Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
ULANG TAHUN PERUSAHAAN 1


__ADS_3

Sudah satu minggu saat kedatangan Kania kekantor Bara berlalu. Kini tiba sudah hari perayaan ulang tahun Perusahaan di laksanakan , ternyata pelaksanaannya di adakan di sebuah Hotel mewah milik keluarga Dirgantara juga. Seperti malam ini, Saat ini terlihat Kania yang sedang menghias diri di depan kaca di temani seorang gadis dari sebuah salon kecantikan yang telah di kirim Bara untuk merias Kania di kamar apartemen nya yang mewah itu. Hari ini mereka akan memakai baju yang bercorak sama atau baju pasangan yang di beli saat kepulangan Kania dari kantor saat dia datang kekantor Bara satu minggu yang lalu itu. Kania memilih baju berwarna coklat tua yang sesuai dengan jas mewah milik Bara. Kania memakai model baju terusan yang menunjukkan bentuk tubuh Kania yang bagus sampai sebatas lutut serta melebar di bagian bawah sampai kaki dan lengan tangan panjang . Serta hiasan baju yang penuh taburan berlian dan mutiara di bagian dada.


Dengan riasan tipis di wajah , dengan rambut di gulung keatas menunjukkan leher putih semakin terlihat. Kini wajah Kania yang cantik dan anggun semakin menonjol. Setelah terlihat rapi dia segera keluar dari kamarnya. sesampainya di ruang tamu terlihat dua pengawalnya sudah menanti. Mereka sudah terlihat cantik juga , dengan memakai pakaian setelan celana yang di belikan Kania. Kini mereka tidak terlihat seperti pengawal yang sedang menjaga Kania. Malam ini Kania pergi dengan di temani dua pengawalnya karena nanti mereka akan bertemu dengan Rika dan Amanda dulu di pesta.


"Ya ampuun Bos...cantik banget...!" seru Arum kagum.


"Bos pasti elo nanti di pesta paling cantik sendiri...." kata Keti bangga.


"Ya elah...elo bilang kayak gitu karena gue Bos elo Non..."kata Kania sambil tersenyum.


"Ya...si Bos...beneran kata gue , emang Bos Nia keliatan cantik banget ,ya kan Rum...?" kata Keti minta pendapat Arum.


"Beneran Kata si Keti Bos, lihat saja nanti, pasti si Bos Besar cemburu jika ada pria lain menatap Bos Nia, gue jamin Princess..." jawab Arum meyakinkan.


"Iya dech iya...trimakasih untuk kalian berdua , yuk kita berangkat... nanti kak Rika sebal menunggu kita. .." kata Kania.


"Lets go...." jawab Arum sambil berjalan keluar di ikuti Kania dan Keti serta petugas salon yang menolong Kania tadi, karena dia akan kembali kesalonnya.


Mereka segera berangkat ke Hotel mewah milik keluarga Bara. Mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di lokasi tempat perayaan itu. Ketika sampai di parkiran mobil Hotel , mereka melihat kak Rika dan Amanda juga sudah datang. Saat mereka melihat kedatangan mobil Kania, mereka segera mendekati mobil Kania yang baru saja Parkir.


"Kak sudah lama datangnya...?" tanya Kania ketika melihat kedatangan Rika.


Dia segera keluar dari dalam mobil.


"Kakak juga baru datang Nia..." jawab Rika .


"Ya ampun Nia...kau cantik sekali..." puji Rika ketika melihat Kania berdiri di depannya.


"Benar kak, kau malam ini cantik banget.." seru Amanda memuji pada Kania.


"Dia tadi nggak percaya kak ketika kami bilang seperti itu..." seru Arum menyela perkataan Rika.


"Iya, deh iya gue percaya...ya udah yuk kita masuk, sepertinya mereka sudah pada datang...." ajak Kania. Mereka pun segera berjalan masuk ketempat pesta berlangsung.


"Princes.....!" tiba- tiba terdengar teriakan tiga suara bersamaan.kontan saja Kania dan kawan- kawan berhenti dan memalingkan muka pada arah suara yang terdengar.


"Hey...kalian..." seru Kania gembira.


