
"Maksud kamu dia masih bersama Pria itu...? Lalu bagaimana dengan istri aslinya...?" tanya Rehan serius.
"Masih dalam penyelidikan...?" jawab Sindu.
"Apakah pria yang kau maksud tadi Setyo saudara kita...?" tanya Rehan.
"Iya Pa... Apakah itu Paman Rehan ...?" tanya Viktor curiga.
"Iya benar... Dia kak Setyo Hadi saudara kita...dan Pingki adalah Sinta yang sekarang..." jawab Sindu tenang.
Semua orang terkejut mendengar semua itu, terlihat wajah- wajah syok di wajah mereka.
"Karena itulah dia sangat membenci Kania sejak lahir, karena Kania bukan putrinya. Dan dia ingin putrinyalah satu- satunya pewaris keluarga Setyo Hadi Herlambang..." lanjut Sindu.
"Sialan....benar- benar licik dia..." seru Viktor geram.
"Lalu di mana Sinta sekarang Sin...?" tanya Rehan .
"Kita belum bisa menemukan keberadaannya kak... Karena itulah aku sekarang bingung, apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku membuka kebusukan Pingki..." tanya Sindu sedih.
"Jangan Sin...kau akan membahayakan keberadaan Sinta yang asli kalau kau memberitahu mereka sekarang..." kata Rehan.
"Lalu dari mana kamu tahu tentang semua ini dan soal pak Karta orang tuan Pingki...? " tanya Rehan lagi.
"Itu semua berasal dari kecurigaan sahabat Sinta. Saat itu anak buahku si Andy menelusuri kehidupan Sinta Yunita semasa di bangku kuliah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabatnya Sinta saat SMA sampai di bangku kuliah hingga mereka lulus. Diapun juga tahu hubungan Setyo Hadi dengan Sinta Yunita karena mereka berpacaran cukup lama. Saat mereka berdua menikah sang sahabat tadi juga menghadiri pernikahan mereka. Tapi saat beberapa tahun yang lalu, ketika mereka tanpa sengaja bertemu, dia heran ketika dia melihat Sinta lupa padanya. Ketika diingatkan siapa dia Sinta seperti terpaksa mengakui siapa dia, kesannya dia seperti tak mengenal sang sahabat sama sekali. Dan kedua ketika mereka bertemu kembali saat mereka sedang makan di Restoran dia melihat Sinta dengan lahap memakan udang yang dia tahu Sinta sangat alergi berat pada makanan udang, Saat itu ada rasa curiga di hati sang sahabat. dengan berpegang masalah itu Andi mulai melakukan penyelidikan tentang wanita yang pernah dekat Dengan Setyo Hadi. Saat itulah Andi menemukan nama Pingki di antara para wanita yang pernah dekat dengan kak Setyo hadi. Para gadis yang dekat dengan kak setyo hanya ada beberapa saja itupun hanya sekedar pertemanan karena kak Setyo sangat mencintai kak Sinta. Hanya satu wanita yang tergila- gila pada kak Setyo yaitu si Pingki sang artis terkenal itu. namun Kak Setyo tak menanggapinya. Hingga hampir dua tahun setelah pernikahan kak Setyok tiba - tiba si Pingki tak terdengar lagi kabar beritanya...." kata Sindu lagi.
"Mingkinkah saat itu adalah kepergian Pingki untuk operasi plastik...?" tanya Hardika.
"Mungkin juga...dan setelah itu anak buah ku menyelidiki tentang kehidupan Pingki. Di sinilah Kami mulai mengetahui kehidupan nya dan kedua orang tuanya yang sampai sekarang masih hidup. Kami mulai mencurigai keberadaan Pingki. Untuk itulah kami meminta Om Burhan melakukan tes DNA terhadap Sinta dan pak Karta.dan inilah hasilnya..." kata Sindu sambil bernafas lega. Dia memperlihatkan beberapa foto masalalu Pingki sebelum operasi dan foto saat Pingki melakukan operasi plastik lengkap dengan nama rumah sakit tempat dia melakukannya.
