Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
EMILDA MENEMUI KANIA.


__ADS_3

Sudah dua hari Kania berada di rumah sakit, namun Kania merasakan hari- hari yang dia lalui selaku bahagi, kenapa tidak, selama dua hari itu tak pernah berhenti tamu yang datang menjenguk keadaannya. Mulai dari keluarga Herlambang , keluarga Dirgantara sampai kelima sahabatnya. Mereka datang bergantian menemani Kania. Dan Kini dua haripun telah berlalu, saat ini Kania di temani kedua pengawalnya sedang berkemas akan keluar dari rumah sakit. Mereka tingal menunggu Bara dan Kinan yang sudah menelfon akan menjemput Kania.


"Bos....jam betapa Bos Bara datang...?" tanya Keti sambil merapikan barang Kania.


"Katanya mereka sudah dalam perjalanan Ket...?" jawab Kania.


"Syukurlah Bos...?" kata Keti lagi.


Ketika mereka sedang asyik berbincang tiba- tiba seorang wanita masuk kedalam ruang rawat Kania .


"Waah.... Ternyata ini toh tampang wanita ja***g yang berani menggoda anak dan suamiku....?" terdengar ucapan kasar wanita itu. Kania menatap kedatangan wanita itu dengan datar.


"Ooo...Nona Emilda..." kata Kania datar.


"Ha...ternyata kau masih ingat aku...? dan apa kau tahu siapa aku...?" tanya Emilda dengan wajah sombong.


"Sudah...kau mantan istri suamiku Bara.." jawab Kania tenang. sedang Keti dan Arum kaget bukan kepalang ketika tahu siapa wanita yang mendatangi kamar Kania itu


"Ooo...ternyata kau sudah mengetahui siapa aku, pasti Bara yang mengatakan padamu...? aku tahu itu ,karena pasti dia masih mencintaiku..." katanya dengan bangga.


"He he...terlalu percaya diri..." kata Kania sambil tertawa.


"Brengsek..apa maksudmu..." kata Emilda merah, terlihat Wajahny sudah menyerah. entah utubkarena marah atau malu.


"Kau fikir aku nggak tahu, kenapa kalian sampai berpisah...?" kata Kania mengejek. Emilda kaget mendengar omongan Kania. terlihat wajahnya semakin menyerah. namun dia tak ingin mengakui kekalahannya.


"Kami saling mencintai, tapi karena masalah sesuatu kami berpisah, jangan karena itu kau berusaha metebitnya dariku..." kata Emilda berbohong.


"Ha ha cinta...? kalian saling mencintai...? Bukankah kehadiran Kinan karena kau menjebak suamimu hingga dia mau menikah denganmu...? dan satu lagi, apakah selama kau hidup bersama Bara kau pernah merasakan kasih sayangnya..?" tanya Kania.


"Brengsek...dia mencintaiku...kami saling mencintai..?" seru Emukda marah.


"Ha ha ha...kasihan sekali kau nona Emil.. seandainya Kalian saling mencintai, kenapa kau sampai berselingkuh mengkhianati dia....? apakah itu yang di namakan saling mencintai...? dan perlu kau ketahui, kenapa dia menolak perjodohan Kalian, karena di dalam hati Bara hanya ada Kania seorang... dan Kini di dalam hati Kania pun hanya ada satu nama Bara seorang..kau tahu itu.." kata Kania datar.


"Aku nggak percaya... nggak mungkin itu.. karena aku tahu saat itu tidak ada seorang gadispun yang berada di dekat Bara..." kata Emilda tak percaya.


"Terserah kamu.... itu faktanya..." jawab Kania enteng.


"Jangan sombong kau.... Aku tahu kalau kau itu manusia munafik. Kau sengaja mendekati Kinan agar kau bisa dekat dengan Bara bukan...?" kaya Emilda dengan tajam.


"Kenapa ....? Ada masalah.....?" tanya Kania.


"Iya...sangat masalah....kau berani mendekati suamiku itu masalah buatku..." seru Emilda marah.


"Ha ha....suami...?apa nggak salah ucapan anda NYONYA....?" kata Kania dengan menekan kata nyonya dengan jelas.


