Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
RENCANA AMELIA.


__ADS_3

Setelah mengantarkan Eiduri ke apartemen serta berpamitan pada nyonya Sinta( sang Mama ) Kania dan kedua pengawalnya segera pulang. Ketika sampai di rumah milik sang suami dan yang kini rumahnya juga, Kania segera masuk kedalam rumah dan langsung berjalan menuju kearah kamar pribadinya. Ketika sampai di dalam kamar dia segera menutup pintu kamarnya. Namun betapa terkejutnya ketika dia melihat sang suami sedang duduk di atas pembaringan sambil memandanginya. Senyum lembut terlihat di mulut seksinya.


"Papa...." seru Kania kaget, dia segera berlari kearah sang suami yang sudah merentangka tangan dan berdiri di dekat pembaringan. ciuman penuh rindu mendarat di bibir merahnya. Setelah berciuman beberapa saat, Bara melepaskan ciumannya. Di tatapnya wajah yang selalu dia rindukan.


"Dari mana...?" tanya Bara.


"Dari apartemen Pa... Ada cerita yang akan Mama ceritakan pada Papa..." kata Kania.


"Cerita apa...?" tanya Bara dengan penuh sayang.


"Nanti aja...kapan Papa datang...?udah makan belum...? " tanya Kania .


"Satu jam yang lalu, dan Papa belum makan..." jawab Bara.


"Kok nggak nelfon Mama kalau sudah pulang...?" tanya Kania .


"Membuat kejutan buat istri kesayangan papa..." jawab Bara sambil mencubit lembut hidung mancung sang istri.


"Kalau gitu mama mau mandi dan solat dulu lalu kita makan ... Papa udah ketemu Kinan...?" tanya Kania.


"Belum...waktu Papa datang rumah sepi, jadi papa langsung masuk kamar.." jawab Bara.


"Ya udah Mama mandi sebentar dan solat dulu Pa ..." kata Kania sambil melepas pelukannya.


"Iya Papa tunggu.." jawab Bara.


Kania pun segera mengambil baju ganti lalu berjalan kearah kamar mandi.


Setelah Kania selesai mandi dan solat mereka segera keluar kamar. Ketika sampai di lantai bawah mereka bertemu Kinan dan bik Siti yang baru dari luar rumah.


"Papa..Mama...." serunya sambil berlari kearah Kania.


"Dari mana sayang....?" tanya Kania sambil memeluk Kinan. Namun saat akan mengangkat Kinan , Bara menghalangi.


"Jangan Ma... Kinan sudah besar..." kata Bara.


'Iya Ma...Kinan sudah besar, bukan anak kecil lagi Ma..." jawab Kinan.


"Benarkah.... ? tapi buat Mama Kinan masih tetap anak kecil Mama..." kata Kania sambil nwncium lembut pipi Kinan.


"Dari mana tadi sayang...." tanya Kania lagi.


"Main sambil memberi makan kelinci ber


sama bang Mamat dan bang Parmin Ma..." jawab Kinan. Memang di belakang ada tanah luas yang memang di sengaja oleh Bara untuk menjadi lapangan bola dan tempat bermain serta kandang kelinci dan hewan- hewan kesayangan Kinan.


"Ya udah sekarang mandi dulu sama bik Siti , Mama tunggu di ruang makan sayang...?' kata Kania lembut.


"Baik Ma...." jawab Kinan, laku dia segera berlari naik tangga.


"Sayang....pelan- pelan...nanti jatuh lo...!' seru Kania khawatir ketika melihat Kinan berlari menaiki tangga.


"Iya Ma...." jawab Kinan tanpa menghentikan larinya. Sedang bik Siti hanya bisa berjalan cepat menyusul Kinan.


Ketika sampai di ruang makan terlihat makanan sudah tersedia dengan rapi dan masih panas.


"Lo...kok sudah tertata rapi.. emang mereka sudah tahu kalau papa datang..?" tanya Kania heran.


"Sudah... Papa tadi yang meminta pada mereka saat Mama mandi..." jawab Bara.


"Syukurlah Pa... Mama fikir kita akan menunggu mereka menghangatkan dulu makanan nya..." kata Kania dengam lega. mereka segera duduk di kursi meja makan, Setelah itu Kania segera mengambilkan makanan buat sang suami sebelum dia mengambilkan makanan buat dirinya sendiri. Ketika mereka baru mulai makan terlihat Kinan datang sambil berlari. Dia segera duduk dekat sang Mama. Kania segera mengambilkan makanan buat Kinan. Tak lama terlihat keluarga kecil itu sedang menikmati makanan yang sudah tersedia di meja.


