Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
AUDISI FILM 2


__ADS_3

Sambil menunggu giliran Paramita tampil, mereka berempat melihat penampilan para artis yang mengikuti audisi. terlihat banyak Artis- artis pemula atau senior yang ikut audisi.


"Nia ternyata asyik juga lihat mereka akting ya..."' kata Arum sambil menatap artis yang sedang memerankan perkelahian.


"Iya, kita jadi dapat hiburan..." jawab Keti.


"Nia andai elo ikutan audisi mungkin dapat peran utama kalik..." kata Arum lagi.


"Hus sembarang.. Lo pikir gampang apa meranin sebuah peran apalagi peran utama....." jawab Kania.


"Emang susah sich kalau kita nggak pernah ngelakuin. Tapi gue paling seneng kalau lihat elo sedang beraksi kayak lihat adegan film langsung...." kata Arum lagi.


"Emang dari mana elo tahu garakan gue...?" tanya Kania penasaran.


"Saat elo ngelawan para preman itu he he he...." jawab Arum sambil cengengesan.


"Jadi elo ngelihat gue...?" tanya Kania. Mereka berbicara dengan pelan karena takut mengganggu audisi.


"He he he...iya, gue ngeliat saat elo menghajar mereka.." bisik Arum.


"Dasar.. Sempet- sempetya elo lihat gue berantem..bukankah elo sendiri berantem...?." kata Kania sambil menoyor kepala Arum. Bukannya marah Arum malah tertawa.


"Kan yang ngelawan gue cuma anak buahnya doang, apa lagi cuman dua orang, sedang yang ngadepin elo bos mereka..empat orang lagi.." jawab Arum kembali.


"Iya Nia...kami sempat ngelihat elo saat melawan empat orang itu, gue kagum ama gerakan silat elo.." kata Keti menimpali .


"Dasar kalian berdua ya...bukannya ngebantu gue, malah gue jadi tontonan elo- elo pada..." kata Kania berpura- pura marah. dan kedua oengawalnya tertawa pelan melihat wajah Kania yang cemberut . tanpa mereka sadari Sutradara yang tadi menanyai Kania mendengar percakapan mereka .


'Ternyata perkiraanku benar, gadis ini bukan gadis biasa batin Sutradara itu. Sedang Kania , Paramita dan kedua pengawal Kania kembali melihat audisi itu . teryata audisi hari ini banyak pesertanya. Hingga siang hari Paramita belum juga dapat giliran. Hingga mereka harus makan di lokasi audisi. Arum yang tadi sempat keluar sudah membelikan mereka makanan. Hingga mereka bisa makan di lokasi audisi. Setelah istirahat sebentar mereka kembali melanjutkan audisinya. Namun ketika di tengah- tengah di laksanakannya audisi tiba- tiba terjadi keributan. Seorang gadis mudah sedang menghajar seorang satpam yang di tugaskan menjaga keamanan di sana. gadis itu melakukan keributan karena dia ingin melakujan audisi duluan sedang dia baru datang, kerika seorang satpam menegur dia tak terima , dia menghajar satpam itu di bantu oleh dua bodyguard nya . Saat satpam itu di hajar oleh gadis mudah bersama dua bodyguard nya tidak ada seorangpun yang berani membantu karena mereka tahu siapa gadis itu. Dia adalah salah satu putri pengusaha yang terkenal di kota itu. Namun perangainya yang buruk membuat orang segan bermasalah dengannya. Mulanya Kania tak ingin ikut campur tapi ketika sang gadis mengeluarkan sebuah belati dari dalam tas kecil nya Kania tak bisa tinggal diam. Kania tak ingin ada pertumpahan darah. Ketika gadis itu mengarahkan belati keperut sang satpam, Kania menyentilkan batu yang dia dapat dari bawah tempat duduknya kearah tangan sang gadis. Terdengar teriakan kesakitan sang gadis.


"Aauuu...." teriak gadis itu sambil mengibaskan tangannya dan melepas belati dari genggamannya.


"Siapa yang berani ikut campur urusan ku ha...!" teriak gadis itu sambil menatap marah pada orang di sekitarnya. Sedang kedua bodyguard nya masih memegang sang satpam.


"Jawab ... Atau ku siksa satpam ini.." teriak gadis itu.


"Maaf untuk apa anda sebenarnya datang kemari dan membuat keributan ?" tanya sang Sutradara yang sejak tadi diam saja. terlihat wajahnya yang menahan marah. Sebenarnya dia sejak tadi sudah ingin menghadapi si gadis arogan itu. tapi sang Asisten menahannya.