"Brengsek...Kinan adalah putraku dan Bara adalah suamiku ..." serunya semakin marah.


"Itu dulu... sebelum kau mengabaikan mereka dan berselingkuh di belakang pria yang kau sebut suami .." kata Kania dingin.


"Dasar p****ur murahan....aku ingatkan padamu, kalau kau ingin hidup dengan tenang jauhi suami dan putraku ..." kata Emilda dengan sombong dan penuh kemarahan.


"Dengan dasar apa anda menyuruh saya menjauhi suami dan anak yang saya cintai....?" kata Kania dengan wajah dingin.


"Karena dia milikku , aku sangat mencintai mereka dan aku tahu kalau Bara juga sangat mencintaiku....dan aku tahu kalau kau hanya mencintai harta suamiku.." ucap Emilda dengan wajah sombong.


"Dasar wanita gila... kau menyuruhku meninggalkan orang- orang yang aku cintai, apakah kau sudah tak memiliki otak yang benar..." kata Kania datar.


"Rum.. gue bosan berbicara dengan orang seperti dia , gue tak ingin mendengar omongan orang gila ini lagi , tolong kau bawa dia keluar dari kamarku..." kata Kania sambil kembali merebahkan badannya di atas pembaringan .


"Baik Bos..." jawab Arum.


Arum segera berjalan kearah Emilda dan menyeretnya keluar kamar.


"Hey..hey...apa- apaan ini.. Hey wanita ja***g ingat, jauhi suami dan anakku, kalau tidak mati kau...." ancam Emilda yang di seret Arum keluar.


"Bos...apa benar dia mantan istri tuan Bara...?" tanya Keti penasaran.


" Benar ...Dia mantan istri tuanmu, dia mama Kinan..." kata Kania datar.


"Ya ampun....jadi dia Mama den Kinan..?" tanya Keti kaget.


"jadi benar di Mama den Kinan...?" tanya Arum yang baru masuk kekamar setelah membawa Emilda keluar ruangan.


"Iya...dia Mama Kinan yang telah meninggalkan Kinan enam tahun yang lalu..." jawab Kania.


"Apakah dia wanita yang di cintai Bos Bara...?" tanya Arum cemas.


"Hey...kenapa wajahmu seperti itu Rum..?" tanya Kania yang melihat raut wajah ketakutan Arum.


"Gue takut dia akan merusak kebahagiaan mu Bos...." kata Arum dengan wajah khawatir.


"Jangan khawatir ... Dia wanita yang tidak diinginkan tuanmu... Mereka menikah karena terpaksa, dan Kinan lahir karena tuanmu di jebak oleh wanita itu..." kata Kania pelan.

__ADS_1


"Maksud elo gimana sich Bos...?" tanya Keti tak mengerti.


"Dia mulanya wanita pilihan mama Rani, tapi tuanmu menolak, dan akhirnya wanita itu menjebaknya...." jawab Kania.


"Gila... lalu kemudian tuan Bara menikahinya...?" tanya Arum.


"Iya..." jawab Kania.


" Kenapa mereka pisah Bos... Apa karena tuan tidak mencintainya...?" tanya Keti.


"Wanita itu selingkuh... " jawab Kania.


"Haaa....." Arum dan Keti kaget mendengar omongan Kania.


"Sudahlah jangan di bahas lagi masalah itu, jangan bilang sama Bos Kalian kalau dia datang dan mengancam gue, gue sayang sama suami gue, gue nggak ingin dia tahu masalah ini, gue nggak ingin dia cemas..." kata Kania sambil memandang kedua pengawalnya.


"Tapi Bos..." Arum masih merasa katakutan , takut terjadi sesuatu pada Kania.


"Gue tahu....bukankah ada kalian di sebelah gue...." potong Kania.


"Tapi Papa tidak setuju dengan perkataanmu sayang....." tiba- tiba suara bariton itu terdengar masuk kedalam kamar. Merekapun terkejut dan melihat kearah asal suara. Terlihat dua sosok pria besar dan kecil yang berwajah sangat tampan masuk kedalam kamar.


"Papa.....!" seru Kania kaget.