Setelah selesai makan malam , Kania masih sempat bercanda dengan Kinan dan Bara di dalam kamar mereka. Mereka juga melaksanakan solat berjamaah bertiga di dalam kamar. Mungkin karena tadi siang kebanyakan bermain setelah solat dan kembali tiduran terlihat Kinan sudah tertidur didalam dekapan Kania. Walau sudah besar Kinan masih terlihat sangat manja pada Kania.


"Ma..Kinan sudah tidur...?" tanya Bara yang berada di sisinya sambil mengerjakan tugas dengan leptopnya.


"Sudah Pa..." jawab Kania.


"Sini Papa angkat dia kekamarnya...Ck sudah besar masih saja manja padamu Ma...." kata Bara.


"Kenapa...Papa cemburu pada putra sendiri....?" kata Kania menggoda.


"Untung dia putraku.. kalau bukan sudah kukirim dia ke kutub utara... " kata Bara. Kania tertawa mendengar omongan Bara. Diapun segera mengangkat Kinan dari dekapan Kania dan membawanya kekamar Kinan sendiri. Setelah Bara keluar kamar menuju kamar Kinan, Kania segera bangun dari pembaringan dan berjalan menuju ruang ganti baju (walk in closet) milik dia dan Bara. Dia mengganti bajunya dengan baju tidur. Ketika dia keluar dari ruang ganti terlihat Bara sudah berada di atas pembaringan sedang melanjutkan pekerjaannya yang dia kerjakan tadi. Ketika Kania naik keatas ranjang, Bara segera menutup leptopnya. Dia menaruh leptopnya di atas meja kamar , lalu dia berjalan kembali ke pembaringan.Dia merebahkan diri di sebelah Kania.

__ADS_1


"Ma...sekarang bisa kau ceritakan cerita yang akan kau sampaikan pada Papa...?" tanya Bara.


Akhirnya Kania menceritakan masalah Widuri. dia bercerita pertemuannya pertama kali dengan Widuri , tentang kemalangan Widuri. Tentang Widuri yang kini tidur di apartemen Arum dan Keti ,Serta siapa Widuri sebenarnya yang ternyata putri dari sahabat Mama Sinta yang ada di kota S. Kania juga mengatakan keinginannya yang ingin membuatkan sang Mama sebuah salon kecantikan dan juga ingin membuat sebuah butik yang memang dia inginkan sejak dahulu. Dan sekarang akan dia buat karena dia memiliki Widuri yang seorang perancang baju.


"Papa akan mendukung keinginan Mama..." kata Bara setelah mendengar perkataan Kania .


"Beneran Pa.... Papa nggak marah Kania membawa orang dari kota Dan sekarang malah menaruhnya di apartemen Arum dan Keti...?" tanya Kania agak takut sang suami akan kecewa dengan keputusannya.


"Sayang...mana mungkin Papa marah dengan perbuatan yang kau lakukan... apalagi perbuatan itu demi sebuah kebajikan..." kata Bara sambil mencium lembut bibir sang istri.


"Tapi Mama melakukannya tanpa bertanya dulu pada Pap...?" jawab Kania.


"Kalau Mama masih menunggu persetujuan Papa, apa yang akan terjadi dengan Widuri..." jawab Bara dengan tersenyum.


"Trimakasih Pa... Papa selalu mendukung apa yang di lakukan Mama.." kata Kania sambil memeluk erat tubuh Bara.


"Papa akan selalu mendukung apa yang di lakukan Mama, karena apa yang selalu Mama lakukan semua tentang kebaikan dan kebenaran, mana mungkin Papa menghalangimu Ma..." kata Bara lagi.


"Tapi Papa harus menegur Mama jika Mama salah dalam bertindak...?" kata Kania.


'Itu pasti sayang.... Begitupun dengan Mama, Mama harus berani menegur Papa jika Papa melakukan. Kebodohan..." kata Bara.


"Baik Pa..." kata Kania sambil memandang dan tersenyum manis pada Bara.


"Malam ini Papa akan meminta hak Papa, karena sudah dua minggu lebih Papa berpisah dengan istri kesayangan Papa..." kata Bara sambil mulai mencium bibir Kania dengan lembut, namun lama- kelamaan menjadi ciuman bergairah dan penuh *****. Dan akhirnya penyatuanpun terjadi malam itu hingga pukul 1 dini hari.


Bara memandangi wajah sang istri yang tertidur lelap di sisinya setelah membuat dia terpuaskan.


"Sayang... semakin lama aku hidup denganmu, aku semakin besar mencintaimu, kau wanita yang sangat mengagumkan yang di ciptakan Tuhan untukku. wajahmu yang cantik ternyata secantik dan selembut hatimu. trimakasih sayang kau mau hidup bersamaku , trimakasih Tuhan ..yelah mberiku istri yang sangat luar biasa. .." kata Bara sambil mengecup bibir Kania dengan penuh cinta dan sayang. setelah itu dia juga tertidur dengan mendekap tubuh Kania dengan penuh kasih.


