
Sudah dua minggu ini Kania memiliki ruang sendiri yaitu ruang menejernya. Dia juga memiliki seorang Asisten yang di beri oleh sang menejer yang bernama Amanda. kini Kania memiliki seorang menejer yang sangat handal yang bernama Rika Ayunda. Sebenarnya Rika ingin mengundurkan diri dari tugasnya sebagai menejer artis. Setelah artis asuhannya yaitu Gina Permata Sari mengundurkan diri dari keartisan karena menikah. Kini tiba- tiba Dika sang Bos kedua dari perusahaan Dirgantara kemaren memaksanya untuk menjadi menejer kembali . Dengan kekuasaannya Dika bisa kembali menyuruh Rika untuk menjadi menejer Kania. Mulanya Rika agak enggan karena mendengar Kania adalah bintang yang baru jadi. Dia menganggap kania adalah artis yang mendapatkan peran karena keberuntungan saja.Namun saat bertemu dengan Kania, dugaannya sepertinya salah. Gadis ini begitu cantik anggun dan terlihat cerdas. Apalagi setelah dua minggu ini mereka bergaul Rika dapat melihat kepribadian Kania yang sangat ceriah dan baik hati. Dan dia semakin heran ketika Kania yang kabarnya seorang gadis biasa memiliki dua pengawal yang sangat kuat dan setia. 'Siapa sebenarnya gadis ini..'(gumam Rika dalam hati. ) seperti saat ini , gadis cantik itu sedang bersama dua pengawalnya dan sang Asisten sedang duduk di depan Rika.
"Nia ...dua minggu lagi sudah mulai di adaka bengambilan adegan pertama , kau harus sudah mulai mempelajari sekenarionya..." kata Rika sambil menatap Kania.
"Iya kak.. Sejak menerima sekenario itu aku sudah mulai menghafal dialoknya..." jawab Kania.
"Baiklah, semoga kau mampu menampilkan bakatmu dengan baik... keyakinan dan kedisiplinan diri akan membantumu menuju sukses..."kata Rika menasehati Kania.
"Siap kak...?" jawab Kania dengan yakin.
"Ya sudah istirahatlah dulu sejak tadi aku melihat kau selalu memegang naskah itu..." tegur Rika.
"Baik kak..." jawab Kania sambil berdiri dan berjalan kearah sofa.
"Tidurlah dulu sebentar, sepertinya tubuhmu kelelahan..." kata Rika menasehati Kania, karena sejak tadi dia melihat Kania terlihat kelelahan.
"Baik Kak..." jawab Kania kembali sambil merebahkan diri di sofa. Dia berusaha memejamkan matanya. Tak berapa lama terdengar dengkuran halus dari arah Kania yang ternyata sudah mulai tidur.
Sedang Rika mulai meneliti berkas- berkas yang dikirim Bos Dika.
Terkadang Rika curiga pada Dika, karena dia sangat perduli pada Kania. Walau selama dua minggu ini dia belum pernah melihat kedekatan mereka berdua. Masih jelas teringat di fikiran Rika. Ketika saat pertama dia mau menjadi menejer Kania, Dika berkata.
"Jaga dia dengan benar, jangan sampai terjadi masalah padanya. Jadikan dia seorang artis yang tenar.." pinta Dika dengan wajah serius.
"Dia siapanya tuan...?" tanya Rika penuh tanya.
"Jangan banyak tanya.. Yang penting kau menjaganya dengan baik...kelak kau akan tahu siapa dia" jawab Dika datar penuh teka- teki.
"Baiklah... saya akan berusaha melakukan semampuh saya..." jawab Rika dengan yakin.
"Sebenarnya siapa dirimu Kania.. hingga seorang Dika mampuh berusaha menyuruhku untuk menjadikanmu seorang superstar, kau membuatku penasaran tentang dirimu..." gumam Rika sambil memandang Kania yang sedang tidur.
*****
Ditempat lain seorang gadis sedang menangis dengan sedih dan marah.
"Papa ...kenapa aku nggak bisa merebut peran itu...? aku menginginkan peran itu Pa...Apa Papa tidak bisa mengusahakan nya Pa...?" tanya gadis itu sambil menangis dengan keras di depan sang Papa yang terlihat sedih memandang putrinya.
