Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
Keluarga Amelia ke Mension tuan Mahesa.


__ADS_3

Kini syuting Putri Fang Yun sudah berakhir. Nanti malam akan di adakan syukuran yang akan di adakan di hotel mewah XX yang ada di kota J. Semua pemain ataupun kru film akan datang dalam syukuran itu kecuali Deby yang sudah tidak di ketahui keberadaannya.


Setelah selesai solat magrib terlihat Kania yang sudah memakai salah satu baju pemberian dari Bara . sang Mama membantunya untuk merias diri.


"Ma...riasannya jangan terlalu menor Ma.." kata Kania sebelum Sinta meriasnya.


"Iya sayang...mama tahu itu, sekalipun kau tak memakai riasan kau sudah terlihat cantik Kok..." jawab sang Mama.


"Yee Mama bisa aja... Iya sich siapa yang akan memuji putri Mama kalau bukan mama sendiri...tapi benar kok Kania emang cantik..." kata Kania narsis. tapi benar juga kan.😂.


"Kau ini... " kata sang mama sambil tersenyum mendengar kenarsisan sang putri.


Sinta segera merias sang anak dengan sentuhan tipis mike up yang di miliki Kania. Tak berapa lama selesai sudah Sinta merias wajah Kania. terlihat wajah Kania yang cantik dan Anggun bak seorang putri .


"Nach selesai sudah, gimana kau puas..?" tanya Sinta pada Kania.


"Ya ampun Mama pandai sekali merias Kania, lihatlah wajah Kania jadi berubah..." seru Kania senang ketika melihat pantulan wajahnya di cermin.


"Kau puas sayang...?" tanya Sinta lagi ketika melihat kebahagiaan di wajah Kania.


"Puas sekali Ma... Mama kok pandai merias...?" tanya Kania sambil masih menatap Wajahnya di dalam cermin.


"Dulu Mama sempat sekolah kecantikan saat Mama masih kuliah..." jawab Sinta .


""Benarkah...? " kata Kania kagum.


"Iya sayang.." jawab sang Mama.


"Apakah Papa tahu Ma...?" tanya Kania.


"Iya Papa mu tahu karena dialah yang mengantar jemput Mama..." jawab Sinta.


"Waah...romantis sekali Ma..." goda Kania.


"Ist...kau ini...kau mulai berani menggoda mama ya...?" kata Sinta sambil mencubit hidung Kania lembut.


"Sebenarnya Mama berkeinginan untuk membuka salon kecantikan setelah kau lahir nak..." kata sang Mama.


"Papa sudah tahu keinginan Mama...?" tanya Kania lagi.


"Sudah dan Papamu juga mengijinkan... namun petaka lebih dulu terjadi hingga keinginan Mama musnah.." jawab sang Mama kembali.


"Semuanya Pasti terwujud Ma... apalagi kalau Mama memaafkan Papa..." goda Kania.


"Dasar anak nakal...lalu gimana dengan dirimu dan nak Bara, kok bisa- bisanya Bos jatuh cinta dengan karyawannya, apa kau sekretaris Bara...?" tanya Sinta heran.


"Kania bukan sekertaris Papanya Kinan Ma... malah Kania kerja pada adiknya yaitu Dika. Dika adalah atasan langsung Kania , kantornyapun beda, kantor Dika ada di sebelah kantor milik Papanya Kinan... Kania kerja di bagian humas kantor Dika..." kata Kania menjelaskan .


"Lalu kok bisa kalian bertemu, kalau kau bukan karyawan nak Bara...?" tanya Sinta heran.


"Saat Kania terluka karena menolong Kinan itulah ma pertama Kalinya Kania bertemu, sedang soal Kania jatuh cinta pada Papanya Kinan, itu terjadi karena kebiasaan bertemu setelah kecelakaan itu, tapi kalau tuan Bara katanya sich sejak Kania menolong dia , saat itu dia dikejar Penjahat yang ingin membunuhnya beberapa tahun lalu ma..." kata Kania menjelaskan.


"Maksud Nia gimana sich..." tanya sang Mama.


"Mama...kapan- kapan Nia ceritain lagi ya... Soalnya kalau Nia cerita Nia bisa telat pergi ke Hotel XX...."jawab Kania sambil berdiri.


"He he...kau benar nak, ya sudah sana pergi hati hati di jalan..." kata Sinta.