**********


Keesokan harinya di tempat lain tepatnya di rumah tuan Sony Subiantoro.


Di sana terlihat seorang gadis sedang duduk bersama Papa dan Mamanya di ruang keluarga.


"Jadi semenjak dua minggu yang lalu kau sudah keluar dari kantor Dirgantara...? kenapa baru sekarang kau bilang sama Papa...?" tanya sang Papa.


"Amelia pingin menyelesaikan sendiri Pa..." jawab Amelia.


"Dia menyatakan cintanya pada Bara di depan karyawannya Pa..." kata sang Mama.


"Apaaa...kau gila Mel...." seru sang Papa kaget.


"Habis Amelia bosan Pa nunggu dia menyatakan cinta pada Amel. jadi Amel berinisiatip menyatakan dulu cinta Amel padanya Pa...karena Amel yakin dia juga mencintai Amel Pa..." kata Amel dengan nada jengkel .


"Tapi kau salah nak... Kau mempermalukan dirimu sendiri juga dia..." kata tuan Sony.


"Semua ini pasti gara- gara wanita ja***g itu Pa... hingga kak Bara mempermalukan aku di perusahaan dan kini mereka mengeluarkan aku dari menejemen perusahaan Dirgantara.." kata Amelia dengan marah.


'Siapa yang kau maksud wanita ja***g itu Mel...?" tanya sang Papa.


"Dia gadis yang pernah bertengkar dengan Amelia Pa..." kata sang istri.


"Oo janda yang katanya dekat dengan Dika itu...?" tanya tuan Sony .


"Iya Pa... Pasti dia telah menjelekkan Amelia di depan Dika dan Dika memberitahukan pada kak Bara..." kata Amelia dengan wajah semakin marah.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Mel...?" tanya sang Papa.


"Amel sudah mempunyai rencana dan lihat aja nanti apa yang akan terjadi pada wanita Ja***g itu...aku ingin melihat wajahnya ketika berita kehebohannya terdengar di seluruh Negri...."kata Amelia dengan senyuman licik di wajahnya.


"Apa yang akan kau lakukan nak...?' tanya sang Papa sambil menatap sang putri.


"Lihat saja nanti Pa...." jawab Amelia sambil kembali tersenyum.


'Pokoknya kau harus berhati- hati.... Jangan sampai nanti akan merugikan dirimu sendiri..." kata tuan Suny lagi.


"Tenang saja Pa....oh ya Ma...kita nanti kembali kerumah tante Rani ya Ma...?" kata Amelia pada sang Mama.


"Bukankah kita sudah beberapa kali kesana tapi tidak bertemu...?' kata sang Mama.


"Bukankah kita tidak bisa bertemu karena tante Rani lagi sibuk Ma... Siapa tahu nanti kita bisa bertemu dengan tante Rani Ma..." kata Amelia denga. semangat.

__ADS_1


"Baiklah kita kesana lagi nanti...." kata sang Mama.


"Lebih baik Mama telfon dulu ke Nyonya Rani Ma... Dia ada di rumah atau tidak.." usul sang Suami.


"Sudah Pa... tapi telfonnya selaku sibuk atau nggak di angkat...." jawab sang istri.


"Pokoknya nanti sore kita kesana Ma... Amelia mau minta tolong sama tante Rani agar mau membantu Amel masuk lagi ke perusahaan kak Bara. Amel nggak mau jauh dari Kak Bara, Amel tetap menginginkan kak Bara jadi milik Amel..." kata Amelia kekeh.


"Iya, iya...nanti akan mama temani...." jawab sang Mama.


"Papa juga akan ikut nanti tapi kesananya nanti malam saja..." jawab sang Papa.


"Bener Pa....?" tanya Amel tak percaya.


"Iya... Ya sudah Papa mau berangkat kerja, sekalian nanti Papa mau telfon Om Mahesa apa bisa kita kerumahnya... Kata tuan Sony sambil berdiri dari sofa.


"Trimakasih Pa..." seru Amelia kegirangan.


"Iya..." jawab tuan Sony sambil berjalan kearah kamarnya bersama sang istri.


Tak lama terlihat tuan Sony keluar dari rumah besarnya dan pergi dengan mengendarai mobilnya bersama seorang supir menuju kantornya . begitupun dengan Amelia dia segera keluar meninggalkan rumahnya. Dia pergi kesebuah kafe tempat dia janjian dengan Dian dan Rusti . Ketika sampai di sana dia melihat bekas menejer dan sepupuhnya sudah berada di sana.


"Kalian sudah lama menunggu....?" tanya Amelia sambil duduk di depan mereka


"Lumayan....emang kakak dari mana kok baru nongol...?" tanya Rusti.


" Aku meyakinkan Mama dan Papa agar mau nganterin aku kerumahnya kak Bara.." jawab Amelia.