"Aku ingin jadi pemeran utama..." jawabnya arogan.


"Ya nggak bisa Nona, kami di sini sedang mengadakan audisi, kalau anda ingin. ikut silahkan mengikuti antrian.." jawab sang Sutradara.


"Aku tak perduli, pokoknya aku mau jadi pemeran utama di film ini...!" teriaknya lagi.


"Dan aku ingin orang yang melukai tanganku tadi datang kesini.." katanya semakin arogan. Membuat Kania semakin sebal.


"Itu tidak mungkin Nona..." jawab sang Sutradara.


"Aku nggak perduli...!" teriaknya lagi.


"Nona apakah Nona tidak sadar kalau kelakuan Nona itu merugikan orang lain..?" tanya Kania dari tempat duduknya. Kontan saja orang yang ada disana memandang kearahnya.


"Siapa kau...? Berani benar kau ikut campur urusanku...'"serunya sambil menatap Kania dengan marah.


"Aku bukan siapa- siapa. Tapi apakah Nona tak merasa kalau permintaan Nona tidak di serujui Sutradara karena wajah anda yang kurang cantik dan tabiat anda yang jelek itu..."kata- kata Kania membuat wajah gadis itu memerah karena marah.


"Dasar wanita murahan, berani sekali kau menghina diriku. Pengawal...! Hajar wanita kurang ajar itu..." teriak gadis itu marah.


"Baik Nona.." salah satu dari si pengawal mendekati Kania. Keti dan Arum yang melihat orang yang menjadi tanggung jawab mereka dalam bahaya segera berdiri di depan Kania.


"Kalian berdua diam saja, biarkan aku menyelesaikan ini sendiri..." kata Kania datar . Arum dan Keti kembali duduk.


Saat bodyguard tadi akan memukul Kania tiba - tiba tangannya sudah terpelintir di belakang tubuhnya dengank Kania yang sudah berdiri di belakangnya. terlihat tangan Kania sudah mengunci tangan sang pengawal dengan entengnya.


"Bang tidak semudah itu elo mau memukul gue bang..." bisik Kania dingin.


Dan pria besar itu berusaha untuk melepaskan tangannya dari kuncian tangan Kania namun tidak bisa . ketika melihat sang teman tidak bisa bergerak di tangan Kania pengawal yang satunya menerjang tubuh Kania. Namun lagi- lagi gerakan Kania lebih cepat dari pengawal besar tadi. Sebelum tubuhnya menyentuh Kania dia sudah terkapar di depan sang majikan. Kania yang melihat sang pengawal satunya menerjang kearah dirinya dia segera melompat menghantam tubuh yang datang menerjang dengan Kakinya. Orang- orang yang melihat gerakan Kania yang begitu cepat hanya bisa melongo. Sedang kedua pengawal Kania tertawa puas.


"Yes...hajar Bos, jangan beri ampun....!" teriak Arum sambil meninju udara. Mereka berdua tertawa gembira. teriakan Arum membuat orang yang ada di sana melihat tingkah kedua pengwal Kania.


"Dasar wanita j****g kamu belum tahu siapa saya ha...?" teriak wanita itu kalap. Dia menunjuk- nunjuk Kania dengan wajah marah sekali.


"Gue nggak tahu dan juga nggak pingin tahu siapa elo, yang gue tahu elo adalah pengacau yang paling sombong dan menyebalkan..." seru Kania sambil mendorong pria yang ada didepannya.


"Dan elo berdua...apa hanya karena tugas hingga elo berdua nggak punya hati nurani....?" kata Kania pada kedua pengawal tadi. Kania tahu si pengawal serba salah. Membantu sang majikan atau tidak mereka sama- sama salah. Mereka hanya menunduk.

__ADS_1


"Dasar pengawal tak berguna, hanya seperti itu kalian kalah sama cewek brengsek itu...." teriak gadis itu sambil berjalan pergi dari lokasi itu. Setelah kepergian gadis itu si satpam yang terluka segera di larikan kerumah sakit.


"Ya ampuun hebat bener wanita itu... gue nggak nyangka di badan yang terlihat lemah itu terdapat kekuatan yang sangat hebat..." bisik mereka yang melihat perbuatan Kania tadi.


"Iya, sudah wajahnya cantik hebat lagi.." jawab yang lain.


"Sebenarnya siapa dia sich, apakah dia seorang artis...? wajahnya cantik banget..?" jawab yang lain.