"Gila ..kak Andi benar- benar hebat, dia melakukan penyelidikan itu dengan lengkap dan tak terlalu lama..." seru Viktor memuji Anak buah sang Papa.
"Dia merupakan penyelidik yang paling handal yang di miliki negara ini Vik..." kata sang Papa.
"Tapi Paman..Kenapa Tuan Setyo membenci Kania, sedang dia tahu kalau Kania putri aslinya, bukankah dia tahu Deby putri pungutnya..." kata Kania menyela pembicaraan paman Rehan dan Om Sindunya.
"Aku juga nggak ngeri , kenapa Setyo bisa berbuat seperti itu...?" kata Rehan bingung.
"Rehan...kita memberihukan semua ini pada Setyo Hadi tanpa setahu Sinta,.." kata kakek Herlambang .
"Paman, Kakek , Om maaf Kania hanya menginginkan Mama Sinta yang Asli, bukan tuan setyo Hadi..." kata Kania dingin.
"Sayang....dia orang tuamu.." kata Kakek Herlambang.
"Tidak untuk tuan Setyo Hadi kakek.." jawab Kania dingin. Semua hanya bisa diam melihat kemarahan di wajah Kania. Mereka semua memaklumi rasa sakit hati yang Kania rasakan sejak dulu.
"Kek boleh Kania masuk kedalam dulu...?" tanya Kania.
"Pergilah nak... Tanyakan pada Monah di mana kamar tidurmu sayang..." kata kakek Herlambang sambil membelai rambut Kania yang panjang dan hitam legam.
"Baik kek..." jawab Kania. Dia segera berjalan kedalam mension besar itu dengan wajah sedih. Kania sedikit kebingungan ketika mencari keberadaan bik Monah, Arum dan Keti. Saat itulah Kania melihat seorang pembantu yang berpapasan dengannya.
"Maaf bik...boleh tanya...?" tanya Kania.
"Iya Non ada apa...?" tanya Bibik itu sopan.
"Apa bibik tahu keberadaan bik Monah..?" tanya Kania.
"Non cari bik Monah...?" tanya wanita itu.
"Iya Bik...bibik tahu di mana dia..?" tanya Kania lagi.
"Tahu Non , bik Monah ada di dapur.. mari saya antar..." kata pembantu tadi.
"Makasih ya bik...." kata Kania sopan.
"Sama- sama Non..." jawab Pembantu itu sambil tersenyum, Kania segera mengikuti sang pembantu berjalan kearah dapur yang tak tahu di mana keberadaannya. Tak lama sampaikan mereka di ruang dapur yang terlihat sangat luas. Keberadaan dapur berdekatan dengan ruang makan yang terlihat tertata rapi. Ketika sampai di sana Kania melihat dua pengawalnya sedang bersama bik Monah. Mereka terlihat sedang membantu bik Monah memasak.
"Bik Monah ...ada yang nyarik nich..." kata Pembantu tadi.
"Non Kania kok kesini....?" kata Bik Monah ketika dia melihat Kania sedang berjalan masuk kedalam ruang dapur.
"Non Kania...?" tanya mereka para pembantu yang ada di ruangan itu. Mereka sudah mendengar kisah dari sang cucu pemilik mension itu, mereka juga mendengar kalau besok adalah hari di mana sang cucu tuan Herlambang itu akan di lamar, tapi mereka belum tahu wajah sang cucu yang sedang menjadi berita di rumah itu.
"Bos...kok elo kesini...? " tanya Arum.
"Bener Bos...ngapain kemari...pasti kangen Keti kan...?" goda Keti.
"Jadi ini cucu tuan Herlambang yang akan di lamar besok...?" tanya salah satu dari mereka.
"Lo kalian belum tahu Non Kania...?" tanya bik Monah heran.