"Vina...Papa sudah mengusahakannya nak, tapi sutradara itu tidak bisa di ajak kompromi... Dia mengatakan. kalau peran yang engkau inginkan sudah ada yang memainkannya nak..." kata sang Papa sambil menatap sang putri yang sedang menangis dengan keras.
"Aku tak perduli Pa... Pokoknya aku harus menjadi peran utama dalam film kolosal itu..." jawab sang Putri.
"Vina...bukan hanya film itu saja yang ada di kota ini ,kau bisa main di film lain yang lebih bagus dari film itu, kenapa kau memaksa Vina...." tegas sang Papa.
"Tidak..! Aku menginginkan peran itu.." teriak Vina kalap. Yach Vina adalah putri ketiga dari pasangan Dany sahetapi dengan Diana Rusdi seorang pengusaha sukses. Karena dia anak perempuan satu- satunya dari tiga bersaudara , maka dia mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya berlebihan hingga dia menjadi anak yang manja , sombong dan arogan. Dia memiliki sifat yang keras dan kejam, tak jarang dia memukul pembantu atau orang yang mempunyai masalah dengannya. Dia seorang artis sekaligus foto model. wajahnya memang cantik hanya tingkah lakunya yang membuat orang tidak suka padanya.
"Vina...cukup...! jangan terlalu manja kau, Papa sudah berusaha agar kau bisa main di dalam film itu, tapi kau meminta peran utama yang sudah ada pemainnya. Mana mungkin mereka memberikannya padamu.." seru sang Papa putus asa dan marah.
"Papa kan bisa menyuap atau meminta langsung pada Sutradaranya..." jawab Kania dengan nada marah.
"Itu sudah Papa lakukan , Andai kau tidak membuat keonaran pada saat audisi itu mungkin akan lain ceritanya. Tapi kau telah membuat semuanya menjadi sulit sendiri..." kata sang Papa jengkel. Vina adalah gadis yang hampir membunuh satpam di lokasi audisi kemaren, dan Bara sudah mengetahui nya dan dia meneka tuan Dani untuk lebih menjaga dan memperhatikan putrinya. Setelah tuan Dani tahu masalahnya dan siapa gadis yang menghentikan ulah sang putri dia tidak bisa berkutik lagi. Apalagi yang memberi peringatan sang penguasa sendiri.
"Kenapa Papa tidak menghukum gadis J****g itu, dia telah mempermalukanku di depan orang banyak. seharusnya Papa menghukum dia..." teriak Vina marah.
"Kau tahu siapa gadis itu...? dia adalah karyawan Bara Aris Dirgantara, siapa yang berani melawannya bodoh, dan kesalahan waktu itu nyata kau yang melakukannya ...!" teriak sang Papa marah.
"Mana mungkin Pa... Nggak mungkin dia karyawan dari Bara, kalaupun benar Dia karyawan Bara kenapa...? Papa takut..? Belum tentu Bara memperhatikan gadis itu Pa....?" seru Vina denga Yakin.
"Dasar anak nggak berguna, siapa yang berani mengusik pria dingin itu, jangan coba- coba kau mencari masalah dengannya, atau kau akan membuat hidup orang tuamu menjadi sulit..." kata tuan Dany dengan marah.
"Aku nggak perduli Pa... Pokoknya aku menginginkan peran itu..." teriak Vina kalap.
"Cukup Vina...! Papa sudah cukup memanjakanmu. Saiful, Ruri....!" teriak tuan Dany pada pengawal Vina.
"Ya Tuan...." jawab mereka sambil berlari mendekat.
"Bawa Nona muda kalian kedalam kamarnya..." teriak tuan Dany marah.
"Baik tuan..." jawab mereka berdua, mereka segera membawa Vina masuk kedalam kamarnya dengan paksa. Vina melakukan perlawanan, namun apalah daya tenaga seorang gadis melawan dua pria dewasa.
"Ruri , Saiful lepaskan...! Papa... Papa jahat ,pokok nya Vina mau peran itu... Vina tak perduli, Vina akan mendapatkan peran itu bagaimanapun caranya....." teriaknya sambil meronta- rontah.
