
Tiga bulan kemudian.
Sudah empat bulan lebih pernikahan Kania dan Bara berlangsung. hari- hari mereka lalui dengan penuh kebahagiaan walau pernikahan mereka belum di ketahui umum. Seperti saat ini terlihat
Kania sedang bersiap- siap akan pergi ke Mall bersama Kinan dan Kedua pengawalnya. Sebenarnya tadi Bara akan mengantarkan Kania dan Kinan, tapi tiba- tiba ada panggilan sari Anton kalau di kantor ada urusan mendadak. dan Rapat dengan klien dari luar Negri tidak dapat di tunda. Akhirnya dengan berat hati Bara pergi ke kantor.
"Ma... Mama sudah siap...?" teriak Kinan dari luar kamar.
"Sebentar sayang...." jawab Kania yang sedang mengambil tas tangannya dari dalam kamar gantinya.
Tak lama terlihat wajah cantiknya sudah berdiri di depan sang putra yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ayo kita berangkat.... Tante Arum dan tante Keti di mana...?" tanya Kania sambil menutup pintu kamar.
"Menunggu di mobil Ma..." jawab Kinan.
Merekapun segera melangkah meninggalkan kamar Kania. Ketika sampai di lantai bawah mereka bertemu dengan bik Monah.
"Bik...Kania dan Kinan keluar dulu ya... Nanti kalau ada yang nyari bilang aja lagi keluar...?" kata Kania sambil bersalaman mencium tangan bik Monah di ikuti Kinan.
"Iya nak... Kalian keluar sendiri...?" tanya bik Monah .
"Bareng Arum dan Keti ... Ya sudah Kania berangkat bik. Asalamualaikum..." pamit Kania.
"Hati - hati di jalan Nia. Waalaikum salam.." kata Bik Monah sambil melihat kepergian Kinan dan Kania.
Ketika sampai di depan rumah , terlihat Arum dan Keti sudah menunggu mereka di dekat mobil.
Arum segera membukakan pintu mobil ketika melihat Kania dan Kinan sudah mendekat.
"Bos... Kita kemana dulu..." kata Keti ketika Kania dan Kinan sudah berada di dalam mobil.
"Langsung ke Mall aja Ket, gue mau mencari sesuatu di sana...setelah itu kita langsung ke panti asuhan...?" jawab Kania .
"Okey kita berangkat...." jawab Keti.
Tak lama terlihat mobil mewah milik Kania sudah pergi meninggalkan rumah mewah milik Bara.
Butuh waktu tak sampai 30 menit, mereka telah sampai di Mall terbesar dikota J. Setelah memarkirkan mobil mereka, mereka berempat terlihat berjalan menuju kedalam Mall yang sudah terlihat ramai itu.
"Kita mau kemana Bos...?" tanya Arum.
"Kita ketoko pakaian, gue mau cari baju untuk anak- anak panti..." jawab Kania.
" Kita mau ke panti Ma...?" tanya Kinan menyela pembicaraan.
"Iya sayang... Kita akan memberikan baju dan bahan makanan buat mereka..." jawab Kania.
"Horee....Kita mau ke panti..." seru Kinan gembira.
Kinan memang paling senang jika pergi ke panti. Karena dia akan bertemu dengan banyak teman di sana. Kania memang setiap bulan selalu menyempatkan diri datang kepanti asuhan yang ada di kota J untuk Memberikan santunan uang dan bahan makanan.
Ketika mereka sampai di dalam toko pakaian , Kania , Kinan dan kedua pengawalnya segera menuju ketempat pakaian anak- anak. Mereka mulai memilih beberapa baju untuk anak- anak panti. Ketika mereka sedang memilih tiba- tiba seseorang menabrak Kania . tapi bukannya Kania yang jatuh namun wanita itu yang terjatuh di sebelah Kania yang tetap berdiri. mungkin karena Kania mempunyai kekuatan diri atau orang itu yang memiliki ketahanan tubuh yang lemah hingga dia terjatuh.
"Aauuu...maaf..." seru wanita yang jatuh itu.
"Lo...kenapa kakak yang minta maaf... seharus nya saya lo yang minta maaf..." kata Kania sambil membantu wanita itu berdiri.
