalam pekarangan rumah itu. Setelah mobil terparkir dengan benar, Kania segera keluar dari dalam mobil.


"Kak Rima..bang Jonet...." seru Kania sambil berjalan kearah mereka berdua.


"Ya ampun Nia....kau tambah cantik..." kata Rima istri Jonet sambil membalas pelukan Kania.


"Apa bener Kak.. Bang apa Kania tambah cantik ya...?" kata Kania dengan gaya lucu.


"Dasar si Bos..." seru Arum dan Keti dalam hati.


"Oh ya bang, kak kenalin ini kedua pengawal Kania, Arum dan Keti..." kata Kania memperkenalkan Arum dan Keti.


Arum dan Keti segera memperkenalkan diri. Mereka menjabat tangan Rima dam Jonet bergantian. Tak lama Rima mengajak mereka masuk kedalam rumah mereka.


"Si Rendra di mana Bang...?" tanya Kania sambil duduk di sofa ruang tamu.


"Dia sekarang udah kerja di perusahaan textil Nia..." jawab bang Jonet.


"Alhamdulilah bang..." kata Kania.


"Oh ya Nia, elo ada acara ape kemari,..? elo emang sengaja datang kerumah abang atau ada kepentingan lain...?" tanya bang Jonet.


"Gue nanti malam ada acara di hotel AA bang, lalu sekalian aja gue datang kemari..." jawab Kania.


"Hotel AA ...?" tanya bang Jonet.


"Iya bang.... Kenapa...?" tanya Kania.


"Itu kan Hotel yang baru di beli ame si Simon..." kata Jonet.


"Ha...yang bener bang...?" tanya Kania kaget.


"Iya...dua tahu lalu Simon membeli Hotel itu, dan dia merombaknya. Baru satu tahunan ini hotel itu beroperasi. Dan Abang sebagai kepala keamanan di sana..."kata Jonet menjelaskan.


"Kalau begitu baguslah bang.... Soalnya Kania butuh kamar satu buat Kania dan kamar untuk pengawal Nia...." kata Kania.


"Kau sudah pesan...?" tanya Jonet.


"Belum bang... " lalu Kania menceritakan tentang undangan Amelia yang mencurigakan, karena di dalam undangan juga di sediakan kamar untuk para undangan. sedang Amelia sangat membenci Kania.


"Jadi elo curiga mereka akan membuat masalah buat elo...?" kata bang Jonet.


"Iya bang... Gue takut akan terjadi sesuatu pada gue, jadi gue pingin pesan satu Kamar untuk gue dam satu kamar buat pengawal gue ini, tapi jangan sapai mereka tahu kalau gue pesan kamar lagi bang..." jawab Kania.


"Oo gitu...baiklah semua serahkan pada Abang, biar abang yang akan menyelesaikan masalah elo.. Sekarang Kalian istirahat aja dulu di dalam, elo masih nanti malam kan datang dihotel AA.." kata bang Jonet lagi.


"Trimakasih bang atas bantuannya... " kata Kania.


"Ya udah elo istirahat sono..." kata bang Jonet.


"Bang gue lama nggak kemari, boleh nggak gue pergi ke markas, apa abang- abang semua masih ada di sana...?" tanya Kania.


"Waah ...elo mau datang ke markas elo...?" kata bang Jonet sambil tertawa.

__ADS_1


"He he he...iya bang gue kangen ama mereka..." jawa. Kania sambil tertawa.


"Baiklah kita kesana sekarang, ayo..." ajak bang Jonet. Mereka segera berdiri namun saat mereka mau keluar rumah, terdengar seruan Rima.


"Hey....kalian mau kemana...?" seru Rima.


"Ini , si Kania mau ke markas dulu..." kata Bang Jonet


"Ya ampuun...itu Kania masih lelah bang.." seru Rima pada sang suami.


"Kagak kak...gue masih segar kok... biar gue ikut bang Jonet dulu ya...?" kata Kania sambil tersenyum manis.


"Dasar kau ini...ya udah pergi sana, nanti siang makan di sini lo... kakak sudah buat masakan kesukaan elo..." kata Kak Rima.


"Beres Kak, Nia pasti akan makan di sini.." jawab Kania meyakinkan.


"Ya udah Kania keluar dulu kak, Asalamualaikum..." pamit Kania.


"Waalaikum salam..." jawab istri Jonet.


Kania , Jonet dan kedua pengawal Kania segera keluar menuju mobil Kania. Mereka akan pergi ke markas Dragon fly dengan mengemdarai mobil Kania. terlihat mobil Kania meninggalkan rumah si Jonet. tak berapa lama sampailah mobil Kania di sebuah gedung tua yang terlibat terawat dengan baik. Saat mobil Kania memasuki pekarangan rumah itu, terlibat banyak pemuda yang mengawasi mobil itu dengan wajah curiga. saat mobil terparkir di halaman gedung itu. terlihat banyak mata menatap dengan penuh curiga. Namun saat bang Jonet keluar, mereka berseru setempak.


"Bang Jonet...!" seru mereka kaget.tak berapa lama mereka melihat seorang gadis yang sangat cantik keluar juga dari mobil itu dan di susul oleh dia gadis lagi yang berperawakan sangat kuat dan cantik.


Mereka ternganga melihat wajah cantik berada di depan mereka.


'Hey...ada apa dengan kalian...? ayo kembali latihan..." kata Jonet. menyadarkan mereka dari pesona Kania.