Arum dan Keti merasa bangga di tugaskan menjadi pengawal Kania ketika mendengar pujian dari orang- orang yang ada di sana terhadap Kania.


"Nona Terimakasih telah membantu kami..." kata sang sutradara pada Kania.


"Sama- sama tuan sesama manusia bukankah kita harus saling tolong.." jawab Kania.


"Benar kata Nona tapi kami sangat berterimakasih karena pertolongan anda kami terlepas dari masalah.." jawab sang Sutradara.


"Baiklah, kalau begitu apa bisa audisi di lanjutkan soalnya hari sudah menjelang sore..." kata Kania mengingatkan.


"Nona...maukah Nona ikut main fi film kami....?" tanya sang Sutradara mengharap.


"Tuan bukankah tadi saya sudah bilang kalau saya itu nggak bisa akting..." jawab Kania.


"Kalau cuma akting kita bisa membimbing Nona..." bujuk sang Sutradara pada Kania. Karena sejak tadi ketika Kania baru datang bersama ketiga teman nya dia sudah menginginkan Kania jadi pemeran utama wanita di film nya.


"Kalau Nona mau saya bisa memasukkan artis Anda di dalam film ini juga ...." lanjut sang Sutradara membujuk Kania. Kania terkejut mendengar omongan Sutradara itu. Kedua pengawalnya yang mendengar perbincangan mereka mendekati Kania.


"Perkenalkan nama saya Seto Aji.." kata Sutradara itu memperkenalkan diri.


"Apaa...! Seto Aji...?" tanya Kania kaget. Karena Seto Aji adalah Sutradara yang sangat terkenal di Negara ini maupun di luar Negri.


"Iya saya Seto Aji Nona.." jawabnya sambil tersenyum.


"Maaf saya tak menyangka bertemu dengan tuan Seto Aji yang terkenal itu.. perkenalkan nama saya Kania, saya bekerja di perusahaan Dirgantara Grup.." kata Kania sambil menyambut uluran tangan Kania.


"Waa...apakah anda anak buah tuan Bara...?" tanya Sutradara Seto Aji.


"Benar tuan... anda mengenalnya..?" tanya Kania lembut.


"Siapa yang tak mengenal pengusaha terkenal dan dingin itu..." kata Seto Aji sambil tertawa. Terlihat sepertinya hubungan mereka dekat kata Kania dalam hati.


"Nia kenapa nggak di coba dulu...?" bisik Arum yang sudah berada di samping Kania


"Tapi Kita belum minta ijin sama Bos Besar dodol..." ucap Kania.


"Iya juga sich..." kata Keti .


"Gimana nona Kania....?" tanya Seto Aji.


"Maaf tuan Seto..saya belum bisa menjawab tawaran tuan sekarang..." kata Kania minta maaf.


"Kenapa...?" tanya Seto Aji heran


"Sebab saya belum tanya pada Bos ..." jawab Kania. Waah...ada hubungan apa gadis ini dengan si dingin Bara itu.." kata Seto dalam hati. Karena Dia tahu Bara tak mudah berhubungan dengan seorang wanita, karena Bara adalah sahabatnya sejak SMA. tapi kenapa gadis ini hanya mau main film aja harus lapor dulu pada Bara.


"Seandainya Bos anda mengijinkan apakah anda mau menjadi pemeran dalam film ini..."tanya Seto penuh harap.


"Iya...saya akan mencobanya..." jawab Kania. Terlihat binar kebahagiaan di wajah Seto Aji.


"Baiklah...tapi apakah anda tidak bisa menelfon beliau sekarang...?" tanya Seto Aji lagi.


"Akan saya coba ..." jawab Kania sambil berjalan menjauh dari mereka. Kania segera mengambil ponselnya yang ada di saku baju kerjanya.


Saat itu Bara sedang duduk di depan meja kerjanya dengan setumpuk dokumen dan leptop di atasnya. Saat dia sibuk dengan leptopnya terdengar suara telfon berbunyi. Dia dengan wajah datar mengambil ponsel yang ada di atas meja. Ketika dia melihat nama yang tertera di layar ponsel terlihat binar di wajah dinginnya.


"Assalamualaikum sayang..." sapa Bara dengan nada lembut.


"Walaikum salam, Bos..." jawab Kania, ada sedikit keraguan di hati Kania saat berbicara dengan Bara.


"Tumben kau menelfon ku..." kata Bara.