"Tapi saya yang tanpa sengaja menabrakmu..." katanya sambil tersenyum. dia segera membenahi bajunya dan berdiri di depan Kania.
"Kenalkan namaku Emilda..." katanya sambil mengulurkan tangan .
"Kania..." kata Kania sambil menerima uluran tangan wanita cantik itu.
"Mama..." terdengar seruan Kinan yang mendekat sambil membawa sebuah baju untuk anak laki- laki.
"Ada apa sayang...?" tanya Kania sambil melihat Kinan yang menunjukkan baju yang ada di tangannya.
"Ma...ini buat Rusdi dan Rio ya Ma..." kata Kinan sambil memberikan dua baju pada Kania.
"Iya, iya... Kau ingin membelikan baju ini untuk Rusdi dan Rio....?" tanya Kania , Rusdi dan Rio adalah anak panti yang umurnya lebih tua dua tahun dari Kinan, Rusdi dan Rio sangat menyayangi Kinan . Mereka kakak beradik yang sudah di tinggal mati oleh kedua orang tuanya. Hari ini Kania berniat akan mengambil mereka untuk di bawa pulang kerumah sebagai teman bermain untuk Kinan, dan Bara sudah menyetujui itu setelah melihat Rusdi dan Kinan dua minggu yang lalu ketika mereka datang ke panti untuk memberikan bantuan makanan buat panti.
'Iya Ma..." jawab Kinan dengan wajah gembira.
"Baiklah, kita beli baju ini dan kau bisa memilihkan lagi baju untuk Rusdi dan Rio, bukankah hari ini kita akan mengajak mereka pulang kerumah kita kalau mereka mau..." kata Kania dengan nada sayang..
"Baik Ma..." jawab Kinan dengan wajah gembira. Saat melihat Kinan tiba- tiba wanita itu terkejut, dia menatap kembali Kinan dengan tajam.
"Dek...apakah anak ini putramu...?" tanya Wanita itu dengan wajah penuh tanya.
"Benar Kak...?" jawab Kania sambil menatap wanita itu.
"Sayang...salim sama tante..." kata Kania pada Kinan.
Kinan segera mengulurkan tangannya untuk mencium tangan wanita itu.
"Pintarnya....siapa namanya sayang....?" tanya Emilda pada Kinan.
"Kinan..." jawab Kinan singkat dia menatap Emilda dingin.
Setelah itu Kinan menatap Kania dan berucap.
"Ma ...Kinan mau mencari baju untuk Rusdi lagi ya ...?" kata Kinan .
__ADS_1
"Iya sayang.... Rum temani Kinan ..." kata Kania pada Arum yang berada di sebelahnya.
"Baik Bos..." jawab Arum. Dia segera berjalan mengikuti Kinan. Emilda sedikit terkejut mendengar wanita yang bersama Kania memanggil Kania Bos.
"Siapa wanita cantik ini.. Kenapa dia di dampingi dua wanita yang berperawakan seperti seorang bodyguard. ( batin Emilda dalam hati)
"Kau sudah memiliki seorang putra...?" tanya Emilda sambil menatap Kania.
"Iya Kak...dia putraku..." jawab Kania sambil tersenyum.
"Dia tampan sekali dek... Ketika menatap wajahnya, aku sangat femiliar sekali dengan wajah itu, " jawab wanita yang bernama Emilda itu .
Kania hanya tersenyum mendengar perkataan Emilda wanita yang baru dia temui. Tiba- tiba terdengar ponsel Kania yang ada di dalam tas kecilnya berbunyi. Kania segera mengambil ponselnya. Terlihat nama Bara di sana.
"Kak maaf aku terima telfon dulu..." kata Kania sopan.
"Silahkan dik... Aku juga akan segera mencari barang yang aku butuhkan... Kalau gitu saya tinggal dulu ya..." pamit Emilda pada Kania.
"Iya Kak..." jawab Kania. Setelah wanita itu pergi Kania segera mengangkat telfon dari Bara.
"Asalamualaikum Pa..." sapa Kania .
"Waalaikum salam Ma...kau di mana...?" tanya Bara .
"Aku masih ada di Mall Pa...ada apa...?" tanya Kania heran. bukankah dia sudah tahu kalau Kania berada di Mall bersama Kinan.
"Nanti sepulang dari sana langsung ke kantor Papa ya...?" Kata Bara.