Terlihat tiga wanita sahabat Kania sedang berjalan cepat menuju arah mereka.


"Sonya, Karin, Ratih...kalian baru datang juga..?" tanya Kania setelah bercipika- cipiki dengan ketiga sobatnya. Begitupun dengan Arum dan Keti. Sedang Ratih dan Amanda bersalaman dengan wajah ramah.


"Iya...kami baru saja dateng, tadi nungguin si Ratih yang datangnya kemaleman..." jawab Sonya.


"Ck...gue tadi kan udah minta maaf So..." kata Ratih cemberut.


"Iya , iya... " jawab Sonya merasa salah.


"Ya udah yuk kita masuk bersama..." kata Kania menengahi.


Mereka pun segera menuju tempat pesta berlangsung.


Ternyata pesta di lakukan di luar ruangan. Tempatnya di taman Hotel yang terlihat indah dan sangat luas. Meja dan Kursi tertata dengan rapi dan mampu menampung beberapa puluh orang yang akan datang. Saat ini para karyawan banyak yang datang karena rumornya sang CEO dingin mereka akan menghadiri perayaan itu, karena sudah beberapa tahun ini sang CEO selalu absen datang. Entah mengapa tahun ini beliau mau datang. Banyak prasangka para karyawan atau para setinggi perusahaan kedatangan sang pemilik karena tunangannya atau calon istrinya si Amelia juga datang. Mendengar rumor itu hati Amelia semakin bangga dan kesombongan serta arogannya semakin meningkat. Apalagi malam ini banyak para selebritis yang datang menghadiri peranyaan itu, Amelia semakin tersanjung. Dia sudah memakai baju yang terbaik dan mahal miliknya serta merias wajahnya secantik mungkin. Satu persatu para artis atau pembesar perusahaan ataupun tamu undangan sudah berdatangan tak terkecuali para karyawan yang sudah menunggu saat - saat seperti ini. Mereka sudah berusaha merias wajah dan memakai pakaian yang terbaik mereka. Sampai tiba giliran Amelia dan asisten serta Rusti adik sepupunya dan sang menejer memasuki ruang pesta. Terlihat Amelia berjalan di muka sendiri dan di ikuti ketiga sekutunya memasuki ruangan tempat pesta dengan wajah angkuh dan sombong. Saat dia masuk banyak para wartawan yang mendatanginya. Mereka di beri kesempatan untuk mewancarainya sebelum dia duduk. Dengan sombongnya dia menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan oleh para wartawan, hingga ada salah satu dari mereka bertanya.


"Nona apakah benar tuan Bara akan hadir sekarang...?" tanya salah satu wartawan padanya.

__ADS_1


"Kemungkinan tuan Bara akan datang.. " jawab Amelia dengan senyum manisnya.


" Apakah beliau datang karena ada anda saat ini...?" tanya wartawan itu.


"Ah..mana mungkin itu... Dia datang karena ini kan perayaan perusahaannya.." kata Amelia merendah.


"Bukankah anda calon istri tuan Bara..?" kata wartawan itu lagi.


"Tapi kami masih belum bertunangan, mungkin kalau semua itu sudah terjadi saya baru bisa memastikan dengan benar..." jawabnya .


"Jadi kapan pertunangan kalian Nona..?" tanya Wartawan itu semakin berani.


"Tunggu saja kabar baik dari kami..." jawab Amelia sambil tersenyum. Sang menejer segera membawa Dia duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk mereka. Dengan kesombongan nya dia mulai duduk dengan angkuh. Tak berapa lama masuklah rombongan Kania. Terlihat Kania yang berada di tengah- tengah para sahabatnya bagai kuntum bungah yang menarik para kumbang untuk mendekatinya. Kehebohan terjadi ketika melihat kecantikan yang Kania miliki. Para Pria yang dulu memperebutkan Kania tercengang menatap wajah cantik Kania. Mereka hampir lupa menutup mulut mereka.


"Gila siapa gadis itu cantik sekali dia, gue nggak pernah lihat dia di kantor kita ya...?" tanya seorang Pria muda berdasi yang menatap wajah Kania sejak pertama kali Kania masuk kedalam lokasi pesta.