Tuan Dany hanya bisa memegang kepalanya yang pening. Dia menyesal telah memperlakukan Vina dengan salah. Dia terlalu memanjakan Vina, hingga segala kemauan sang putri dia turuti. namun kini dia tak mau berurusan dengan Bara si dingin yang menakutkan itu. Lebih baik dia menghentikan kemauan sang anak dari pada kehidupan dan perusahaannya yang akan di pertaruhkan. Dia masih ingat kejatuhan perusahaan keluarga Alvonso yang jatuh dalam satu malam. Sekarang mereka jatuh Bangkrut gara- gara anak gadisnya yang menggangu karyawan dan putra satu- satunya milik Bara. Tuan Dany tidak menginginkan perusahaannya jatuh bangkrut juga gara- gara ulah sang putri.
"Dasar anak bodoh, bukannya berusaha mendekati si jutawan itu malah kini dia mencari permusuhan dengan pria dingin itu, gadis bodoh...benar- benar bodoh.. ..." umpat tuan Dany dengan marah. Sedang Vina yang dikurung di dalam kamarnya marah , dia marah dan menghancurkan seluruh perabotan yang ada didalam kamarnya.
Sedang di tempat lain terlihat Kania yang sudah kembali memegang naskah yang berisi dialog yang akan dia perankan.
"Princes makan dulu... Ini ayam bakar yang kau pesan tadi..." kata Arum yang masuk bersama keti dan Amanda. Mereka menenteng tas kresek yang berisi makanan. Kania tersenyum senang karena sejak tadi perutnya sudah minta di isi.
"Wee, ayam panggangku...kak Rika kita makan bersama yuk...?" ajak Kania sambil menerima piring yang sudah berisi nasi bungkus dan Ayam kesukaan.
"Nia kau selalu membelikan makanan buat kita- kita, nanti uangmu habis lo.." kata Rika sambil berdiri dan berjalan kearah Kania dan kawan- kawannya.
__ADS_1
"Nggak masalah kak...kita keluarga nggak boleh perhitungan...." jawab Kania.
"Dasar kau ini...." jawab Rika sambil duduk di antara mereka. Merekapun menyantap makanan bersama- sama.
"Nia...sepertinya sebentar lagi kamu harus pindah keapartemen yang di sediakan perusahaan..." kata Rika di sela makan mereka.
"Apartemen kak...?" tanya Kania kaget.
"Iya...apartemen itu dekat kok dari sini.." kata Rika lagi.
"Tapi bukankah aku baru aja jadi artis kak..?" tanya Kania heran.
"Tapi tuan Dika sendiri yang bilang padaku..."jawab Rika menjelaskan.
"Ah pasti ini olah Bos Bara...biar nanti aku tanyakan saja...(kata Kania dalam hati)
"Lalu kapan aku harus pindah kak...?" tanya Kania lagi.
"Mungkin dalam minggu- minggu ini Nia..." jawab Rika.
"Ooo..." jawab Kania singkat.
"Nanti saatnya aku beritahu..." kata Rika lagi.
"Baik aku tunggu kak ..." jawab Kania tenang.
Merekapun melanjutkan makan mereka. Setelah makan mereka kembali melakukan aktifitas mereka kembali.
Sambil menghafal dialog Kania berfikir.
' Bukankah hari ini hari jumat, hari sabtu dan minggu kantor libur, lebih baik aku pergi kerumah paman Asep dan bibik Monah, aku sudah sangat merindukan mereka. Biar nanti aku akan mencoba meminta ijin pada Bos, sebelum hari- hariku di disibukkan dengan jadwal soting lebih baik aku mengunjungi mereka...' gumam Kania.
Tak terasa haripun menjelang sore , Kania dan pengawalnya segera bersiap untuk pulang. Setelah waktu menunjukkan jam empat sore Kania dan para pengawalnya berpamitan pada Rika.
"Kak Kania boleh pulang dulu...?" tanya Kania .
"Boleh Nia silahkan , tapi jangan lupa besok senin kau datang agak pagian, karena jam delapan pagi kau harus sudah ada di sini lo...soalnya hari senin pengambilan foto untuk poster film putri fang yun Han..." kata Rika mengingatkan .
"Siap komandan Kania akan nyampai di sini jam tuju tiga puluh..." jawab Kania.