"Oh ya Ma...nanti Mama nggak usah nunggu Kania, soalnya tadi Nia dapat telfon dari tuan Bara kalau Kinan rewel pingin ketemu Nia, maklum sudah hampir dua mingguan Kania nggak kesana, jadi mungkin nanti sepulang dari Hotel , Kania langsung kesana Ma.." kata Kania sebelum keluar dari Kamarnya.


"Iya nak... Hati- hati jaga diri..." kata sang Mama.


"Siap ibunda Ratu..." jawab Kania kocak.


Sinta hanya tersenyum gembira melihat tingkah Kania. Ketika sampai di luar kamar mereka mendengar Bimo sedang berbicara. Ketika sampai di ruang tamu Kania melihat kedua pengawalnya sudah menunggu .


"Kalian sudah lama datangnya...?" tanya Kania.


"Kagak Bos kami baru aja datang kok..." jawab Arum. Mereka berdua sudah memakai pakaian pemberian Kania. Baju yang tidak memperlihatkan kalau mereka pengawal Kania.


"Bos...Bos Nia cantik banget malam ini. lagian kata orang jawa manglingin..." seru Arum sambil menatap Kania dengan kekaguman.


"Benar Bos, Bos Nia cantik sekali..." kata Keti pula.


"Kak.. benar Kata mereka, kakak cantik sekali, Bimo sangat bangga mempunyai Kakak secantik Kak Nia..." kata Bimo sambil menatap Kania kagum, terlihat wajahnya yang memerah karena malu karena memuji Kania.


Kania tertawa melihat tingkah Bimo.


"Ha ha ha...kau inginmemuji Kakak tapi kau sendiri merasa malu dek..." kata Kania sambil mengacak rambut Bimo. dan akhirnya semua tertawa.


"Ya udah Ma Kania berangkat dulu Ya... Ingat jangan tidur terlalu malam , Bim jaga Mama jangan boleh tidur malam- malam..." kata Kania pada Bimo.


"Baik kak..." jawab Bimo.


"Ayo Kita berangkat...Ma Kania pergi Asalamualaikum..." pamit Kania sambil mencium tangan Sinta. Dan diikuti oleh kedua pengawalnya.


"Kami pergi nyonya..." pamit mereka.


"Hati- hati di jalan...Keti jangan terlalu kencang membawa mobilnya..." kata Sinta mengingatkan. Dia tahu kalau Keti yang menjadi sopir mereka. Dan dia tahu kalau Keti membawa mobil agak kencang. Karena Sinta pernah keluar bersama mereka.


"Baik nyonya...." jawab Keti.

__ADS_1


"Kalian itu sudah kubilang jangan panggil nyonya...panggil aja Mama seperti Kania memanggilku...." kata Sinta .


"Baik Ma..." jawab mereka bersamaan.


Akhirnya mereka keluar dari Apartemen Kania menuju Hotel XX tempat penyelenggaraan syukuran itu.


****


Sedang ditempat lain terlihat sepasang suami istri dan putrinya sedang bersiap- siap untuk pergi.


"Pa...Papa harus bisa membuat Om Mahesa mau menjodohkan diriku dengan kak Bara Pa...aku ingin dia menjadi suamiku..." kata sang putri.


"Semoga Papa bisa meyakinkan mereka Mel..." jawab sang Papa.


"Kau harus berusaha Pa.. Karena kalau itu bisa kita lakukan keluarga kita akan menjadi keluarga yang sangat beruntung sekali..." kata sang istri.


"Iya, iya Papa mengerti... Ya udah ayo kita pergi sekarang..." kata sang Papa. Merekapun segera pergi dengan wajah gembira.


Mereka adalah keluarga Sony Subiantoro rekan bisnis dari tuan Mahesa. Yang dulu sempat bertetangga dengan keluarga Dirgantara. Saat masih bertetangga Dika dan Amelia adalah teman di waktu kecil. Namun setelah mereka pindah keluar Negri hubungan keluarga mereka sempat terputus.


Beberapa tahun kemudian keluarga Subiantoro kembali ketanah air . Saat pertemuan kembali itulah Amelia jatuh Cinta pada Bara . Dia berusaha mendekati Bara dengan cara meminta pada kedua orang tuanya untuk memasukkan dia yang seorang artis dan foto model di dalam perusahaan Bara. Karena kedekatan keluarga mereka saat bertetangga dulu mudah untuk orang tua Amelia meminta tolong pada Rani( Mama Bara) untuk memasukkan Amelia di dalam menejemen DI.


Namun kedinginan sikap Bara serta Alergi Bara terhadap wanita membuat Amelia kesulitan mendekatinya. Dia hanya bisa menyebar gosip kalau dia adalah calon dari istri Bara.