"Tapi aku mengenal gadis- gadis yang datang bersamanya.. Bukankah itu para gadis cantik dari ruang humas...dan ..ya Tuhan....apa dia Kania anak humas itu ya...benar..dia benar si Kania anak humas, ya ampuun cantik sekali dia sekarang,.. gue dengar dia sekarang jadi seorang artis ya...? " kata salah satu pria yang satu lokasi dengan kantor humas. Dan mereka sudah mengetahui gadis- gadis humas yang terkenal akan kecantikannya terutama si bintang Kania. Mereka juga mendengar Kalau para pria di kantor mereka pada berebut cinta gadis itu.


"Iya bener katamu dia memang Kania si cantik itu, ya ampun...dia semakin cantik sekarang ya...aku dengar dia sekarang memang sudah jadi artis, itupun tidak di sengaja... Saat dia mengantarkan seorang artis melakukan audisi, tiba- tiba sang sutradara meminta dia untuk ikut bermain di film itu, malahan dengar - dengar dia memerankan peran utama..." kata yang lain.


"Memang sudah takdir dia menjadi seorang artis, siapa yang nggak akan tertarik melihat kecantikan seperti itu, apalagi yang aku dengar dia gadis yang soleh dan baik hati...lengkap sudah kebahagiaan seseorang jika memiliki pacar atau istri seperti dia..." jawab yang lain, dan perkataan mereka terdengar oleh kelompok si Amelia. Hingga membuat gadis sombong itu marah sendiri.


Sedang yang menjadi bahan gibah terlihat tenang aja berjalan kearah tempat duduk yang sudah di sediakan.


Kania dan kawan- kawan mendapat tempat duduk agak kedepan namun agak jauh dari Amelia. Namun saat Kania akan di dekati oleh para wartawan beberapa orang pria berseragam hitam seperti seorang bodyguard datang menghalau mereka. Acara akan segera di mulai, Namun sang pemilik perusahaan dua- duanya belum datang. Tak lama keluarga Dirgantara yaitu Papa dan Mama serta Dika tak ketinggalan Kinan sudah memasuki tempat pesta , mereka duduk di antara para pejabat pemerintah juga rekan bisnis perusahaan. Sedang sang Bos Bara belum juga datang. Para petinggi perusahaan sudah mulai resah karena sebentar lagi acara akan segera di mulai. Mana mungkin acara berlangsung tanpa kehadiran sang CEO yang katanya mau datang. Jika tahun- tahun yang lalu memang CEO mereka memang tak ingin datang jadi pidato penyambutan bisa di wakilkan pada sang adik, tapi sekarang, dia mengatakan akan datang jadi siapa berani menggantikannya. Namun pada detik- detik terakhir acara akan di mulai terdengar seseorang berkata kalau sang CEO sudah datang, akhirnya para petinggi perusahaan bernafas lega, mereka segera berdiri dan berjalan untuk menyambut sang CEO yang terkenal dingin dan angkuh itu. Terlihat Bara datang bersama Anton dan beberapa bodyguardnya.


Sedang di tempat Amelia, ketika mereka mendengar Bara sudah datang dan akan segera masuk terdengar perkataan sang menejer.


"Amel..sekarang saatnya kau menunjukkan pada mereka kalau kau adalah calon istri tuan Bara , kau harus menunjukkan kalau tuan Bara hanya milikmu dan hanya kau gadis yang dia cintai. Sekarang pergilah kesana, sambut kedatangannya..." saran Dian.


"Baiklah... gimana penampilanku, masih baik dan rapi kan...?" tanya Amel sambil berdiri membetulkan bajunya.


"Cantik....tentu saja kau cantik dan anggun kak.."kata Rusti memuji. Dan akhirnya Amelia berjalan kearah kedatangan Bara dengan bangga. Dengan langkah angkuh dia mendekati Bara yang datang bersama Anton.


Saat petinggi perusahaan mulai memberi salam pada Bara , Bara hanya menganggukkan kepala. Dan saat mereka melihat Amelia mendekat mereka memberi jalan pada Amelia karena mereka menganggap Amelia calon istri Bara seperti yang sudah mereka dengar. namun saat Amelia akan memeluk Bara tiba - tiba dua orang pengawal Bara menghalangi Amelia yang mendekati Bara.