"Bos Nia dapat tawaran main film ..." kata Kania dengan cemas.


"Apa..." tanya Bara kaget.


"Ada Sutradara menawariku ikut main film nya..." jawab Kania.

__ADS_1


"Siapa nama Sutradara itu...?" tanya Bara datar.


"Sutradara Seto Aji..." jawab Kania perlahan.


"Seto Aji...?" tanya Bara tak yakin.


"Iya Bos..." jawab Kania.


"Suru dia menelfon saya sekarang..." kata Bara lagi.


"Baik Bos...." jawab Kania.


"Kau tadi sudah makan ....?" tanya Bara khawatir.


"Sudah , tadi Arum membeli makanan.." jawab Kania.


"Ya sudah suruh si Seto Aji itu menelfon ku dulu..." kata Bara lagi.


"Baik..." Kania menutup telfonnya. Lalu dia berjalan kearah sang Sutradara yang sudah berada di lokasi audisi kembali. Saat dia mau mendekati Seto Aji asistenya menghalangi.


"Maaf anda mau kemana...?" tanya sang asisten dengan nada pelan.


"Saya ingin berbicara dengan tuan Seto Aji..." jawab Kania ramah.


"Tapi maaf tuan Seto sedang sibuk..." jawab dia.


"Ada apa ini...kenapa kalian ribut..." seru Seto merasa terganggu.


"Nona ini ingin bertemu tuan..." jawab sang asisten.


"Oo kau Nona Kania...gimana apa Bos mu sudah setuju...?" tanya Seto ramah.


"Dia menyuruh tuan untuk menelfon nya sekarang..." jawab Kania.


"Cih...dasar pria arogan..." sungut Seti Aji. Dia segera memberikan tanggung jawab pada wakilnya untuk menyeleksi para pengikut audisi dan berjalan menjauh dari lokasi. Terlihat dia sedang berbicara di telfon. Mereka terlihat akrab dalam berbicara, sesekali Seto Aji tertawa. Sedang Kania kembali ke tempat Paramita dan dua bodyguard nya. Tak berapa lama terlihat Seto Aji menutup telfonnya, setelah itu dia berjalan mendekati Kania. Dia menatap Kania dengan wajah ramah.


'Dasar pria arogan... Tapi pintar juga dia mencari gadis, nggak nyangka gadis cantik ini bisa meluluhkan hati pria arogan itu..' kata Seto Aji dalam hati.


"Tuan...ada apa..?" tanya Kania risih karena Seto memandangnya sambil tersenyum- senyum.


"Ah tidak...aku hanya mau bilang kalau Bara memperbolehkan kamu ikut dalam film yang aku bikin...." jawab Seto dengan tersenyum.


"Ooo...baiklah saya akan mencoba peran yang akan anda berikan pada saya... Kalau boleh tahu peran apa yang akan anda berikan pada saya..?" tanya Kania.


"Peran utama , seorang putri Raja yang menjadi buronan karena sang Raja di tumbangkan..." jawab Seto Aji .


"Apa tidak terlalu berani anda menaruh saya sebagai peran utama tuan...?" tanya Kania kaget mendengar dia akan di jadikan peran utama.


"Kita lihat saja nanti..." jawab Seto Aji.


Namun percakapan mereka terhenti ketika terdengar bunyi dering ponsel yang ada di kantong Kania.


Saat dilihat ternyata sang Bos Besar yang menelfon.


"Sebentar tuan saya terima telfon dulu.." pamit Kania.


"Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu, nanti kalau sudah selesai anda bisa menemui saya untuk mencoba adegan.." Kata Seto Aji


"Baik tuan..." jawab Kania .


Setelah Seto Aji pergi Kania segera mengangkat telfon dari Bara.


"Ya Bos... Ada apa...?" tanya Kania.


"Kau bisa menerima permintaan Seto Aji tapi jangan yang beradekan ciuman..." kata Bara .


"Ya nggak lah Bos... Kalau adegan kayak gitu Nia juga nggak mau..." jawab Kania.


"Ya sudah kalau gitu setelah selesai dari sana langsung pulang..." kata Bara datar.


"Baik Bos.." jawab Nia.


"Ya udah aku tutup dulu, aku tunggu di rumah Asalamualaikum..." kata Bara lembut.


"Baik Bos, Walaikum salam.." jawab Kania lalu mengakhiri percakapan .

__ADS_1


Sudah dulu ya...besok di lanjut. jangan lupa like dan Komennya.


Bersambung.


__ADS_2