Karena perbuatannya tak mendapat masalah dia berfikir kalau Bara juga mencintainya. Karena dia yakin Bara pasti mendengar gosip itu.


Tapi kenyataan menjawab lain, saat dia ingin menunjukkan kalau Bara miliknya pada semua orang saat pesta perayaan ulang tahun perusahaan , saat itulah membuat dia di permalukan oleh Bara. Bara memang tidak pernah dekat dengannya. Dia lebih mengenal Dika daripada Bara. Namun dia terlanjur jatuh cintai pada Bara.


Setelah mendapat penolakan dari Bara di pesta itu, membuat Amelia semakin tertantang untuk mendapatkan Bara. Saat Bara mengatakan kalau dia sudah mempunyai tunangan dia tidak mempercayainya. Karena dia tahu Bara alergi pada wanita. Apalagi dia tak pernah mendengar kalau Bara dekat dengan wanita. Tak terasa mereka telah sampai di depan Mension milik tuan Mahesa Dirgantara yang besar dan mewah itu. Terlihat tiga orang satpam sedang berjaga di gerdu penjagaan. Seorang satpam datang menghampiri mereka.


"Maaf tuan....ada yang bisa kami bantu..?" tanya satpam tadi.


"Kami ingin bertamu pada keluarga Dirgantara..." jawab tuan Sony dengan sombong.


"Apa sudah ada janji Tuan....?" tanya satpam itu lagi.


"Bilang pada tuanmu kalau tuan Sony Subiantoro datang bertamu..." jawabnya angkuh.


"Baiklah tuan tunggu sebentar..." jawab satpam tadi.


Terlihat dia sedang menelfon. Tak lama dia dan temannya segera membuka pintu gerbang.


"Silahkan tuan...." kata satpam tadi.


Tuan Sony Subiantori segera membawa masuk mobilnya kedalam Mension tuan Mahesa yang terlihat sangat mewah. Dan di halaman depan terlihat taman yang sangat indah dengan sinar lampu yang terang memperlihatkan tanaman bunga yang beraneka ragam.


"Ma...kalau aku jadi menantu keluarga ini sungguh sangat beruntung sekali diriku Ma..." kata Amelia ketika melihat keindahan tempat tinggal tuan Mahesa.


"Benar itu Pa...karena itu kita harus benar- benar bisa meyakinkan tuan dan nyonya mahesa untuk menerima Amelia menjadi menantu mereka...."kata nyonya Gita istri tuan Sony.


"Pasti itu Ma..." jawab sang suami.


Mereka segera turun dari mobil mereka ketika sampai di depan Mension tuan Mahesa.


Saat mereka mau masuk kedalam Mension mereka telah di sambut oleh seorang wanita yang memakai pakaian asisten rumah tangga.


"Selamat malam tuan..." sapa Art tersebut.


"Malam... Tuan Mahesa ada..?" tanya tuan Sony dengan angkuh.


"Ada tuan...anda di suruh menunggu sebentar... silahkan tuan dan nyonya duduk dulu untuk menunggu sebentar...." jawab si Art itu.


Mereka bertiga akhirnya duduk di ruang tamu yang terlihat memiliki Barang- barang yang sangat mewah.


Tak berapa lama mereka menunggu , akhirnya sang tuan rumah keluar juga. Terlihat tuan Mahesa dan nyonya Rani keluar dengan wajah segar.


"Apa kabar Son..." sambut tuan Mahesa pada keluarga tuan Sony,Dia menyalami mereka satu persatu.


"Alhamdulillah kami baik- baik aja Mahes..." jawab Sony ramah.


Begitupun dengan nyonya Rani dia menyalami keluarga itu satu persatu.


"Gimana kabarnya Jeng Gita.. ?" sapa nyonya Rani pada nyonya Gita istri tuan Sony.


"Alhamdulilah kami baik- baik aja mbakyu..." jawab nyonya Gita senang.


"Ini si Amelia yang jadi artis naungan perusahaan DI kan...? Apakabar nak...?" sapa nyonya Rani pada Amelia.


"Baik aja tante..." jawab Amelia lembut.


"Tumben kalian datang kemari,..."tanya tuan Mahesa basa - basi. Dia masih ingat saat Bara menolak gadis yang ada di depannya saat berada pesta perusahaan malam itu.


"Kami hanya ingin bersilatuhrohmi aja kok, bukankah kita lama tidak datang kesini Mahes...?" jawab tuan Sony.