"Belum bik...pada saat Non Kania datang , Kami belum tahu masalahnya. Jadi kami hanya tahu kalau tuan Herlambang menerima tamu dari kota.." kata salah satu dari mereka.
"Ya udah bibik yang baik...kenalin ini Kania putri bik Monah..." kata Kania sambil mengulurkan tangannya dengan ramah.
"Putri bik Monah...?" tanya mereka hampir bersamaan.
"Ah..Non Kania...bukan, dia putri tuan mudah Setyo Hadi..." kata Bik Monah.
"Bik...Nia mohon jangan berkata seperti itu...Nia nggak suka bik...Nia putri Bik Monah.." kata Nia sedih. Ada kemarahan di wajah cantiknya.
__ADS_1
"Iya Iya nak... Dia putriku Kania ..." jawab Bik Monah mengalah.
"Kenalkan Non...saya Rusti..." kata pembantu yang terlihat paling mudah.
Satu persatu mereka menyalami Kania. Ada enam orang pembantu yang ada di ruangan itu . Setelah berkenalan Kania meminta pada Bik Monah untuk mengantarkan dia kekamarnya. Akhirnya mereka berempat masuk kembali kedalam rumah.
Sedang di ruang depan terlihat Kakek Herlambang sedang menelfon Setyo Hadi. beruntungnya Setyo Hadi belum pulang kerumahnya.
"Asalamualaikum Pa..." sapa Setyo Hadi dari sebrang.
"Walaikum salam..kamu ada di mana sekarang...?" tanya Kakek Herlambang.
"Masih di kantor Pa....ada apa..?" tanya Setyo Hadi . dia merasa sedikit heran ketika sang papa tiba- tiba menelfon dirinya.
"Kau datang kemari sekarang tanpa keluargamu..." kata Kakek Herlambang.
"Sekarang Pa..." tanya Setyo Hadi heran.
"Iya sekarang cepatlah...." tegas Kakek Herlambang.
"Baik Pa...Assalamualaikum...."
"Walaikum salam..." kakek Herlambang segera menutup telfonnya.
"Sedang Setyo Hadi buru- buru keluar ruangannya, Ketika sampai di luar ruangan dia bertemu dengan sang sekertaris
"Mel...kalau ada yang mencariku bilang aku ada keperluan di luar..." pesannya pada sang sekertaris.
"Baik Pak..." jawab Mely sang sekertaris. Setyo Hadi segera meninggalkan kantornya. Dengan cepat Setyo Hadi mengendarai mobilnya menuju puncak.
Ketika sampai di mension sang Papa , dia melihat keluarga besarnya sudah menunggu di sana. Terlihat perasaan tegang di wajah mereka.
"Asalamualaikum..." kata Setyo Hadi mengucap salam.
"Walaikum salam..." jawab mereka.
"Ada apa ini..kok wajah kalian tegang..?" tanya Setyo Hadi sambil duduk di antara mereka.
"Duduklah dulu Yo..." kata kakek Herlambang perlahan.
"Nach ..Setyo sudah duduk sekarang jelaskan pada Setyo ada apa ini...?" tanya Setyo Hadi tak sabar.
"Aku hanya ingin menunjukkan pada kamu tentang hasil tes DNA yang telah kalian lakukan..." kata Rehan dengan memberikan amplop pada Setyo Hadi.
Terlihat kegugupan di wajah Setyo Hadi ketika menerima amplop itu. Tak lama dia menatap pada kakek Herlambang.
"Kok ada dua Pa...?" tanya Setyo Hadi kembali.
"Apa maksudnya ini...tes milikku dengan Deby negatif ,sedang Sinta dengan Deby 99,9 persen positif...?" tanya Setyo Hadi tak mengerti.
"Itu tandanya Deby memang putri kandung Sinta...?" jawab sang Papa.
"Tidak mungkin Pa... Nggak mungkin Sinta menghianatiku...!" teriak Setyo dengan marah.
"Kamu yakin itu Yo...?" tanya sang Papa.