"Hey...siapa kau...? Berani sekali kau mendekat kemari...?" seru Bara marah.


Amelia tercekat mendengar bentakan Bara yang terdengar marah. Dia merasa malu ketika Mendengar penolakan Bara.


"Kak Bara...!" seru Amelia kaget dan malu. Dia yang seorang putri dari keluarga kaya dan sekaligus seorang artus sangatlah malu mendapatkan penolakan dari Bara.


"Kakak...? Sejak kapan aku mengenalmu Nona..?" tanya Bara dingin. Semua perkataan dan penolakan Bara membuat semua orang tercengang.


"Ada apa ini...bukankah Nona Amelia di rumorkan calon istri tuan Bara..? Kok sekarang malah tuan Bara tak mengenalinya..." kata mereka dalam hati.


"Waah...jangan- jangan ini cinta sepihak... pikir mereka lagi.


"Kak Aku Amelia , teman masa kecilmu, bukankah aku calon istrimu...?" jawab Amelia tak tahu malu.


"Calon istri...? teman masa kecil...?Sejak kapan...? , kau salah orang Nona, sejak kecik aku tidak pernah dekat dengan seorang wanita selain Mamaku, mungkin yang kau maksud adikku Dika...Aku memang punya calon istri tapi bukan dirimu, malah kami sudah bertunangan lihat ini..? " kata Bara sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Maaf Nona kau salah orang, sekarang menyingkirlah aku akan segera membuka acara ini jadi tolong minggirlah.." kata Bara , lalu para pengawalnya


segera menyuruh Amelia menepi karena semua orang tahu kalau Bara tidak suka di dekati perempuan.

__ADS_1


Sedang di tempat Kania, terlihat Kania yang menatap Amelia yang sedang berjalan kearah para temannya dengan menundukkan kepala, ada perasaan kasihan terhadap dia tapi gimana lagi, Amelia sendiri yang membuat dia mendapatkan malu karena tingkah lakunya sendiri. Dan banyak wajah sinis menatap kearah Amelia. Apalagi mereka yang sering mendapatkan hinaan dari Amelia dan gengnya.


"Jadi dia bukan calon istri tuan Bara..? Ya ampun...malahan tuan Bara tak mengenalnya..." kata seorang gadis yang dulu pernah di permalukan Amelia dan gengnya.


"Huu..pingin rasanya gue gecek wanita itu... Sombong nya nggak ketulungan, kemana- mana ngomong nya calon istri pimpinan kita , tak tahunya hanya omong kosong doang, dasar gadis halu.. Dan ternyata tuan Bara punya tunangan sendiri.." kata gadis teman bicaranya. Dan banyak lagi komentar dari mereka. Tak berapa lama acara di mulai. setelah mendapat beberapa sambutan yang termasuk juga sambutan dari sang CEO kini acaranya adalah acara santai yang di isi dengan tampilan dari beberapa divisi yang harus menampilkan satu atraksi. serta lagu dari artis penyanyi ibukota. Dan di saat keramaian berlangsung Tiba- tiba Dika tampil kedepan.


"Mohon perhatiannya sebentar ...." serunya di atas pentas. Semua orang yang ada di pesta terdiam mendengarkan dan melihat Dika yang sedang bicara.


"Saya akan menyampaikan sesuatu yang akan membuat para karyawan bahagia terutama para gadisnya, sesuai dengan kartu masuk yang telah anda terima tadi di depan maka saya akan memberitahukan kalau nomor kartu yang anda terima tadi adalah nomor untuk menentukan seseorang yang bisa bernyanyi bersama Bos Besar kita yaitu tuan Bara. Untuk itu tolong anda perhatikan nomor Kartu yang ada di tangan anda. Tapi ini hanya berlaku untuk tamu wanita saja lo..." kata Dika menjelaskan dengan kocak.terdengar kegaduhan di tempat pesta itu. terutama para gadisnya.


"Ha...beneran nich..." teriak seorang gadis tak percaya.


"Ya ampuun semoga ini keberuntunganku..." teriak yang lain.