"Emang kakak mau ngapain kesana...? emang kakak bisa ketemuan sama kak Bara...?" tanya Rusti.


"Bodoh... aku mau minta tolong sama Mama Papanya kak Bara , bukankah mereka sahabat orang tuaku..." kata Amelia .


"Eh pintar juga otak mu Mel... mungkin mereka bisa meyakinkan tuan Bara untuk menarikmu kembali keperusahaan.." kata Dian senang.


"Ya udah gimana soal persiapan kita untuk menjebak Kania brengsek itu...?" tanya Amelia sambil minum jus jeruk yang mang sudah di sediakan untuk dia.


"Sudah kak... undangan ulang tahun mu sudah aku sebarkan pada semua teman- teman artis, tak terkecuali si Kania itu.." kata Rusti dengan wajah gembira.


"Bagus...kau mengerjakan dengan baik.. lalu dengan tugas kak Dian gimana...? tanya Amelia gembira.


"Tugasku juga sudah selesai... aku sudah mendatangi tuan Muhlis dan berbicara dengannya. dia menyetujui permintaan kita kalau sampai kita bisa membuat dia bisa tidur dengan Kania...." kata Dian dengan wajah gembira.


"Bagus... kita tinggal melaksanakan rencana kita dengan sempurna. dan apakah kak Dian sudah mendapatkan seorang pelayan yang akan melakukan rencana kita...?" tanya Amelia lagi.


"Sudah...seorang gadis yang memang teramat gila dengan uang. Demi uang dia bisa melakukan apapun ..." jawab Dian dengan wajah senang.


"Bagus... kita tinggal melaksanakan rencana kita dengan benar, jangan sampai rencana ini bocor , aku ingin melihat wanita pe****r itu akan jatuh, sejatuh jatuhnya hingga dia tidak berani keluar dari rumahnya...."kata Arum penuh dengan dendam dan kemarahan.


"Jangan khawatir Mel...rencana ini pasti akan berjalan sesuai dengan rencana kita..?" kata Dian dengan yakin.


'Iya kak itu pasti akan terjadi..." sela Rusti gembira. merekapun melanjutkan rencana mereka yang akan menjebak Kania di dalam pesta ulang tahun Amelia. namun sebenarnya ulang tahun Amelia masih tinggal tiga bulan lagi. namun karena niat mereka yang ingin menjebak Kania membuat Amelia merayakan sekarang. setelah selesai dengan perencanaan mereka serta makan dan minum, mereka segera pulang kerumah masing- masing dengan wajah gembira.


Malam harinya setelah makan malam Amelia dan kedua orang tuanya pergi ke Minsion milik tuan Mahesa.


Sedang tuan Mahesa yang sudah di datangi oleh tuan Sony di kantornya terpaksa mau menerima kedatangan keluarga Subiantoro itu.


"Pa...kenapa kau mau menerima kedatangan mereka sich... Mama tahu maksud mereka datang kemari, pasti mereka mau meminta tolong agar kita bisa masukkan pitrinya yang angkuh itu keperusahaan Bara..." kata nyonya Rani dengan kesal.


'Papa nggak bisa menolak, karena saat itu ada tuan peter sedang bertamu keperusahaan.." kata tuan Mahesa dengan nada datar.


"Mama kesal dengan putrinya yang tak tahu malu itu.. kalau mereka masih nekat mau minta menjodohkan putri mereka dengan Bara, Mama terpaksa mengatakan kalau Bara sudah menikah..." kata nyonya Rani dengan kesal.


'Iya Ma...kalau memang mereka tetap memaksa Kita, kita nggak ada pilihan lain selain berkata kalau Bara sudah menikah, tapi mama harus tetap merahasiakan nama menantu Kita Ma...., Papa nggak ingin terjadi sesuatu pada menantu kita yang baik itu, walaupun Papa tahu kekuatan yang di miliki Kania.."kata tuan Mahesa.


"Iya Pa...Mama mengerti..." jawab nyonya Rani.


Tak berapa lama keluarga tuan Seny Subiantoro datang juga. merek datang sambil membawa buah tangan Kue dan sekeranjang buah- buahan.


"Waah...kenapa kalian repot sekali membawa makanan ini...' kata nyonya Rani basa - basi yang mungkin sudah basi 😂.


"Nggak kok mbakyu.. Amelia sengaja membelikan kue dan buah untuk mbakyu.." jawab Garnis.


"Ayo silahkan duduk..." kata tuan Mahesa dengan datar. merekapun segera duduk di ruang tamu. tak berapa lama datang seorang pelayan yang membawa minuman dan kue untuk di suguhkan pada mereka.

__ADS_1


Udahan dulu ceritanya, gue lanjutin lagi besok... jangan lupa like dan komenya ya...


Bersambung.


__ADS_2