"Pa...Kami saling mencintai cukup lama, mana mungkin Sinta akan menghianatiku...." kata Setyo dengan marah.
"Kalau begitu ada Sinta lain di sini...' jawab sang Kakak datar.
Braak....
"Apa maksudmu kak..." teriak Setyo Hadi dengan menggebrak meja dengan marah.
"Jangan keburu marah... Lihat dulu tes DNA yang satu ini..." seru Rehan dingin. Dia menyerahkan tes DNA pak Karta dan putrinya Yati atau Pingki.
"Apa maksud Kaka...?" tanya Setyo Hadi.
"Periksalah dulu kak..." kata Garnis.
Setyo Hadi segera membuka amplop hasil DNA yang di berikan sang kakak. Ketika membaca hasilnya dia mengerutkan dahinya.
"Apa maksud kakak ini...dan siapa mereka, tolong kak jangan berbelit - belit, ...?" kata Setyo Hadi yang masih marah.
"Kau ingat dengan wanita ini...?"kini ganti Sindu yang bertanya sambil memberikan foto lama milik Pingki . terlihat Setyo memandang foto yang ada di tangannya.
"Aku seperti mengenal gadis ini...?" kata Setyo perlahan.
"Dia Pingki artis yang dulu tergila- gila padamu kak... aku sekarang ingat , Bukankah dia yang sering datang kemari mencarimu...?" tanya sang adik.
"Oh ya sekarang aku sudah ingat, lalu apa hubungannya dengan persoalan kita...?" tanya Setyo semakin heran.
"Dia mengoperasi wajahnya mirip Sinta.." kata Sindu datar.
"Lalu...?" tanya Setyo Hadi tak mengerti. Akhirnya Sindu mengulang semua cerita yang tadi di ceritaka pada keluarga besar Herlambang, dia menunjukkan semua bukti tentang perbuatan Pingki. Mengetahui semua kenyataan itu membuat Setyo Hadi menjadi syok berat.
"tidak...tidak mungkin... semua itu tidak mungkin terjadi padaku. tak mungkin dia bukan Sintaku..." seru Setyo Hadi sambil terduduk dan menangis.
"Kak..ini bohongan kan .. ini tidak mungki. terjadi padaku kan...?" ucapnya lemas. dia tak ingin mengakui kenyataan dan kebenarannya.
"Tapi itu kenyataan yang sebenarnya Yo.." kata Rehan perlahan.
__ADS_1
"Tdak... ini tidak mungkin...." gumam Setyo Hadi tak percaya. namun sesaat dia mengingat kalau perubahan memang terjadi pada sifat Sinta setelah dia selesai melahirkan putri mereka. Dia melihat Sinta yang terlihat semakin menyayangi Deby dari pada putri yang dia lahirkan sendiri . Sinta juga membuat dia semakin membenci puti kecilnya. tiba- tiba dia teringat pada Kania kecil yang pergi bersama pembantunya. saat pagi itu tiba- tiba Sinta berteriak kalau Kania putri kecilnya telah pergi bersama dua pembantu yang merawatnya. namu. ketika dia mau mencari sang putri Sinta tiba- tiba pingsan. dan kebetulan perusahaan dalam masalah. karena sibuk mengus perusahaan dan Sinta Setyo Hadi melupakan. keberadaan sang putri.
Setyo Hadi tiba- tiba sngat merindukan putri kecilnya. tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. tiba- tiba dia berdiri dengan geram dan akan melangkah pergi.
"Hey mau kemana kau Yo..." tanya sang Kakak.
"Aku akan membunuhnya kak..!" serunya marah.
"Jangan..kau tak akan bisa menemukan istrimu Sinta, kami belum tahu dia masih hidup atau sudah mati karena kami belum mengetahui keberadaannya. jadi kami mohon demi keselamatan kak Sinta tolong bersabar lah sedikit lagi..." kata Sindu menasehati.
"Tapi dia membuatku juga kehilangan putriku satu- satunya..." kata Setyo Hadi menyesali diri.