"Bos...." kata Arum dam Keti tertahan. Bara berjalan mendekati Kania, Kania segera bangun dari pembaringan . Bara mendekati sang istri dan memeluk dengan posesif.


"Sayang....aku nggak akan membiarkan si gila itu menyakitimu dan putra kita , jangan pernah menyembunyikan apapun dariku demi ketakutanmu mencemaskan diriku...." kata Bara sambil mencium lembut kening Kania.


"Maafkan Kania Pa.... Mama hanya tidak ingin merepotkan Papa karena tingkah Emilda...." jawab Kania lembut. Bara menjauhkan tubuh Kania sedikit lalu menatap wajahnya dengan penuh sayang.


"Kalau soal dia, biarkan Papa yang akan menyelesaikannya. Kau percaya Papa kan...?" kata Bara dengan lembut.


"Iya Pa... Mama percaya Papa..." jawab Kania. Bara kembali memeluk sang istri dengan sayang.


"Mama...." sebuah suara menyadarkan Bara dan Kania. Bara segera melepas pelukannya. Kania memandang pria tampan yang berada di sebelah Bara, terlihat wajah tampan itu cemberut.


"Hey...putra Mama..." kata Kania sambil membawa Kinan dalam pelukannya. Setelah itu dia menjauhkan badan Kinan sedikit hingga bisa dia pandang .


"Kok cemberut kenapa...?" tanya Kania sambil membelai pipi sang putra dengan lembut.


"Habis Mama lupa sama Kinan...." jawab pria kecil itu.


"Sayang....siapa yang bisa melupakan putra mama yang tampan ini ha....? Tadi Papa kan lagi bicara, masak Mama mengabaikan omongan Papa...?" kata Kania lembut.


"Ya sudah kita pulang yuk..." ajak Bara.


"Baik Pa...ayo sayang kita pulang kerumah, Mama sudah kangen masakan rumah...." kata Kania sambil ingin beranjak dari tepat tidur.


"Sayang pelan- pelan...." seru Bara sambil memegang lengan Kania.


"Papa...anak kita bukan anak manja Pa... Dia akan menjadi anak yang sehat , jadi Papa jangan kawatir ya...." kata Kania .


"Mama ,Papa ..maksud Mama apaan sich Pa....?" tanya Kinan heran .


"Sayang...kau sekarang akan memiliki seorang adik..." kata Bara pada Kinan.


"Apa...seorang adik...? Beneran Ma...?" tanya Kinan dengan wajah gembira.


"Benar sayang...disini ada calon adik Kinan yang sedang tumbuh...?" kata Kania sambil menunjuk perutnya.


"Horeee....Kinan mau punya adik..." seru Kinan gembira.


"Karena itu Kinan harus menjaga Mama agar adik yang ada di perut mama tumbuh dengan sehat...." kata Bara pada Kinan.


"Beres Pa... Kinan pasti akan menjaga Mama dengan benar, Papa jangan khawatir...." kata Kinan dengan semangat.


"Apakah Mama telat menjemput menantu Mama nich...." sebuah suara membuat orang yang ada di dalam ruangan secara reflek memandang asal suara.


"Mama ..Papa....." seru Kania gembira.


"Oma.." seru Kinan gembira. Terlihat tuan Mahesa datang bersama sang istri .


"Lo..Mama sama Papa kok datang kemari..? " kata Bara .


"Apa Papa nggak boleh menjemput menantu Papa....dia itu bukan cuma istrimu saja Bara...tapi dia juga menantu Papa...?" kata tuan Mahesa pura - pura marah .


"Iya, iya Bara tahu...ya sudah ayo kita pulang..." kata Bara sambil menuntun Kania. mereka segera berjalan meninggalkan ruang inap Kania.