"Dasar anak nakal..awas kalau kau telat dari jam yang kau janjikan..." ancam Rika sambil menyentil dahi Kania pelan.
"Jangan khawatir kak...Kania nggak pernah ingkar janji kok..." jawab Kania sambil tertawa.
"Ya sudah sono gih pulang..." kata Rika.
"Walaikum salam hati- hati di jalan..." jawab Rika . Kania pun segera keluar dari ruangannya bersama para pengawalnya. Mereka segera menuju parkiran perusahaan.
Tak lama terlihat mobil merah Kania keluar dari perusahaan Dirgantara Grub. Dengan kecepatan sedang mobil mereka melaju di jalanan kota J. Ketika sampai di rumah Bara Kania segera berjalan masuk kedalam rumah besar nan mewah itu. Saat sampai di depan rumah Kania bertemu Kinan sepertinya dia sedang menunggu kedatangannya.
"Bunda...." teriaknya berlari mendekati
Kania sambil mengulurkan tangan meminta untuk di gendong.
"Sayang..." seru Kania sambil menggendong Kinan dan mencium lembut pipi gembulnya.
"Sudah mandi sayang....?" tanya Kania.
"Sudah Bun...bukankah tubuh Kinan harum.." jawab pria kecil tampan itu.
"Ulu, ulu... Bener juga, sudah harum tampan lagi. bikin Bunda gemes aja .." goda Kania sambil mencium pipi gembul itu lagi, sambil membawa Kinan masuk kedalam rumah.
"Sayang... Bunda masih lelah lo...kok Kinan gendong sich...." terdengar suara bariton menyapa dari arah tangga.
"Nggak kok Pa, Bunda nggak lelah kok.. kalau cuma menggendong Kinan ,iya kan sayang... " jawab Kania.
"Yee... Papa iri tu...mau minta gendong kegedean...." olok Kinan pada sang Papa.
"Dasar anak nakal...Bunda itu bukan hanya punya Kinan ..." kata Bara tak mau kalah.
"Nggak , Bunda cuma punya Kinan aja, Papa nggak boleh ambil Bunda..." teriak Kinan posesif. Dia memeluk Kania dengan erat. Di selusupkan kepalanya di bahu Kania.
"Iya sayang...Bunda hanya milik Kinan saja kok..." hibur Kania.
"Ayo Bun kita kekamar Bunda aja...biar Papa nggak usah ikut..." kata Kinan marah.
"Iya sayang...ayo.." jawab Kania.
"Bun...naik lift aja, nanti Bunda kepayahan..." kata Bara sambil membimbing Kania kearah lift menuju lantai tiga. Akhirnya Kania mengikuti saran Bara. Karena dia sudah merasa lengannya agak kesemutan.
"Sayang..sini ikut Papa, kasihan mama kelelahan ..." bujuk Bara pada Kinan.
Kinan memandang wajah Kania yang yang sedang menggendong nya.
__ADS_1
"Nggak apa- apa kok Pa....sebentar lagi juga udah nyampai... "Jawab Kania.
"Bunda...berikan Kinan pada Papa atau Bunda yang akan Papa gendong..." ancam Bara.
"Papa... Kenapa sich Papa suka ngancem...? "seru Kania sewot.
"Habis Bunda bandel nggak mau di bilangin..." jawab Bara dengan wajah menggoda.
"Dasar Papa aja yang suka memaksa.." jawab Kania.
"Kalau tidak di paksa Bunda nggak akan mau ..." kata Bara kalem. Akhirnya Kania mati kutu mendengar omongan Bara. Terlihat wajahnya yang memerah karena malu.
"Sini berikan Kinan pada Papa.." pinta Bara. Akhirnya Kania memberikan Kinan pada Bara walaupun Kinan enggan .
Setelah sampai di lantai tiga mereka segera melangkah menuju kamar Kania.
Setelah pintu terbuka Kania dan Bara masuk kedalam kamar Kania.
"Sayang... Kinan sama papa dulu ya, Bunda mau mandi dan solat ashar.." kata Kania .
"Iya Bun, Kinan sama Papa di sini..' jawab Kinan .