"Bukankah kau sangat membencinya...?" tanya sang Papa.
"Dari mana Papa tahu...?" tanya Setyo kaget.
"Bukankah kau hanya memperkenalkan putri palsumu itu.." jawab Kakek gerbang.
"Semua Karena wanita itu Pa..."seru Setyo marah.
"Kenapa kau menangis Yo..." tanya sang kakak.
"Aku teringat pada putriku yang telah pergi juga meninggalkanku kak..." kata Setyo Hadi dengan sedih.
"Percuma..bukankah kau telah mengabaikan dia Yo..." kata sang Kakak.
"aku menyesal kak , Semua itu karena pengaruh wanita ja***g itu kak..." kata Setyo dengan menangis.
"Aku ingin bertemu dia kak... aku ingin meminta maaf padanya..." kata Setyo di sela tangisannya.
"Dia membencimu Yo...Dia tak ingin bertemu denganmu.." kata sang Papa.
"Kok Papa bisa tahu...?" tanya Setyo Hadi heran.
"Karena Papa sudah bertemu dengannya.." jawab sang Papa.
"Beneran Pa...?" tanya Setyo tak percaya.
"Iya...kenapa...?"kata sang papa dengan wajah kesal.
"Dari mana papa tahu dia putriku, ...?" tanya Setyo cepat.
"Dia mirip denga. Mamamu...dan dia bersama Asep dan Monah..?' jawab sang papa.
"Benarkah Pa... Pa tolong kau beritahu di mana dia...?" tanya Setyo dengan wajah memohon.
"Bukankah Papa sudah bilang kalau dia membenci dirimu , apa lagi kau mengirim pembunuh bayaran untuk membunuhnya.." kata Rehan dingin.
"Aku.... ?membunuhnya...? kapan...? bukankah aku belum pernah bertemu dengannya...?" tanya Setyo semakin heran.
"Dia saingan putri palsu Om Setyo.." kata Hardika pelan.
"Saingan. Deby...?" tanya Setyo tak percaya.
"Artis baru Kania KH...." celetuk Kristal
"Apaa...Kania dari DI...?" tanya Setyo kaget.
"Iya Om.. dia putri Om Setyo..." Kata Kristal lagi.
"Ya Tuhan Putriku.....!" teriak Setyo. Dia terduduk dengan lemas di kursinya. tiba - tiba dia berdiri.
"Mau kemana Yo...?" tanya sang Papa.
"Aku aka. pergi mencari dia Pa...?" kata Setyo Hadi dengan wajah nemelas.
"Kau tak perlu mencarinya, dia tak ingin bertemu denganmu...?" kata kakek Herlambang sinis.
"'Tapi saya ingin bertemu dan meminta maaf Pa... " seru Setyo dengan nada sedih.
"Dia ada di sini, besok ada yang akan melamar dia..." jawab sang papa.
"Apa...ada yang mau melamar dia...? kenapa Papa nggak ngomong sama Setyo Pa...?" tanya Setyo kecewa.
"Apa kau punya hak ...? setelah kau buang dia bertahun - tahun..?" tanya Kakek Herlambang.
Setyo Hadi terdiam , dia menunduk dengan wajah sedih.
"Pa...apa boleh Setyo melihat wajahnya Pa...? tanya Setyo Hadi dengan pelan.
"pergilah... temui dia tapi jangan sampai dia tahu kalau kau ada disini, besok pagi datanglah kemari tanpa istri dan anakmu. aku akan mempertemukanmu denfannya...?" Kata sang Papa.
"Baik Pa....tapi mereka bukan lagi istri dan anakku pa..."serunya dengan wajah marah.
"Tapi kau harus bisa bersandar di depannya Kak..." kata Garnis sang adik.
"Iya Nis...semoga aku bisa..." jawabannya.
maaf lagi sobat author sempat update malam hari lagi,maaf ya....🙏🙏🙏
jangan lupa like dan komennya author tunggu.
__ADS_1
Bersambung.