"Lo...Mama kan mau ke panti asuhan Pa...?" kata Kania .
"Kepanti asuhannya besok aja Ma...." jawab Bara.
"Ada apa dengan Papa....?" tanya Kania heran.
"Entahlah Ma... Papa pinginnya dekat Mama aja... sejak tadi Papa nggak konsentrasi, sebentar lagi ada meeting, jadi Mama setelah dari Mall langsung ke kantor Papa..." kata Bara lagi.
"Lalu Kinan...?" tanya Kania.
"Biar pulang bersama Arum dan Keti, Mama sebentar lagi di jemput oleh si Sapri..." jawab Bara.
"Baiklah Pa..." jawab Kania. Bara pun segera mengakhiri panggilannya.
Kania segera menyelesaikan belanjaannya. setelah membeli baju buat anak Panti , dia segera membeli bahan makanan pokok dan telor serta makanan ringan buat anak Panti asuhan. tak berapa lama selesai juga belanjaan mereka. ketika Kania, Arum dan Keti membawa belanjaan mereka kedalam mobil tiba- tiba ada yang menyapa Kania.
"Nyonya..." sapa Sapri .
"Oo .. bang Sapri sudah datang...?" kata Kania.
"Iya nyonya..." jawab bang Sapri sopan.
"Itu nyah..." jawab bang Sapri sambil menunjuk Mobil hitam mewah milik Bara.
"Ya sudah bang Sapri tunggu di mobil dulu, biar Kania selesaikan dulu belanjaan Kania..." kata Kania.
"Baik ..." jawab bang Sapri sambil berjalan meninggalkan Kania menuju mobil Bara.
Kania kembali memasulkan barang - barang kedalam Mobilnya.
"Rum , Keti, tolong bawa Kinan pulang, kita nggak jadi pergi kepanti asuhan hari ini , kita kesana besok aja. jadi barang- barangnya nggak usah di turunkan, biar besok nggak repot - repot masukin lagi, dan tolong kalian bawa Kinan pulang dulu, gue ada sedikit kerjaan dari Bos besar ..." kata Kania .
"Baik Bos..." jawab mereka berdua serempak.
"Jadi Mama nggak pulang bareng Kinan..?" tanya Kinan.
"Nggak sayang.... maafkan Mama ya.. kita nggak jadi ke panti asuhan hari ini, besok kita Kesana, sekarang Mama ada kerjaan di kantor...sekarang Kinan pulang bersama tante Arum dan tante Keti ya.." kata Kania pada Kinan dengan lembut.
"Baiklah Ma Kinan akan pulang bersama mereka. ..." jawab Kinan. Kania segera mencium pipi Kinan dan menyuruh mereka segera pulang.
"Dag Mama...." kata Kinan sambil melambaikan tangannya.
"Dag sayang....Keti hati- hati bawa mobilnya...?" seru Kania .
"Baik Bos...." jawab Keti.
perlahan mobil Kania meninggalkan parkiran Mall. Setelah mobil tak terlihat lagi, Kania segera masuk kedalam mobil milik Bara. tak lama terlihat mobil hitam itu meninggalkan parkiran Mall. tanpa mereka sadari sepasang mata milik Emilda mengawasi kepergian mobil Kania dan Mobil Bara yang di naiki Kania.
"Siapa wanita itu... mobil mewah itu seperti milik Bara... siapa Kania, dan ada hubungan apa dia dengan Bara Aris Dirgantara yang dingin itu, dan anak laki- laki itu...apakah dia putraku....?" kata Emilda berkata sendiri. dia segera berjalan kearah mobilnya.
Dia Emilda , mantan istri Bara atau ibu kandung Kinan Dirgantara.
sudah satu minggu ini dia pulang dari jerman, setelah penghianatannya pada Bara enam tahun yang lalu , dia pergi dari kota J . dia pergi ke negara Jerman bersama Robet relasi bisnis Bara yang telah menjadi selingkuhan Emilda .
setelah perceraiannya dengan Bara, Emilda merasa sangat menyesal. namun apalah daya. nasi sudah menjadi bubur.