Mereka tak menyangka kalau saat ini mereka akan mempunyai kesempatan untuk bisa bertatap muka dengan CEO mereka apalagi sambil bernyanyi dengan pimpinan mereka yang tampan nan dingin itu.


"Tolong perhatikan nomor kartu anda dengan benar.( Dika berhenti sejenak melihat para karyawannya) Okey kita mulai sekarang..coba kalian bawa tempat itu kemari..." kata Dika pada kedua pria yang sedang memegang sebuah kotak . pria itu memberikan kotak pada Dika.


"Okey...kita mulai sekarang..." Dika segera mengambil nomor di dalam kotak setelah mengocok kotak dan membukanya.


"Nomer 88.."kata Dika nyaring. Semua orang memandang nomor masing- masing . tiba - tiba Amelia berteriak


"Ini Nomerku..." teriaknya gembira. Namun suara dingin menghentikan kegembiraannya.


"Aku tidak mau...ambil lagi..." kata Bara dingin. Semua orang terdiam sepertinya Bara terlihat masih marah pada Amelia.


"Karena tuan Bara tidak mau maka saya akan mengambil lagi.." Dika pun kembali mengambil nomer di dalam Kotak.Namun yang keluar nomer 88 kembali. Dan setelah di lihat semua nomer di dalam kotak bernomer 88.


"Apa- apaan ini...kok nomer semua di dalam kotak nomer 88...apa maksud ini semua, dan siapa yang melakukannya..." teriak Dika marah.


"Maaf tuan Dika , semua itu saya yang membuat, saya kira Nona Amelia adalah calon istri tuan Bara.. Jadi kami melakukan itu untuk tuan Bara, agar dia bisa bernyanyi dengan Amelia..." kata Pak Andi yang menjadi penanggung jawab acara. karena dia tadi mendapat bocoran kalau Bara akan menyanyi dengan salah satu wanita yang memiliki nomer yang sesuai dengan nomer yang di undi.


"Bodoh... Siapa calon istriku... Apa pernah aku ngomong kalau aku punya hubungan dengannya...?" seru Bara marah.


"Maaf tuan..." jawab pak Andi merasa takut dan bersalah. Terdengar suara menggerutu dari para Karyawan yang marah pada pak Andi atas kecurangannya.


"Ya udah kita buat lagi undiannya..." kata Dika menengahi. Dan dengan kelicikan Dika, dia bisa melakukan apapun. untuk mengerjai sang kakak dan kakak iparnya. Dia tadi sempat menyuruh orang melihat nomer kartu yang Kania punya.


"Nach kita coba lagi sekarang...." Dika kembali mengambil nomor undian di dalam kotak dan dia segera membukanya.


"Nomer 368..." seru Dika nyaring. semua orang melihat nomer kartu masing- masing. begitu pula dengan kedua pengawal Kania.


"Bos...itu nomer milik Bos Nia...?" seru Arum kegirangan. Sebab Kartu Kania di pegang ilehnya , Arum segera memberikan kartu itu pada Kania.


Kania kaget , Dia menatap tak percaya nomer kartu yang kini ada di tangannya.


"Princes...itu memang nomer kamu..." teriak Sonya kegirangan. Dan terdengar seruan para sahabat Kania sambil mendorong Kania untuk maju kedepan . namun Kania hanya bisa tertegun diam.


"Ck mana mungkin Bos Bara mau pada Dia... Denganku saja dia nggak mau nyanyi, apa lagi dengan gadis kampung itu..." kata Amelia sinis.


"Benar kak...hi hi hi...dasar wanita bodoh...dia akan mendapatkan malu saat tuan Bara menolak dia juga..." kata Rusti dengan nada sinis. Semua orang menatap Kania dengan bermacam - macam pandangan. Ada yang memandang sinis, ada yang acuh , ada juga yang kasihan takut melihat dia akan malu saat Bara menolak gadis itu. Namun semua orang tercengang ketika mereka melihat Bara berdiri sambil memegang dua mikrofon dan berjalan kearah Kania. Bara memberikan salah satu mikrofon pada Kania dan dengan lembut memegang dan menggandeng tangan Kania serta membawanya keatas panggung.


Udahan dulu ya...besok author lanjut lagi jangan lupa like dan komennya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2