"Kok Mension kalian terlihat sepi, pada kemana anak- anak...?" tanya tuan Sony lagi.


"Oo...mereka ada di rumah mereka masing- masing,...." jawab tuan Mahesa datar.


"Lo mereka sudah mempunyai rumah to..." tanya nyonya Gita.


"Sudah lama mereka memiliki rumah sendiri- sendiri jeng...." jawab nyonya Rani .

__ADS_1


"Waah mereka memang anak- anak hebat ya Pa..." kata nyonya Gita pada sang suami.


"Benar Ma... apakah mereka sudah pada menikah...?" tanya tuan Sony pada tuan Mahesa.


"Belum, mungkin sebentar lagi..." jawab tuan Mahesa.


"Waah...kebetulan sekali Mahes, Gimana kalau putra putri kita, kita jidohkan aja.. " kata tuan Sony dengan tak tahu malu.


"Maksud kalian ....?" tanya tuan Mahesa seolah tak mengerti.


"Ini si Amelia, dia belum mempunyai calon suami dan dia jatuh cinta sejak melihat anakmu Bara, bagaimana kalau dia kita jodohkan dengan putramu Bara..?" kata tuan Sony dengan begitu yakin.


"Perjodohan Bara dengan Putri mu ini...?" tanya tuan Mahesa pada tuan Sony.


"Iya...kau tidak akan merasa rugi karena putriku sudah menjadi artis yang sudah terkenal, dan dia juga sudah memiliki butik sendiri.. " kata tuan Sony membanggakan sang putri.


"Waah kalau soal perjodohan kami tidak bisa memaksa Bara, karena mereka sudah memiliki keinginan sendiri.." jawab tuan Mahesa. ingin rasanya tuan Mahesa mengatakan kalau sebentar lagi Bara sudah menikah, tapi karena dia telah berjanji tak akan membongkar masalah mereka akhirnya tuan Mahesa hanya bisa menolak sebisanya.


"Kita coba dulu mempertemukan mereka , siapa tahu Bara menyukai Amelia..." kata tuan Sony memaksa.


"Bukankah mereka sudah bertemu saat perayaan ulang tahun perusahaan. dan putri Kalian sudah menerima jawaban Bara bukan.. bukankah dia telah menolakmu nak..?"


Skak mat.


jawaban tuan Mahesa membungkam perkataan tuan Sony. terlihat wajah mereka memerah karena malu.


"Apa benar itu Amelia...?" tanya tuam Sony sambil memandang Amelia yang terlihat sedih. Dia memang tidak tahu kejadian di pesta perusahaan Bara itu. karena saat itu dia pergi keluar Negri.


"Itu benar Pa...tapi Amel sangat mencintai kak Bara Pa..." jawab Amelia dengan nada memohon.


"Lihatlah Mahes, putriku telah terlanjur mencintai putramu. bagaimana kalau kita aja yang menyatukan mereka..." bujuk tuan Sony tanpa merasa malu.


"Waah itu tak mungkin Son...karena Bara memiliki kemauan sendiri, manamungkin kami akan memaksanya.." jawab tuan Mahesa.


"Om..Tante...tolonglah Amel Tan...Amel sangat mencintai kak Bara. Amel tahu kalau Sebenar nya kak Bara juga cinta sama Amel tan... " jawab Amel dengan pedenya.


"Darimana kau mengetahui kalau Bara Mencintaimu...?" tanya nyonya Rani.


"Maaf , saat Amel membuat gosip di perusahaan..kak Bara diam saja Tan, itu kan tandanya Kak Bara mengiyakan kalau dia juga mencintai Amel kan...?" jawab Amelia dengan berani.


"Amel, Bara berbuat itu karena dia masih menghormatimu dan dia tak ingin membuatmu malu. tapi tingkahmu semakin ngelunjak karena itu dia mempermalukan dirimu di pesta itu..." kata nyonya Rani menjelaskan .


"Apalagi sekarang dia sudah bertunangan dia takut kekasihnya mempercayai rumor yang kau sebarkan..." jawab nyonya Rani.


"Apaa...Bara sudah bertunangan...?" tanya tuan Sony kaget.


"Benar..Bara sudah bertunangan. bukankah Bara sudah menunjukkan cincin pertunangannya pada Amelia.." kata nyonya Rani lagi.


"Tidak, itu pasti bohong, kak Bara memperlihatkan itu pada Amel agar Amel merasa cemburu pada kak Bara kan..?" kata Amel sambil menangis.