Ketika sampai di parkiran mobil ,Bara dan tuan Mahesa kembali berdebat tentang di mana Kania harus naik mobil. tuan Mahesa maunya Kania bersama dia dan sang istri sedang Bara tidak mau, dia maunya Kania selalu bersamanya. dan akhirnya perdebatan itu di menang kan. Bara dengan Bantuan sang Mama dan sang putra . sedang Arum dan Keti merasa iri dan Bahagia melihat Bos mereka yang baik itu menerima kasih sayang dan cinta dari suami dan kedua orang tuanya. akhirnya tiga mobil mewah itu pergi meninggalkan parkiran rumah sakit Darma Kartika milik keluarga Dirgantara . tanpa mereka sadari sepasang mata milik Emilda menatap pada Kania dengan penuh kebencian dan iri saat melihat kasih sayang dan cinta yang Kania dapatkan dari Suami dan mertuanya, serta anak yang seharusnya mencintai dirinya dan dia miliki kini terlihat begitu sayang dan cinta pada Kania.


"Dasar wanita ja***g dan murahan, seharusnya semua itu aku yang memiliki. awas kau Kania.... kau akan merasakan apa yang akan kau dapatkan setelah merebut milikku. aku tak akan membiarkan kau bahagia dengan Bara.. aku akan merebut Bara kembali dari tanganmu..." kata Emilda dengan wajah yang merah karena marah.dia mengepalkan tangan nya dengan erat menahan kemarahan. dia segera berjalan menuju mobilnya. tak lama terlihat mobilnya meninggalkan parkiran mobil rumah sakit Darma Kartika.


******

__ADS_1


Karena kehamilan Kania maka pelaksanaan perkawinan Kania dan Bara akan segera di laksanakan. kebahagiaan keluarga Herlambang dan keluarga Dirgantara semakin besar saat mengetahui Kania hamil. apalagi tuan setyo Hadi. Karena kebahagiaan itu dia memberikan Bonus pada seluruh karyawan di perusahaannya.


Mendengar kabar dapat bonusan para karyawan sangatlah bahagia dan bersyukur . begitu juga karyawan yang ada di Hotel Tiga Berlian.


"Rik...apakah kau sudah dengar kalau bulan ini kita akan mendapatkan bonus...?" tanya salah satu staf karyawan Hotel Tiga Berlian.


"Bonus...? bonus apaan...?" tanya Arik salah satu Karyawan yang terlalu polos hingga sering ketinggalan berita.


"Ya ampun Rik...ya bonus uang lah...." kata Sijan teman satu kantornya itu.


"Bonus uang...emang apa yang kita lakukan hingga kita mendapatkan bonus uang....?" kata Arik heran .


"Dasar kupeeer.... emang elo nggak pernah lihat berita ...?" kata Sijan kesal.


"Berita apaan...?" tanya Arik semakin heran.


"Huu...ni anak... kau nggak pernah dengar, kalau putri tuan Setyo Hadi akan menikah...?" tanya sang teman semakin kesal.


"Oo...jadi si Deby yang sombong itu mau menikah...? kapan....?" tanya Arik dengan wajah sinis .


"Rik...makanya punya Hp itu buat lihat berita juga...bukan hanya untuk nelfonin pacar elu doang.. masak berita heboh elo kagak tahu...?" kata Sijan dengan marah dan kesal.


"Emang ada berita apaan sich...?" tanya Arik lagi.


"Sabar...sabar...( Sijan mengelus dadanya menahan marah). denger kuper....di dalam berita.. kalau si Deby itu sebenarnya bukan anak kandung tuan Setyo Hadi, dan anak kandung tuan Setyo Hadi itu sebenarnya nona Kania si bintang film yang baru terkenal itu...saat tahu dia bukan anak kandung tuan Bara dan nona Kania yang dia benci adalah anak Kandung asli tuan Setyo Hadi dia marah sekali, dan dia pergi dari rumah tuan Setyo Hadi..kau tahu Nona Kania nggak...?" tanya Sijan pada Arik yang kini terlihat melongo dengan mata terbuka.


"Hey...hey...elo kenapa...?" tanya Sijan sambil menepuk kepala Arik yang masih tertegun. Arikpun tersadar.


"Jadi si sombong Deby itu bukan anak kandung tuan Bara, ....?" kata Arik dengan wajah gembira.


"Iya Kenapa....?" tanya Sijan curiga.


"Syukurin....kualat lo.." kata Arik dengan wajah sinis.