"Iya bang..." seru mereka serempak. merekapun kembali melatih diri, walau mata mereka sesekali melihat pada Kania yang sedang berjalan dengan bang Jonet dan dua wanita yang berperawakan tegap namun juga cantik walau tak secantik gadis yang rambutnya di kuncir itu. Kania berjalan sambil melihat- lihat tempat yang dulu tempat dia belajar ilmu beladiri.


"Bang...tempat ini nggak berubah ya... cuma alat- alatnya semakin lengkap..." kata Kania sambil menatap tempat itu dengan rasa rindu.


"Iya Nia...kami nggak ingin merubah tempat ini, agar tetap seperti dulu, hanya peralatan olahraga dan alat untuk latihan aja yang Simon kirimi..." kata bang Jonet menjelaskan.


"Emang kak Simon perna pulang kemari bang..." tanya Kania.


"Nggak... hanya dua tahun yang Lalu saat dia membeli Hotel AA itu dia datang sebentar ke sini..." kata bang Jonet.


"Hey bang Jonet..." seru seseorang yang keluar dari dalam sebuah ruangan.


"Hey Min...kau ingat siapa dia...?" tanya Bang Jonet sambil menunjuk pada Kania.


Pria paruhbaya itu menatap Kania dengan wajah heran.


"Halo bang Parmin...masih ingat gue..?' kata Kania sambil mengulurkan tangan pada pria yang di panggil Parmin. oleh Kania. pria itu menatap Kania dengan wajah penuh tanya.


"Bang...siapa sich gadis cantik ini..?" kata Parmin sambil mengulurkan tangam memyambut tangan Kania dan menatap Kania lekat.


"Ha ha ha...elo lupa sama Kania...? Dia si Dewi Maut Min...." kata bang Jonet mengingatkan.


"Maksud elo Kania si Dewi Maut...?" tanya Parmin nggak percaya.


"Iya bang...gue Kania si Dewi Maut..." kata Kania memperjelas.


"Ya ampun elo Nia...?elo sekarang cantik banget Nia, Tagor.. Rido...kalian kemari cepat...!" teriak Parmin hebo, hingga membuat para pemuda yang sedang berlatih menghentikan latihannya dan menatap kearah Parmin.


"Apaan si lo Min, teriak- teriak kayak ada apaan..." kata Tagor dan Rido bersungut - sungut.


"Sini...( sambil melanbaikan tangan menyuruh mereka mendekat) kalian ingat siapa gadis ini...?" kata Parmin sambil menunjuk pada Kania yang berdiri bersama bang Jonet dan kedua pengawalnya. Mereka berdua menatap Kania dengan wajah bengong.


"Yee...mana kite tahu siapa dia... yang Kite tahu dia gadis cantik yang datang kemari di ajak ame bang Jonet..." kata si Rido.


"Ha ha ha...elo berdua juga kagak tahu kan, persis kayak gue tadi...dia itu si Kania ... si Dewi Maut...." seru Parmin dengan lantang.


"Ha..si Kania..? si Kania Dewi Maut...?" kata Rido tak percaya.


"Iya bang...gue Nia di Dewi Maut..." jawab Kania sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.


'Gila..elo sekarang tambah canti Nia...apa elo tetap sesangar dulu...?" kata Tagor bertanya.


"Entahlah bang...habis sekarang Nia jarang latihan..." jawab Kania merendah.


"Gimana kalau kita coba latihan bersama..?" kata Rido.


"Kau nggak takut kan Dewi...?" kata Tagor lagi.


'Hey..dia baru dateng..." seru Jonet.


Kagak ape- ape bang.." kata Kania.


"Boleh kita coba bang...?" lanjut Kania.


"Bagus , ayo kita coba latihan bersama.." ajak Parmin sambil tertawa. merekapun segera berjalan kearah lapangan yang ada di tengah -tengah ruangan rumah tua itu. arena itu adalah sebuah ruang luas yang di lapisi keramik yang ada di tengah- tengah ruangan . Kania segera turun kearena dengan membuka sepatu hak tingginya.


"Nia...elo nggak ingin ganti baju...?" tanya Jonet.


"Kagak bang..." jawab Kania.


"Bos...hati- hati..." seru Arum khawatir. karena dia melihat pria- pria tadi berwajah sangar dan bertubuh kekar. sedang para pemuda yang tadi mendengar nama Kania sangatlah kaget, karena mereka adalah anak- anak mudah yang baru masuk .mereka memang mendengar nama Dewi Maut, tapi mereka belum pernah bertemu dengan si pemilik nama. mereka sangat kaget ketika mereka tahu kalau Dewi Maut itu seorang gadis yang sangat cantik dan memiliki tubuh yang terlihat tak memiliki keahlian beladiri. mereka segera berkumpul memgelilingi arena. ketika melihat Kania yang sedang berdiri berhadapan dengan ketua Tagor yang mereka ketahui sangatlah kuat dan tangguh.


"Gila...ape dia mampuh ngadepin ketua Tagor yang kuat itu...?" kata salah satu dari mereka.


"Aduh...gue nggak sanggup ngelihat wajah mulus itu kena hantam tangan ketua Tagor yang keras itu...?" kata yang lain.


"coba kita lihat aja gimana dia ngadepin ketua Tagor yang kuat itu..." kata yang lain lagi . Mereka semua menatap Kania dengan wajah Was- was.

__ADS_1


Maaf udah dulu ya... jangan lupa like dan komennya, untuk yang nge like dan komen gue ucapin banyak - banyak Terimakasih


Bersambung.


__ADS_2