"Terserah Amel percaya atau tidak itu urusan Amel, asal Amel tahu kalau itu kebenarannya. .." kata nyonya Rani lagi.


"Nggak, nggak mungkin, kak Bara adalah milik Amelia, seandainya ada gadis memang bertunangan dengan kak Bara, Amel akan merebut kak Bara dari dia...." seru Amelia marah.


"Kau sudah tahu kebenarannya dan kau akan melakukan itu , jika terjadi sesuatu pada dirimu atau keluargamu jangan kau salahkan kami , Maaf Son...kaupun sudah tahu kebenarannya, jika nanti terjadi sesuatu jangan kau menyalahkan siapapun , salahkan putri mu sendiri.." kata tuan Mahesa dingin. Dia sudah memperingatkan mereka jadi jika putri mereka tetap melakukan itu dia tak akan perduli jika Bara melakukan sesuatu pada putri mereka , jika dia mengusik Kania.


"Kau mengancam Kami Mahes..." tanya Sony tak suka.


"Anggap itu suatu ancaman pada putri mu ,karena dia berani mengancam keselamatan calon menantu kami..." jawab tuan Mahesa tegas. Dia tak ingin main - main dengan manusia seperti mereka, walaupun mereka pernah bertetangga.


"Lebih baik kami pulang dulu , tolong pertimbangkan permintaan kami Mahes..." kata tuan Sony Subiantoro dengan wajah memohon.


"Maaf kuperjelas sekali lagi, Kami tak akan mengusik kebahagiaan Bara putra kami..." jawab tuan Mahesa dengan tegas.


"Baiklah kami permisi dulu. Assalamualaikum..." kata tuan Sony Subiantiro sambil berdiri dari duduknya di ikuti istri dan putrinya. dia menyalami sepasang suami istri yang ada di depannya yang juga sudah berdiri.


"Tante tolonglah Amelia Tan... Amel sangat mencintai kak Bara Tan..." kata Amelia saat dia bersalaman dengan Rani.


"Maaf Amel, Tante juga sangat mencintai gadis pilihan Bara ...." jawab Rani mematahkan hati Amelia. dia tidak bisa berkutik jika orang tua Bara juga menyukai gadis itu.


"Kalau boleh tahu siapa gadis itu Tan, orang mana dia..." tanya Amel dingin.


"Kami tidak bisa memberitahu siapa Dia. dia orang sini juga. suatu saat pasti mereka akan menunjukkan identitas mereka..." jawab nyonya Rani lagi. Akhirnya mereka meninggalkan kediaman tuan Mahesa dengan hati kecewa. terutama Amelia yang terlalu mengharapkan menjadi pendamping Bara. Dia menangis sepanjang jalan, seakan dia tak mau mendengar atau mempercayai perkataan nyonya Rani.


"Amel sudahlah, kau sudah terlalu lama menangis, bukankah kau besok pagi ada jadwal pemotretan...?" bujuk sang Mama sambil mengusap kepala Amelia dengan sayang.


"Tapi Amelia sangat mencintai kak Bara Ma... Amel ingin menjadi istri kak Bara.." kata Amelia kekeh.


"Tapi dia sudah mempunyai tunangan mel, mungkin sebentar lagi mereka mau menikah.." jawab sang Mama.


"Tidak...Amel tak percaya kalau kak Bara sudah bertunangan ... sekarang coba Mama Papa fikir , apakah seorang Bara Aris Dirgantara akan melakukan pertunangan tanpa seorang pun tahu, mana mungkin itu Ma..." kata Amelia dengan yakinnya.


"Benar juga katamu Mel... mungkin mereka berbohong untuk menolak kita nak..." jawab sang Papa.


"Benar juga sich Pa.... mungkin mereka takut pada putranya kalau tiba- tiba menerima perjodohan ini,..." kata sang Mama.


"Yes...kalau begitu Amelia tidak akan menyerah, Amel akan mencari cara mendekati kak Bara lagi ...Papa, Mama doakan Amelia ya..." seru Amelia gembira.


" Pasti Nak...kami akan mendoakan dirimu, dan kalau kau butuh bantuan Papa, kau boleh meminta pada Papa.." jawab sang Papa memberi semangat. akhirnya Amelia yang tadinya menangis sekarang jadi tertawa bahagia.


Fuuh... udahan dulu ya ceritanya, kayaknya kesehatan author agak terganggu dikit , Okey sampai jumpa besok. jangan lupa like dan komennya gue tunggu sekalian Vote nya ya...🙏🙏

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2