Emilda yang katahuan tidur bersama Robet akhirnya di ceraikan oleh Bara . setelah kejadian itu dia menikah dengan Robet namun setelah mendapatkan seorang anak dalam perkawinan mereka, Robet sudah berubah, dia mulai terlihat sifat blay boy nya. dia banyak gonta- ganti wanita. karena tidak betah Emilda akhirnya meminta cerai. dan satu minggu yang lalu dia kembali menginjakkan Kakinya di kota J ini bersama sang putra. Saat di Jerman dia masih mendengar kalau Bara masih tetap seorang pria dingin, dan tak mudah di dekati ,Dia tetap seperti Bara yang dia kenal dulu . saat dia bercerai dengan Robet dia bertekat akan menaklukkan Bara dengan perantara sang anak. dan saat dia sudah berada di kota J. dia juga mendengar kalau Bara masih belum mempunyai istri. namun saat dia berada di dalam Mall dan bertemu dengan Kania dan Kinan dia tadi sempat kaget ketika melihat wajah Kinan yang sangat mirip dengan wajah Bara. pada saat itulah dia mulai bertanya- tanya siapa Kinan dan Kania. karena itu dia mengikuti kemanapun rombongan Kania berada, hingga akhirnya dia melihat seorang laki- laki setengah tua yang mendekati Kania.
dia sepertinya pernah melihat wajah laki- laki itu. Setelah lama dia baru ingat kalau laki- laki itu sopir Bara. dia terkejut melihat semua itu. dia bertanya- tanya ada hubungan apa Kania dengan Bara. Keragua dan keyakinan bergwjolak di dalam dadanya , apakah benar anak laki- laki itu putranya yang telah dia tinggalkan enam tahun yang lalu. dengan perasaan sedih dia membawa Mobilnya pergi meninggalkan parkiran Mall besar kota J.
Sedang Kania yang telah pergi ke perusahaan Dirgantara telah sampai di parkiran perusahaan. dia segera memakai masker penutup muka sebelum turun dari Mobil. saat dia sampai di loby perusahaan , banyak mata menatap kedatangannya, namun dia cuek aja.
Dia langsung masuk kedalam lift, namun sebelum masuk dia mendengar seseorang Memanggilnya.
"Kakak ipar...bukan di sana lift buat mu...." seru seseorang sambil memegang tangannya. Kania kaget dan melihat orang yang menghalangi langkahnya.
__ADS_1
"Dika..kak Anton...." seru Kania kaget. begitupun dengan orang- orang yang mendengar panggilan Dika pada wanita yang memakai masker itu.
"Bukan itu lift yang harus kau naiki kak .." Dika lalu menyeret kakak iparnya menuju lift sebelahnya. mereka akhirnya masuk bersama- sama kedalam lift khusus petinggi perusahaan.
Ketika di dalam lift Kania menegur Dika.
"Dika...kau panggil apa gue tadi...?" tanya Kania kesal.
"Kakak ipar..." jawab Dika tanpa dosa.
"Ck...kenapa kau panggil gue di depan umum seperti itu... bukankah tadi banyak karyawan yang berada di loby..." sungut Kania kesal.
"Emang kenapa Kak...Bukankah sebentar lagi mereka juga pada tahu siapa dirimu kak..." jawab Dika tenang.
"Dasar kau ini... bukankah itu masi dua bulan lagi Dik .." kata Kania lagi.
"Bukan dua bulan kak...tapi tidak sampai dua bulan lagi...." sangkal Dika dengan wajah senang. Dia memang sangat senang menggoda kakak iparnya yang cantik itu. terlihat wajah Kania yang memerah, wajah itu terlihat cantik dan imut menggemaskan. Anton dan Dika ternganga melihat wajah Kania.
"Ada apa dengan kalian...?" tanya Kania heran melihat Anton dan Dika yang tertegun.
"Aah...nggak ada apa- apa kak..." kata Dika sambil menatap kearah lain. begitu juga dengan Anton yang tersipu malu. dia segera menatap kearah lain sama dengan Dika .
"Ya elah...kalian berdua itu emang aneh ya...?" kata Kania heran. untunglah lift segera berhenti dan segera terbuka . Kania segera melangkah keluar dari dalam lift. sedang Anton dan Dika saling pandang dan mengangkat bahu mereka, lalu segera keluar juga dari dalam lift. ketika sampai di depan ruang sang suami Kania segera mengetuk pintu .