"Pergilah Bun biar Kinan bersama Papa.." jawab Bara sambil mengusap rambut Kania dengan lembut. Kania tertegun setiap merasakan kelembutan perbuatan Bara padanya.
"Baiklah Bunda mandi dan solat dulu..." kata Kania. Dia segera beranjak keruang tempat baju berada. Setelah mengambil baju ganti Kania segera masuk kedalam kamar mandi. Setelah menyelesaikan ritual mandi dan ambil wudhu Kania segera melaksanakan solat ashar.
Bara yang melihat Kania solat merasakan kehangatan mengalir di dalam hatinya. Dia semakin merasakan keyakinan untuk menjadikan Kania sebagai satu- satunya calon istrinya .
Apapun yang terjadi Kania adalah miliknya.
Setelah selesai solat dan merapikan rambutnya Kania segera mendekati Bara dan Kinan yang terlihat sedang bermain Hp.
"Bunda sudah selesai..." tanya Bara.
"Sudah, ayo kita keluar...?" kata Kania.
"Bunda maaf Kinan tadi ambil Hp Bunda .." kata Kinan.
"Nggak apa- apa sayang, kan Kinan sudah biasa...?" jawab Kania perlahan
"Sekarang kita main di luar yuk..." ajak Kania.
"Bunda kita main di sini aja...Kinan mau tiduran sama Bunda..." kata Kinan sambil bergeser mendekati dinding memberi tempat untuk Kania.
"Tapi Sayang....( gimana gue mau tidur di antara Kinan dan Bos Bara..tanya Kania bingung).
"Ayo Bunda tidur sini...?" pinta Kinan sambil menepuk tempat di sisinya.
"Tapi sayang bunda baru ganti baju, nanti baju bunda kusut lagi.." tolak Kania halus.
"Bunda bisa ganti lagi kan...?" celetuk Bara.
"Nach benar Kata Papa Bunda... Bunda bisa ganti baju lagi.." kata Kinan lagi.
'Dasar pria menyebalkan ..Teriak Kania dalam hati.
"Tapi sayang...."
'Ayo Bunda...sini tidur sama Kinan..." pinta Kinan memaksa.
"Baiklah..." jawab Kania pasara sambil merangkak kearah tempat yang Kinan maui, Kania tidur di antara Kinan dan Bara. Serasa badan Kania membeku saat dia mulai merebahkan tubuhnya di antara Bara dan Kinan.
"Nach..Bunda sudah tidur , sekarang Kinan mau apa..?" tanya Kania.
"Peluk Kinan.... Kinan pingin tidur di pelukan Bunda..." jawab Kinan.
"Tapi Kinan belum makan malam sayang..." kata Kania lagi.
"Nanti bangunin Kinan kalau mau makan Bunda..." jawab Kinan.
"Baiklah sini...?" jawab Kania sambil memeluk Kinan.
"Bunda ...Papa juga mau di peluk Bunda.." bisik Bara di telinga Kania yang membuat darah kania membeku seketika ketika bibir Bara mengenai telinga Kania.
'Tuhan...kuatkan iman hamba..jantung jangan berdetak terlalu cepat agar dia tak mendengar suaramu ( teriak Kania dalam hati).
"Papa jangan menggoda Bunda ..." pinta Kania pada Bara.
"Apa Bunda tergoda...?" bisik kembali Bara. Sebenarnya bukan Kania saja yang tergoda tapi sebenarnya Bara sudah sejak Kania mulai tidur di sebelahnya darah Bara mulai memanas.
"Cih..dasar mesum..." omel Kania.
"Nggak masalah sebab Papa mesum hanya pada Bunda seorang..." jawab Bara kembali. Ada perasaan hangat yang mengalir di dada Kania. Kania merasakan kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan mengalir dalam dadanya. Kaniapun terdiam mendengar perkataan Bara. Ketika melihat Kania tak menjawab ucapannya Bara tersenyum bahagia. Tanpa terasa Kania tertidur sambil memeluk Kinan. Bara yang melihat Kania tertidur, perlahan memeluk pinggang Kania , Menarik Kania dalam dekapannya.
__ADS_1
Udahan dulu ya... Doain author selalu sehat agar bisa nulis cerita tiap hari. Jangan lupa like dan komennya ..
Bersambung.