"Hey...kenapa elo bilang kayak gitu... elo nyumpahin gue...?" tanya Sijan dengan marah.


"Kagak Jan...Gue nyumpahin Gue si Deby itu..gue dendam sama dia... gara - gara perbuatan dia gue sampai sakit lima hari .." kata Arik dengan wajah marah.


"Apa hubungannya sakit elo dengan Nona Deby..?" tanya Sijan heran .


"Elo ingat dulu saat gue nggak masuk hampir satu minggu itu..." tanya Arik dengan wajah sedih.


"Iya ..bukankah elo sakit panas , demam tinggi....?" tanya Sijan dengan mengerutkan dahinya.


"Iya...semua itu gegara Nona Deby..." jawab Arik dengan wajah sedih .


"Ya ampuun...yang bener...? kok bisa...?" tanya Sijan heran.


"Saat sebelum gue sakit, siang itu gue tanpa sengaja menabrak tubuhnya hingga dia terjatuh. sebenarnya semua itu gara- gara dia sendiri, Dia berjalan sambil memandang ponselnya dan tak melihat gue yang sedang berjalan. lalu kami bertabrakan dan dia terjatuh. gue terkejut, namun sebelum keterkejutan gue hilang, dia sudah menampar pipi gue tiga kali, bukan hanya itu saja yang dia lakukan , dia yang saat itu bersama temannya membawa gue kedalam kamar mandi dan menyiram tubuh gue beberapa kali, dan kekejamannya bukan sampi di situ aja, dia mengunci gue sampai pagi, gue yang kedinginan dan belum makan ,apalagi di kurung di dalam kamar mandi sehari semalam menjadi demam, saat pagi hari untunglah gue di temukan oleh seorang satpam yang tak sengaja mendengar aku minta tolong..." kata Arik sambil mengenang kejadian saat dia di buly Deby.


"Ya ampun Rik...kenapa elo nggak ngomong sama gue..." kata Sijan menyesal dan kasihan pada sang teman.


"Gue takut sama Deby Jan...." kata Arik sedih.


"Ya susahlah , kini dia susah mendapatkan balasnya... dan sekarang Nona Kania itu akan menikah eh bukan akan menikah tapi sudah menikah dengan tuan Bara, dan katanya dua minggu lagi pernikahan mereka akan di gelar dengan meriah..." kata Sijan dengan wajah gembira.


"Ya ampuun ...si cantik Kania itu akan menikah...?" kata Arik dengan wajah Bahagia.


"Hus..bukan akan menikah, tapi sudah menikah hanya perayaannya dua minggu lagi...emang elo tahu dia...?" tanya Sijan heran.


"Dia idolahku.... apa elo nggak nonton Film Putri Fang Yun... di situ dia menjadi pemeran utama..." jawab Arik dengan mata berbinar.


"Gila ..elo ngefans banget sama dia Rik..." kata Sijan menggoda.


"Emang elo belum nonton Filmnya... ?" tanya Arik.


"Belum...emang bagus Rik...?" tanya Sijan penasaran.


"Elo nonton aja... gue yakin elo bakal jadi penggemarnya juga.." jawab Arik dengan bangga. Bukan hanya Arik dan Sijan yang lagi ngegosipin Tentang bonus dari tuan Setyo Hadi tapi hampir semua Karyawan tuan Setyo Hadi membicarakan tentang bonus itu dengan wajah gembira.


*****


Di sebuah rumah yang cukup mewah seorang perempuan sedang mengamuk dengan histeris di kamar tidurnya.


Dia Emilia yang sedang tinggal di sebuah vila milik sang Papa.


Saat dia mengamuk tidak ada seorangpun yang berani mendekat, karena mereka tidak ingin menjadi pelampiasan kemarahan Emilda.


"Sialan .... dasar wanita ja***g... berani- beraninya dia merebut suami dan putraku dia fikir aku nggak akan membuat perhitungan dengannya, dasar brengsek..." serunya dan dia kembali melempar fas bunga yang ada di atas mejanya. setelah puas mrah - marah dia lalu mengambil ponselnya. dia segera menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"cukup dulu ya....jangan lupa like dan Komennya serta Votenya .


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2