Tok tok tok...
"Masuk.." terdengar suara ,.bariton dari dalam ruangan. perlahan Kania membuka pintu. terlihat Bara yang sedang berada di depan leptopnya.
"Asalamualaikum. Pa...." sapa Kania.
"Waalaikum salam, Mama..." seru Bara gembira.
Dia segera berdiri dari duduknya dan berjalan kearah Kania.
"Sayang...Papa kangen...?" kata Bara dengan wajah bahagia dan segera memeluk sang istri .
"Idih Papa...bukankah kita tadi pagi bertemu..." kata Kania dalam pelukan Bara .
"Nggak tahu dech Ma... akhir- akhir ini Papa pinginnya lihat Mama aja, kalau Mama jauh dari Papa , Papa nggak bisa konsentrasi dalam bekerja..." kata Bara lagi.
"Lo kok Bisa Pa...?" kata Kania juga heran.
"Papa juga nggak tahu... pinginnya Papa selalu memeluk tubuh Mama..." kata Bara yang masih memeluk erat Kania.
"Papa merasakan itu sejak Kapan...?" tanya Kania.
"Hampir dua minggu ini Ma... Papa akan selalu gelisa dan ingin selalu marah kalau Mama berada jauh dari Papa..." jawab Bara. Kini dia melepas pelukannya dan menatap sang istri dengan wajah sedih.
"Ya sudah sekarang Mama akan menemani Papa sampai pulang nanti..." kata Kania menghibur. dia menaruh lengannya di leher Bara. sedang Bara memeluk pinggang Kania.
"Sekarang Papa kerja kembali, Mama akan duduk di sofa Okey...." kata Kania.
"Cium dulu..." kata Bara manja.
"Ya ampun suamiku ...kenapa manja kayak gini ya...?" goda Kania.
Bara hanya tersenyum mendengar godaan sang istri. Kania segera mencium lembut bibir Bara , mereka berciuma. hingga terdengar ketukan di pintu ruangan Bara. dengan enggan Bara melepas ciumannya.
"Ck..siapa sich suka mengganggu kesenangan orang...." kata Bara dengan kesal.
"Sayang...ini di kantor..." kata Kania sambil mengusap bibir Bara dengan sayang.
"Siapa...?" seru Bara dengan kesal.
"Aku kak..." terdengar suara Dika dari luar.
Bara mendengus dengan wajah kesal.
"Masuk..." jawab Bara tanpa melepas Kania.
"Sayang...lepaskan .. malubada Dika, aku mau tiduran di kamar ya...?" kata Kania. karena dia merasa agak lelah setelah dari Mall tadi. entahlah akhir- akhir ini dia muda lelah.
"Baiklah tapi cium dulu Papa..." goda Bara.
"Ck kau ini..." mau tak mau Kania pun mencium kembali bibir Bara sekilas. saat Kania mencium Bara , Dika dan Anton masuk. mereka terperanga dan merasa wajah mereka memanas. sedang Bara segera melepas pelukannya nya. Kania segera berjalan masuk keruang pribadi Bara.
"Kak...kasihanilah Kami yang jomblo ini..." kata Dika pada Bara yang sudah duduk di sofa bersama mereka.
"Salah siapa menggangu kesenangan orang..." jawab Bara cuek.
"Ck..kau ini...mana gue tahu kalau kau lagi bermesraan dengan istrimu..." kata Dika kesal.
"Cari istri juga..." kata Bara cuek.
"Aku belum bisa menemukan yang seperti kakak ipar, cantik, baik hati, pintar dan tangguh, aku belum menemukannya kak..." jawab Dika sok sedih.
"Kau ini....mana mungkin kau akan menemukan yang seperti kakak iparmu bodoh..." kata Bara sambil menimpuk Dika dengan koran yang ada di meja.
"Seenggaknya yang hampir sama dengan kakak ipar ...." kata Dika sambil tertawa.
Anton hanya tersenyum melihat percakapan Dika dan Anton. semenjak ada Kania di dalam hidup Bara, lelaki itu bisa diajak bercanda dengan Dika, dan dia sekarang juga sedikit banyak omong, tidak terlalu kaku dan semenakutkan seperti dulu.
Udahan dulu ya...kita sambung lagi pada episode yang akan datang. jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1
Bersambung.